Dosen perlu memahami apa itu lauran dan jenis-jenis yang diakui oleh Kemdiktisaintek. Sehingga bisa diklaim dalam pelaporan BKD, penilaian AK Prestasi, dan untuk kebutuhan akademik lainnya. Berikut informasinya.
Sekilas Tentang Luaran Penelitian
Luaran riset atau penelitian dipahami sebagai hasil penelitian yang disajikan dalam bentuk lain untuk bisa disebarluaskan dan diakses masyarakat luas. Bentuk lain yang dimaksud disini, hasil penelitian bisa disajikan dalam bentuk karya tulis ilmiah dan dipublikasikan.
Baik itu dalam prosiding, jurnal ilmiah, maupun diterbitkan dalam bentuk buku. Hasil penelitian juga bisa disajikan dan disebarluaskan dosen atau peneliti dalam bentuk HKI seperti paten, feasibility study, produk maupun prototipe, dan sebagainya.
Bagi dosen, luaran penelitian menyesuaikan dengan kebijakan dari Kemdiktisaintek. Mencakup tingkatan atau level TKT sampai luaran apa yang yang bisa masuk BKD dan penilaian AK Prestasi (AK Penelitian).
Hal-Hal Penting Berkaitan Dengan Luaran Penelitian
Membahas mengenai luaran riset yang dicapai oleh dosen. Tentunya bukan sekedar membahas penelitian dan luaran yang dicapai. Luaran dari penelitian tersebut memiliki beberapa hal penting yang tentunya wajib dipahami para dosen. Diantaranya adalah:
1. Klasifikasi Luaran Riset
Luaran wajib tentunya menjadi prioritas untuk dicapai dan sudah ditentukan oleh pihak yang mendukung penelitian dosen. Baik itu perguruan tinggi, lembaga atau kementerian penyelenggara hibah, dan sebagainya.
Selain itu, klasifikasi luaran penelitian juga dilihat dari jenisnya dan level dalam TKT. Pada hibah penelitian dari Kemdiktisaintek dan BRIN, biasanya akan ketentuan luaran wajib ada di level TKT berapa sampai berapa.
Baca selengkapnya: Memahami Apa dan Kenapa Penentuan Luaran Riset Berdasarkan TKT
2. Strategi Penentuan Luaran
Hal penting kedua adalah, strategi dalam penentuan luaran riset. Dalam menentukan dosen tidak bisa sembarangan. Sebab ada berbagai kesalahan yang bisa saja dilakukan.
Misalnya luaran yang ditargetkan tidak realistis, tidak ada dukungan pendanaan yang memadai, dan sebagainya. Maka dosen perlu menyusun strategi dan mempertimbangkan berbagai hal sebelum menentukan apa yang menjadi luaran wajib dan luaran tambahan (jika memungkinkan).
3. Strategi Mencapai Luaran yang Ditargetkan
Hal penting ketiga adalah dosen perlu menyusun strategi untuk mencapai luaran yang sudah ditetapkan atau dipilih dengan penuh pertimbangan. Setelah dipilih, maka bukan berarti luaran tersebut otomatis dicapai selama penelitian dijalankan. Dosen dan tim penelitian yang dibentuk tetap harus menyusun strategi agar luaran tersebut bisa dicapai.
Baca juga: Bentuk Luaran Hasil Penelitian yang Dilaksanakan oleh Dosen
4. Aspek Administrasi dan Validasi Luaran
Dalam profesi dosen, tugas penelitian yang dinilai adalah luaran yang dicapai. Meskipun luaran yang ditargetkan adalah publikasi dan masih dalam status accepted di sebuah jurnal, belum resmi publish.
Hal tersebut tetap diakui selama bisa diberikan bukti yang valid dan memadai. Jadi, pastikan memperhatikan aspek administrasi. Setiap proses korespondensi harus didokumentasikan dan tersimpan rapi. Begitu juga dengan LoA dari jurnal, surat keterangan terbit dari penerbit buku, surat pengajuan paten dari DJKI, dll.
Luaran Penelitian untuk Kenaikan Jabatan Akademik Dosen
Bagi para dosen yang berencana mengajukan kenaikan jabatan akademik (JAD). Maka tentu perlu memastikan luaran riset yang dicapai sudah memenuhi ketentuan dalam penilaian AK Prestasi. Berikut jenis-jenisnya:
1. Publikasi Ilmiah
Mengacu pada Kepmendiktisaintek No. 39/M/KEP/2026, secara garis besar ada 3 kategori luaran penelitian untuk penilaian AK Prestasi. Kategori yang pertama dalam bentuk publikasi ilmiah.
