Dunia Dosen: Ecourse Roadmap Riset Tembus Hibah & Luaran Kompetitif 

ecourse-roadmap-riset-tembus-hibah

Mengasah keterampilan atau kompetensi menjadi agenda rutin semua dosen di Indonesia. Selain mengikuti pelatihan dari perguruan tinggi maupun pemerintah. Para dosen bisa aktif mengikuti ecourse Roadmap Riset Tembus Hibah. 

Ecourse atau kursus daring ini membantu dosen menyusun roadmap riset. Kemudian membantu menembus program hibah dan mengoptimasi capaian luaran riset yang dijalankan. Namun, seberapa penting mengoptimalkan capaian luaran dalam riset? 

Pentingnya Optimasi Luaran Penelitian 

Mencapai luaran wajib memang dikenal tidak mudah, lebih-lebih dalam mencapai luaran tambahan. Namun, kenapa dosen harus tetap mengusahakannya? Berikut beberapa alasannya: 

1. Meningkatkan Dampak dan Manfaat Penelitian 

Mencapai luaran wajib sekaligus luaran tambahan dalam penelitian bisa membantu meningkatkan dampak dan manfaat penelitian tersebut. Sebab dengan optimasi inilah, hasil penelitian bisa diketahui lebih banyak orang dalam berbagai bentuk. Baik itu publikasi ilmiah, paten, dan sebagainya. 

2. Memperluas Penyebarluasan Hasil Penelitian 

Dalam mengoptimalkan capaian luaran penelitian, tentunya menjadi upaya dosen dalam memperluas penyebaran hasil penelitian. Sebab tidak hanya disebarluaskan dalam bentuk jurnal, akan tetapi juga buku ilmiah dan bahkan paten. 

Pada luaran wajib dan tambahan dalam bentuk publikasi ilmiah tentunya akan menjangkau semua pembaca dari kalangan masyarakat umum dan ilmiah. Selain itu, penjelasan di artikel jurnal bisa terbatas dan diperdalam lagi saat diterbitkan menjadi buku. 

Baca selengkapnya: Bentuk Luaran Hasil Penelitian yang Dilaksanakan oleh Dosen

3. Menguatkan Reputasi Akademik 

Semakin banyak luaran penelitian yang dicapai, maka semakin menunjukan kompetensi dosen dalam menjalankan penelitian. Sehingga bisa dengan mudah menyelesaikan penelitian tepat waktu, menuangkan hasilnya dalam KTI, dan dipublikasikan dalam jurnal sekaligus buku ilmiah. 

Tak hanya itu, dengan meraih luaran wajib sekaligus luaran tambahan maka akan menguatkan reputasi akademik dosen. Sebab bisa menghasilkan lebih banyak publikasi ilmiah. Sehingga karya dosen mudah ditemukan dan bermanfaat bagi masyarakat luas. Langkah ini sekaligus menguatkan reputasi institusi. 

4. Mendorong Rekam Jejak Publikasi Ilmiah 

Arti penting berikutnya dalam mengoptimalkan capaian luaran penelitian adalah mendorong rekam jejak publikasi ilmiah. Dosen bisa memiliki lebih banyak publikasi ilmiah sekaligus dalam beragam bentuk. 

Prosiding, jurnal, sekaligus buku ilmiah sampai karya ilmiah populer di berbagai media massa. Semakin banyak publikasi ilmiah berkualitas yang dihasilkan dosen, semakin kuat pula kepakarannya di suatu bidang keilmuan. Serta mengembagkan relasi dosen dan mendorong kolaborasi rutin di masa mendatang. 

Baca juga: Pedoman Penulisan Daftar Pustaka Jika Sumber dari Prosiding dalam Berbagai Gaya Sitasi 

5. Optimasi Pemenuhan BKD dan Angka Kredit 

Optimasi luaran penelitian juga penting untuk membantu dosen memenuhi BKD. Sebab dalam satu kegiatan penelitian, dosen misalnya saja bisa menghasilkan 2 publikasi ilmiah berbeda. Keduanya bisa membantu memberikan bobot SKS sehingga memudahkan dosen memenuhi target 12 SKS per semester dalam BKD. 

Sekaligus membantu dosen mendapat sumber angka kredit lebih beragam. Sehingga bisa segera memenuhi ketentuan AK Kumulatif untuk pengajuan kenaikan JAD.

