Salah satu platform AI yang mulai banyak dilirik dosen dalam menunjang penelitian adalah Scopus AI. Scopus AI untuk penelitian dosen memang menjadi platform yang menarik untuk dipertimbangkan. Terlebih jika dosen bisa mengakses fitur ini, karena memang sifatnya berbayar.
Scopus AI bisa digunakan untuk menunjang beberapa tahapan dalam penelitian dosen. Mulai dari menentukan topik, mencari referensi kredibel, analisis research gap, dan lain sebagainya. Lalu, bagaimana cara kerja Scopus AI untuk menunjang penelitian dosen? Berikut informasinya.
Seperti Apa Regulasi Penggunaan AI dalam Penelitian Dosen?
Scopus AI adalah salah satu fitur yang berbasis teknologi kecerdasan buatan yang dikembangkan Elsevier dan terintegrasi dengan database Scopus. Sehingga saat mengunjungi website Scopus, maka akan ada menu Scopus AI di halaman utama. Scopus AI juga bisa disebut dengan istilah “Scopus with AI”.
Sebagai salah satu fitur atau layanan dari Elsevier yang menggunakan teknologi AI. Seperti apa regulasi akademik di Indonesia yang mengatur penggunaannya oleh dosen? Scopus with AI menjadi salah satu alat bantu untuk menunjang penelitian dosen.
Jadi, selama digunakan sebagai alat bantu maka Scopus AI untuk penelitian dosen masih diperbolehkan. Namun, jika perannya sudah bisa menggantikan dosen maka sudah termasuk pelanggaran etika. Sehingga tidak diperbolehkan.
Baca juga artikel berikut: 50 Daftar Jurnal Indonesia Terindeks Scopus Terbaru!
Memanfaatkan Scopus AI untuk Menunjang Penelitian Dosen
Mempertimbangkan Scopus AI untuk penelitian dosen yang lebih efektif, efisien, dan tentunya berdampak bisa dilakukan. Melalui fitur Scopus with AI, para dosen bisa mendapat kemudahan di beberapa tahapan dalam penelitian. Seperti:
1. Terbantu dalam Menemukan Ide dan Topik Penelitian
Scopus AI yang dikembangkan Elsevier bisa dimanfaatkan dosen untuk memulai penelitian. Yaitu mencari ide dan topik menarik untuk diteliti. Dosen bisa menanyakan masalah di suatu bidang, isu yang sedang naik daun, dll di Scopus AI.
Sehingga dosen lebih mudah menemukan ide penelitian hingga topik penelitian yang relevan dengan bidang kepakaran. Sekaligus topik yang relevan dengan permasalahan yang dihadapi masyarakat maupun pemerintah di masa sekarang.
2. Menunjang Kajian Pustaka
Dalam penelitian, tentunya dosen tidak hanya mencari topik potensial dan langsung melakukan penelitian. Dosen perlu melakukan kajian pustaka atau literature review. Sehingga membantu memahami topik tersebut, seberapa urgen untuk diteliti, ada tidaknya referensi, dan hal lain yang mematangkan persiapan penelitian.
Hal ini bisa memberi nilai tambah saat dosen hendak mengajukan proposal usulan di program hibah. Sebab meneliti topik yang menarik, relevan dengan permasalahan di masyarakat, punya urgensi tinggi, maupun topik yang berdampak luas (besar).
Baca juga: 19 AI untuk Membuat Pertanyaan yang Bisa Diandalkan
3. Kemudahan Menemukan Referensi yang Relevan
Scopus AI membantu dosen dalam mencari dan menemukan referensi yang tepat. Dosen tentunya dalam penelitian yang dilakukan membutuhkan referensi yang beragam. Selain itu, referensi yang digunakan juga harus kredibel, relevan, dan terbitan terkini.
Scopus AI membantu dosen menemukan referensi yang terdata di database Scopus, sehingga kredibilitasnya terjamin. Koleksi di database Scopus juga sangat banyak, sehingga potensi menemukan referensi yang tepat lebih besar.
4. Lebih Mudah Menyusun Karya Ilmiah Berkaitan dengan Penelitian
Scopus AI untuk penelitian dosen juga bukan sebatas membantu mencari topik, analisis research gap, dan menemukan referensi yang tepat. Akan tetapi juga membantu dosen dalam menyusun karya ilmiah yang berkaitan dengan penelitian tersebut. Seperti proposal penelitian, laporan penelitian, dll.
Namun, penggunaannya harus dengan etika. Artinya, Scopus AI hanya sebagai alat bantu. Misalnya membantu dosen menyusun abstrak, merumuskan judul yang menarik, menyusun pendahuluan yang tepat, dll. Setiap respon yang diberikan juga harus diperiksa ulang dan diparafrase untuk menghindari pelanggaran etika.