Mencakup hasil penelitian yang disusun dalam KTI lalu diterbitkan melalui prosiding, jurnal ilmiah, dan juga diterbitkan menjadi buku. Selain itu, KTI yang dipresentasikan dalam seminar atau konferensi ilmiah juga sudah diakui sebagai bentuk penyebarluasan hasil penelitian. Jadi, meski tidak terbit di prosiding tetap diakui.
Baca juga: Strategi Pemenuhan AK Prestasi melalui Publikasi Jurnal Ilmiah
2. HKI
Kategori kedua adalah Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Hasil penelitian dalam bentuk prototipe, produk, dan sejenisnya yang sudah bisa diajukan HKI ke DJKI bisa dilakukan.
Selain itu, hasil penelitian yang memiliki paten dalam tingkat internasional juga diakui. Bahkan poin angka kreditnya lebih tinggi di atas paten nasional. Jadi, temuan penelitian dosen bisa diajukan paten sebagai bentuk luaran riset.
Layanan Jasa Pengurusan HKI Buku juga dapat dilakukan melalui Penerbit Deepublish. Cek disini: JASA PENGURUSAN HAKI (HAK CIPTA) BUKU
3. Rumusan Kebijakan
Berikutnya adalah luaran penelitian dalam bentuk rumusan kebijakan. Misalnya dalam bentuk policy brief, naskah akademik, model kebijakan strategis, dan bisa juga berbentuk rekomendasi kebijakan untuk mengembangkan kebijakan pembangunan di Indonesia.
Kesalahan yang Sering Terjadi dalam Pelaporan Luaran Penelitian
Dalam upaya dosen mencapai target luaran riset dan melaporkannya dalam BKD maupun penilaian AK Prestasi. Tentunya ada beberapa kendala dan membuat dosen melakukan sejumlah kesalahan. Berikut beberapa kesalahan umum yang sebaiknya dihindari:
1. Kesalahan dalam Penentuan Target Luaran
Meski dalam hibah penelitian sudah ada ketetapan luaran wajib dan tambahan. Namun para pengusul biasanya diberi beberapa pilihan. Silahkan memilih dengan teliti agar tepat, realistis agar mudah dicapai, dan tentunya sesuai kebijakan pihak penyedia pendanaan.
2. Tidak Sesuai dengan Proposal Penelitian
Kesalahan umum kedua, dosen cenderung lebih sering menentukan target luaran tanpa konsistensi. Misalnya target luaran pada proposal penelitian yang berbeda dengan aktual di lapangan. Hal ini tentunya kurang disarankan, karena terkesan tidak profesional. Kecuali dari penyelenggara hibah ada mekanisme untuk mengubah target luaran.
Baca juga: Cara Membuat Proposal Penelitian Dosen dengan Benar
3. Tidak Mencantumkan Afiliasi dan Sumber Pendanaan
Dalam mengurus luaran riset, dosen perlu mencantumkan informasi terkait afiliasi dan sumber pendanaan. Misalnya mencantumkan institusi asal dosen dan sumber pendanaan riset yang dilakukan. Hal ini penting sebagai bentuk transparansi dan juga ucapan terima kasih atas dukungan yang diberikan.
4. Kurang Optimal Memanfaatkan Sumber Daya dan Fasilitas
Dalam mencapai luaran penelitian mendayagunakan semua sumber daya secara efektif dan efisien sangat penting. Sayangnya ada banyak kesalahan dalam aspek ini. Misalnya tidak optimal menggunakan dana penelitian, sehingga menargetkan jurnal nasional bukan jurnal nasional terakreditasi.
5. Kurang Mengoptimalkan Luaran Riset
Luaran riset sebaiknya dioptimalkan. Artinya, jangan hanya menargetkan tercapainya luaran wajib. Akan tetapi juga luaran tambahan. Melakukan konversi KTI dari artikel jurnal ke buku referensi dan diterbitkan sangat dianjurkan. Manfaatkan pendanaan semaksimal mungkin untuk meraih luaran tambahan.
6. Melakukan Multiple Submission
Dalam meraih luaran berbentuk publikasi ilmiah, terkadang dosen melakukan multiple submission. Hal ini tentu kesalahan, karena bisa jadi kedua publisher menerima dan menerbitkannya. Sehingga terjadi pelanggaran etika. Idealnya, dosen fokus di satu media publikasi dulu. Setelah benar-benar ditolak, baru beralih ke media lain. Jangan submit di dua publisher sekaligus secara bersamaan.
