Mempelajari tata cara pemutakhiran data SINTA tentu menjadi tahap awal yang harus dilakukan para dosen. Setelah dipahami, barulah praktik langsung dengan melakukan pemutakhiran atau pembaharuan data dosen di SINTA.
Meskipun ada beberapa data dosen dan data perguruan tinggi yang terupdate otomatis oleh sistem. Namun, ada juga data tertentu yang harus diperbaharui secara manual oleh dosen. Maupun oleh admin atau operator perguruan tinggi. Berikut informasinya.
Daftar Isi
TogglePengertian Pemutakhiran Data SINTA
SINTA (Science and Technology Index) merupakan sebuah portal yang dikembangkan dan dikelola Kemdiktisaintek untuk mendata dan mengukur kinerja penelitian di Indonesia. Sehingga di dalamnya terdapat data penelitian dosen, perguruan tinggi, peneliti, serta lembaga penelitian yang ada di Indonesia.
Data kinerja penelitian baru akan muncul di SINTA dan terupdate berkala ketika peneliti sudah membuat akun di dalamnya. Jadi, dosen maupun peneliti sekaligus afiliasi yang meaungi harus registrasi akun SINTA.
Selanjutnya, setiap pemilik akun perlu melakukan pengecekan dan pembaharuan data. Inilah alasan kenapa memahami cara pemutakhiran data SINTA sangat penting bagi dosen. Sebab memang secara berkala ada beberapa data yang perlu diperbaharui manual.
Jadi, pemutakhiran data SINTA adalah proses update atau memperbarui data di akun SINTA para peneliti maupun afiliasi yang menaunginya. Pada dosen, pemutakhiran data mencakup data di profil akun. Begitu juga dengan data penelitian perguruan tinggi.
Baca juga: Format Penulisan Artikel Jurnal Terindeks SINTA
Data SINTA Apa Saja yang Perlu Rutin Dimutakhirkan Dosen?
Dalam ruang lingkup perguruan tinggi, pemutakhiran data di SINTA ditetapkan Kemdiktisaintek. Apa saja data yang perlu dimutakhirkan dosen maupun perguruan tinggi? Berikut beberapa diantaranya:
1. Data Riwayat Publikasi Ilmiah Dosen
Dosen harus menghubungkan (mensinkronisasikan) setiap akun di database publikasi ilmiah yang terhubung dengan SINTA. Mencakup sinkronisasi akun SINTA ke akun dosen di Scopus, Google Scholar, Portal Garuda, Data HKI yang dimiliki, dan sebagainya.
Umumnya data apa saja yang harus diperbaharui dosen menyesuaikan pengumuman dari Kemdiktisaintek. Biasanya bertepatan dengan momentum khusus, seperti penilaian kinerja untuk menentukan klasterisasi perguruan tinggi.
Namun, untuk meringankan beban administrasi pemutakhiran data. Para dosen dihimbau melakukan pemutakhiran berkala. Jadi, setiap kali ada data baru yang harus terdata di SINTA maka segera diperbaharui.
Baca juga artikel berikut: 50 Daftar Jurnal Indonesia Terindeks Scopus Terbaru!
2. Data Kegiatan Penelitian dan PkM Dosen
Dalam tahap ini, dosen perlu mengecek data riwayat penelitian dan PkM sudah benar atau belum. MIsalnya, penelitian dengan topik A didanai oleh pihak mana, dimulai dan diselesaikan tahun kapan, luarannya apa, dan sebagainya.
Jika ada data riwayat kinerja yang tidak sesuai. Maka dosen perlu mengecek sumber data tersebut dari mana. Apakah bisa diperbaharui langsung di SINTA, atau harus ke SISTER? Sehingga pembaharuan data tepat sesuai dengan sumbernya.
Baca juga: Apa Itu SISTER Dosen? Berikut Penjelasan dan Syarat Memiliki Akun SISTER
3. Melakukan Sinkronisasi Data
Dosen juga harus melakukan sinkronisasi data agar data kinerja penelitian maupun PkM bisa masuk di SINTA. Pada saat masuk ke akun SINTA, maka akan ada menu “My SINTA”.
Pada menu ini, nantinya akan menjumpai submenu sinkronisasi data. Seperti dihubungkan dengan Google Scholar, Scopus, Web of Science (WoS), dan lain sebagainya. Jadi, pastikan dosen sudah memiliki ID di sejumlah database publikasi ilmiah tersebut. Sehingga memudahkan pemutakhiran data di SINTA.
Baca juga artikel berikut: Daftar Jurnal Indonesia yang Terindeks Database Web of Science (WoS) 2026
4. Proses Verifikasi dan Validasi Data
Secara umum, tahap ini tidak dilakukan dosen melainkan operator atau admin perguruan tinggi. Tentunya atas persetujuan pimpinan perguruan tinggi yang menaungi dosen.
