Mempelajari bagaimana cara membuat proposal hibah yang kuat atau solid dan kokoh menjadi hal penting. Sebab proposal tersebut memiliki andil besar menentukan dosen bisa meraih hibah penelitian atau tidak. Jadi, bagaimana cara menyusun proposal usulan agar resiko ini bisa dihindari? Berikut informasinya.Â
Daftar Isi
ToggleKesalahan dalam Menyusun Proposal Hibah Penelitian
Secara umum, mayoritas program hibah penelitian melakukan seleksi administrasi dan seleksi substansi. Meski beberapa hibah juga menerapkan seleksi wawancara atau presentasi isi proposal usulan. Berikut beberapa kesalahan yang perlu dipahami dan kemudian diusahakan dihindari:
1. Kesalahan dalam Seleksi Administrasi
Kesalahan pertama berkaitan dengan kriteria penilaian di tahap seleksi administrasi. Seleksi administrasi adalah seleksi yang memperhatikan kesesuaian dan kelengkapan dokumen proposal usulan. Berikut adalah beberapa contoh kesalahan yang membuat proposal usulan gagal di seleksi administrasi:Â
- Dokumen pelengkap pengajuan proposal usulan kurang lengkap atau tidak sesuai ketentuan. Misalnya diminta ada lembar pengesahan, tapi tidak dilampirkan dosen pengusul.
- Format penulisan proposal usulan kurang sesuai ketentuan. Mulai dari kesalahan penentuan jenis dan ukuran font, pengaturan margin pada lembar ketik, jumlah halaman, gaya sitasi, dll.
- Topik penelitian yang diusulkan tidak sesuai dengan topik yang tercakup dalam hibah yang diselenggarakan. Bisa juga topik yang diajukan tidak sesuai cakupan topik pada skema yang dipilih pengusul (hibah yang menyediakan beberapa skema penelitian).
- Kualifikasi pengusul dan tim anggota pengusul tidak sesuai ketentuan. Misalnya, pengusul disyaratkan dosen tetap dengan kepemilikan NUPTK. Namun, dosen pengusul tidak memenuhi syarat administrasi tersebut.
- Jumlah dan komposisi anggota tim penelitian tidak sesuai ketentuan. Pada beberapa hibah, tim pengusul diminta hanya dari kalangan dosen. Ada juga yang mengharuskan kombinasi dosen, mahasiswa, dan praktisi atau peneliti di lembaga penelitian.
- Susunan RAB format tidak sesuai ketentuan dan jumlah anggaran pendanaan yang diajukan melampaui batas maksimal yang disediakan pihak penyelenggara program.
- Proposal usulan terindikasi plagiat. Bisa terindikasi copy paste proposal dosen pengusul lain. Bisa self plagiarism. Misalnya dosen pengusul mengajukan proposal tersebut ke program hibah lain tanpa ada penyesuaian substansi. Sehingga ada indikasi pelanggaran etika.
2. Kesalahan dalam Seleksi Substansi
Selain memperhatikan tata cara membuat proposal hibah yang baik dan punya aspek nilai tambah yang menguatkannya dalam proses seleksi. Dosen pengusul juga perlu menghindari berbagai kesalahan yang membuat proposal gagal di seleksi substansi. Berikut beberapa kesalahan umum dalam seleksi tahap kedua ini:Â
- Penelitian usulan tidak memiliki novelty (kebaruan), sehingga mengulang penelitian terdahulu.
- Rumusan masalah dan tujuan penelitian kurang jelas, tidak fokus, dan tidak relevan.
- Tinjauan pustaka tidak menjelaskan research gap dan bersumber dari referensi yang tidak relevan, mutakhir, dan kredibel.
- Metode penelitian kurang tepat dan desain penelitian kurang jelas (instrumen pengumpulan data, teknik analisis data, dll tidak jelas).
- Target luaran yang ditentukan tidak sesuai ketentuan skema hibah yang dipilih dan bisa juga karena tidak realistis.
- Rencana kegiatan penelitian tidak jelas dan penentuan jadwal maupun durasi penelitian tidak sesuai ketentuan program hibah. Misalnya hibah hanya menerima usulan penelitian mono tahun, tapi dosen mengajukan penelitian multi tahun.
- RAB mencantumkan jenis biaya dan besaran biaya yang tidak sesuai ketentuan.