Baca juga: Pengumuman Jadwal Pelaporan BKD Semester Genap 2025/2026 dan Persiapannya

Tantangan dan Kendala Optimasi Luaran Penelitian 

Dosen dalam kegiatan penelitian butuh usaha keras untuk mencapai luaran wajib yang sudah ditentukan. Kesulitan akan berlipat ganda saat menargetkan tercapainya luaran tambahan. Tentunya akan ada lebih banyak tantangan dan kendala harus dihadapi dosen, diantaranya adalah: 

1. Keterbatasan Waktu 

Dalam penelitian, dosen akan menyusun jadwal rencana penelitian di dalam proposal penelitian. Hanya saja, kadang kala kondisi di lapangan membuat jadwal tersebut meleset. Kegiatan penelitian yang diperkirakan bisa selesai dalam 8 bulan. Nyatanya butuh waktu lebih lama. 

Jika kegiatan penelitian melebihi jadwal, maka tentu luarannya juga akan mengikuti. Sebab luaran baru bisa diurus pencapaiannya setelah penelitian bisa diselesaikan. Jadi, semakin molor penelitian tersebut semakin sedikit waktu untuk mengurus luaran penelitian. 

2. Keterbatasan Pendanaan 

Pada perguruan tinggi tempat dosen mengabdi, jika ingin mencapai luaran tambahan. Biasanya perguruan tinggi mengizinkan dosen mengajukan pendanaan tambahan. Namun bisa juga sebaliknya, begitu juga untuk hibah yang diselenggarakan pihak eksternal.

Dampaknya, ada keterbatasan anggaran dan menyulitkan dosen mencapai luaran tambahan. Dalam kondisi tertentu, pendanaan juga kurang mendukung tercapainya luaran wajib. Bisa karena memang ada kesalahan pengaturan dalam RAB, bisa juga ada kendala di lapangan yang membuat biaya membengkak, durasi penelitian lebih panjang, dan sebab lainnya. 

Dosen Wajib Tahu: 6 Sumber Pendanaan Penelitian Dosen yang Wajib Diketahui

3. Kesalahan saat Memilih Jurnal 

Dalam memilih jurnal tujuan, tentu tidak bisa dilakukan dengan cepat. Kadang butuh waktu dan bisa tidak sebentar. Jadi, dampaknya bisa menghambat tercapainya luaran tambahan. Bahkan luaran wajib itu sendiri. 

Inilah alasan kenapa dalam menentukan jurnal tujuan dilakukan paling awal. Yakni setelah sebelum menyusun proposal penelitian. Sehingga bisa punya waktu lebih untuk menentukan jurnal dengan tepat. 

Ketahui juga: 50 Daftar Jurnal Indonesia Terindeks Scopus Terbaru!

4. Proses Peer Review dan Revisi yang Panjang 

Kendala berikutnya adalah proses mengurus publikasi ilmiah sebagai luaran penelitian yang juga butuh waktu. Khususnya luaran pada jurnal ilmiah. Proses peer review oleh 2 reviewer sampai proses revisi bisa memakan waktu lama. 

Dampaknya, dosen dan m peneliti yang dibentuk tidak memiliki waktu cukup untuk mengejar luaran tambahan. Sebab waktu yang tersisa hanya bisa digunakan untuk proses peer review dan revisi tersebut. 

5. Kendala dalam Penulisan KTI 

Kendala selanjutnya adalah dalam proses penulisan KTI berisi hasil penelitian yang akan dipublikasikan. Kendala ini biasanya dialami oleh dosen pemula yang keterampilan menulis KTI belum optimal. 

Namun, bisa juga dialami dosen senior karena berbagai sebab. Misalnya kesulitan mendapat referensi yang relevan atau yang mutakhir. Bisa juga karena sebab lain, karena kendala dalam penulisan KTI memang cukup beragam. 

Mau Naik Jabatan Fungsional dengan Cepat? Konversikan KTI Menjadi Buku & Dapatkan Angka Kredit!

6. Kurangnya Kerjasama Tim Penelitian 

Kendala berikutnya adalah kerjasama tim peneliti yang kurang optimal. Bisa karena pembagian tugas yang tidak sesuai atau bahkan tidak adil. Sehingga kerjasama ini bisa menjadi sandungan dalam mencapai target luaran, baik luaran wajib alih-alih luaran tambahan. 