Jadi, beberapa data di SINTA tidak bisa dimutakhirkan sendiri oleh dosen. Ada tahap verifikasi dan validasi dari petugas berwenang, misalnya oleh pimpinan perguruan tinggi. Jadi, jika ada data yang seharusnya sudah diperbaharui tapi masih belum. Besar kemungkinan masih ada di tahap verifikasi atau validasi.
Kenapa Pemutakhiran Data Dosen di SINTA Penting?
Menerapkan cara pemutakhiran data SINTA dengan baik dan benar, serta tepat waktu sangat penting. Sehingga bukan sekadar rutinitas administratif. Berikut adalah beberapa arti penting dari proses pemutakhiran data tersebut:
1. Menunjang Update SINTA Score Dosen
Alasan pertama yaitu karena data dosen juga mencakup kinerja penelitian maupun PkM. Dimana jumlah publikasi dan jumlah sitasi menjadi bagian dari rumus perhitungan SINTA Score. Oleh sebab itu, pemutakhiran data menjadi sangat krusial.
Sebab SINTA Score yang dimiliki dosen memiliki dampak yang signifikan terhadap karir dan kinerja akademik. Misalnya, SINTA Score tertentu membantu dosen eligible menjadi pengusul program hibah. Bahkan menjadi ketua pengusul.
2. Membuka Peluang Kolaborasi
Data di SINTA juga perlu diperbaharui berkala untuk membantu dosen dalam membangun kolaborasi. Baik kolaborasi dengan rekan sejawat lintas fakultas maupun perguruan tinggi, dengan peneliti, pelaku industri, dan lain sebagainya.
Sebab banyak yang mencari dosen sebagai kolaborator dengan mengecek kinerja penelitiannya. Melalui profil SINTA, bisa diketahui dosen pakar di bidang apa dan penelitian apa saja yang sudah dijalankan.
Semua informasi di SINTA menjadi pertimbangan setiap phak sebelum memutuskan dosen menjadi kolaborator ideal. Jadi, jangan sampai kehilangan kesempatan berkolaborasi hanya karena malas mempelajari cara pemutakhiran data SINTA.
3. Memberi Potensi Menjadi Mitra Bestari Jurnal
Selanjutnya, pemutakhiran data kinerja penelitian dosen di SINTA membantu membuka peluang menjadi mitra bestari (reviewer). Menjadi mitra bestari membatu dosen memenuhi salah satu syarat khusus tambahan untuk naik ke jenjang jabatan akademik Guru Besar.
Tak hanya itu, menjadi mitra bestari membantu dosen mendapat rekognisi atau menguatkan reputasi akademik. Disusul dengan manfaat ekonomi, karena pengelola jurnal akan memberi fee atau gaji kepada para mitra bestari. Semakin produktif dosen dalam penelitian dan publikasi ilmiah, maka semakin perlu rutin memutakhirkan data di SINTA.
Baca juga artikel berikut: 5 Perbedaan Reviewer dan Editor Jurnal Ilmiah
4. Mendukung Penilaian Klasterisasi Perguruan Tinggi
Kemdiktisaintek dalam menentukan pengelompokan perguruan tinggi (klaster), menyesuaikan data kinerja tri dharma berbasis SINTA.
Jika dosen tidak melakukan pemutakhiran data, maka data kinerja tri dharma perguruan tinggi yang menaungi juga stagnan. Dampaknya, Kemdiktisaintek akan menilai kinerja tidak optimal. Sehingga bisa masuk ke klaster tidak strategis.
Salah satu dampaknya, ada lebih sedikit skema hibah penelitian yang bisa diakses dosen yang dinaungi. Jadi, pada akhirnya akan merugikan dosen sendiri. Oleh sebab itu, pemutakhiran data harus dilakukan rutin.
5. Menunjang Data Kinerja Penelitian Nasional yang Akurat
Arti penting lainnya, data kinerja penelitian dosen yang rutin diperbaharui akan memberi data kinerja penelitian nasional yang lebih akurat. Sebab data di SINTA menjadi acuan untuk mengecek kinerja penelitian seluruh perguruan tinggi dan lembaga penelitian di Indonesia.
Jadi, jika banyak dosen tidak disiplin melakukan pemutakhiran data. Pada akhirnya data kinerja penelitian nasional tidak akurat. Dampaknya, kebijakan dari pemerintah melalui Kemdiktisaintek, BRIN, dan pihak lainnya menjadi kurang tepat.
Baca juga: Daftar Jurnal Sinta 3 Pendidikan [Update]
Dampak Data SINTA Dosen yang Tidak Terupdate
Melalui penjelasan sebelumnya, maka bisa dipahami saat dosen mangkir dari pemutakhiran data SINTA. Bisa karena tidak tahu atau malas mencari tahu cara pemutakhiran data SINTA maupun sebab lainnya. Ada beberapa dampak yang bisa ditanggung oleh dosen.
