Pengertian, Struktur, dan Tahapan Penyusunan Proposal Hibah Penelitian
Menyusun proposal usulan dalam program hibah sekilas terdengar mudah. Namun, tidak sedikit yang melakukan kesalahan sehingga tidak lolos di proses seleksi. Hal ini tentu menjadi perhatian para dosen. Sehingga bisa menyusun strategi agar proposal usulan tepat dan berpotensi besar lolos seleksi. Berikut informasinya.
Proposal penelitian adalah karya tulis ilmiah yang berisi rencana kegiatan penelitian yang disajikan secara sistematis untuk memperoleh persetujuan dari pihak yang berwenang. Pihak berwenang disini adalah pihak yang bisa memberi izin peneliti untuk melaksanakan penelitian.
Sementara proposal hibah penelitian adalah karya tulis ilmiah yang berisi rencana kegiatan penelitian yang disajikan secara sistematis untuk memperoleh persetujuan dan dukungan pendanaan dari pihak penyelenggara hibah penelitian.
Proposal yang diajukan umumnya akan diseleksi dalam beberapa tahap. Mulai dari seleksi administrasi, seleksi substansi, seleksi wawancara (presentasi rencana penelitian), seleksi melalui kunjungan ke lokasi penelitian yang diusulkan, dll. Tahapan seleksi ditentukan penyelenggara hibah, sehingga antara satu hibah dengan hibah lainnya berbeda-beda.
Proposal hibah penelitian disusun dan diajukan ke pihak penyelenggara hibah, tentunya bukan sekedar formalitas. Proposal usulan tersebut memiliki beberapa fungsi, yaitu:
Proposal usulan menjadi sarana bagi dosen untuk menjelaskan rencana penelitian yang dimiliki sedetail mungkin. Dosen berkesempatan menjelaskan topik penelitian menarik yang memiliki, nilai penelitian yang diusulkan, dan urgensinya seperti apa. Semua aspek ini disampaikan secara tertulis lewat proposal usulan.
Fungsi kedua, proposal usulan membantu dosen untuk meyakinkan penyelenggara hibah menyetujui rencana penelitian yang dimiliki. Sebab bisa menjelaskan secara rinci dan menyampaikan argumen dengan dasar kuat lewat proposal usulan. Bahwa penelitian yang diajukan berkualitas, urgensi tinggi, dan berdampak besar.
Fungsi ketiga dari proposal hibah adalah membantu dosen menentukan apa saja kebutuhan dalam penelitian yang direncanakan. Mulai dari besaran kebutuhan anggaran dan alokasinya untuk biaya apa saja. Semuanya akan tertuang di dalam proposal. Sehingga tidak hanya penting bagi penyelenggara hibah, tapi juga dosen.
Fungsi proposal usulan berikutnya masih untuk dosen pengusul sendiri. Yakni menjadi panduan bagi dosen dan tim pengusul untuk melaksanakan kegiatan penelitian. Sebab di dalam proposal terdapat rencana penelitian secara detail, jadwal seluruh tahapan kegiatan penelitian, kebutuhan peralatan, dll.
Bagi penyelenggara hibah, proposal usulan para penerima hibah juga berfungsi sebagai dasar proses monitoring dan evaluasi (monev). Setiap hibah penelitian, terutama yang mendanai penelitian multi tahun akan menjalankan proses monev. Proposal usulan menjadi dasar penilaian dalam monev tersebut.
Ketahui juga: 4 Program Hibah Riset Internasional yang Dapat Diikuti Dosen
Mengenai struktur proposal hibah penelitian, pada dasarnya tidak ada struktur standar. Sebab proposal disusun untuk meyakinkan penyelenggara program hibah memberi pendanaan. Maka struktur proposal mengikuti kebijakan penyelenggara hibah tersebut. Namun, secara umum proposal usulan untuk program hibah berisi bagian-bagian berikut:
Judul penelitian mencantumkan topik utama dan informasi lain yang penting dan krusial terkait penelitian yang diusulkan dalam program hibah. Judul dibuat ringkas dan menarik, sehingga menarik perhatian asesor hibah.
Pendahuluan di dalam proposal usulan mencantumkan beberapa informasi mendasar terkait rencana penelitian. Mulai dari latar belakang pemilihan topik, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian tersebut, dan urgensi penelitian yang diusulkan.
Tinjauan pustaka berisi seluruh teori yang menjadi dasar kegiatan penelitian dan sesuai dengan topik yang dipilih. Selain itu, juga memaparkan hasil penelitian terdahulu dan perkembangan penelitian pada topik yang dipilih. Kemudian ditutup dengan menjelaskan novelty dari penelitian yang diusulkan.
Baca juga: Memahami Apa Itu Novelty pada Penelitian dan Cara Menentukannya
Metode penelitian menjelaskan metode penelitian yang digunakan dosen pengusul, instrumen untuk pengumpulan data, dan teknik analisis data yang digunakan. Metode penelitian yang jelas dan kuat membuat penelitian logis dan lebih mudah direalisasikan (dijalankan).
Jadwal rencana penelitian berisi daftar jadwal atau timeline seluruh kegiatan penelitian. Dimulai dari bulan apa sampai bulan apa dalam suatu tahun. Seluruh tahapan dalam kegiatan penelitian masuk dalam jadwal tersebut tanpa terkecuali.
RAB berisi rencana penggunaan anggaran atau dana penelitian yang dibutuhkan dan disediakan pihak penyelenggara hibah. Dalam RAB, dosen pengusul mencantumkan daftar biaya-biaya atau pengeluaran yang dibutuhkan.
