Bicara mengenai teknologi AI, saat ini semakin banyak platform bisa diandalkan dosen maupun mahasiswa. Salah satunya platform bertajuk Perplexity AI. Platform AI satu ini bisa membantu pencarian referensi dan pemahaman topik. Sekaligus penyusunan karya tulis ilmiah. Berikut informasinya.
Apa Itu Perplexity AI?
Secara sederhana, Perplexity merupakan platform berbasis teknologi AI dalam bentuk chatbot yang membantu pengguna mendapatkan informasi terkait berbagai topik. Platform Perplexity menggunakan berbagai sumber dari internet, termasuk publikasi ilmiah yang bisa diakses secara online.
Seluruh sumber yang relevan dengan topik yang dicari pengguna akan dibuat rangkuman dan ditampilkan ke layar. Pengguna bisa mendapatkan informasi yang sudah spesifik, jelas, dan ringkas. Sekaligus bisa mengakses seluruh sumber yang digunakan platform Perplexity tersebut.
Fitur Perplexity AI
Platform Perplexity AI menyediakan layanan utama berupa mesin pencari berbasis teknologi AI dan disajikan dalam bentuk chatbot. Menunjang pengguna untuk mengoptimalisasi pencarian dan melakukan lebih banyak hal tanpa pindah platform lain. Perplexity diketahui menyediakan berbagai fitur menarik dan bisa diandalkan akademisi. Diantaranya adalah:
1. AI Search Engine
Melalui fitur ini, pengguna akan mengakses chatbot dan bisa mengetik prompt sesuai kebutuhan dan keinginan. Respon dari prompt tersebut berbentuk rangkuman atau ringkasan yang bersumber dari sejumlah publikasi online. Seperti artikel di website, file PDF di sebuah website, unggahan di media sosial, jurnal ilmiah, dan sebagainya.
Baca juga artikel berikut: 20 AI untuk Membantu Penelitian
2. Deep Research Mode
Fitur ini merupakan sebuah mode pencarian di dalam Perplexity yang dibuat lebih mendalam dengan bantuan teknologi AI. Fitur ini bisa diakses pengguna berbayar dan membantu mendapatkan informasi lebih detail dibanding AI Search Engine. Sekaligus fokus menggunakan sumber-sumber dari publikasi ilmiah.
3. Focus Mode
Fitur ketiga adalah Focus Mode. Focus Mode menampilkan tombol-tombol aktif di bawah kolom chatbot. Pengguna bisa memilih tombol tertentu sesuai kebutuhan untuk mendapatkan informasi atau respon Perplexity yang relevan.

Misalnya, jika Anda adalah dosen dan mencari informasi terkait topik perubahan iklim yang ingin diteliti. Maka bisa klik tombol Focus Mode “Research”. Sehingga rangkuman yang disajikan bersumber dari sejumlah publikasi ilmiah seperti prosiding, jurnal, dan buku ilmiah.
Ketahui juga: 5 Perbedaan Prosiding dan Jurnal Ilmiah
4. Council Mode
Fitur keempat di dalam Perplexity AI adalah Council Mode. Yaitu sebuah fitur di Perplexity yang menggabungkan sumber rangkuman dari berbagai referensi untuk menyajikan jawaban atau respon lebih akurat atau tepat.

Council Mode ditujukan untuk pengguna berbayar atau sudah berlangganan. Fitur ini juga bisa dipertimbangkan dosen, mahasiswa, maupun peneliti yang ingin mendapatkan informasi jelas dan akurat dari Perplexity.
5. Follow-ups
Fitur bermanfaat dan menarik berikutnya di dalam platform Perplexity adalah Follow-ups. Fitur ini akan muncul otomatis pada saat selesai mengetik prompt di kolom chatbot AI.

Follow-ups menampilkan daftar pertanyaan lanjutan secara otomatis. Sehingga bisa menjadi panduan bagi pengguna untuk mengajukan pertanyaan lanjutan agar mendapatkan informasi lebih mendalam, lengkap, dan sesuai kebutuhan.
