Kewajiban Mengajar Dosen di Era Kurikulum OBE dan Tips Mengajar Efektifnya

kewajiban-mengajar-dosen
Kewajiban Mengajar Dosen di Era Kurikulum OBE dan Tips Efektifnya

Dalam penerapan kurikulum OBE, bentuk dan metode pembelajaran saat dosen mengajar perlu penyesuaian. Sebab ada perubahan dalam proses pembelajaran agar relevan dengan tujuan akhir dari penerapan kurikulum OBE tersebut. Yakni pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa. Berikut informasinya. 

Daftar Isi

Sekilas Tentang Tugas Akademik Dosen dalam Mengajar 

Dalam BKD yang diatur di Kepdirjendikbud No. 12/E/KPT/2021, tugas dosen dalam mengajar masuk dalam kategori atau unsur pelaksanaan pendidikan. Kegiatan dosen dalam mengajar, bukan sebatas melaksanakan pembelajaran saja. 

Akan tetapi juga termasuk kegiatan dosen menjadi dosen pembimbing penyusunan skripsi, tesis, disertasi. Kemudian menjadi dosen penguji skripsi, tesis, dan juga disertasi. Sekaligus termasuk juga menjadi dosen dalam kegiatan praktikum di laboratorium, bengkel, studio, dan tempat pembelajaran praktek lainnya. 

Arti Penting Kegiatan Mengajar yang Dilaksanakan Dosen 

Melaksanakan kewajiban mengajar dosen tentu bukan sekedar formalitas. Kegiatan mengajar ini sendiri sangat penting untuk terus dilaksanakan oleh dosen selama masa pengabdian. Arti pentingnya sendiri sangat beragam, berikut beberapa diantaranya: 

1. Bagian dari Kewajiban Akademik Dosen 

Keterampilan mengajar harus terus dikembangkan. Sebab mengajar sendiri bagian dari tugas akademik yang wajib dilaksanakan oleh dosen. Jadi, selama masih ingin menjadi dosen dan ingin karir terus berkembang. Maka penting untuk aktif mengajar. Tentunya tidak setiap hari, melainkan mengikuti jadwal di setiap semesternya. 

Baca juga: 8 Faktor yang Mempengaruhi Integritas Akademik Dosen

2. Sarana Transfer Ilmu Dosen kepada Mahasiswa 

Sesuai dengan ketentuan, dosen di Indonesia memiliki tugas sebagai pendidik sekaligus ilmuwan di perguruan tinggi. Melalui mengajar inilah, dosen dapat melakukan transfer ilmu kepada mahasiswa, dan bisa ikut membentuk mahasiswa dan lulusan perguruan tinggi yang menguasai ilmu pengetahuan.

3. Membentuk Kompetensi Mahasiswa 

Mengajar bukan sekedar mentransfer ilmu yang dikuasai dosen. Akan tetapi juga keterampilan dosen itu sendiri. Keterampilan ini akan menyempurnakan ilmu pengetahuan yang dikuasai mahasiswa. Sehingga memberi manfaat bagi mahasiswa tersebut dan orang sekitarnya. 

4. Mendorong dan Membimbing Perkembangan Akademik Mahasiswa

Mengajar bisa menjadi dasar untuk melakukan perbaikan dan penyempurnaan. Supaya pembelajaran lebih efektif dan tentunya berkualitas. Mahasiswa yang tadinya kesulitan memahami materi dan meraih nilai akademik memuaskan, bisa lebih dibantu untuk mengatasinya. 

5. Menjamin Perguruan Tinggi Menyelenggarakan Pendidikan Bermutu 

Perguruan tinggi di Indonesia memiliki kewajiban menyediakan layanan pendidikan tinggi berkualitas. Bersama dosen dengan tugas mengajar, maka kewajiban tersebut bisa ditunaikan. Selain itu, masyarakat luas juga lebih mudah  memilih perguruan tinggi agar bisa mendapat akses ke pendidikan bermutu. 

