Ingin Mendapat Hibah BRIN 2026? Terapkan Strategi Ini Agara Lolos Pendanaan!

strategi-mendapat-hibah-brin-agar-lolos-pendanaan
Ingin Mendapat Hibah BRIN 2026? Terapkan Strategi Ini Agara Lolos Pendanaan!

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) secara rutin menyelenggarakan program hibah penelitian dan terbuka untuk siapa saja. Termasuk para dosen di Indonesia. Tahun 2026, terdapat beberapa jalur atau jenis hibah yang diselenggarakan BRIN. Berikut informasinya. 

Apa Itu Program Hibah BRIN 2026?

Program hibah BRIN 2026 adalah program hibah atau pendanaan penelitian yang diselenggarakan oleh BRIN. BRIN sendiri merupakan salah satu lembaga pemerintah nonkementerian yang bertanggung jawab secara langsung kepada presiden. 

Mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 78 Tahun 2021 tentang Badan Riset dan Inovasi Nasional. BRIN memiliki tugas menjalankan fungsi pelaksanaan fasilitasi pendanaan penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan, serta invensi dan inovasi, penyelenggaraan ketenaganukliran, dan penyelenggaraan keantariksaan. 

Secara sederhana, BRIN memiliki tugas utama untuk menyediakan fasilitas bagi masyarakat Indonesia melaksanakan kegiatan penelitian. Sehingga secara rutin menyelenggarakan kegiatan penelitian untuk peneliti internal di bawah naungan BRIN. 

Baca juga: 6 Sumber Pendanaan Penelitian Dosen yang Wajib Diketahui

Jalur atau Jenis Hibah Penelitian dari BRIN 

Hibah BRIN 2026 diprediksi tidak akan mengalami banyak perbedaan dengan hibah yang diselenggarakan di tahun-tahun sebelumnya. Secara garis besar, terdapat 2 jalur atau 2 jenis utama program hibah dari BRIN. 

Yakni CFP (Call for Proposal) RIIM (Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju) dan CFP Rumah Program. Kedua jenis hibah utama ini, kemudian terbagi lagi menjadi beberapa skema. Berikut penjelasan detailnya: 

1. CFP RIIM 

CFP RIIM adalah panggilan pengajuan proposal usulan penelitian yang ditujukan kepada seluruh peneliti di Indonesia (termasuk dosen) dengan topik usulan sesuai minat dan keahlian peneliti (pengusul) serta mengacu pada prioritas riset nasional.

Berfokus mendanai penelitian yang mampu memiliki atau menghasilkan kebaruan (novelty) dan luaran berbentuk publikasi ilmiah sampai Kekayaan Intelektual (KI). Seperti paten, desain industri, dll. 

RIIM kemudian diselenggarakan dalam beberapa skema. Total ada 8 skema hibah penelitian dari kategori ini. Yaitu: 

  1. RIIM Kompetisi
  2. RIIM Invitasi
  3. RIIM Kolaborasi Internasional
  4. RIIM Eksplorasi dan Studi Lapangan
  5. RIIM Perusahaan Pemula Berbasis Riset
  6. Pengujian Produk Inovasi Kesehatan
  7. Pengujian Produk Inovasi Pertanian
  8. Pengujian Produk Inovasi Teknologi

2. CFP Rumah Program 

CFP Rumah Program adalah panggilan pengajuan proposal usulan penelitian yang ditujukan kepada seluruh peneliti di Indonesia (termasuk dosen) dengan topik usulan sesuai roadmap penelitian atau agenda program BRIN. Fokus utamanya adalah pada dampak penelitian, diharapkan bisa menjadi solusi permasalahan di masyarakat. 

Perbedaan lainnya antara RIIM dengan Rumah Program selain fokus utama, adalah pada topik penelitian ditentukan pihak mana. Pada RIIM, pengusul hibah dibebaskan meneliti topik apapun sesuai kepakaran yang dimiliki. Namun, BRIN mengarahkan untuk fokus ke bidang riset sesuai prioritas riset nasional. 