5. Terhubung dengan Para Pakar di Bidangnya
Scopus with AI juga memiliki banyak fitur tambahan, yang tentunya bisa menunjang penelitian dosen. Salah satunya fitur Topic Experts yang membantu dosen terhubung dengan publikasi yang dihasilkan pakar di bidang yang sama.
Sehingga membantu dosen lebih memahami topik perkembangan penelitian di topik tersebut, sekaligus terhubung dengan dosen dan peneliti lain di bidang yang sama untuk berkolaborasi.
Baca juga: 20 AI untuk Membantu Penelitian
Tata Cara Mengakses Layanan Scopus AI
Fitur di dalam Scopus AI tentunya akan terus dikembangkan oleh Elsevier. Sehingga di masa mendatang ada lebih banyak fitur bisa diakses di Scopus Ai untuk penelitian yang lebih berkualitas, berdampak, serta efektif dan efisien.
Bagi para dosen yang ingin memanfaatkan Scopus AI untuk menunjang kegiatan penelitian dan masih bingung mulai dari mana. Maka berikut detail langkah-langkahnya:
1. Akses Website Resmi Scopus
Tahap yang pertama tentunya dengan mengakses website Scopus (https://www.scopus.com/pages/home), sebab Scopus AI bisa diakses dari sini. Tahap berikutnya, silahkan login ke akun Scopus yang dimiliki.
Jika belum memiliki akun, maka bisa registrasi terlebih dahulu. Secara umum, fitur Scopus AI akan muncul pada akun berbayar. Selain itu, harus berlangganan dari afiliasi yang menaungi peneliti. Misalnya perguruan tinggi bagi dosen, lembaga penelitian bagi peneliti, dll.
2. Masuk ke Menu Scopus AI
Jika sudah login ke akun Scopus yang berlangganan dari afiliasi. Maka secara otomatis akan muncul menu Scopus AI di halaman dashboard akun tersebut. Silahkan klik menu Scopus AI untuk mulai menggunakan layanan yang disediakan.
Baca juga artikel berikut: 13 AI untuk Review Jurnal, Cari Referensi Publikasi Makin Mudah!
3. Menyusun Prompt pada Kolom Pencarian
Scopus AI memiliki cara kerja berbasis chatbot, sehingga sekilas mirip dengan Chat GPT maupun platform AI yang setipe. Pada kolom yang tersedia, silahkan mulai menyusun prompt yang membantu penelitian yang akan dilaksanakan.
Misalnya menyusun prompt berisi masalah apa terkait kepakaran yang sedang diperbincangkan. Sehingga Scopus AI akan memberi respon dengan menjelaskan berbagai isu terkini. Bisa juga menyusun prompt dengan substansi lain sesuai kebutuhan.
4. Menganalisis Respon Scopus AI
Respon yang diberikan Scopus AI tentunya tetaplah hasil dari meringkas sejumlah referensi. Khususnya publikasi ilmiah yang terindeks di database Scopus. Jadi, penting untuk memeriksa dan menganalisis respon tersebut. Misalnya dengan mengecek referensi yang digunakan, kroscek di sumber lain, dll.
5. Manfaatkan Fitur Lainnya dari Scopus AI
Tahap berikutnya, silahkan mempertimbangkan untuk menggunakan fitur tambahan di dalam Scopus AI. Pilihannya banyak dan bisa disesuaikan kebutuhan penelitian dosen. Misalnya fitur Topic Summary, Expanded Summary, Go Deeper, Foundational Documents, Concept Map, Topic Experts, dan masih banyak lagi yang lainnya.
Baca juga: Pilihan dan Tips Penggunaan AI untuk Penelitian Dosen yang Lebih Berkualitas dan Berdampak
Tips Memaksimalkan Penelitian dengan Memanfaatkan Scopus AI
Scopus AI secara umum memiliki cara kerja mirip dengan platform AI yang memakai konsep chatbot. Misalnya seperti pada Chat GPT, Gemini AI, dan sejenisnya. Oleh sebab itu, prompt sebagai upaya optimasi Scopus AI untuk penelitian dosen harus benar-benar jelas.
Selain itu, Scopus with AI masih dibekali dengan sejumlah fitur tambahan. Jadi, dosen juga harus memahami fungsi dari seluruh fitur tersebut. Berikut beberapa tips dalam menggunakan Scopus AI untuk menunjang kegiatan penelitian:
1. Mulai dengan Menanyakan Masalah yang Potensial Diteliti
Mengajukan pertanyaan di Scopus AI lebih dianjurkan dibanding langkah awal lain. Misalnya, jangan langsung meminta Scopus AI merekomendasikan topik penelitian. Sebab respon yang diberikan langsung daftar topik yang bisa jadi kurang relevan dengan permasalahan di masyarakat.