6. Membantu Dosen Memenuhi BKD dan Pengembangan Karir 

Sejalan dengan pemenuhan BKD lewat kegiatan mengajar. Mengajar juga membantu dosen mendapat tambahan poin angka kredit. Sehingga bisa mengoptimalkan perolehan AK Konversi untuk menunjang kenaikan jenjang jabatan akademik.

Baca juga: Strategi Pelaporan BKD di SISTER untuk Pengembangan Jabatan Fungsional

7. Kontribusi Dosen dalam Meningkatkan Mutu Generasi Penerus Bangsa 

Melalui kegiatan mengajar, maka dosen juga ikut serta dalam mencetak generasi penerus bangsa yang berkualitas dan kompeten. Lulusan perguruan tinggi memiliki ilmu pengetahuan dan keterampilan yang berguna untuk memajukan bangsa. 

Metode Pembelajaran yang Sesuai dengan Kurikulum OBE 

Dalam melaksanakan kewajiban mengajar dosen, maka tentunya harus menyesuaikan dengan ketentuan kurikulum yang dijalankan perguruan tingg. Tentunya dosen perlu menerapkan metode pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa. Berikut beberapa pilihan dan rekomendasinya: 

1. Diskusi Kelompok (Small Group Discussion) 

Dalam metode pembelajaran ini, setiap kelompok mahasiswa akan mendiskusikan suatu topik. Hasil dari diskusi tersebut kemudian dipresentasikan di hadapan dosen dan kelompok mahasiswa lainnya. Sehingga mahasiswa lebih aktif dan menjadi pusat pembelajaran. 

2. Bermain Peran dan Simulasi (Role-Play And Simulation)

Bermain peran dan simulasi merupakan metode pembelajaran yang mengarahkan mahasiswa untuk memerankan suatu profesi pada suatu kondisi yang dibuat realistis seperti di lapangan untuk memahami suatu konsep maupun melatih suatu keterampilan dan praktek. 

Baca juga: Mengenal Pilihan Metode Pembelajaran Dosen yang Sesuai dengan RPS OBE

3. Pembelajaran Berbasis Kasus (Case Based Learning/CBL) 

Pembelajaran berbasis kasus merupakan metode pembelajaran yang mengarahkan mahasiswa untuk membahas dan mendiskusikan suatu kasus nyata untuk memahami kasus tersebut secara mendalam. Misalnya untuk memahami apa kasus tersebut, faktor penyebabnya, solusi terbaik jika terjadi, antisipasi yang bisa dilakukan, dan sebagainya.

4. Pembelajaran Kolaboratif (Collaborative Learning/CL) 

Pembelajaran kolaboratif merupakan metode pembelajaran yang mengarahkan mahasiswa untuk membangun kerjasama dalam menyelesaikan suatu tugas maupun proyek. Misalnya mahasiswa diminta oleh dosen untuk membentuk kelompok kolaboratif dan mengerjakan artikel jurnal ilmiah. Setiap kelompok mahasiswa akan bekerja sama untuk menyusun artikel jurnal ilmiah tersebut. 

5. Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning/CoL)

Pembelajaran kooperatif merupakan metode pembelajaran yang mengarahkan mahasiswa untuk membangun kerjasama yang sehat dan saling berbagi tugas sesuai kapasitas masing-masing. 

Misalnya mahasiswa menerima tugas menyusun artikel jurnal ilmiah secara berkelompok yang terdiri dari 3 mahasiswa. Dalam kelompok tersebut, para mahasiswa saling membagi tugas. Salah satu fokus mencari referensi, lainnya fokus menyusun artikel jurnal, dan mahasiswa lainnya lagi menyusun slide presentasi untuk mempresentasikan artikel yang disusun bersama-sama tersebut. 

6. Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning/PjBL) 

Pembelajaran berbasis proyek adalah metode pembelajaran yang mengarahkan mahasiswa untuk menghasilkan suatu produk atau karya. Sehingga produk dan karya tersebut merupakan proyek mahasiswa, baik secara individu maupun berkelompok. 

7. Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning/PBL) 

Pembelajaran berbasis masalah merupakan metode pembelajaran yang mengarahkan mahasiswa untuk mempelajari suatu masalah dan mencari solusi atas masalah tersebut. 

8. Discovery Learning and Inquiry 

Discovery Learning and Inquiry merupakan metode pembelajaran yang mengarahkan mahasiswa untuk mempelajari suatu topik dengan melakukan serangkaian kegiatan ilmiah seperti observasi, eksperimen, analisis data, dan sebagainya. 

Baca juga: Ecourse Dunia Dosen, Solusi Susun RPS OBE yang Efektif untuk Pembelajaran Berkualitas 

9. Self-Directed Learning (SDL) 

Self-Directed Learning merupakan metode pembelajaran yang mengarahkan mahasiswa untuk merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi proses belajarnya secara mandiri. Misalnya saat nilai ujian tengah semester sudah dirilis, mahasiswa diminta untuk mengevaluasi  adanya kesalahan atau tidak dalam proses belajar.

10. Contextual Instruction (CI) 

Contextual Instruction merupakan metode pembelajaran yang mengarahkan mahasiswa untuk bisa menghubungkan materi perkuliahan dengan situasi nyata. Sehingga dengan metode pembelajaran ini mahasiswa bisa memahami manfaat dari materi perkuliahan yang disampaikan oleh dosen. 

Bagaimana Dosen Menentukan Metode Pembelajaran yang Tepat? 

Ada banyak metode pembelajaran dan tidak semua bisa diterapkan dalam satu waktu pertemuan. Dalam kondisi ini, dosen dituntut untuk menentukan metode pembelajaran yang paling tepat. Bagaimana caranya? Berikut penjelasannya: 

1. Memastikan Selaras dengan Capaian Pembelajaran (CP) 

Cara yang pertama, dosen perlu memastikan bahwa metode pembelajaran yang akan diterapkan relevan atau selaras dengan CP. Misalnya jika ingin memastikan mahasiswa bisa menyusun artikel jurnal ilmiah. Maka  perlu memilih metode pembelajaran yang mendorong mahasiswa praktek langsung menyusunnya.  

Baca juga: Penerapan Metode Pembelajaran Case Study di Perguruan Tinggi

2. Relevan dengan Karakteristik Materi Ajar 

Setiap materi memiliki karakteristik yang khas dan tidak semua metode pembelajaran cocok. Jika materi berisi angka seperti mata kuliah matematika, statistika, dan sejenisnya. Maka segala metode pembelajaran yang mendorong mahasiswa melakukan presentasi cenderung kurang tepat.  

3. Sesuai dengan Karakteristik Mahasiswa

Karakteristik ini dilihat dari kemampuan akademik mahasiswa tersebut. Misalnya mahasiswa sudah bisa menyusun laporan laba rugi, maka metode praktek sudah tepat. Sebaliknya, jika mahasiswa belum menguasai cara menyusun laporan laba rugi. Maka dosen perlu mencari metode pembelajaran lain yang mendukung merek untuk memahami langkah-langkahnya. 

4. Menyesuaikan dengan Ketersediaan Sumber Daya 

Penerapan metode pembelajaran juga harus menyesuaikan dengan sumber daya yang ada. Misalnya saat dosen meminta mahasiswa mempresentasikan suatu topik di depan kelas, akan tetapi butuh proyektor dan kampus tidak memilikinya. Maka bisa beralih ke metode pembelajaran lain yang lebih mudah dijalankan. 