Baca juga: Mengenal Etika Penulisan Artikel Jurnal Ilmiah dan Cara Menghindari Pelanggarannya
7. Keliru Memilih Media Publikasi
Kesalahan berikutnya, ada kekeliruan dalam memilih media publikasi. Misalnya dosen keliru memilih jurnal yang ternyata tidak memenuhi kriteria Kemdiktisaintek atau malah jurnal predator. Contoh lain, dosen keliru memilih penerbit buku sehingga tidak terbit ber-ISBN.
8. Dosen Tidak Menyusun Roadmap Riset
Kesalahan lainnya adalah dosen tidak memiliki roadmap riset. Padahal dengan roadmap inilah dosen sudah memiliki rencana meraih luaran penelitian seperti apa. Sekaligus untuk penelitian jangka panjang, misalnya 10 tahun kedepan.
Strategi Memaksimalkan Luaran Penelitian dari Satu Kegiatan Riset
Salah satu tantangan yang sering dihadapi dosen dalam penelitian adalah belum optimalnya perencanaan luaran. Akibatnya, satu kegiatan riset hanya berhenti pada laporan penelitian, padahal berpotensi dikembangkan menjadi publikasi ilmiah, HKI, bahan ajar, prosiding, hingga peluang hibah lanjutan.
Agar riset lebih terarah dan menghasilkan luaran yang bernilai, dosen perlu memiliki roadmap riset yang jelas. Roadmap membantu dosen menentukan fokus penelitian, target luaran, tahapan pencapaian, serta strategi pengembangan riset dalam jangka panjang.
Untuk membantu dosen menyusun roadmap yang lebih sistematis, Dunia Dosen menghadirkan Ecourse “Roadmap Riset Tembus Hibah & Luaran Kompetitif”. Melalui ecourse ini, peserta akan dipandu memahami konsep roadmap, menentukan arah penelitian, serta merancang luaran yang lebih realistis, terukur, dan relevan dengan kebutuhan akademik.
Berikut beberapa materi utama yang dapat dipelajari dalam ecourse ini:
1. Konsep dan Kajian Roadmap Riset
Peserta akan memahami dasar penyusunan roadmap riset, mulai dari definisi, fungsi, hingga unsur penting yang perlu ada di dalamnya. Materi ini membantu dosen membangun arah penelitian jangka panjang agar riset tidak berjalan sporadis, tetapi lebih fokus, konsisten, dan berkelanjutan.
Baca juga: Cara Membuat Roadmap Penelitian dan Contohnya
2. Track Record dan Roadmap Riset
Roadmap riset yang kuat dapat membantu dosen membangun rekam jejak penelitian dan publikasi secara lebih terarah. Semakin jelas kesinambungan riset yang dimiliki, semakin besar pula peluang dosen untuk memperkuat portofolio akademik dan mengikuti berbagai peluang hibah penelitian.
3. Strategi Pencapaian Luaran Hibah
Dalam materi ini, peserta akan mempelajari cara menetapkan target luaran penelitian yang lebih realistis, sesuai dengan skema hibah, dan mudah dipertanggungjawabkan. Dengan strategi yang tepat, dosen dapat menyusun rencana luaran yang lebih meyakinkan dan selaras dengan kapasitas riset yang dimiliki.
4. Luaran Hibah
Peserta akan dibantu memahami cara menentukan luaran hibah yang relevan dengan roadmap riset dan kebutuhan akademik. Materi ini penting agar luaran tidak hanya memenuhi kewajiban administratif, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi pengembangan karier dosen dan institusi.
5. Penilaian Proposal Riset
Ecourse ini juga membahas aspek penting dalam penilaian proposal riset, mulai dari kesesuaian topik, kejelasan roadmap, kelayakan metode, hingga relevansi luaran. Dengan memahami kriteria penilaian, dosen dapat menyusun proposal yang lebih matang, terstruktur, dan berpeluang lebih besar untuk lolos seleksi.
Melalui ecourse ini, dosen tidak hanya mempelajari teori penyusunan roadmap, tetapi juga mendapatkan panduan praktis untuk menghubungkan ide riset, tahapan penelitian, dan target luaran secara lebih strategis.














