Memahami Format RPS OBE agar Penyusunan Lancar dan Minim Kesalahan 

format-rps-obe
Memahami Format RPS OBE agar Penyusunan Lancar dan Minim Kesalahan

Format dalam menyusun RPS berbasis OBE menyesuaikan dengan kebijakan Kemdiktisaintek. Kemudian untuk format penulisan, menyesuaikan dengan kebijakan masing-masing perguruan tinggi. Berikut informasinya. 

Sekilas Tentang RPS OBE 

RPS OBE adalah dokumen berisi rencana kegiatan pembelajaran dalam kurun 1 semester yang penyusunannya berfokus pada hasil pembelajaran (learning outcomes). RPS berbasis OBE menjadi salah satu tahapan dari implementasi kurikulum OBE. 

Sebab kurikulum OBE menjadi dasar acuan dalam merancang kegiatan pembelajaran. Sehingga pembelajaran yang diikuti mahasiswa berfokus pada hasil pembelajaran. Yakni memberikan keterampilan praktis atau kompetensi kepada mahasiswa. 

Baca juga: Kurikulum Outcomes Based Education (OBE): Regulasi, Manfaat, Tahap Implementasi

Unsur Utama dalam RPS Berbasis OBE

Jika memperhatikan ketentuan format RPS OBE, maka akan menjumpai beberapa perbedaan antara satu perguruan tinggi dengan perguruan tinggi lainnya. Meskipun begitu, terdapat beberapa kesamaan dan salah satunya adalah unsur utama pada RPS OBE tersebut. Diantaranya adalah: 

1. Nama Program Studi 

Unsur pertama di dalam RPS OBE adalah nama program studi. Program studi menjadi unsur pertama dan ditempatkan di posisi paling atas di dalam RPS OBE. Sebab menunjukan program studi mana yang menyelenggarakan mata kuliah. 

2. Nama Mata Kuliah, Kode, Semester, dan SKS 

Unsur kedua di dalam RPS OBE adalah identitas dari mata kuliah yang diampu dosen dan menjadi dasar dari penyusunan materi di RPS tersebut. Mencakup nama mata kuliah, kode mata kuliah, semester, dan bobot SKS mata kuliah tersebut. 

3. Rumpun Mata Kuliah 

Rumpun mata kuliah adalah unsur di dalam RPS OBE yang menjelaskan kelompok tempat mata kuliah tersebut berada. Umumnya setiap perguruan tinggi yang menentukan kelompok mata kuliah ada berapa dan setiap kelompok ada mata kuliah apa saja. 

Sebagai contoh, di Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) kelompok mata kuliah terbagi dalam 4 kelompok. Yaitu: 

  • Wajib Universitas 
  • Wajib Fakultas 
  • Wajib Prodi 
  • Pilihan Prodi 

4. Nama Dosen Pengampu 

Unsur yang keempat adalah nama dosen pengampu. Yaitu unsur di dalam RPS OBE yang menjelaskan nama dosen yang bertanggung jawab menyelenggarakan mata kuliah. Jika mata kuliah diampu beberapa dosen, biasanya semua nama dosen tersebut dicantumkan. 

5. Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) yang Dibebankan pada Mata Kuliah 

Unsur selanjutnya adalah CPL yang merupakan kompetensi yang harus dimiliki lulusan program studi. Secara umum setiap program studi punya rumusan beberapa CPL. Adapun CPL yang dicantumkan di RPS OBE hanya CPL yang dibebankan ke mata kuliah. 

6. Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) 

CPMK adalah kemampuan yang harus dikuasai mahasiswa setelah menyelesaikan pembelajaran suatu mata kuliah dalam kurun waktu satu semester. CPMK harus mencakup aspek ranah kognitif, psikomotorik, dan afektif. 

7. Kemampuan Akhir dalam Setiap Tahapan Pembelajaran (Sub-CPMK) 

Sub-CPMK merupakan rincian CPMK yang dicapai secara bertahap pada setiap pertemuan atau setiap perkuliahan. Jadi, setelah perkuliahan selesai maka diharapkan mahasiswa menguasai suatu kompetensi. Kompetensi inilah yang disebut Sub-CPMK. 

8. Bahan Kajian atau Materi Pembelajaran 

Unsur selanjutnya adalah bahan kajian atau materi pembelajaran. Yaitu unsur dalam RPS OBE yang menjelaskan pokok bahasan, subpokok bahasan, konsep, teori, maupun praktik yang dipelajari mahasiswa dalam pembelajaran (perkuliahan). 