Fungsi dan Manfaat Perplexity AI
Perplexity AI yang menyediakan layanan mesin pencari dengan model chatbot AI, tentu bisa digunakan untuk berbagai tujuan oleh para pengguna. Bagi dosen dan mahasiswa, platform ini bisa memberikan fungsi dan manfaat yang berkaitan dengan tri dharma. Khususnya kegiatan penelitian. Berikut detail penjelasannya:
1. Mencari Referensi
Perplexity juga menampilkan seluruh sumber atau referensi yang digunakan sistem. Sehingga platform ini bisa digunakan untuk mencari referensi. Informasi yang disajikan, bisa dianalisis lebih dalam sumbernya darimana.
Sumber ini bisa dibaca secara mendalam untuk memastikan informasi di Perplexity memang valid. Bagi dosen dan mahasiswa, referensi bisa difilter dari publikasi ilmiah. Hanya saja memang harus upgrade ke akun berbayar.
Baca juga artikel terkait AI berikut: 13 AI untuk Review Jurnal, Cari Referensi Publikasi Makin Mudah!
2. Membantu Memahami Topik Penelitian
Perplexity bisa diminta membantu menjelaskan dan memahami suatu topik penelitian dan mencantumkan sumber-sumbernya. Namun, karena berbasis teknologi AI yang tentu tetap ada kemungkinan respon tidak relevan dan kurang valid.
Rangkuman yang disajikan disarankan untuk dibaca ulang dan melakukan kroscek ke sumber yang ditampilkan. Jadi, topik bisa dipahami dengan tepat bukan sekedar praktis.
3. Membantu Analisis Data
Perplexity yang secara tampilan dan cara kerja tidak berbeda jauh dengan Chat GPT. Tentu bisa memberi keleluasan kepada dosen dan mahasiswa yang menggunakan layanannya dalam menyusun prompt.

Prompt yang disusun bisa diisi dengan permintaan menganalisis data. Maupun merekomendasikan metode analisis data yang paling tepat. Sehingga bisa membantu mempercepat proses analisis data penelitian.
4. Membuat Outline (Kerangka) Karya Tulis Ilmiah
Perplexity AI juga bisa dimanfaatkan dosen maupun mahasiswa untuk membuat kerangka tulisan (outline). Misalnya membantu memuat kerangka artikel jurnal ilmiah dengan struktur IMRaD.
Selama prompt dibuat spesifik, misalnya mencantumkan juga topik penelitian dan detail lainna. Maka kerangka yang dibuatkan platform bisa sesuai harapan dan memang tepat. Kabar baiknya, prompt bisa dibuat panjang di Perplexity. Selama jelas dan mudah dipahami, respon lebih tepat atau sesuai.
Baca juga artikel berikut: AI Pembuat Abstrak Jurnal & Contoh Prompt, Menulis Makin Cepat!
5. Membantu Penyusunan Karya Tulis Ilmiah
Prompt yang disusun bisa diisi perintah atau permintaan untuk membuatkan bagian-bagian tertentu di dalam karya tulis ilmiah. Biasanya diminta membuat bagian pendahuluan untuk artikel jurnal, bagian tinjauan pustaka untuk makalah, dan sebagainya.
Namun, sekali lagi karena Perplexity menggunakan teknologi AI yang masih ada risiko respon tidak valid dan relevan. Pengecekan wajib dilakukan, termasuk melakukan parafrase untuk menghindari plagiarisme. Maupun untuk menghindari bentuk pelanggaran etika lain.
Ketahui tools AI untuk mencari referensi ilmiah pada artikel berikut: 13 AI untuk Mencari Referensi Ilmiah
Cara Menggunakan Perplexity AI untuk Membantu Penulisan Artikel Ilmiah
Perplexity AI bisa dimanfaatkan para dosen maupun mahasiswa dan peneliti untuk menyusun karya tulis ilmiah. Salah satunya menyusun artikel ilmiah untuk publikasi di prosiding maupun jurnal ilmiah. Namun, seperti apa cara menggunakan platform AI ini untuk tujuan tersebut? Berikut detail langkah-langkahnya:
1. Registrasi Akun Perplexity AI
Langkah pertama tentu saja membuat akun dulu di platform Perplexity. Silahkan masuk ke website resminya di https://www.perplexity.ai/. Kemudian mulai registrasi akun mengikuti ketentuan yang berlaku. Registrasi bisa menggunakan email aktif maupun akun Google, sehingga cepat dan praktis.