Oleh sebab itu, mulai dengan bertanya mengenai masalah apa di bidang yang ditekuni dosen yang tengah mencuri perhatian. Masalah tersebut akan dipaparkan Scopus AI, sehingga muncul lebih banyak ide dan topik penelitian dengan urgensi serta dampak tinggi.
Ketahui juga: 14 Platform AI untuk Cek Plagiarisme
2. Menyusun Prompt Jelas dan Spesifik
Prompt harus jelas, buat lebih sederhana dan spesifik. Misalnya berisi satu pertanyaan, satu perintah, dan sejenisnya. Jadi, hindari bertanya dua hal atau lebih bersamaan. Kemudian, susun prompt dalam kalimat efektif agar maksud jelas.
Tidak kalah penting, tambahkan konteks agar benar-benar relevan dengan kebutuhan dalam penelitian. Misalnya ingin menganalisis perkembangan penelitian terkini pada topik yang sudah dipilih. Maka berikan konteks batasan publikasi ilmiah, misalnya dalam 5 tahun terakhir.
3. Manfaatkan untuk Analisis Tren Penelitian dan Analisis Research Gap
Scopus AI sebaiknya tidak hanya diandalkan dosen dalam mencari topik dan referensi yang tepat. Akan tetapi dimanfaatkan lebih mendalam lagi untuk menunjang penelitian lebih berkualitas.
Misalnya digunakan untuk menganalisis tren penelitian sehingga menemukan topik dengan urgensi tinggi. Kemudian, menganalisis research gap melalui penelitian dalam 5 maupun 10 tahun terakhir. Sehingga penelitian dosen punya novelty yang menunjukan kualitasnya yang optimal.
4. Kombinasikan dengan Platform AI Lainnya
Tujuannya agar tidak hanya mengandalkan satu platform yang tentu rentan ada kesalahan dan sebagai pembanding, pelengkap, dan penguat temuan. . Selain itu, Scopus AI tetaplah program yang bisa saja error sewaktu-waktu. Jadi, gunakan juga platform lain untuk antisipasi error tersebut.
Misalnya saat mencari tren penelitian pada topik-topik menarik dan urgensinya tinggi. Bisa melakukan analisis serupa di platform AI lain. Sehingga bisa membandingkan kedua platform tersebut untuk mendapat respon yang paling tepat.
Baca juga: 13 AI untuk Mencari Referensi Ilmiah
5. Mengikuti Pelatihan atau Workshop Tentang Scopus AI
Tips lainnya, para dosen perlu mengembangkan keterampilan dalam pemanfaatan AI untuk menunjang penelitian dan tri dharma lainya. Oleh sebab itu, ikut serta dalam pelatihan hingga workshop sangat direkomendasikan. Sehingga lebih paham cara memakai Scopus AI, memaksimalkan penggunaan fitur, dll.
Menggunakan Scopus AI memang tidak bisa asal-asalan, karena hasilnya bisa kurang mendukung penelitian dosen. Menerapkan beberapa tips tersebut bisa menjadi solusi. Sehingga bisa terhubung dengan seluruh fitur yang disediakan. Scopus AI untuk penelitian dosen pun bisa memberi manfaat lebih optimal.
sumber:
- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. (2024). Panduan Penggunaan Generative Artificial Intelligence (Gen AI) pada Pembelajaran di Perguruan Tinggi. https://simbelmawa.kemdiktisaintek.go.id/portal/wp-content/uploads/2026/03/Buku-Panduan-_-Penggunaan-Generative-AI-pada-Pembelajaran-di-Perguruan-Tinggi-cetak.pdf
- McCullough, R. (2025). Accelerate your workflow with Deep Research, a new Scopus AI feature. Diakses pada 12 Agustus 2026 dari https://blog.scopus.com/accelerate-your-workflow-with-deep-research-a-new-scopus-ai-feature/
- McCullough, R. (2025). Six tips for using Scopus AI Deep Research. Diakses pada 12 Agustus 2026 dari https://blog.scopus.com/six-tips-for-using-scopus-ai-deep-research/
- Cara Menggunakan Scopus AI untuk Riset Topik Penelitian. (2025). Penerbit Deepublish Jakarta. Diakses pada 12 Agustus 2026 dari https://jakarta.penerbitdeepublish.com/karya-tulis-ilmiah/artikel-ilmiah-jurnal/cara-menggunakan-scopus-ai-untuk-riset-topik-penelitian/
- Kautsar, V. A. (2026). Panduan Lengkap Cara Menggunakan Scopus AI untuk Riset Akademik yang Lebih Efisien. Diakses pada 12 Agustus 2026 dari https://www.kapanlagi.com/feeds/panduan-lengkap-cara-menggunakan-scopus-ai-untuk-riset-akademik-yang-lebih-efisien-3a15dc2b1a.html














