Meski sudah rutin menyusun laporan BKD di SISTER, ternyata masih banyak dosen yang melakukan kesalahan. Hal ini tentu perlu dihindari karena bisa mempengaruhi hasil penilaian oleh asesor BKD. Bagaimana cara menghindarinya? Berikut informasinya.Â
Kesalahan yang Paling Sering Terjadi saat Mengisi BKD
BKD (Beban Kerja Dosen) menjadi sarana untuk dosen menunjukan kinerja akademik yang mumpuni. Sekaligus menjadi media untuk melakukan penilaian kinerja dosen tersebut. Begitu krusialnya BKD, maka pengisiannya di SISTER harus tepat.
Hanya saja, masih banyak dosen terkenal dalam proses tersebut. Sehingga butuh strategi sebagai cara menghindari kesalahan pengisian BKD dosen. Kesalahan apa saja yang paling sering terjadi? Berikut beberapa diantaranya:
1. Tidak Menyiapkan Rencana KerjaÂ
BKD bagi dosen di Indonesia bisa dipahami sebagai target kerja dan proses pelaporan sebagai bukti memenuhinya. Jadi, menyusun rencana kerja penting untuk dilakukan oleh para dosen.
Tujuannya agar bisa lebih produktif karena seluruh kinerja akademik sudah disiapkan dengan baik dari jauh-jauh hari. Hal ini akan membantu dosen memenuhi target 12 SKS dalam BKD.
Jika target terpenuhi, dosen lebih mudah menyiapkan diri mengisi BKD di SISTER dengan baik dan benar. Sekaligus tepat waktu sesuai jadwal pelaporan yang dirilis Kemdiktisaintek. Hanya saja, banyak dosen tidak memiliki rencana kerja. Sehingga ada potensi melakukan kesalahan dalam pelaporan BKD.
2. Salah Menghitung Jumlah SKS yang DipenuhiÂ
Menghitung SKS yang ditargetkan dalam BKD tentunya perlu dilakukan mandiri oleh dosen. Sehingga dosen bisa memastikan dari awal sudah memenuhi target. Hal ini akan melancarkan proses pelaporan di SISTER.
Namun, banyak dosen yang sering keliru dalam menghitungnya. Misalnya keliru memahami bobot SKS dari kinerja akademik dan tertukar dengan kinerja lainnya. Hal ini membuat perhitungan bisa meleset.
Baca juga artikel berikut: Pengumuman Jadwal Pelaporan BKD Semester Genap 2025/2026 dan Persiapannya
3. Kekeliruan saat Klaim Kinerja di LKDÂ
Sesuai ketentuan, pengisian BKD mencakup penyusunan RKD di SISTER pada awal semester. Isinya seluruh rencana kegiatan akademik yang akan dilaksanakan selama satu semester kedepan. Saat memasuki jadwal pengisian LKD, barulah rencana kerja di RKD tersebut diklaim satu per satu. Sesuai dengan kinerja akademik yang sudah berhasil dilaksanakan oleh dosen.Â
Sayangnya, dalam proses klaim tersebut dosen masih sering keliru. Misalnya salah klaim, sehingga mempengaruhi perolehan total SKS. Inilah salah satu alasan kenapa banyak yang butuh cara menghindari kesalahan pengisian BKD dosen.
Baca selengkapnya: Mengenal Apa itu Laporan Kinerja Dosen (LKD) dan Tata Cara Penyusunannya
4. Klaim Penelitian dan PkM Masih Belum SelesaiÂ
Kegiatan penelitian dan PkM biasanya berdurasi panjang. Selain itu, dalam BKD yang diklaim dosen bukan kegiatannya. Akan tetapi luaran yang berhasil dicapai. Jika keduanya belum selesai, maka belum ada luaran yang dicapai.
Oleh sebab itu, masih banyak dosen yang keliru melakukan klaim pada kegiatan penelitian dan PkM yang masih berjalan. Dampaknya, dosen belum memiliki bukti telah melaksanakan dan menyelesaikannya.
5. Tidak Menyiapkan Bukti KinerjaÂ
Tidak adanya persiapan bukti kinerja bisa terjadi karena kesalahan dosen tidak atau kurang rapi dalam administrasi, belum ada versi digitalnya karena pelaporan secara daring, dll.Â
Bukti kinerja menjadi aspek krusial dalam pelaporan BKD. Sebab tanpa melampirkan bukti, kinerja yang telah dilaksanakan bisa tidak diakui asesor. Jika bobot SKS kinerja tersebut tinggi, maka dosen riskan gagal memenuhi target. Sanksi pun harus dihadapi.
6. Bukti Kinerja Tidak SesuaiÂ
Tak hanya kurang bukti, bukti kinerja yang tidak sesuai juga menjadi tantangan dalam pelaporan BKD. Sayangnya masih banyak dosen yang melakukan kesalahan satu ini.