Jika ingin mengakses semua fitur Perplexity, maka setelah berhasil registrasi akun bisa memilih paket langganan. Bagi dosen dan mahasiswa, sangat direkomendasikan upgrade akun berbayar. Tujuannya untuk bisa mengakses fitur Deep Research.
2. Pencarian Referensi
Pada langkah ini, prompt yang disusun bisa menjelaskan topik yang diteliti dan meminta disajikan informasi berkaitan topik tersebut. Setelah respon dalam bentuk rangkuman ditampilkan, silahkan klik ikon “Sources” untuk mengakses semua sumber yang digunakan Perplexity. Seluruh sumber akan ditampilkan di sisi sebelah kanan.
Silahkan dibaca dengan di klik satu per satu. Kemudian tentukan, sumber mana saja yang akan digunakan dan relevan dengan isi atau topik artikel ilmiah yang disusun. Jika referensi kurang relevan, maka bisa mengetik ulang prompt dan dibuat lebih spesifik lagi. Lakukan berulang sampai menemukan referensi yang tepat.
Ketahui juga: 19 AI untuk Membuat Pertanyaan yang Bisa Diandalkan
3. Menyusun Outline dengan Perplexity
Pada langkah ini, prompt bisa dicantumkan topik dan struktur di dalam kerangka. Sehingga kerangka yang dibuat sesuai harapan. Berikut contohnya:
“Buatkan outline artikel jurnal ilmiah tentang pengaruh literasi keuangan terhadap perilaku pengelolaan keuangan mahasiswa dengan struktur: pendahuluan, tinjauan pustaka, metode penelitian, hasil dan pembahasan, serta kesimpulan.”
Ketahui juga: Scopus AI: Definisi, Fitur, Cara Menggunakannya
4. Mulai Mengembangkan Outline
Langkah keempat, memasuki tahap penulisan, Outline yang dibuat oleh Perplexity sudah bisa dikembangkan. Sesuaikan dengan data dari referensi yang dipilih dan data yang didapat dari penelitian.
5. Menggunakan Perplexity untuk Editing dan Penyuntingan
Perplexity juga bisa digunakan untuk melakukan editing dan penyuntingan. Misalnya menyusun prompt yang meminta mengedit dari segi grammar, atau aspek lain. Teks yang diperiksa bisa diapit tanda petik dua (“…”).
Ketahui juga: 14 Platform AI untuk Cek Plagiarisme
6. Finalisasi Naskah Artikel Ilmiah
Tahap akhir, adalah tahap finalisasi. Hasil editing dan penyuntingan dari Perplexity bisa dibaca ulang. Jika masih dijumpai kesalahan maka bisa dikoreksi. Kemudian melengkapi struktur artikel ilmiah. Misalnya menambahkan sitasi dan halaman daftar pustaka memakai aplikasi manajemen referensi. Contoh Mendeley, Zotero, dll.
Sesuai ketentuan, platform AI yang digunakan hanya difungsikan sebagai alat bantu bukan pengganti. Maka gunakan fitur sesuai kebutuhan, respon Perplexity wajib dianalisis, diverifikasi, dan dilakukan parafrase untuk menghindari plagiarisme.
Membantu lebih bijak dan tepat dalam menggunakan perplexity AI maupun platform AI lain ketika menyusun karya tulis ilmiah. Maka dosen bisa mengakses materi di kegiatan E-Course Dunia Dosen yang bertajuk “AI untuk Dosen, Akselerasi Tridharma Perguruan Tinggi”. Informasi lebih detail bisa mengunjungi tautan berikut Daftar E-Course AI untuk Dosen, Bantu Belajar Bijak dan Beretika Memanfaatkan AI untuk Pengembangan Karir Akademik