Baca juga: Memahami Prinsip dan Karakteristik Kurikulum OBE, serta Implementasinya Melalui RPS

9. Daftar Pustaka 

Daftar pustaka merupakan unsur di dalam RPS OBE yang menginformasikan seluruh referensi yang digunakan dosen pengampu mata kuliah dalam menyusun RPS tersebut. Dalam hal ini, dosen perlu mengikut ketentuan gaya sitasi yang akan digunakan.

10. Indikator Pencapaian Pembelajaran 

Indikator pencapaian pembelajaran merupakan unsur di dalam RPS OBE yang menginformasikan rumusan indikator yang menunjukkan penguasaan kemampuan yang dapat diukur. Biasanya dalam bentuk susunan kalimat dengan struktur berikut: 

Derajat keberhasilan (kata benda) + Kemampuan (kata kerja) + Bahan Kajian (kata benda) + Konteks (kata keterangan) 

Contohnya: Ketepatan dan kejelasan (derajat keberhasilan) merumuskan (kemampuan) masalah dan hipotesis (bahan kajian) dalam proposal penelitian (konteks). 

11. Kriteria, Bentuk, dan Bobot Penilaian 

Unsur selanjutnya adalah kriteria, bentuk, dan bobot penilaian. Yaitu unsur di dalam RPS OBE yang menginformasikan cara dosen mengevaluasi atau mengukur pencapaian mahasiswa. Berikut ketentuan umumnya: 

  • Kriteria menunjuk pada standar keberhasilan mahasiswa dalam setiap tahapan pembelajaran. 
  • Indikator merupakan unsur-unsur yang menunjukkan kualitas kinerja mahasiswa.
  • Bobot penilaian merupakan ukuran dalam persen (%) yang menunjukkan persentase nilai keberhasilan setiap tahapan belajar dalam mata kuliah 

Dalam menetapkan kriteria penilaian, dosen bisa menggunakan metode rubrik penilaian. Bisa juga menggunakan penilaian portofolio. Bisa juga menggunakan metode lain yang relevan untuk mengukur capaian pembelajaran mahasiswa. 

12. Bentuk Pembelajaran dan Metode Pembelajaran 

Bentuk pembelajaran bisa kuliah, responsi, tutorial, seminar, praktikum, praktik studio, praktik bengkel, penelitian, riset, dan lain sebagainya. Sedangkan metode pembelajaran harus berpusat pada mahasiswa. Contohnya seperti diskusi kelompok, simulasi, studi kasus, pembelajaran berbasis proyek, dan sebagainya. 

Baca juga: Mengenal Pilihan Metode Pembelajaran Dosen yang Sesuai dengan RPS OBE

Matriks Utama dalam RPS OBE

Jika memperhatikan format RPS OBE maka akan menjumpai beberapa unsur yang dijelaskan sebelumnya. Kemudian, dari beberapa unsur tersebut bisa dipahami juga matrik utama di dalam RPS OBE. Secara umum terdapat 5 jenis matrik utama pada RPS berbasis OBE. Yaitu: 

1. CPL

CPL secara sederhana dipahami sebagai capaian hasil pembelajaran setelah mahasiswa mengikuti perkuliahan di suatu program studi. Misalnya, mahasiswa jenjang Sarjana maka akan menempuh 8 semester. Jadi, CPL merupakan capaian pembelajaran yang dikuasai mahasiswa tersebut setelah mengikuti perkuliahan selama 8 semester. 

Baca selengkapnya: Mengenal Definisi Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) dan Kriterianya dalam SN-Dikti 

2. CPMK 

Secara sederhana, CPMK dipahami sebagai capaian hasil pembelajaran yang diraih mahasiswa setelah mengikuti perkuliahan suatu mata kuliah dalam kurun waktu satu semester. 

Jadi, mahasiswa yang mengikuti perkuliahan suatu mata kuliah maka di akhir semester diharapkan bisa menguasai kompetensi. Kompetensi tujuan inilah yang disebut sebagai CPMK dalam RPS OBE. CPMK dirumuskan dosen berdasarkan CPL. 

Baca selengkapnya: Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) dan Perbedaannya dengan Sub-CPMK

3. Sub-CPMK 

Secara sederhana, Sub-CPMK adalah capaian hasil pembelajaran yang diraih mahasiswa setiap pertemuan perkuliahan. Jadi, setiap pertemuan pada mata kuliah yang diampu dosen ada kompetensi yang perlu dikuasai mahasiswa. Kompetensi per pertemuan ini disebut sebagai Sub-CPMK. Dalam merumuskan Sub-CPMK didasarkan pada CPMK. 

4. Bentuk dan Metode Pembelajaran 

Matrik utama yang keempat di dalam format RPS OBE adalah bentuk dan metode pembelajaran. Jadi, bagaimana proses kegiatan pembelajaran yang akan diterapkan dosen dalam mengasah kompetensi mahasiswa.

