Para dosen di Indonesia tentunya familiar dengan berbagai tantangan publikasi ilmiah. Tantangan ini tidak hanya menghambat proses publikasi ilmiah tersebut. Namun juga memberikan dampak lebih luas lagi bagi dosen.
Mulai dari penurunan kinerja, resiko sanksi akademik, sampai karir yang berkembang dengan lambat. Tantangan ini tentu tidak bisa diabaikan sebab dampaknya bisa lebih kompleks lagi. Para dosen bisa mengatasi berbagai tantangan tersebut melalui ecourse SINTA Scopus dari Dunia Dosen. Berikut informasinya.
Salah satu bentuk publikasi ilmiah yang sering menjadi prioritas para dosen adalah publikasi di jurnal ilmiah. Khususnya jurnal SINTA dan juga jurnal Scopus. Sayangnya, menembus jurnal yang terindeks SINTA maupun Scopus tidak semudah mengucapkannya. Berikut beberapa tantangan yang sering menghambat dosen:
Dalam mengurus publikasi di jurnal ilmiah, para dosen tentunya perlu memilih jurnal tujuan dengan tepat. Yakni sesuai dengan scope atau cakupan fokus bidang keilmuan yang ditekuni (kepakaran) dosen.
Hanya saja, tidak sedikit dosen di Indonesia yang masih kesulitan dalam memilih jurnal tujuan yang tepat. Hal ini bisa terjadi karena ada banyak faktor. Mulai dari pilihan jurnal yang cukup banyak, kurangnya pengalaman, salah dalam proses identifikasi scope, terjebak jurnal predator, dan lain sebagainya.
Baca juga: Daftar Jurnal Open Access Gratis Terindeks Scopus untuk Dosen dan Peneliti
Dalam publikasi di jurnal ilmiah, dosen juga harus mendedikasikan waktu dan sumber daya lain yang dimiliki. Pasalnya, tidak hanya mencakup proses penulisan artikel ilmiah dan submit ke jurnal tujuan. Namun, masih ada proses panjang harus dihadapi dosen.
Yakni proses peer review, atau tahap pemeriksaan aspek substansi artikel ilmiah yang disubmit oleh pakar di bidangnya. Umumnya pihak pengelola jurnal menugaskan 2 reviewer untuk mereview artikel.
Proses peer review ini tidak bisa dipastikan akan selesai dalam seminggu, sebulan, dan seterusnya. Aktualnya, proses peer review bisa memakan waktu berbulan-bulan. Sehingga dosen pun dituntut untuk mengurus publikasi dengan kesabaran penuh.
Revisi pada artikel ilmiah yang akan dipublikasikan ke jurnal adalah hal lumrah. Bukan hanya karena ada kesalahan, kadang reviewer meminta ada penambahan penjelasan atau detail lain.
Kadang catatan reviewer juga permintaan untuk menghapus suatu data atau bagian tertentu yang dinilai kurang relevan dan sebab lainnya. Hanya saja, revisi dari reviewer bisa cukup banyak sejalan dengan catatan yang sampai belasan atau bahkan puluhan.
Dosen tentunya harus siap mental dan siap menyediakan waktu untuk merevisi manuskrip. Kadang kala juga, revisi tidak hanya sekali melainkan sampai beberapa kali yang tentunya melelahkan bagi dosen.
Baca juga: 10 Strategi Publikasi Jurnal Ilmiah 2026 yang Penting untuk Diterapkan Dosen
Tantangan berikutnya dalam publikasi di jurnal SINTA maupun jurnal Scopus adalah kesulitan meningkatkan kualitas substansi artikel ilmiah. Mencakup metode penelitian, research gap, novelty, sampai aspek perumusan judul dan penyusunan abstrak.
Setiap bagian dari isi artikel ilmiah harus memiliki nilai tambah dan sesuai ketentuan yang ditetapkan pengelola jurnal. Maupun sesuai dengan standar publikasi ilmiah secara umum. Misalnya, metode penelitian harus tepat dan disampaikan sejelas mungkin dalam manuskrip. Kemudian, artikel ilmiah juga menjelaskan research gap dan novelty agar memiliki kekuatan dan kelayakan untuk diterbitkan
Baca juga:
Tantangan lainnya yang sering dihadapi para dosen dalam mengurus publikasi ilmiah adalah kurang dukungan dan pendampingan. Dosen mungkin belum terampil menulis artikel ilmiah untuk jurnal, kesulitan mengakses referensi kredibel yang relevan dengan topik, dan sebagainya.
Sehingga kesuksesan menyusun artikel ilmiah berkualitas dan menembus jurnal SINTA maupun Scopus tidak bisa dikerjakan sendiri oleh dosen. Dosen juga butuh dukungan dari rekan sejawat, kebijakan perguruan tinggi yang menjadi homebase dosen tersebut, dan akses ke pelatihan publikasi jurnal kredibel.
Berbagai tantangan dalam publikasi di jurnal SINTA maupun Scopus tersebut tentunya bukan sekedar muncul di depan mata. Akan tetapi juga memberikan dampak yang besar bagi para dosen. Beberapa dampak tersebut adalah:
Kesulitan untuk menyelesaikan artikel ilmiah, mencari referensi kredibel, revisi yang tertunda, dan sebagainya. Tentunya akan berdampak pada publikasi ilmiah yang tertunda. Awalnya diprediksi dalam 6 bulan sudah terbit, akan tetapi aktual yang terjadi justru butuh waktu lebih lama lagi.