Mulai dari jenis kebutuhan, jumlah yang dibutuhkan, biaya per buah (per pieces), total biaya, dan total biaya keseluruhan. RAB wajib disusun sesuai ketentuan pihak penyelenggara.
Baca juga: Ketentuan Penggunaan Anggaran Penelitian agar RAB Hibah Sesuai Regulasi
Daftar pustaka merupakan bagian akhir dalam proposal hibah penelitian yang berisi seluruh referensi ilmiah yang digunakan sebagai dasar penyusunan proposal. Bagian ini penting untuk menunjukkan bahwa penelitian yang diajukan memiliki landasan teori dan kajian yang kuat serta relevan dengan topik yang diangkat.
Dalam menyusun daftar pustaka, penulis perlu memastikan bahwa setiap sumber yang dicantumkan benar-benar digunakan dalam isi proposal dan ditulis sesuai dengan format yang telah ditentukan oleh penyelenggara hibah. Selain itu, gunakan referensi yang kredibel dan mutakhir agar dapat memperkuat kualitas proposal secara keseluruhan.
Baca juga: Pedoman Penulisan Daftar Pustaka Jika Sumber dari Prosiding dalam Berbagai Gaya Sitasi
Salah satu kesalahan umum dalam penyusunan proposal hibah penelitian adalah buru-buru disusun dan diajukan. Sehingga tidak bisa dipastikan pengusul memenuhi syarat program hibah, sistematika sesuai ketentuan penyelenggara hibah, dll.
Dampaknya, proposal bisa gagal di proses seleksi. Berikut adalah tata cara secara sistematis dalam menyusun proposal usulan agar peluang lolos seleksi hibah lebih besar:
Tahap pertama, tentunya saja para dosen perlu aktif mencari informasi pembukaan program hibah penelitian. Program hibah tidak setiap saat dibuka pendaftarannya.
Para dosen bisa aktif menelusuri website resmi sejumlah kementerian dan lembaga yang rutin menyelenggarakan hibah. Kemudian, mengakses website resmi sejumlah perguruan tinggi di Indonesia yang sering update informasi hibah terkini. Internet membantu dosen lebih leluasa mengakses informasi hibah dengan cepat.
Tahap kedua, dosen perlu mencari buku panduan hibah yang disediakan pihak penyelenggara. Umumnya menyediakan dalam format PDF yang bisa ditelusuri dan diunduh secara daring.
Buku panduan wajib dibaca dengan teliti. Sehingga memahami hibah tersebut relevan dengan bidang keilmuan dosen atau tidak. Sebab banyak penyelenggara menetapkan batasan topik penelitian yang bisa diusulkan para peminat.
Penentuan topik disesuaikan dengan roadmap penelitian yang disusun dosen jauh-jauh hari. Kemudian mempertimbangkan topik tersebut menarik atau tidak, menjadi isu hangat yang sedang naik atau tidak, urgensinya bagaimana, dampaknya, dan mempertimbangkan aspek sebagainya.
Tahap keempat dalam menyusun proposal hibah penelitian adalah membentuk tim pengusul. Pastikan tim penelitian yang dibentuk memenuhi persyaratan sesuai ketentuan penyelenggara hibah.
Selain itu, jika ada ketentuan tim pengusul dari kalangan dosen dan mahasiswa. Maka harus bisa dipenuhi oleh dosen pengusul. Menentukan topik di tahap sebelumnya, memudahkan dosen mencari anggota tim dengan kepakaran yang sesuai.
Tahap kelima, proses menyusun proposal usulan menyesuaikan ketentuan format dan struktur (sistematika) yang ditetapkan penyelenggara hibah. Pada tahap ini, dosen pengusul dan tim penelitian yang dibentuk bisa bekerjasama. Sehingga proposal yang disusun punya kualitas yang baik dan sesuai ketentuan yang ditetapkan.
Proposal hibah yang disusun bersama tim pengusul bisa diperiksa atau direview. Dibaca ulang untuk diperiksa ada tidaknya kesalahan. Baik secara teknis penulisan maupun secara substansi apakah sudah sesuai ketentuan penyelenggara hibah atau belum. Jika dalam proses review tersebut dijumpai kesalahan maka bisa dikoreksi.
Ketentuan prosedur dan tata cara pengajuan proposal usulan biasanya dijelaskan rinci di buku panduan hibah. Pastikan juga melengkapi seluruh dokumen yang wajib dilampirkan, format file proposal sudah benar, nama file proposal sudah sesuai, dll. Pastikan juga, proposal diajukan sebelum jadwal penutupan.
Ketahui informasi Hibah BRIN RIIM 2026 disini: Ingin Daftar Hibah BRIN RIIM Kompetisi 2026? Ini Syarat dan Mekanismenya
Mempelajari bagaimana cara membuat proposal hibah yang kuat atau solid dan kokoh menjadi hal penting.…
Para dosen yang berencana mengajukan usulan kenaikan jabatan dosen di tahun 2026 bisa mulai mempersiapkan…
Penyelenggara PEKERTI dan AA adalah dari perguruan tinggi di Indonesia (PTN dan PTS). Namun, tidak…
Publikasi dalam bentuk jurnal menjadi salah satu kiat menyebarluaskan hasil penelitian. Sekaligus menjadi bentuk kontribusi…
Bagi dosen, Google Scholar bukan sekedar tempat untuk mencari referensi ilmiah. Namun, memiliki fungsi yang…