Pemahaman menyusun RPS OBE tentu sangat krusial bagi kalangan dosen. Sebab menyusun RPS bagian dari tugas akademik, sifatnya wajib. Jika tata cara penyusunan, kemudian prinsip, hingga tujuan penyusunan RPS OBE belum dipahami.
Maka tentunya akan memunculkan risiko ada kesalahan pada RPS tersebut. Kemudian berdampak pada pembelajaran (perkuliahan) yang kurang efektif dan berdampak. Berikut informasinya.
Daftar Isi
ToggleTujuan Umum Penyusunan RPS OBE
Menyusun RPS OBE bukan sekadar menjadi persoalan dimana dosen paham cara menyusun RPS OBE dan bagaimana mempraktekan isinya. Namun, mencakup juga pemahaman mengenai tujuan penyusunannya.
Sehingga antara isi dan segala unsur di dalamnya bisa saling relevan sekaligus sesuai regulasi yang berlaku. Lalu, apa saja tujuan dari penyusunan RPS OBE? Tujuan tersebut antara lain:
1. Memastikan Setiap Mata Kuliah Berkontribusi terhadap CPL
RPS disusun setiap dosen pengampu mata kuliah. Masing-masing dosen akan mengidentifikasi apa saja CPL yang dibebankan di mata kuliah yang diampu. Sehingga seluruh materi yang disusun di dalam RPS relevan dengan pencapaian CPL tersebut.
Baca juga: Memahami Prinsip dan Karakteristik Kurikulum OBE, serta Implementasinya Melalui RPS
2. Membantu Mahasiswa Mencapai Kompetensi yang Telah Ditetapkan
Tujuan kedua, menyusun RPS OBE sangat penting untuk membantu mahasiswa suatu prodi mencapai kompetensi yang sudah ditetapkan. Sebab seluruh materi pembelajaran disusun berdasarkan target CPL hingga profil lulusan.
3. Menyelaraskan Metode Pembelajaran, Tugas, dan Penilaian dengan Capaian Pembelajaran
Tujuan ketiga, menyusun RPS OBE bisa membantu dosen pengampu mata kuliah untuk menyelaraskan 3 hal penting dalam pembelajaran. Yakni kesesuaian antara metode pembelajaran, tugas, dan teknik penilaian. Kesesuaian ini penting agar pembelajaran lebih terarah dan berdampak. Kemudian penilaian jelas dan terukur.
4. Mewujudkan Proses Pembelajaran yang Lebih Terarah, Terukur, dan Relevan dengan Kebutuhan Dunia Kerja
Tujuan menyusun RPS OBE berikutnya adalah untuk membantu mewujudkan pembelajaran di perguruan tinggi relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Sebab pembelajaran tersebut membekali mahasiswa dengan pengetahuan teoritis sekaligus keterampilan praktis yang sesuai kebutuhan industri.
Prinsip Dasar Penyusunan RPS OBE
Hal lain yang perlu dipahami dulu sebelum mempelajari tata cara menyusun RPS OBE, adalah prinsip dalam penyusunan tersebut. Secara umum terdapat 4 prinsip yang menjadi dasar acuan dalam menyusun RPS OBE. Yaitu:
1. Berorientasi pada CPL
Prinsip pertama, menyusun RPS OBE harus berorientasi pada CPL. Sebab kegiatan pembelajaran yang diikuti mahasiswa harus bisa membekali mereka dengan kompetensi sesuai isi CPL. Sehingga relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Baca juga: Mengenal Definisi Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) dan Kriterianya dalam SN-Dikti
2. Memfokuskan Pembelajaran pada Mahasiswa
RPS OBE tentunya mengadopsi karakteristik pendekatan OBE. Salah satunya berpusat pada mahasiswa. Sehingga RPS disusun memfokuskan pada kegiatan pembelajaran yang mendorong mahasiswa lebih aktif. Jadi, bukan lagi dosen yang paling aktif dalam pembelajaran. Melainkan beralih ke mahasiswa.
3. Menerapkan Pendekatan Student-Centered Learning (SCL)
Prinsip ketiga, RPS OBE disusun untuk menerapkan pendekatan yang berpusat pada mahasiswa. Sehingga bentuk, metode, sampai teknik penilaian mendorong mahasiswa sebagai pusat. Dosen berperan sebagai fasilitator mahasiswa untuk menunjang pemahaman materi dan penguasaan kompetensi.
Baca juga: Student Centered Learning, Mari Mengenal Pendekatan Ini
4. Pembaharuan Berkala
Prinsip keempat, RPS OBE disusun dengan kebutuhan dan kewajiban untuk terus dilakukan pembaharuan. Sehingga isi dari RPS setiap tahunnya perlu dievaluasi. Kemudian dilakukan penyesuaian dengan kebutuhan dunia kerja dan regulasi dari pemerintah melalui kementerian terkait yang menaungi perguruan tinggi.