Baca selengkapnya: Proposal Hibah Gagal? Berikut Daftar Kesalahan Administrasi dan Substansi yang Harus Dihindari
Cara Membuat Proposal Hibah yang Kuat agar Mudah Lolos Seleksi
Memahami bahwa ada banyak sekali bentuk kesalahan dalam menyusun proposal usulan program hibah. Maka tentu menyusunnya harus dilakukan dengan baik dan benar. Berikut beberapa cara membuat proposal hibah yang meningkatkan peluang lolos seleksi:
1. Pastikan Membaca Buku Panduan Hibah Terlebih Dahulu
Dosen pengusul sangat disarankan untuk membaca buku panduan hibah sebelum mulai menyusun proposal usulan. Sebab melalui buku panduan inilah dosen bisa memahami program hibah tersebut.Â
Apakah persyaratannya bisa dipenuhi, topik sesuai bidang kepakaran dosen, format, sistematika proposal, besaran pendanaan, dll. Setiap program hibah dibuka, biasanya ada buku panduan baru. Meski diselenggarakan pihak sama, bukan berarti isi buku panduan tetap sama seperti penyelenggaraan tahun lalu.
2. Menentukan Topik yang Menarik dan Sesuai Ketentuan Hibah
Topik penelitian yang diajukan sebaiknya tidak hanya sesuai kepakaran dan cakupan topik pada program hibah. Namun, topik tersebut memang menarik. Artinya, belum banyak yang meneliti dan mengajukan topik tersebut. Kemudian, topik tersebut memiliki urgensi tinggi dan dampak yang luas.Â
Melakukan riset untuk mengetahui topik apa saja yang tengah menjadi tren, permasalahan yang tengah dihadapi masyarakat atau pemerintah, melakukan kajian pustaka, dan sebagainya sangat dianjurkan. Sehingga topik yang dipilih dipandang menarik dan memiliki nilai tambah di mata asesor.
3. Format dan Sistematika Proposal Sesuai Ketentuan
Jika aspek teknis ini tidak sesuai ketentuan. Maka sebagus apapun aspek substansi pada proposal bisa diabaikan asesor. Sebab, seleksi administrasi dilakukan di awal sebelum seleksi substansi.Â
Jadi, jangan sampai hal ini terjadi. Caranya adalah dengan membaca buku panduan hibah. Kemudian memahami ketentuan format dan sistematika proposal. Jika di buku panduan disediakan template proposal, maka bisa digunakan langsung.
Baca selengkapnya: Format Proposal Program Hibah Penelitian pada Semua Skema
4. Metode Penelitian Jelas dan Tepat
Metode penelitian terdiri dari setidaknya 3 pilihan utama. Yakni metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan metode penelitian campuran (kualitatif sekaligus kuantitatif). Setiap penelitian berpotensi menggunakan semua metode tersebut. Namun, harus ditentukan satu metode saja.Â
Beberapa penelitian lainnya hanya cocok menggunakan salah satu metode penelitian tersebut. Jadi, dosen pengusul harus menentukan metode penelitian dengan jelas dan sesuai dengan karakteristik data maupun pertimbangan lain.
5. Target Luaran Sesuai Ketentuan dan Realistis
Menguatkan proposal hibah penelitian, juga harus memastikan target luaran yang ditetapkan sudah sesuai atau tepat. Pertama, target luaran sesuai ketentuan dari pihak penyelenggara hibah.
Umumnya sudah ditentukan apa saja luaran wajib dan luaran tambahan yang harus dicapai penerima hibah. Kedua, target luaran harus realistis sesuai dengan karakteristik penelitian yang diusulkan. Sekaligus sesuai kapasitas pengusul. Sehingga dipastikan dari awal luaran tersebut bisa dicapai.
6. Menyusun RAB Sesuai Ketentuan
Berikutnya adalah memastikan RAB disusun dengan baik dan benar. Dimulai dari pengajuan dana yang sesuai dengan ketentuan jumlah maksimal dari pihak penyelenggara. Kemudian, menyusun daftar kebutuhan apa saja dalam kegiatan penelitian yang diusulkan.
Terutama biaya-biaya yang memang bisa ditanggung dana hibah. Ketiga, setiap besaran biaya-biaya kebutuhan penelitian disesuaikan dengan Standar Biaya Masukan (SBM), Standar Biaya Keluaran (SBK), atau standar lain yang digunakan penyelenggara hibah.
Baca juga:Â Ketentuan Penggunaan Anggaran Penelitian agar RAB Hibah Sesuai Regulasi
7. Jadwal Penelitian Sesuai dan Realistis
Dalam proposal juga mencakup jadwal kegiatan penelitian yang diusulkan. Pastikan sesuai ketentuan dan realistis. Misalnya, penelitian hanya penelitian multi tahun. Maka jadwal penelitian harus lebih dari satu tahun dan memang demikian, bukan rekayasa agar memenuhi aspek substansi.