Durasi ini akan terus memanjang jika dosen tidak segera menemukan solusi atas kendala publikasi ilmiah yang dihadapi. Kemudian, dampaknya akan semakin meluas lagi. Misalnya dosen tidak bisa mengklaim publikasi ke pelaporan BKD, dosen menjadi tidak eligible ikut serdos, dan sebagainya.
Baca juga: Pengumuman Jadwal Pelaporan BKD Semester Genap 2025/2026 dan Persiapannya
Tantangan publikasi ilmiah yang tidak segera diatasi, tentunya mengganggu pemenuhan target BKD. Dalam BKD, publikasi artikel ilmiah pada jurnal bisa menjadi bukti pelaksanaan tugas penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat.
Jika publikasi ilmiah tertunda karena revisi atau ditolak oleh jurnal yang ditargetkan. Maka tentunya tidak bisa diklaim dalam pelaporan BKD. Dosen mungkin gagal memenuhi target 12 SKS per semester.
Dampaknya, dosen bisa menerima sanksi karena nilai BKD tidak Memenuhi. Bisa juga dosen gagal eligible menjadi peserta serdos dan tidak eligible mengajukan usulan kenaikan jabatan akademik.
Kendala dalam publikasi ilmiah tidak hanya membuat prosesnya tertunda dan memakan waktu lebih lama. Akan tetapi juga berdampak pada kenaikan jabatan akademik yang lebih lambat dari seharusnya.
Publikasi ilmiah pada jurnal yang tertunda bisa membuat dosen gagal memenuhi ketentuan AK Kumulatif. Sehingga belum bisa mengajukan usulan kenaikan jabatan akademik. Karir akademik dosen pun bisa stagnan di jenjang yang sama pada durasi lebih panjang dari seharusnya (tidak segera naik jenjang).
Baca juga:
Kesuksesan dosen menembus jurnal SINTA dan Scopus, pada akhirnya memberi motivasi untuk meningkatkan produktivitas tri dharma. Sehingga bisa lebih sering mengurus publikasi ilmiah.
Namun, jika justru menghadapi kegagalan dan tantangan dalam proses tersebut. Dosen rentan kehilangan motivasi, karena merasa gagal menyusun artikel ilmiah berkualitas atau merasa mustahil bisa menembus jurnal SINTA atau Scopus.
Dampak lain dari tantangan publikasi ilmiah yang tidak teratasi adalah stres akademik. Dosen bisa mengalami stres karena tertekan manuskrip yang disusun tidak jelas nasibnya.
Dunia Dosen menyelenggarakan program ecourse yang diberi tajuk “SINTA Scopus Mastery: Dari Draft ke Accepted”. Melalui program ini, para peserta dari kalangan dosen akan diberi materi khusus yang mendukung optimasi kualitas artikel ilmiah.
Agar artikel ilmiah lebih bernilai tambah, berdaya saing, dan layak dipertimbangkan oleh editor jurnal, dosen perlu memahami strategi publikasi yang tepat sejak tahap perencanaan. Tidak cukup hanya menulis artikel, dosen juga perlu mampu memilih jurnal yang sesuai, menyusun naskah sesuai standar internasional, serta menonjolkan novelty dan research gap yang kuat.
Melalui ecourse “SINTA Scopus Mastery: Dari Draft ke Accepted”, peserta akan mempelajari strategi publikasi secara sistematis, praktis, dan mudah diterapkan. Materi dirancang untuk membantu dosen meningkatkan kualitas naskah ilmiah agar lebih siap menembus jurnal SINTA maupun Scopus.
Beberapa materi utama yang akan dipelajari meliputi:
Ecourse ini dibimbing oleh Prof. Dr. Rudy Agung Nugroho, S.Si., M.Si., dosen Universitas Mulawarman yang telah menerbitkan lebih dari 100 artikel ilmiah di berbagai jurnal SINTA dan Scopus. Berbekal pengalaman sebagai akademisi, peneliti, dan penerima berbagai hibah nasional hingga internasional, materi yang disampaikan disusun berdasarkan praktik nyata dan kebutuhan dosen dalam publikasi ilmiah.
Untuk mendukung proses belajar, peserta juga akan mendapatkan fasilitas lengkap, seperti:
Dengan biaya terjangkau, yaitu Rp200 ribuan, peserta sudah dapat mengakses seluruh materi dan fasilitas tersebut secara fleksibel. Ecourse ini cocok bagi dosen yang ingin meningkatkan kualitas artikel ilmiah, memperkuat strategi publikasi, dan lebih siap menembus jurnal bereputasi.
Dapatkan materi lengkap up to date, lifetime access,
dipandu narasumber profesional dan berpengalaman, serta bonus eksklusif lainnya sekarang!
Memiliki riwayat publikasi jurnal SINTA 4 tentunya menjadi hal penting bagi semua dosen di Indonesia.…
Kualitas publikasi ilmiah seorang dosen, tentu menjadi gambaran kualitas publikasi dan kinerja tri dharma perguruan…
Mengikuti pelatihan seperti ecourse PDD-UKTPT tentu menjadi langkah yang bisa dipertimbangkan para dosen. Sebab dalam…
Dalam pengembangan karir akademik dosen, tidak hanya fokus memangku jabatan akademik. Akan tetapi juga mewajibkan…
Jadwal pelaporan untuk BKD di semester genap tahun ajaran 2025/2026 sudah resmi diterbitkan Kemdiktisaintek. Para…
Bagaimana agar masuk ke daftar proposal yang lolos seleksi program hibah? Tentunya membutuhkan strategi yang…