5. Sistem atau Teknik Penilaian 

Matriks utama yang terakhir adalah teknik penilaian. Yaitu teknik yang digunakan atau diterapkan dosen pengampu mata kuliah untuk mengukur capaian hasil pembelajaran. Baik Sub-CPMK, CPMK, maupun CPL yang dibebankan pada mata kuliah. 

Baca juga: Tahapan Menyusun RPS OBE dengan Backward Design Beserta Contohnya

Format RPS OBE

Format pada RPS OBE terbagi menjadi dua kategori. Yakni format umum RPS dan format penulisan RPS OBE. Format umum RPS OBE mengacu pada Permendikbud Pasal 12 Ayat (3) tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SNPT). 

Sesuai ketentuan tersebut, RPS berbasis OBE wajib disusun secara sistematis. Kemudian, struktur penulisannya harus mengalir dari kiri ke kanan. Dalam format RPS OBE akan membentuk tabel berisi beberapa kolom. Jadi, ketika disusun maka dosen mengisi  setiap unsur RPS OBE dari sisi kiri menuju ke kanan. 

Berikutnya terkait format penulisan RPS adalah ketentuan teknis penulisan. Seperti ketentuan harus menggunakan font dan ukuran berapa, pengaturan margin di lembar kerja RPS OBE, ketentuan penomoran halaman, dll. 

Setiap perguruan tinggi memiliki kebijakan tersendiri dalam menentukan format penulisan RPS OBE. Sebagai contoh, berikut format penulisan yang diterapkan di UMC: 

Inilah alasan penting untuk membaca buku panduan penyusunan RPS OBE yang sudah disediakan perguruan tinggi. Sehingga bisa mengetahui ketentuan format RPS OBE, baik format RPS maupun format penulisannya bagaimana. Hal ini bisa memudahkan penyusunan RPS dan tentunya bisa mencegah adanya kesalahan. 

Contoh Template RPS OBE

Setelah memahami seperti apa format RPS OBE. Maka tentunya butuh rekomendasi template RPS berbasis OBE tersebut. Umumnya, template ini sudah disediakan oleh perguruan tinggi. Biasanya dalam format file Excel, bisa juga daring di Spreadsheet. 

Namun, bisa juga pada format file dan dokumen lainnya sesuai kebijakan setiap perguruan tinggi. Berikut adalah beberapa contoh template RPS OBE di beberapa perguruan tinggi Indonesia yang bisa dijadikan rujukan: 

1. Contoh Template RPS OBE di Universitas Brawijaya 

Berikut adalah contoh template RPS OBE yang diterapkan di Universitas Brawijaya. Detail keselurhan template bisa di cek daring melalui https://statistika.ub.ac.id/wp-content/uploads/2024/01/RPS-OBE-MKU_BAHASA-INDONESIA.pdf

2. Contoh Template RPS OBE di Universitas Trisakti

Berikut adalah contoh template RPS OBE yang diterapkan di Universitas Trisakti. Detail keseluruhan template bisa id cek daring melalui https://drive.google.com/uc?export=download&id=15JWM5JO_MdeNkn6B4P2yvZzv13QKQGvt

3. Contoh Template RPS OBE Universitas Negeri Surabaya

Berikut adalah contoh template RPS OBE yang diterapkan di Universitas Negeri Surabaya. Detail template bisa dicek daring melaui tautan berikut https://sindig.unesa.ac.id/rps-pdf/s1-bisnis-digital/implementasi-customer-relationship-management.htm.

Melalui penjelasan di atas maka tentunya para dosens emakin memahami seperti apa ketentuan format RPS OBE. Sekaligus unsur dan contoh template RPS yang bisa dijadikan referensi. Sehingga bisa menunjang kelancaran penyusunan RPS OBE secara efektif serta efisien. 

Sumber:

  1. Pedoman Penyusunan RPS UMC Tahun 2025. (2025). Universitas Muhammadiyah Cirebon. 
  2. Buku Pedoman Penyusunan Rencana Pembelajaran Semester Berbasis Kurikulum OBE. (2024). Universitas Diponegoro. https://gizi.undip.ac.id/pedoman-penyusunan-rencana-pembelajaran-semester-berbasis-kurikulum-obe/
  3. Adji, W. (2026). Template dan Contoh RPS Berbasis OBE Sesuai Dikti yang Benar. Diakses pada 30 Juli 2026 dari https://parafraseindonesia.com/karir-akademik/karir-dosen/contoh-rps-berbasis-obe/

More Posts

Kelas E-Course

Ebook Gratis

Tag Populer