Misalnya, SINTA Score tidak update padahal kinerja publikasi ilmiah sudah berkembang dari tahun sebelumnya. Hal ini bisa membuat dosen melewatkan sejumlah kesempatan akademik. Seperti menjadi ketua pengusul dalam program hibah, berkolaborasi dengan Profesor, tidak eligible menjadi mitra bestari sebuah jurnal, dll.
Belum lagi dampak yang juga ikut dirasakan perguruan tinggi. Misalnya bisa menurunkan potensi masuk ke klaster lebih tinggi. Sehingga kehilangan kesempatan mengakses skema hibah tertentu dari Kemdiktisaintek. Jadi, pemutakhiran data sebaiknya rutin dilakukan. Terlebih jika sudah ada himbauan resmi dari Kemdiktisaintek dan pimpinan.
Kendala Pemutakhiran Data SINTA yang Harus Diantisipasi Dosen
Dalam proses penerapan cara pemutakhiran data SINTA. Kadang kala, prosesnya tidak berjalan mulus. Hal ini terjadi karena memang ada beberapa kendala yang sangat mungkin menghambat dosen. Diantaranya adalah:
1. Gagal dalam Proses SInkronisasi
Kendala umum yang sering dihadapi dosen saat memutakhirkan data di SINTA adalah gagal saat sinkronisasi. Menghubungkan akun SINTA dengan Socpus, WoS, Google Scholar, dan sebagainya bisa saja gagal.
Penyebab beragam, mulai dari jaringan internet yang mendadak drop. Sampai ada kesalahan dalam input ID, data dosen tertukar dengan dosen lain yang nama sama, dan sebab lainnya.
2. Data Manual Ada Salah Input
Data di SINTA bisa saja diperbaharui dosen dengan input data manual. Dalam kondisi ini, dosen bisa saja salah ketik. Sehingga pembaharuan data gagal, sinkronisasi terkendala, dan dampak lainnya akan dihadapi dosen. Teliti dan melakukan pemutakhiran data tanpa buru-buru sangat penting.
Baca juga: Publikasi Jurnal SINTA 4: Manfaat, Syarat, dan Cara Submit
3. Antrian Verifikasi dan Validasi yang Panjang
Sesuai penjelasan sebelumnya, data tertentu di SINTA perlu proses verifikasi pejabat berwenang di perguruan tinggi. Ada kalanya, seluruh dosen dalam afiliasi yang sama melakukan pemutakhiran data bersamaan. Sehingga data yang harus diverifikasi menumpuk dan membentuk antrian panjang.
4. Masalah Teknis dari Perangkat hingga Jaringan Internet
Masalah teknis juga sering menjadi benturan saat pemutakhiran data SINTA dilakukan. Misalnya perangkat elektronik mendadak error, jaringan internet mendadak drop, dan sebab teknis lainnya. Persiapan matang menjadi kunci untuk meminimalkan kendala satu ini.
Memahami bahwa pemutakhiran data di SINTA tidak selalu berjalan lancar. Maka para dosen perlu mempersiapkan diri dan mengantisipasi berbagai kendala yang mungkin terjadi. Sebagai bentuk persiapan, para dosen bisa membaca buku panduan berisi cara pemutakhiran data SINTA.
Panduan tersebut, bisa diunduh melalui https://bit.ly/ManualBookSinta. Ada tidaknya update tata cara pemutakhiran data, bisa menunggu pengumuman resmi dari Kemdiktisaintek maupun pimpinan perguruan tinggi.
sumber:
- Riswanda. (2026). Cara Melakukan Pemutakhiran (Update) Dan Sinkronisasi Data Profil Penulis Di SINTA (Science And Technology Index). Diakses pada 13 Agustus 2026 dari https://lp2ihki.um-surabaya.ac.id/homepage/news_article?slug=cara-melakukan-pemutakhiran-update-dan-sinkronisasi-data-profil-penulis-di-sinta-science-and-technology-index
- Pentingnya Pemutakhiran Data SINTA oleh Perguruan Tinggi dan Dosen Secara Mandiri. (2022). Biro Administrasi dan Sumberdaya Manusia Universitas Nasional. Diakses pada 13 Agustus 2026 dari https://bsdm.unas.ac.id/2022/08/pentingnya-pemutakhiran-data-sinta-oleh-perguruan-tinggi-dan-dosen-secara-mandiri/
- Basis Informasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat. [@bima.kemdiktisaintek]. (2025, Oct 07). Pemutakhiran Data SINTA 2025…[Foto]. Instagram. https://www.instagram.com/p/DPiIKjzD85T/