Kemudian, jadwal harus realistis. Misalnya pengumpulan data direncanakan selesai dalam sehari. Padahal jumlah sampel lebih banyak, sehingga menjadi tidak realistis. Hal ini wajib dihindari.
8. Memperhatikan Batasan Jumlah Kata pada Proposal
Cara membuat proposal hibah dengan potensi lolos seleksi yang tinggi selanjutnya adalah batasan jumlah kata terpenuhi. Secara umum, proposal usulan dibatasi jumlah kata di setiap bagian oleh penyelenggara hibah.
Tujuannya agar ringkas tapi jelas, sehingga proposal tidak terlalu panjang dan memberi efisiensi dalam penilaian. Jumlah kata dari bagian judul, pendahuluan, dan seterusnya harus dipatuhi. Jika ada lebih sedikit, pastikan tidak sampai 20 kata.
Ketahui juga:Â 4 Program Hibah Riset Internasional yang Dapat Diikuti Dosen
9. Memastikan Gaya Sitasi Sesuai Ketentuan
Gaya sitasi juga harus diperhatikan, yakni sesuai ketentuan format penulisan yang ditetapkan penyelenggara hibah. Setiap penyelenggara menetapkan aya sitasi berbeda-beda. Misalnya hibah dari Kemdiktisaintek, umumnya menggunakan Vancouver Style. Namun, hibah dari penyelenggara lain bisa berbeda.
10. Melakukan Review atau Editing dan Penyuntingan
Berikutnya adalah melakukan review pada proposal yang telah disusun. Bersama tim pengusul bisa saling berbagi tugas untuk melakukan editing dan penyuntingan di seluruh bagian proposal. Sehingga proposal rapi, mudah dipahami, enak dibaca, dan sesuai ketentuan format maupun sistematika.
11. Submit Tepat Waktu dan Sesuai Ketentuan
Cara berikutnya terkait proses pengajuan proposal hibah. Pastikan diajukan tepat waktu, semakin jauh dari tenggat waktu maka semakin baik. Selain itu, pengajuan sesuai prosedur yang ditetapkan penyelenggara.
Melalui beberapa cara membuat proposal hibah tersebut, diharapkan bisa meningkatkan nilai dan urgensi rencana penelitian yang diajukan. Sehingga peluang untuk lolos seleksi dan menerima hibah penelitian lebih tinggi.
Ketahui informasi Hibah BRIN RIIM 2026 disini:Â Ingin Daftar Hibah BRIN RIIM Kompetisi 2026? Ini Syarat dan Mekanismenya
Sumber:
- Aribowo, E. K. (2024). Strategi Sukses Menyusun Proposal Penelitian untuk Hibah Kemdikbudristek ala Prof. Muji. Diakses pada 24 April 2026 dari https://www.erickunto.com/2024/07/strategi-sukses-menyusun-proposal-penelitian-untuk-hibah-kemdikbudristek-ala-prof-muji.html
- Bandi. (2010). Kesalahan-Kesalahan Dalam Proposal dan Pelaporan Hasil Riset dan Tugas Akhir yang Harus Dihindari. Universitas Sebelas Maret. https://bandi.feb.uns.ac.id/wp-content/uploads/2009/08/2010-6-peb-d3-ak-1.pdf
- 6 Alasan Proposal Hibah Tidak Lolos Substantif. (2023). Universitas Nasional. Diakses pada 24 April 2026 dari https://bsdm.unas.ac.id/2023/08/6-alasan-proposal-hibah-tidak-lolos-substantif/
- 9 Tips Menyusun Proposal Hibah Penelitian agar Peluang Lolos Semakin Besar. (n.d). Ruang Akademisi. Diakses pada 24 April 2026 dari https://ruangakademisi.com/tips-menyusun-proposal-hibah-penelitian/
- 14 Alasan Proposal Hibah Penelitian Tidak Lolos Administratif. (n.d). Ruang Akademisi. Diakses pada 24 April 2026 dari https://ruangakademisi.com/proposal-hibah-penelitian-tidak-lolos-administratif/
- Essentials for Writing a Winning Grant Proposal. (2025). Harvard Medical School. Diakses pada 24 April 2026 dari https://learn.hms.harvard.edu/insights/all-insights/essentials-writing-winning-grant-proposal














