Pernahkah Anda menggunakan AI untuk penulisan abstrak artikel ilmiah? Sebagian besar dosen, mahasiswa, hingga peneliti tentunya mengaku pernah. Teknologi AI dalam beberapa tahun belakangan memang berkembang pesat.
Kemudian mulai digunakan banyak orang di berbagai bidang dan untuk banyak tujuan. Termasuk penggunaan di lingkungan akademik dan publikasi ilmiah. Namun, bisakah dan apakah boleh menggunakan AI untuk penulisan naskah yang akan dipublikasikan? Berikut informasinya.
Bisakah Menggunakan AI untuk Penulisan Abstrak Artikel Ilmiah?
Abstrak merupakan bagian dari struktur penulisan sejumlah karya tulis ilmiah (KTI) yang berisi rangkuman atau ringkasan isi naskah ilmiah tersebut. Umumnya, abstrak menjadi bagian dari struktur penulisan untuk KTI yang berisi hasil penelitian.
Mulai dari laporan penelitian, artikel ilmiah untuk jurnal dan prosiding, skripsi, tesis, hingga disertasi. Lalu, bisakah AI untuk penulisan abstrak? Jawabannya tentu bisa. Terdapat banyak platform berbasis teknologi AI yang memberikan layanan penulisan KTI. Termasuk artikel ilmiah dan bagian-bagian di dalamnya, seperti abstrak.
Baca selengkapnya: Pengertian, Fungsi, Langkah-Langkah Menulis Abstrak Jurnal, dan Contohnya
Etika Penggunaan AI dalam Publikasi Jurnal Ilmiah
Memahami bahwa terdapat sejumlah platform AI untuk penulisan abstrak secara efisien. Tentunya memunculkan pertanyaan baru, apakah boleh menggunakannya untuk menyusun KTI yang akan dipublikasikan?
Terkait hal ini, tentunya perlu mematuhi panduan etika publikasi ilmiah dari media publikasi yang dituju. Misalnya, jika menyusun abstrak artikel untuk dipublikasikan ke jurnal maka perlu memperhatikan etika publikasi yang ditetapkan pengelola jurnal tersebut.
Sejumlah publisher atau pengelola jurnal skala global memberikan izin kepada penulis untuk menggunakan AI. Misalnya kebijakan dari Springer, Taylor and Francis, dan sebagainya. Masing-masing memiliki ketentuan tambahan berbeda.
Jika Anda menargetkan jurnal yang dikelola publisher tersebut, maka bisa membaca detail ketentuan dan etika menggunakan AI di website resminya. Beberapa pengelola jurnal juga menetapkan larangan penggunaan AI. Jadi, hal ini perlu menyesuaikan dengan kebijakan masing-masing jurnal tujuan.
Baca juga: Memahami Regulasi AI untuk Penelitian Ilmiah yang Dilaksanakan Dosen dan Mahasiswa
Lalu, bagaimana dengan kebijakan dari Kemdiktisaintek maupun BRIN? Mengutip dari website Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah XVI, penggunaan AI untuk publikasi ilmiah diperbolehkan dengan beberapa batasan agar tidak melanggar etika akademik. Sekaligus tidak melanggar etika penelitian dan etika publikasi ilmiah.
Hal ini sejalan dengan penyampaian narasumber pada webinar “Pemanfaatan Artificial Intelligence untuk Mendukung Riset dan Publikasi” yang diselenggarakan Direktorat Bina Talenta Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) yang digelar pada Rabu (22/04/2026).
Dalam mengurus publikasi ilmiah, masih banyak dosen di Indonesia yang menghadapi segunung tantangan. Mulai dari kelebihan beban kerja akademik, keterbatasan kemampuan menulis KTI dalam bahasa Inggris, dan masih banyak lagi yang lainnya.
Kendala-kendala dan tantangan ini bisa dibantu diatasi dengan memanfaatkan teknologi AI. Mulai dari mengecek grammar dengan Grammarly atau Quillbolt, kemudian mengecek indikasi plagiat dengan Turnitin, sitasi dengan tepat memakai Mendeley, dll.
Jadi, selama AI digunakan hanya sebagai alat bantu dan bukan menggantikan posisi dosen maupun mahasiswa dalam menyusun artikel jurnal ilmiah. Maka tidak masuk kategori pelanggaran etika akademik. Artinya tetap diperbolehkan.