5. Kemudahan Membentuk Lingkungan Belajar yang Kondusif 

Metode pembelajaran juga harus mudah diterapkan agar dosen tidak kesulitan dalam menciptakan lingkungan dan suasana belajar yang kondusif. Jadi, dosen harus memastikan dulu sarana dan prasarana memadai. Supaya pembelajaran berjalan lancar.

Baca juga: Tahapan Menyusun RPS OBE dengan Backward Design Beserta Contohnya

Tips dan Cara Dosen dalam Meningkatkan Kualitas Pengajaran 

Hal penting berikutnya adalah para dosen perlu memahami bagaimana meningkatkan kualitas saat menjalankan kewajiban mengajar dosen. Tujuannya agar mahasiswa lebih mudah memahami materi yang disampaikan dan lebih mudah juga menguasai kompetensi yang diajarkan oleh dosen. Berikut beberapa tips dan caranya: 

1. Aktif Mengikuti Pelatihan Kompetensi Mengajar 

Keterampilan mengajar tentunya perlu terus dikembangkan. Sebab dosen akan berhadapan dengan mahasiswa lintas generasi dan punya karakteristik tersendiri. Oleh sebab itu, rutin ikut pelatihan pedagogik membantu mengikuti perkembangan jaman. Sehingga keterampilan mengajar bisa relevan dengan karakter mahasiswa. 

2. Membangun Komunikasi yang Efektif 

Dosen harus memahami tata cara membangun komunikasi sehat dan profesional dengan seluruh mahasiswa di kelas. Misalnya dengan aktif bertanya pada mahasiswa. Sehingga di kelas terbentuk komunikasi dua arah. Mahasiswa akan lebih antusias dan termotivasi untuk hadir di kelas. 

3. Menyampaikan Materi yang Relevan dengan Kondisi di Lapangan 

Dosen perlu menjelaskan relevansi materi yang dipelajari dengan kondisi aktual di lapangan dan di tengah masyarakat. Hal ini penting untuk memastikan mahasiswa semangat mengikuti perkuliahan. Sebab mereka sadar betul bahwa materi tersebut penting dan bisa dipraktekan di dunia nyata serta bermanfaat. 

4. Menerapkan Metode Pembelajaran yang Beragam 

Kualitas pembelajaran juga bisa dioptimalkan dosen dengan menerapkan berbagai metode pembelajaran. Jadi, setiap kali menjalankan kewajiban mengajar dosen bisa menggunakan satu metode, besoknya ke metode lainnya, begitu seterusnya. Sehingga mahasiswa tidak merasa bosan dan selalu menantikan kelas Anda. 

5. Terbuka pada Pemanfaatan Teknologi 

Dalam pembelajaran yang berkualitas juga harus kekinian. Dosen perlu terbuka dengan memanfaatkan teknologi di dalam pembelajaran. Misalnya mencoba bermain kuis daring, sehingga tidak melulu kelas hanya diisi presentasi dan kerja kelompok. Sehingga pembelajaran lebih kreatif dan menarik. 

Ketahui juga: 19 AI untuk Membuat Pertanyaan yang Bisa Diandalkan

6. Update Materi Sesuai Hasil Penelitian Terkini 

Ilmu pengetahuan tentunya sama dengan perkembangan teknologi. Ilmu tersebut di bidang apapun akan terus berkembang dan semakin lama semakin pesat. Apalagi akses ke jurnal dari hasil penelitian terkini semakin mudah dengan internet. Dosen perlu menggunakan referensi terkini untuk menyampaikan materi yang up to date.

7. Menguatkan Pengalaman Mengajar 

Cara lainya, dosen bisa mencoba menguatkan pengalaman mengajar. Salah satunya dengan tidak mengajar di satu tempat saja. Dosen bisa menjadi dosen tetap di satu perguruan tinggi dan dosen luar biasa di perguruan tinggi lain. Sehingga dosen punya pengalaman lebih dalam mengajar. 

More Posts

Kelas E-Course

Ebook Gratis

Tag Populer