Baca juga: Memahami Format RPS OBE agar Penyusunan Lancar dan Minim Kesalahan
Struktur Penyusunan RPS OBE
Struktur RPS OBE antar perguruan tinggi biasanya berbeda-beda. Namun, isi RPS harus mencakup unsur pokok dan matrik utama. Selebihnya disesuaikan dengan kebijakan fakultas atau internal masing-masing perguruan tinggi. Meskipun begitu, berikut struktur RPS OBE secara umum:
1. Identitas RPS (Mata Kuliah)
Bagian pertama dalam struktur umum RPS OBE adalah identitas dari RPS tersebut. Secara umum identitas ini disebut identitas mata kuliah. Sebab RPS sendiri disusun dosen berdasarkan satu mata kuliah. Satu RPS, satu mata kuliah. Identitas disini seperti nama mata kuliah, kode, nama dosen pengampu, dll.
2. CPL yang Dibebankan pada Mata Kuliah
Bagian kedua adalah daftar CPL yang dibebankan pada mata kuliah. Dosen perlu memasukan CPL mana saja yang bisa dicapai mahasiswa setelah mengikuti mata kuliah yang diampu.
3. CPMK dan Sub-CPMK
Bagian ketiga adalah daftar CPMK dan Sub-CPMK. CPMK dipahami sebagai capaian yang diraih mahasiswa setelah mengikuti perkuliahan selama 1 semester. Sedangkan Sub-CPMK menjadi capaian yang diraih mahasiswa setiap pertemuan mata kuliah.
Baca juga: Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) dan Perbedaannya dengan Sub-CPMK
4. Bahan Kajian (Materi Pembelajaran)
Bagian keempat adalah bahan kajian, yakni seluruh materi yang akan disampaikan dosen dalam kegiatan pembelajaran. Seluruh materi mendukung mahasiswa mencapai Sub-CPMK. Jika sudah berhasil dicapai maka tercapai juga CPMK hingga CPL yang dibebankan pada mata kuliah.
5. Bentuk dan Metode Pembelajaran
Bagian kelima, RPS OBE juga berisi bentuk dan metode pembelajaran. Bentuk pembelajaran dan metode pembelajaran menyesuaikan dengan berbagai kondisi dan pertimbangan. Misalnya kebijakan perguruan tinggi, harus daring atau luring atau bahkan hybrid. Kemudian karakteristik materi, karakteristik mahasiswa, dll.
6. Waktu dan Alokasi Pertemuan
Bagian berikutnya di dalam struktur RPS OBE adalah waktu dan alokasi pertemuan. Misalnya materi dengan metode pembelajaran tertentu untuk pertemuan pertama, kemudian pertemuan kedua, ketiga, dan seterusnya.
7. Penilaian Pembelajaran
Berikutnya yang menjadi struktur RPS OBE adalah penilaian pembelajaran. Mencakup bentuk tugas atau latihan tugas, kemudian indikator penilaian, teknik penilaian, dan sebagainya.
8. Daftar Pustaka
Bagian berikutnya dalam struktur umum RPS OBE adalah daftar pustaka. Yakni seluruh referensi yang digunakan dosen dalam menyusun penjelasan materi di dalam RPS tersebut.
Tata Cara Menyusun RPS OBE
Setelah memahami tujuan, prinsip, hingga struktur RPS OBE. Maka tahap berikutnya, para dosen perlu memahami tahapan menyusun RPS OBE tersebut. Berikut detail langkah-langkah dalam cara menyusun RPS OBE:
1. Identifikasi CPL yang Dibebankan pada Mata Kuliah
Tahap pertama dalam menyusun RPS berbasis OBE adalah mengidentifikasikan CPL yang dibebankan pada mata kuliah. Artinya, dari sekian daftar CPL mana saja yang bisa dicapai melalui pembelajaran mata kuliah tersebut.
Baca juga: Kurikulum Outcomes Based Education (OBE): Regulasi, Manfaat, Tahap Implementasi
2. Merumuskan CPMK
Tahap kedua, dosen pengampu mata kuliah perlu merumuskan CPL yang didasarkan dari CPL yang dibebankan pada mata kuliah. Sehingga di akhir semester, mahasiswa bisa mencapai CPMK yang relevan dengan tercapainya CPL.
