Kumpulan Artikel Mengenai Informasi Dosen

Jangan Sampai Salah! Dosen Wajib Ketahui 10 Tahapan BRIN RIIM Kompetisi 2026

Tahapan program hibah penelitian dari BRIN penting untuk diketahui, sehingga para dosen pengusul bisa mempersiapkan diri lebih dini. Misalnya untuk menghadapi tahap seleksi, penerimaan dana, sampai proses monev (monitoring dan evaluasi). Berikut informasinya. 

Tahapan Penyelenggaraan Skema RIIM Kompetisi

Membantu mempersiapkan lebih baik dari proses penyusunan proposal usulan, seleksi, sampai proses monev. Maka perlu memahami apa saja tahapan penyelenggaraan BRIN RIIM Kompetisi tersebut. Mengacu pada buku panduan, total ada 10 tahapan. Berikut penjelasanya: 

1. Penerimaan Proposal

Tahap pertama dalam RIIM Kompetisi tahun 2026 adalah tahap penerimaan proposal. Di tahun 2026 pihak BRIN menetapkan penerimaan proposal dibuat per batch. Gelombang pertama sudah resmi ditutup, sementara gelombang kedua rencananya akan dibuka sepanjang bulan Juli 2026 (1-31 Juli 2026). 

Sambil menunggu pembukaan batch kedua untuk RIIM Kompetisi di tahun 2026. Para dosen bisa mempersiapkan diri, sebab ada 3 hal penting di tahap ini yang perlu dipahami. Yaitu: 

a. Cara Pengajuan Proposal Usulan

Hal pertama, adalah mengenai bagaimana cara mengajukan proposal usulan. Pengajuan proposal usulan menjadi tanda seorang dosen atau peneliti ikut serta dalam penyelenggaraan BRIN RIIM Kompetisi. 

Proposal diajukan secara online melalui Pendanaan BRIN (https://pendanaan-risnov.brin.go.id/). Para dosen bisa registrasi akun terlebih dahulu, baru kemudian memilih skema RIIM Kompetisi dan mengunggah proposal usulan serta dokumen pelengkap sesuai ketentuan. 

b. Jadwal Pengajuan Proposal Usulan

Hal penting kedua, adalah update informasi mengenai jadwal pengajuan proposal usulan. Sebab sesuai penjelasan sebelumnya, RIIM Kompetisi 2026 diselenggarakan dalam sistem per batch. 

Tidak kalah penting, perlu juga update seluruh tahapan dalam program RIIM Kompetisi 2026. Misalnya mulai dari jadwal penerimaan proposal, seleksi, pengumuman hasil seleksi, pelaksanaan, dll. 

Baca juga: Ingin Mendapat Hibah BRIN 2026? Terapkan Strategi Ini Agara Lolos Pendanaan!

c. Sistematika Proposal Usulan

Hal penting lainnya adalah terkait sistematika atau struktur proposal usulan. Pihak BRIN sudah menetapkan struktur proposal usulan sehingga para pengusul wajib mengikuti ketentuan ini. 

Secara garis besar, sistematika atau struktur proposal usulan di program hibah RIIM Kompetisi adalah sebagai berikut: 

  • Judul penelitian
  • Abstrak
  • Pendahuluan (latar belakang, rumusan masalah dan hipotesis solusi, state of the art dan kebaruan, tujuan dan sasaran riset untuk mendukung target yang diusulkan).
  • Kerangka berpikir
  • Peta jalan penelitian yang diusulkan
  • Metodologi penelitian
  • Jangka waktu pelaksanaan riset
  • Luaran atau output penelitian yang diajukan di RIIM Kompetisi
  • Jadwal kegiatan riset
  • RAB atau anggaran disusun sesuai dengan jangka waktu kegiatan riset yang diusulkan
  • Daftar pustaka (disusun menggunakan APA Style).

2. Seleksi Administrasi

Dalam program hibah RIIM Kompetisi, seleksi administrasi bertujuan untuk menilai proposal usulan dari 3 aspek administratif dan oleh tim PMO Direktorat Pendanaan Riset dan Inovasi. Adapun 3 aspek yang dinilai adalah sebagai berikut:

  • Memeriksa tata cara penulisan proposal;
  • Memeriksa kelengkapan berkas yang diajukan, sesuai dengan ketentuan;
  • Memeriksa dokumen Data Management Plan (DMP) dengan format mengacu pada ketentuan dari Direktorat Repositori, Multimedia, dan Penerbitan Ilmiah BRIN.

Bagi para dosen yang akan mengajukan proposal usulan di batch kedua untuk RIIM Kompetisi 2026. Maka proposal usulan dan dokumen pelengkap harus memenuhi 3 poin di atas. Sehingga memperbesar peluang masuk ke tahap seleksi berikutnya. 