Sementara di dalam Rumah Program, topik penelitian ditetapkan oleh BRIN. Sebagai contoh dalam pembukaan program hibah “Call for Research Collaboration (CfRC) OR Ilmu Pengetahuan Sosial dan Humaniora Tahun 2026 – Batch 2”.  Pihak BRIN menetapkan Topik-topik yang bisa dipilih para pengusul. Berikut contohnya: 

Dalam hibah BRIN 2026 pada jenis atau jalur Rumah Program, juga dibuka dalam beberapa skema hibah. Hanya saja, secara umum masing-masing skema mengacu pada bidang keilmuan tertentu maupun topik khusus yang ditetapkan BRIN. Berikut beberapa contohnya: 

  1. Rumah Program Hasil Inovasi Teknologi Nuklir 
  2. Rumah Program Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan Tahun
  3. ORABS – Model Hasil Riset dan Inovasi Budaya Unggul untuk Lingkungan Berkelanjutan
  4. Rumah Program Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan Tahun
  5. dan lain sebagainya. 

Baik skema RIIM maupun Rumah Program, keduanya menjadi program hibah penelitian dari BRIN yang bisa diakses oleh para dosen. Tentunya dengan catatan tambahan dosen bisa memenuhi persyaratan di masing-masing skema yang dibuka. 

Arti Penting Program Hibah BRIN bagi Dosen 

Meraih program hibah BRIN 2026 tentunya memiliki banyak sekali arti penting bagi dosen. Diantaranya adalah: 

1. Mendapat Dukungan Pendanaan Penelitian 

Dana penelitian yang disediakan dalam hibah BRIN sendiri cukup besar. Misalnya saja pada skema RIIM Kompetisi yang mendanai penelitian sampai 3 tahun. Per tahun, dosen bisa mendapatkan pendanaan sampai Rp250 juta. Sehingga hibah dari BRIN bisa membantu mendapat dana penelitian dengan lebih memadai.

Baca juga: Jangan Sampai Terlewat! Daftar Program Hibah Penelitian Tahun 2026 Ini Wajib Diikuti Dosen!

2. Peluang Publikasi Bereputasi 

Hibah dari BRIN penting untuk diraih oleh para dosen, sebab bisa membantu memiliki peluang publikasi ilmiah bereputasi. Hal ini sejalan dengan target luaran yang minimal ada di TKT 3. Pada RIIM Kompetisi misalnya, luaran ada di TKT 3 sampai 6. 

Jika luaran yang diraih dalam bentuk karya tulis ilmiah (KTI), maka wajib diterbitkan di jurnal internasional bereputasi. Penelitian dengan durasi mono tahun pada skema ini, wajib di jurnal peringkat minimal Q3. 

3. Akses Kolaborasi Nasional dan Internasional 

Hibah BRIN 2026 bisa membuka peluang bagi dosen berkolaborasi dalam penelitian. Tidak hanya kolaborasi dalam skala nasional, akan tetapi juga berskala internasional. Hal ini bergantung pada skema hibah yang dituju dosen. 

Terdapat banyak skema, membantu dosen membangun kolaborasi dengan peneliti di bawah naungan BRIN. Kemudian ada akses berkolaborasi dengan dosen dan peneliti dari lembaga penelitian luar negeri. Kolaborasi ini tentunya menunjang mutu proses penelitian dan luaran yang dicapai. Sekaligus bisa menjadi kolaborasi jangka panjang. 

Baca juga: Ingin Daftar Hibah BRIN RIIM Kompetisi 2026? Ini Syarat dan Mekanismenya

4. Akses Fasilitas Penelitian dari BRIN

Pada beberapa skema dalam hibah yang diselenggarakan BRIN juga terdapat akses gratis ke fasilitas riset atau penelitian dari BRIN. Jadi, para dosen yang fasilitas riset dari perguruan tinggi tidak memadai. Kemudian untuk menyewa juga butuh biaya tinggi. Hibah dari BRIN pada skema tertentu bisa menjadi solusi. 

5. Menguatkan Portofolio Dosen 

Hibah dari BRIN tentunya masuk dalam kategori hibah penelitian bergengsi. Sebab BRIN menjadi lembaga riset milik pemerintah dan bertanggung jawab langsung kepada presiden. Ada banyak skema dihadirkan dengan pendanaan skala besar. 

Ditambah kompetisinya sengit karena tingginya peminat. Sukses meraihnya tentu suatu pencapaian. Sekaligus mendukung dosen produktif meneliti dan menghasilkan berbagai publikasi ilmiah kredibel dan bereputasi. Portofolio dosen tentunya lebih kuat dan memberi kemudahan meraih hibah bergengsi lainnya. 