Baca juga: Memahami Aturan Penggunaan AI pada Jurnal Internasional Bereputasi
Kesalahan Menggunakan AI dalam Menyusun Abstrak yang Harus Dihindari
Adanya ketentuan tambahan dan bersifat mutlak untuk dipatuhi dosen, mahasiswa maupun peneliti saat menggunakan AI untuk penulisan abstrak. Maka berimbas pada sejumlah kesalahan penggunaan yang wajib dihindari dari awal. Diantaranya adalah:
1. Tidak Mengecek Susunan Kalimat yang Dibuat dengan AI
Ada kalanya, susunan kalimat yang dibuat dengan AI masih kurang tepat. Dalam manuskrip berbahasa Inggris, bisa jadi ada kesalahan grammar. Oleh sebab itu, saat meminta bantuan AI untuk membantu menyusun kalimat pembuka, cara menyampaikan hasil penelitian, dll pada abstrak.
Respon dari platform AI yang digunakan wajib diperiksa ulang. Gunakan platform AI lain yang membantu mengecek kesesuaian grammar. Sehingga bisa diketahui ada tidaknya kesalahan dan dikoreksi.
2. Tidak Memastikan Substansi Abstrak Sudah Benar
Abstrak pada artikel jurnal harus memuat topik penelitian, latar belakang, tujuan penelitian, metode penelitian, hasil penelitian, dan simpulan. Jika isi standar ini ada yang hilang, maka artinya abstrak buatan AI perlu diperiksa dan diperbaiki.
Sering sekali abstrak yang dibantu penyusunannya tidak mengandung salah satu dari substansi standar tersebut. Jadi, pastikan selalu mengecek ulang dan melakukan revisi. Jangan terbiasa bergantung pada AI dan menganggap AI sempurna tanpa cela.
Baca juga: Tata Cara Penulisan Abstrak Jurnal yang Benar dan Efektif
3. Mengabaikan Ketentuan Abstrak dari Jurnal Tujuan
Secara umum, mengecek abstrak buatan AI tidak hanya untuk memastikan susunannya tepat. Baik secara tata bahasa maupun substansi sesuai standar abstrak pada umumnya.
Akan tetapi juga memastikan sudah sesuai dengan kebijakan pengelola jurnal. Inilah alasan pentingnya tidak asal copy paste abstrak dari AI ke manuskrip. Tetap perlu dibaca, dipahami, diperiksa, dan dikoreksi pada kesalahan yang ditemukan. Melalui tahapan ini, maka otomatis memposisikan AI sebagai alat bantu bukan pengganti.
4. Tidak Ada Pengakuan Penggunaan AI
Mayoritas pengelola jurnal mengizinkan penulis menggunakan AI untuk alat bantu optimasi mutu manuskrip. Seperti membantu sitas dengan tepat, cek plagiarisme secara menyeluruh, mengoreksi grammar, dan sejenisnya.
Mayoritas pengelola jurnal mengizinkan penulis tidak mencantumkan penggunaan AI jika diposisikan sebagai alat bantu tersebut. Lalu, kapan pengakuan dilakukan? Yakni ketika platform AI yang digunakan ikut mempengaruhi hasil penelitian yang dicantumkan pada manuskrip. Baik berbentuk konten, data, gambar, dll.
Misalnya penulis punya data hasil penelitian dan meminta AI untuk dibuatkan dalam bentuk teks, bukan tabel. Maka menghasilkan konten baru dan dibuat oleh AI. Contoh lain, meminta platform AI membuatkan grafik data penelitian. Maka menghasilkan gambar buatan AI.
Jika dalam menyusun abstrak, penulis meminta platform AI yang menyusun. Kemudian dikoreksi, maka artinya AI digunakan untuk membuat konten. Sehingga perlu ada pengakuan.
Pilihan Platform AI untuk Penulisan Abstrak
Bagi Anda yang ingin menggunakan AI untuk penulisan abstrak artikel jurnal ilmiah. Maka berikut beberapa platform AI yang bisa dipertimbangkan:
1. PaperBleach AI
Bagi Anda yang merasa kesulitan menemukan platform AI untuk membuatkan abstrak artikel jurnal dengan grammar yang tepat. Maka bisa beralih ke PaperBleach AI yang diketahui punya kemampuan menyusun abstrak dengan grammar yang lebih baik.