Baca juga: Ingin Daftar Hibah BRIN RIIM Kompetisi 2026? Ini Syarat dan Mekanismenya

3. Seleksi Substansi

Seleksi substansi adalah proses seleksi proposal usulan didasarkan pada kualitas isi (substansi) proposal tersebut. Misalnya seberapa menarik judul penelitian, ada tidaknya novelty, metode penelitiannya jelas atau tidak, dll. 

Proses seleksi substansi sendiri di dalam RIIM Kompetisi akan dilaksanakan oleh reviewer dan/atau komite penilai yang dibentuk BRIN. Adapun aspek yang dinilai mengacu pada PDCA (Plan-Do-Check-Action). Berikut rinciannya: 

  • perencanaan riset yang meliputi kualitas rekam jejak tim periset, kualifikasi dan reputasi serta konsistensi pengalaman riset di bidang yang ditekuni pengusul.
  • kerangka berpikir yang meliputi metode pengumpulan data termasuk pengujian, pengukuran, dan analisis hasil riset.
  • jumlah dan mutu keluaran setiap tahun, dinyatakan dengan jelas dan dapat terukur secara kuantitatif dan kualitatif, serta potensi keberlanjutan riset.

Tonton video ini: INI PENYEBAB HIBAH TERTOLAK LANGSUNG!! Administrasi dan Substansi KUNCI PENENTU? | Ruang Dosen

4. Review RAB

Proses review RAB dilaksanakan oleh tim evaluator dari Direktorat Pendanaan Riset dan BRIN. Tim evaluator ini akan menilai apakah jumlah dana yang diusulkan pengusul memang benar dan relevan dengan rencana penelitian yang diajukan. 

Kemudian hasil review akan menetapkan apakah besaran dana penelitian harus disesuaikan nominal dalam proposal usulan. Atau tim evaluator merekomendasikan jumlah atau nominal lain yang dinilai lebih sesuai. Baik itu di atas maupun di bawah nominal yang diajukan pengusul. 

5. Penetapan dan Pengumuman Penerima Pendanaan

Dalam tahap ini, tim evaluator akan menyusun laporan hasil seleksi. Mencakup hasil seleksi administrasi dan substansi. Selanjutnya akan disusun Laporan Hasil Kegiatan Penerimaan Program Pendanaan RIIM Kompetisi. Laporan ini memuat daftar judul proposal usulan yang direkomendasikan ke pihak Deputi Fasilitasi Riset dan Inovasi BRIN untuk disetujui atau didanai. 

Laporan ini kemudian diterima pihak Deputi Fasilitasi Riset dan Inovasi BRIN selaku penyelenggara RIIM Kompetisi. Kemudian dilakukan evaluasi dan penilaian untuk menentukan proposal mana saja di dalam laporan yang akan didanai. 

Setelah mendapatkan keputusan, maka Deputi Fasilitasi Riset dan Inovasi BRIN akan menerbitkan SK (Surat Keputusan Deputi Fasilitasi Riset dan Inovasi) berisi daftar proposal yang didanai (keputusan final). SK ini akan diumumkan melalui website Pendanaan BRIN, dan bisa diakses oleh seluruh pengusul. 

Baca juga: Ingin Lolos Hibah BRIN RIIM Kompetisi Batch 2? Ketahui Timeline, Cara Daftar dan Persyaratannya!

6. Pencairan Dana

Pencairan tidak dilakukan sekali waktu, akan tetapi per tahun sesuai durasi penelitian yang proposalnya disetujui. Seperti yang diketahui RIIM Kompetisi mendanai penelitian dengan durasi minimal 1 tahun dan maksimal 3 tahun. Adapun besaran pencairan dana per tahun adalah sebagai berikut: 

  • 1 (satu) tahap setiap tahun periode dengan nilai pendanaan riset pada tahun periode pertama tidak lebih atau sama dengan Rp250.000.000,00 (dua ratus lima puluh juta rupiah);
  • 2 (dua) tahap setiap tahun periode dengan nilai pendanaan riset pada tahun periode pertama lebih dari Rp250.000.000,00 (dua ratus lima puluh juta rupiah);
  • penyaluran pendanaan pada tahun kedua dan tahun ketiga (bagi riset tahun jamak) akan mengikuti ketentuan penyaluran pendanaan di tahun pertama.

Jika penelitian berdurasi 1 tahun (mono tahun), maka dana akan cair sekali waktu. Sementara jika berdurasi lebih dari 1 tahun, maka akan cair per tahun. Pencairan mewajibkan penerima hibah melengkapi beberapa dokumen administrasi. 