Strategi Mendapat Pendanaan Hibah BRIN 2026

Program hibah BRIN 2026 tentunya menjadi hibah yang sangat layak diperjuangkan para dosen. Sebab menyediakan pendanaan dalam jumlah cukup besar, mendukung penelitian multi tahun, beberapa skema memberi akses ke fasilitas riset BRIN, kolaborasi nasional dan internasional, dan sebagainya. Berikut beberapa strategi untuk mengantisipasinya: 

1. Menentukan Topik Sesuai Prioritas BRIN 

Pertama, topik tersebut sebaiknya yang segar dan berdampak. Sekaligus masih dalam ruang lingkup fokus bidang prioritas riset yang ditetapkan BRIN. Kesesuaian ini akan membuat topik dipandang sesuai dengan visi misi hibah dari BRIN. 

2. Memilih Skema Hibah BRIN 2026 yang Paling Tepat 

Melalui penjelasan sebelumnya, bisa dipahami ada banyak sekali ragam jenis hibah BRIN 2026 dan di tahun-tahun sebelumnya. Dosen perlu teliti dalam membaca buku panduan. Sehingga tidak keliru memilih skema tujuan. Semakin tepat dan sesuai, maka semakin besar peluang lolos seleksi. 

Baca juga: Ingin Lolos Hibah BRIN RIIM Kompetisi Batch 2? Ketahui Timeline, Cara Daftar dan Persyaratannya!

3. Pastikan Sudah Membangun Rekam Jejak

Sebelum memutuskan untuk mengakses program hibah penelitian dari BRIN. Pastikan sudah memiliki rekam jejak yang memadai. Misalnya meneliti topik yang sesuai dalam beberapa tahun, publikasi ilmiah yang dihasilkan juga kredibel dan relevan, dan sebagainya. 

Manfaatkan insentif perguruan tinggi dan hibah pemda lebih dulu. Sehingga punya rekam jejak penelitian dan publikasi memadai. Hal ini akan menjadi nilai tambah yang menguatkan proposal usulan di hibah BRIN. 

4. Proposal Orisinil dan Punya Novelty serta Dampak 

Proposal usulan wajib orisinil, disusun atas buah pikiran dosen sendiri dan belum pernah mendapat pendanaan atau hibah lainnya. Selain itu, proposal juga menjelaskan novelty penelitian dan potensi dampak yang bisa dihasilkan atau dicapai. Hal ini penting untuk menguatkan proposal secara substansi. 

Baca selengkapnya: Memahami Apa Itu Novelty pada Penelitian dan Cara Menentukannya 

5. Persiapkan Proposal dan Kelengkapan Administrasi Lebih Dini 

Ada banyak skema hibah BRIN 2026 yang dibuka pendaftarannya sepanjang tahun. Tidak semua dibuka dalam sistem per batch. Hal ini membuat dosen lebih leluasa memaksimalkan dan mematangkan proposal usulan. Sehingga kualitasnya optimal. Sekaligus memberi waktu yang cukup untuk memenuhi syarat administrasinya.

6. Ikut Pelatihan atau Coaching 

Strategi lainnya, dosen bisa aktif mengikuti kegiatan pelatihan atau coaching dan sejenisnya. Khususnya yang topik pembahasannya berkaitan dengan hibah dari BRIN. 

Sehingga bisa menambah wawasan mengenai bagaimana menembus seleksi hibah BRIN yang dikenal sulit. Sekaligus bisa memperluas relasi untuk bisa saling sharing informasi tips dan trik lolos hibah BRIN dan hibah bergengsi lainnya. 

Sumber:
  1. Lembaga & Pusat Publikasi Ilmiah. [@globalpublikasiana]. (2026, Apr 16). Hibah penelitian dari BRIN melalui skema RIIM merupakan salah satu peluang strategis… [Foto]. Threads. https://www.threads.com/@globalpublikasiana/post/DXLxUn9magi 
  2. Badan Riset dan Inovasi Nasional. (2025). Keputusan Deputi Bidang Fasilitasi Riset Dan Inovasi Badan Riset dan Inovasi Nasional Nomor 57/II.7/HK/2025 Tentang Pedoman Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju Kompetisi. https://www.its.ac.id/drpm/wp-content/uploads/sites/71/2026/04/Pedoman-Riset-dan-Inovasi-untuk-Indonesia-Maju.pdf
  3. Wiranto, B. (2026). Lewat Pendanaan BRIN, USM Dorong Riset Berdampak bagi Masyarakat. Diakses pada 30 April 2026 dari https://rri.co.id/semarang/iptek/2370731/lewat-pendanaan-brin-usm-dorong-riset-berdampak-bagi-masyarakat

More Posts

Kelas E-Course

Ebook Gratis

Tag Populer