7. Perencanaan Kurang Matang 

Dalam menentukan target luaran penelitian, tentunya harus dilakukan dengan pertimbangan yang menyeluruh dan dipastikan matang. Sehingga ada pengaturan jadwal sampai pembagian tugas agar luaran tersebut bisa dicapai. Hanya saja karena perencanaan kurang matang, terburu-buru, dll membuat luaran sulit dicapai. 

Ecourse untuk Bantu Menembus Hibah dan Mengoptimalkan Capaian Luaran 

Menembus hibah penelitian membutuhkan lebih dari sekadar ide riset yang menarik. Dosen perlu memiliki roadmap riset yang jelas, target luaran yang terukur, serta strategi penyusunan proposal yang sesuai dengan standar penilaian. Tanpa perencanaan yang matang, peluang lolos hibah bisa berkurang dan capaian luaran penelitian menjadi kurang optimal.

Untuk membantu dosen mempersiapkan hal tersebut, Dunia Dosen menghadirkan Ecourse Roadmap Riset Tembus Hibah & Luaran Kompetitif. Program ini dirancang untuk membantu dosen memahami cara menyusun roadmap riset, menentukan target luaran, serta meningkatkan kualitas proposal agar lebih siap bersaing dalam program hibah penelitian.

Melalui ecourse ini, peserta akan mempelajari materi inti berikut:

1. Konsep dan Kajian Roadmap Riset

Peserta akan memahami konsep dasar roadmap riset yang baik dan benar, termasuk cara menyusun arah penelitian yang lebih sistematis, fokus, dan berkelanjutan. Materi ini membantu dosen membangun fondasi riset yang lebih kuat sejak awal.

2. Track Record dan Roadmap Riset

Materi ini membahas cara mengintegrasikan roadmap riset dengan rekam jejak kepakaran dan publikasi ilmiah. Dengan roadmap yang selaras, dosen dapat memperkuat nilai tambah proposal sekaligus membangun portofolio akademik yang lebih meyakinkan.

3. Strategi Pencapaian Luaran Hibah

Peserta akan mempelajari strategi menetapkan target luaran riset yang realistis dan terukur, baik luaran wajib maupun luaran tambahan. Dengan perencanaan yang tepat, capaian luaran dapat disusun lebih relevan dengan skema hibah yang dituju.

Baca juga: Langkah-Langkah Menyusun Roadmap Penelitian Dosen Pemula

4. Luaran Hibah

Materi ini membantu peserta memahami cara menentukan luaran hibah yang sesuai dengan rencana penelitian, kebutuhan akademik, dan standar penilaian. Tujuannya agar luaran yang dicantumkan tidak hanya memenuhi syarat, tetapi juga memperkuat daya saing proposal.

5. Penilaian Proposal Riset

Peserta akan mempelajari standar dan kriteria penilaian proposal hibah, sehingga dapat menyusun proposal dengan struktur yang lebih kuat, argumentasi yang lebih jelas, dan peluang lolos seleksi yang lebih besar.

Selain materi yang mendalam, sistematis, dan mudah dipraktikkan, peserta juga akan mendapatkan fasilitas pendukung berikut:

  1. Materi relevan dan up to date
  2. Bimbingan dari narasumber profesional berpengalaman, Dr. Sigit Hermawan, S.E., M.Si., CIQaR., CRP., dosen Ilmu Ekonomi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
  3. Pembahasan lengkap strategi menyusun roadmap riset dengan luaran kompetitif dan berpeluang tembus hibah
  4. Video pembelajaran terstruktur dan aplikatif
  5. Resume pendalaman materi praktis
  6. E-Sertifikat 10 JP

Dengan mengikuti ecourse ini, dosen dapat mempersiapkan roadmap riset dan proposal hibah secara lebih terarah, sekaligus mengoptimalkan peluang menghasilkan luaran penelitian yang kompetitif.

Bagi dosen yang ingin meningkatkan peluang meraih hibah penelitian dan memperkuat capaian luaran riset, akses ecourse dapat dilakukan secara fleksibel kapan saja dan dari mana saja.

Siapkan Roadmap Riset yang Lebih Siap Tembus Hibah

Pelajari strategi menyusun roadmap riset dan luaran secara lebih terarah bersama narasumber berpengalaman.
Materi praktis, up to date, dan dapat diakses selamanya.

More Posts

Kelas E-Course

Ebook Gratis

Tag Populer