7. Persyaratan Pengajuan Pencairan Dana RIIM Kompetisi

Bagi dosen dan peneliti yang menjadi penerima hibah RIIM Kompetisi, tentunya perlu mengetahui apa saja persyaratan administratif untuk mengurus pencairan dana hibah. Berikut adalah syarat pencairan dana tahap pertama: 

  • surat permintaan penyaluran dana tahap pertama;
  • perjanjian/dokumen sejenis lainnya;
  • proposal riset;
  • rencana penggunaan dana tahap pertama dari penerima pendanaan;
  • faktur pajak yang dikhususkan bagi penerima pendanaan yang berstatus Pengusaha Kena Pajak (PKP);
  • Surat Pertanggungjawaban Mutlak (SPTJM) dari penerima pendanaan.

Sedangkan syarat administratif untuk pengajuan pencairan dana tahap kedua maupun untuk perpanjangan waktu pencairan sedikit berbeda. Detailnya bisa membaca buku panduan RIIM Kompetisi. 

Baca selengkapnya: Ketentuan dalam Hibah RIIM Kompetisi Sesuai Pedoman 2026

8. Laporan Kemajuan

Tahap selanjutnya setelah menerima pencairan dana RIIM Kompetisi, tentunya melaksanakan penelitian sesuai dengan proposal yang diusulkan. Kemudian disusul dengan tahap penyusunan laporan kemajuan. 

Sedikit berbeda dengan hibah Kemdiktisiantek, hibah dari BRIN pada skema RIIM Kompetisi meminta laporan kemajuan per bulan. Sehingga setiap bulannya akan ada laporan yang harus disusun dan diajukan ke pihak BRIN. Laporan tersebut diajukan melalui sistem informasi eRispro. 

9. Monitoring dan Evaluasi

Tahap berikutnya dalam penyelenggaraan BRIN RIIM Kompetisi adalah proses monev. Monev sendiri dilakukan oleh 2 pihak, yakni penerima hibah RIIM Kompetisi dan Deputi Fasilitasi Riset BRIN. 

Masing-masing memiliki tahap monev yang berbeda. Berikut contoh tahap monev dari pihak Deputi Fasilitasi Riset BRIN: 

  • menjadwalkan monitoring dan evaluasi berdasarkan data hasil monitoring dan evaluasi internal lembaga yang masuk;
  • kegiatan monitoring dan evaluasi dapat dilakukan secara daring ataupun luring ke lembaga penerima dana;
  • monitoring dan evaluasi dilaksanakan untuk memastikan bahwa capaian target sesuai dengan usulan dalam proposal.

10. Laporan Akhir

Tahap akhir adalah proses penyusunan dan pengajuan laporan akhir. Laporan disusun dan diajukan penerima hibah RIIM Kompetisi. Terdapat 2 jenis laporan, yaitu: 

  • laporan akhir tahun seluruh kegiatan yang disampaikan pada akhir periode kegiatan.
  • laporan rekapitulasi penggunaan dana yang dilengkapi dengan tanda tangan dan cap resmi institusi atau tanda tangan elektronik.

Itulah seluruh tahapan dalam penyelenggaraan BRIN RIIM Kompetisi. Jika masih ada yang sulit dipahami, maka bisa membaca buku panduan. Bisa diunduh melalui https://www.its.ac.id/drpm/wp-content/uploads/sites/71/2026/04/Pedoman-Riset-dan-Inovasi-untuk-Indonesia-Maju.pdf.

Ahmad Aziz

SEO Specialist and Content Editor for Dunia Dosen.

Recent Posts

Strategi Lolos Pendanaan Hibah BRIN RIIM dengan Roadmap Riset Kuat dan Berdaya Saing

Bagaimana agar masuk ke daftar proposal yang lolos seleksi program hibah? Tentunya membutuhkan strategi yang…

1 hour ago

Ketentuan dalam Hibah RIIM Kompetisi Sesuai Pedoman 2026

BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) diketahui rutin menyelenggarakan program hibah penelitian yang bisa diakses…

24 hours ago

7 Syarat Publikasi SINTA Scopus yang Wajib Dosen Ketahui agar Tidak Salah Strategi

Meskipun sulit, publikasi di jurnal terindeks SINTA dan Scopus menjadi kebutuhan dan kewajiban semua dosen…

24 hours ago

Daftar Jurnal Indonesia yang Terindeks Database Web of Science (WoS) 2026

Publikasi di jurnal internasional bereputasi, tentunya tidak hanya pada jurnal yang terindeks Scopus. Akan tetapi…

1 day ago

50 Daftar Jurnal Indonesia Terindeks Scopus Terbaru!

Publikasi di jurnal Scopus menjadi prioritas sebagian besar dosen dan peneliti di Indonesia. Bahkan juga…

6 days ago

Optimalkan Penilaian PDD-UKTPT dengan Ecourse “Rahasia PDD-UKTPT Berkualitas” Panduan Praktis Lolos Penilaian Serdos

Dalam menyusun dokumen PDD-UKTPT, dosen tak hanya perlu mematuhi ketentuan terkait rambu-rambu yang ditetapkan Kemdiktisaintek.…

6 days ago