Misalnya bukti kinerja penelitian A, tapi dilampirkan pada kinerja penelitian B. Kemudian, bukti kinerja tidak jelas atau format tidak sesuai. Ada juga sebab lain sehingga menyulitkan asesor dalam proses verifikasi bukti.
7. Klaim GandaÂ
Klaim ganda artinya ada kinerja akademik yang sudah diklaim pada LKD semester sebelumnya. Namun diklaim kembali di semester saat ini.Â
Klaim ganda seperti ini tentunya tidak sesuai ketentuan dan bisa dengan mudah disadari asesor. Oleh sebab itu, dosen perlu mencatat kinerja apa saja yang sudah diklaim dan belum. Sehingga menjadi cara menghindari kesalahan pengisian BKD dosen yang lebih efektif.
8. Pengisian BKD Mepet Tenggat WaktuÂ
Hal ini bisa disengaja, karena merasa pelaporan mudah dan lancar. Padahal masih ada risiko sistem SISTER hingga jaringan error di hari H.Â
Selain itu, bisa juga dosen kesulitan manajemen waktu. Sehingga waktu yang dimiliki masih terfokus untuk suatu kinerja akademik. Dosen pun tidak sempat mengisi BKD dari awal waktu. Pelaporan yang terlalu mepet tentu rentan ada kesalahan.
Baca juga: Tak Perlu Bingung, Ini Cara Pengisian BKD di SISTER Cloud
Bagaimana Cara Menghindari Kesalahan Pengisian BKD Dosen?
Setelah memahami apa saja bentuk kesalahan pengisian BKD yang terbilang paling sering terjadi. Maka berikut beberapa rekomendasi cara menghindari kesalahan pengisian BKD dosen tersebut:
1. Menyusun Rencana Kerja atau Roadmap Tri DharmaÂ
Para dosen bisa menyebutnya dengan istilah roadmap tri dharma. Isinya rencana kerja penelitian, pengabdian, dan PkM untuk status semester atau lebih.Â
Adanya rencana kerja, membantu dosen memahami apa saja yang akan dilakukan dan apa saja persiapannya. Jadi, pelaksanaan tugas akademik lebih lancar dan minim kendala. Dosen bisa lebih mudah memenuhi target dan punya waktu memadai untuk menyiapkan pengisian BKD di SISTER.
2. Membaca Buku Panduan Pelaporan BKDÂ
Umumnya perguruan tinggi menyediakan buku panduan. Mulai dari langkah-langkah pelaporan di SISTER untuk menyusun RKD sampai LKD.Â
Selain itu, juga diberikan dokumen PO BKD yang sampai saat ini masih mengacu di PO BKD tahun 2021. Panduan ini perlu dimiliki, dibaca, dan dipahami. Sehingga melancarkan proses pelaporan dan meminimalkan kesalahan.Â
Baca juga: Strategi Pelaporan BKD di SISTER untuk Pengembangan Jabatan Fungsional
3. Klaim Kinerja di LKD Secara SistematisÂ
Cara berikutnya, dosen perlu membiasakan diri melakukan klaim kinerja di LKD secara sistematis. Manfaatkan urutan yang ditampilkan sistem SISTER di layar perangkat.
Jadi, jangan gunakan acuan lain misalnya urutan bukti kinerja yang sudah disiapkan. Pelaporan yang kurang sistematis memperbesar ada yang terlewat, salah atau keliru unggah bukti, dan sebagainya. Apalagi jika buru-buru karena mepet tenggat waktu.
4. Pengisian BKD Dilakukan Lebih DiniÂ
Pelaporan BKD, baik untuk RKD hingga LKD biasanya ada durasi yang lumayan lama. Sehingga perlu dilaporkan seluruh kinerja di SISTER sejak awal. Dosen bisa melakukan klaim kinerja pelan-pelan atau dicicil. Misalnya dua atau tiga kinerja dulu, begitu seterusnya. Jadi, pelaporan dilakukan lebih dini agar punya waktu untuk diperiksa.Â
Baca juga: BKD sebagai Syarat Serdos, Begini Cara Pelaporan dan Tips Memenuhi Targetnya
5. Selalu Rapi dalam Administrasi Bukti KinerjaÂ
Sebagai dosen, tentu kegiatan administrasi bukan hal yang asing. Baik untuk pelaporan kinerja, sertifikasi dosen, data diri untuk SISTER, dokumen untuk syarat hibah penelitian, dan sebagainya. Jadi, rapi secara administrasi sangat penting. Termasuk dalam pelaporan BKD.Â
Dalam BKD, kerapian administrasi untuk seluruh bukti kinerja. Setiap kali menerima SK, surat tugas, dan bukti kinerja lainnya. Segera disimpan dalam satu tempat yang sama. Kemudian atur jadwal untuk diubah dalam format digital. Sehingga saat pelaporan BKD, mencari dan mengunggah bukti kinerja lebih mudah.