3. Merumuskan Sub-CPMK
Tahap ketiga, dosen pengampu mata kuliah merumuskan Sub-CPMK didasarkan pada CPMK yang dirumuskan sebelumnya. Sub-CPMK bisa dipahami sebagai kompetensi yang dikuasai mahasiswa di akhir pertemuan pembelajaran. Sub-CPMK yang selalu dicapai dalam 1 semester akan mencapai CPMK.
4. Menyusun Urutan Sub-CPMK
Tahap keempat, dosen pengampu mata kuliah menentukan urutan dari Sub-CPMK yang sudah dirumuskan. Sebab menjelaskan capaian setiap akhir pertemuan. Maka dosen perlu menentukan urutan Sub-CPMK dari pertemuan pertama, kedua, dan seterusnya sampai pertemuan terakhir dalam 1 semester.
5. Mulai Menyusun RPS OBE Sesuai Regulasi dan Template
Tahap kelima, tentu saja mulai menyusun RPS OBE dan sangat disarankan mengikuti template yang sudah disediakan. Sehingga dosen tinggal mengisi setiap kolom dari sisi sebelah kiri ke sebelah kanan secara berurutan. Baru kemudian disusul tahap pengesahan RPS OBE tersebut.
Baca juga: Mengenal Pilihan Metode Pembelajaran Dosen yang Sesuai dengan RPS OBE
Tips Menyusun RPS OBE agar Pembelajaran Lebih Terarah dan Berdampak
Memahami dan mempraktekan cara menyusun RPS OBE tentunya menjadi agenda rutin para dosen di Indonesia. Sayangnya, penyusunan tidak semudah yang terlihat. Sebab banyak perguruan tinggi mengalami kesulitan dan kegagalan mengimplementasikan kurikulum OBE karena RPS yang masih keliru.
Meminimalkan kesalahan serupa, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan saat menyusun RPS berbasis OBE:
1. Membaca Buku Panduan dari Perguruan Tinggi
Meminimalkan kesalahan, membaca panduan menjadi tips krusial. Terlebih, menyusun RPS OBE untuk kali pertama atau di tahap awal. Pada masa peralihan dari RPS kurikulum lama ke kurikulum OBE, tentunya masih terbawa dengan karakter kurikulum lama. Buku panduan bisa menjadi penunjuk arah.
2. Aktif Mengikuti Pelatihan RPS OBE
Memahami tata cara dan ketentuan menyusun RPS OBE memang harus diakui tidak cukup hanya mengandalkan buku panduan penyusunan. Dosen juga butuh pelatihan rutin yang didampingi dosen ahli, senior, dan lebih berpengalaman. Semakin sering ikut pelatihan, semakin terbiasa dan aham bagaimana alur penyusunan RPS OBE. Sekaligus meminimalkan kesalahan yang mungkin bisa dilakukan.
Bagi dosen yang ingin mengikuti pelatihan penyusunan RPS OBE, Anda dapat cek halaman berikut: Daftar E-Course Peta Capaian Pembelajaran dan Susun RPS OBE dengan Tepat!
3. Memanfaatkan Template yang Sudah Disediakan
Karena template ini siap pakai, dosen tinggal mengedit dengan memasukan unsur-unsur wajib pada RPS OBE. Jadi, jika sudah ada template usahakan tidak menyulitkan diri sendiri dengan menulis RPS OBE dari nol. Sebab tentunya butuh waktu lebih lama dan ada kemungkinan melakukan kesalahan.
4. Pahami dan Ikuti Prosedur Penyusunan RPS OBE
RPS OBE akan lebih efektif dan minim kesalahan jika disusun menggunakan rancangan terbalik (design backward). Memastikan tidak ada unsur yang terlewat dan tidak saling relevan, mengikuti karakter desain ini hal wajib. Jadi, urutan menyusun RPS OBE harus tepat. MIsalnya dosen tidak bisa merumuskan Sub-CPMK dulu, baru merumuskan CPMK.
Baca selengkapnya: Tahapan Menyusun RPS OBE dengan Backward Design Beserta Contohnya
sumber:
- Pedoman Penyusunan RPS UMC Tahun 2025. (2025). Universitas Muhammadiyah Cirebon.
- PEDOMAN PENGEMBANGAN RPS BERBASIS OBE. (2021). Universitas Muhammadiyah Sukabumi. https://fkip.ummi.ac.id/download/file/PEDOMAN_RPS_REV.pdf
- Urgensi Rekonstruksi Rencana Pembelajaran Semester (RPS). (2026). Kemenkeu Learning Center. Diakses pada 3 Agustus 2026 dari https://klc2.kemenkeu.go.id/kms/knowledge/urgensi-rekonstruksi-rencana-pembelajaran-semester-rps-7a8a0756/detail/