Hanya saja, platform ini berbayar dengan biaya langganan di paket termurah sebesar 4 USD per bulan. Informasi mengenai fitur, biaya paket langganan, dan lainnya bisa ke websitenya di https://paperbleach.ai/.
2. Paperguide AI Abstract Generator
Berikutnya rekomendasi AI untuk penulisan abstrak adalah Paperguide AI Abstract Generator. Paperguide AI secara umum mengklaim sebagai asisten penelitian bagi para pengguna.
Salah satu fitur utamanya adalah menyusun abstrak dengan cepat dan efektif melalui Abstract Generator. Kabar baiknya, platform ini bisa digunakan secara gratis untuk mengakses fitur Abstract Generator.
Jika ingin menyusun manuskrip lengkap, baru diwajibkan berlangganan dengan memilih paket yang sudah disediakan pihak pengembang. Website resminya di https://paperguide.ai/abstract-generator/.
3. Paperpal Academic AI
Jika Anda mencari platform AI yang membantu menyusun KTI untuk kebutuhan akademik, misalnya makalah tugas kuliah. Maka bisa mempertimbangkan penggunaan Paperpal Academic AI. Termasuk untuk menyusun abstrak.
Paperpal Academic AI membantu menyusun naskah KTI dengan gaya bahasa khas KTI akademik. Selain itu, layanannya gratis. Anda bisa mengakses fitur AI Writing Assistant untuk menyusun abstrak. Website resminya di https://paperpal.com/ai-writing-assistant.
4. Jenni AI
Jenni AI juga termasuk platform AI untuk penulisan abstrak. Layanan utamanya memang membantu pengguna menyusun naskah KTI akademik. Namun tetap relevan digunakan untuk membantu menyusun KTI yang akan dipublikasikan ke prosiding maupun jurnal ilmiah.
Membantu menyusun abstrak, Anda bisa menggunakan fitur chatbot AI. Kemudian mengunggah dokumen manuskrip atau mengetik topik dan substansi abstrak lainnya di kolom chat. Baru kemudian menyusun prompt yang meminta Jenni AI membuat abstrak sesuai substansi tersebut.
Jenni AI bisa diakses gratis untuk penyusunan abstrak, hanya saja ada batasan jumlah kata maksimal. Informasi paket langganan bisa ke website resminya di https://jenni.ai/.
Baca juga: 7 Platform AI untuk Membantu Penulisan Artikel Ilmiah bagi Dosen
Tata Cara Menyusun Abstrak Artikel Ilmiah dengan Platform AI
Lalu, bagaimana tata cara menyusun abstrak dengan menggunakan platform AI? Pastikan dulu sudah memilih platform AI yang akan digunakan. Pilih yang dirasa paling mudah digunakan dan ulasan penggunanya juga positif.
Sebagai contoh, jika ingin platform AI untuk penulisan abstrak secara gratis maka bisa menggunakan Paperguide AI Abstract Generator. Berikut langkah-langkahnya:
- Buka browser pada perangkat elektronik Anda dan masuk ke website resmi Paperguide AI Abstract Generator, yakni melalui tautan https://paperguide.ai/abstract-generator/

- Tahap kedua, silahkan klik tombol “Upload” pada halaman utama website. Kemudian cari file naskah artikel ilmiah yang ingin dibantu dibuatkan abstrak.
- Tunggu beberapa saat sampai dokumen selesai diunggah ke sistem, kemudian klik tombol “Generate Abstract”.

- Tunggu beberapa sat agar sistem menyusun abstrak sesuai dengan isi dari dokumen yang disusun. Abstrak akan ditampilkan di layar dan tersedia fitur copy untuk menyalinnya ke manuskrip.
- Pastikan memeriksa kualitas tata bahasa sampai substansi abstrak untuk memastikan tidak ada kesalahan.
- Selesai.
Jika menggunakan platform AI lain, maka bisa mengikuti tahapan penyusunan abstrak sesuai instruksi yang ditampilkan sistem pada layar perangkat Anda. Selama sesuai prosedur, maka hasil pengerjaan AI untuk penulisan abstrak bisa cepat selesai. Kemudian bisa segera diperiksa dan disalin ke manuskrip.