6. Pahami Rubrik BKD dengan BaikÂ
Salah satu cara menghindari kesalahan pengisian BKD dosen karena sebab-sebab tersebut. Dosen perlu memahami rubrik BKD. Sehingga bisa mengetahui secara rinci setiap unsur tugas akademik, subunsur yang sesuai mana saja.Â
Sehingga klaim LKD menjadi lebih tepat. Sekaligus, dosen bisa mendapatkan akurasi perhitungan SKS. Jadi jika diketahui belum target, dosen bisa mengejar sebelum penutupan periode kinerja.
7. Ikut Pelatihan Pengisian BKDÂ
Dosen perlu memahami betul proses pelaporan yang baik dan benar bagaimana. Selain membaca buku panduan dari perguruan tinggi. Dosen juga perlu mempertimbagkan untuk ikut pelatihan BKD.Â
Ada banyak perguruan tinggi dan pihak eksternal seperti perusahaan penerbit buku yang menyelenggarakan pelatihan pengisian BKD. Silahkan ikut serta agar lebih mudah memahami apa itu BKD dan tepat dalam pelaporannya.
Baca juga: Apa Saja Sanksi Tidak Mengisi BKD? Berikut Penjelasan dan Tips MenghindarinyaÂ
Checklist Persiapan Sebelum Mengisi BKD Dosen
Akses ke layanan BKD menunggu pembukaan jadwal dari Kemdiktisaintek. Maka manfaatkan masa tunggu penerbitan jadwal tersebut dengan mempersiapkan kebutuhan pelaporan. Untuk memudahkan persiapan, berikut daftar checklist yang perlu dipastikan dari awal:Â
1. Daftar Tugas Akademik yang DilaksanakanÂ
Daftar tugas yang sudah dilaksanakan bisa dicatat dengan suatu aplikasi. Bisa juga dicatat secara manual dalam buku catatan khusus. Tujuannya agar seluruh kinerja tercatat dengan baik, tidak ada yang terlupa saat diklaim di LKD.
Daftar ini bisa disusun berkala sepanjang satu semester. Sehingga setiap kali ada update tugas akademik yang sudah diselesaikan. Maka bisa segera dicantumkan di dalam catatan. Cara ini lebih dianjurkan agar tidak ada tugas yang terlupa dan tidak menyita waktu mendekati jadwal pelaporan BKD.
2. Buku Panduan Pengisian BKDÂ
Buku panduan perlu disiapkan agar dapat digunakan untukmengecek kembali tahap pelaporan dan teknis lain yang mungkin terlupa di tengah pelaporan. Selain itu, juga untuk mengantisipasi ada perubahan regulasi. Sistem di SISTER tentunya akan di update berkala. Begitu juga dengan regulasi, yang tentu bisa sangat dinamis.
3. Bukti Kinerja dalam Versi DigitalÂ
Pastikan bukti kinerja sudah dibuat dalam versi digital sesuai ketentuan. Mulai dari format file sampai ukuran file. Pada tahap ini, dosen perlu melakukan scanning ke seluruh dokumen bukti kinerja. Kemudian menyimpannya di folder khusus untuk memudahkan pencarian saat diunggah ke laporan BKD. Usahakan dilakukan jauh-jauh hari, karena semakin banyak tugas akademik yang sudah dilaksanakan. Maka bukti kinerja juga akan ikut banyak.
4. Cek dan Catat Jadwal Pengisian BKDÂ
Persiapan selanjutnya, dosen perlu mengecek rutin dan mencatat jadwal pelaporan BKD. Biasanya sudah diumumkan beberapa minggu sebelumnya oleh Kemdiktisaintek. Baik dengan menerbitkan surat edaran maupun diumumkan di website resminya. Jadi, silahkan rutin mengecek dan mencatat atau menyimpan file berisi jadwal BKD tersebut.
sumber:
- Nisa, K. (2026). BKD Dinyatakan Tidak Memenuhi? Ini Penyebab dan Solusi Terbaiknya. Diakses pada 5 Agustus 2026 dari https://penerbitdeepublish.com/karir-akademik/bkd-dinyatakan-tidak-memenuhi-ini-penyebab-dan-solusi-terbaiknya/Â
- Kesalahan Umum BKD Dosen. (n.d). Jujurnal Publisher. Diakses pada 5 Agustus 2026 dari https://info.jujurnalpublisher.id/kesalahan-umum-bkd-dosen/Â
- Tips Mengisi BKD Dengan Baik Dan Benar. (2024). Universitas Medan Area. Diakses pada 5 Agustus 2026 dari https://p2dpm.uma.ac.id/2024/09/14/tips-mengisi-bkd-dengan-baik-dan-benar/














