Memiliki riwayat publikasi jurnal SINTA 4 tentunya menjadi hal penting bagi semua dosen di Indonesia. Sebab menunjukan bahwa dosen tersebut sudah mampu menembus jurnal kredibel. Hanya saja, masih banyak yang kesulitan untuk menembus jurnal pada peringkat SINTA 4 tersebut. Apa saja penyebabnya? Berikut informasinya.
Daftar Isi
ToggleApa yang Dimaksud dengan Jurnal SINTA 4?
Jurnal SINTA 4 adalah istilah yang digunakan untuk menyebut jurnal nasional yang terindeks di laman SINTA dan berada di peringkat 4 dalam proses akreditasi yang dilakukan ARJUNA (Akreditasi Jurnal Nasional). Hasil penilaian akreditasi akan menentukan peringkat jurnal tersebut di SINTA.
Jurnal ilmiah dikelola sebuah perusahaan penerbit, bisa juga oleh lembaga penelitian maupun lembaga pendidikan seperti suatu perguruan tinggi. Jurnal tersebut harus terakreditasi untuk menjamin dikelola dengan baik dan sesuai standar penyedia layanan publikasi ilmiah.
Baca juga: 6 Perbedaan antara Laman SINTA dan ARJUNA Kemdiktisaintek
Manfaat Publikasi Jurnal SINTA 4 bagi Dosen
Suatu jurnal perlu memenuhi sejumlah indikator penilaian akreditasi dari ARJUNA untuk mendapat peringkat SINTA 4 tersebut. Lalu, apa manfaat publikasi jurnal SINTA 4 bagi dosen? Berikut beberapa diantaranya:
1. Meningkatkan dan Menguatkan Reputasi Akademik Dosen
Dosen yang memiliki rekam jejak publikasi pada jurnal SINTA, tentunya sudah terbukti memiliki publikasi berkualitas. Apalagi jika menembus jurnal SINTA pada peringkat tinggi dan SINTA 4 termasuk di dalamnya. Jadi, dengan riwayat publikasi seperti ini reputasi akademik dosen akan meningkat dan semakin kuat.
2. Meningkatkan Visibilitas dan Dampak Publikasi Dosen
Manfaat berikutnya, riwayat publikasi jurnal SINTA 4 akan meningkatkan visibilitas publikasi yang dimiliki dosen. Sebab termasuk peringkat tengah dan ada banyak akademisi maupun peneliti yang membaca publikasi di peringkat ini. Pada akhirnya, publikasi di jurnal SINTA 4 akan meningkatkan dampak publikasi ilmiah dosen.
Baca juga: Daftar Jurnal Sinta 1 Ekonomi, Manajemen, Pendidikan, Lainnya
3. Optimasi Pemenuhan BKD
Dosen yang sukses menembus jurnal SINTA 4 bisa dengan mudah memenuhi target BKD. Alasannya adalah karena bobot SKS publikasi di jurnal nasional terakreditasi lebih tinggi. Jika mengacu pada Rubrik BKD 2021, dosen bisa mendapatkan 6,25 SKS. Sementara pada jurnal nasional (belum terakreditasi) hanya 2,5 SKS.
4. Akselerasi Pengembangan Karir Akademik
Manfaat berikutnya, riwayat publikasi ilmiah dosen pada SINTA 4 juga bisa mempercepat kenaikan jabatan akademik. Sebab nilai angka kredit dari publikasi jurnal terbilang tinggi. Yakni sebesar 20 poin, dimana lebih tinggi dibanding jurnal SINTA 5 dan SINTA 6 yang hanya 10 poin.
5. Kontribusi Dosen Meningkatkan Kredibilitas Institusi
Kesuksesan dosen menembus editorial jurnal SINTA 4 juga berdampak positif bagi reputasi akademik perguruan tinggi yang menaungi. Sebab termasuk publikasi ilmiah berkualitas yang mendukung optimasi nilai akreditasi, klasterisasi, dan pemeringkatan institusi.
Baca juga: Daftar Jurnal Sinta 3 Pendidikan [Update]
Syarat Publikasi Jurnal SINTA 4
Menunjang kesuksesan dosen untuk mengurus publikasi jurnal SINTA 4. Maka harus memastikan artikel ilmiah yang akan di submit sudah memenuhi persyaratan yang ditetapkan pengelola jurnal SINTA 4.
Meski setiap pengelola jurnal punya kebijakan tersendiri terkait syarat artikel yang akan dipublikasikan. Namun secara umum, syarat agar menembus jurnal SINTA 4 adalah sebagai berikut:
1. Artikel Orisinil dan Belum Pernah Diterbitkan
Syarat yang pertama, artikel ilmiah yang disusun dosen harus orisinil atau karya hasil buah pikiran dosen sendiri. Sekaligus belum pernah diterbitkan sebelumnya. Jika di submit ke jurnal lain, dosen perlu memastikan sudah resmi ditolak untuk menghindari duplicate submission.
2. Format Sesuai Template Pengelola Jurnal
Syarat kedua sistematika sampai gaya penulisan artikel ilmiah harus sesuai dengan format dan template yang ditetapkan jurnal SINTA 4. Jadi, penulisan dilakukan setelah menentukan jurnal tujuan dan membaca author guideline yang disediakan.
3. Relevan dengan Scope Jurnal Tujuan
Syarat berikutnya, artikel ilmiah yang disusun dan di submit oleh dosen relevan dengan scope atau cakupan bidang keilmuan jurnal tersebut. Jadi, dalam memilih jurnal SINTA 4 dosen harus teliti agar scope sesuai dan peluang artikel diterima semakin besar.
4. Similarity Indeks Rendah
Syarat berikutnya, skor similarity indeks artikel ilmiah rendah atau sesuai dengan batas maksimal yang ditetapkan pengelola jurnal SINTA 4. Syarat ini penting untuk dipenuhi agar terhindar dari indikasi plagiarisme.
Baca juga: Daftar Jurnal Sinta 2 Pendidikan [Update]
5. Keterbacaan Baik
Syarat berikutnya, kualitas gaya penulisan pada manuskrip juga terbilang baik. Sehingga selain enak dibaca juga mudah untuk dipahami. Penjelasan seluruh bagian pada artikel bisa dinilai jelas dan dianggap editor layak terbit.
Cara Publikasi Jurnal SINTA 4
Bagi para dosen yang berencana mengurus publikasi jurnal SINTA 4. Tentunya juga perlu memahami bagaimana tata caranya. Secara umum, proses publikasi di jurnal SINTA 4 akan melewati tahapan berikut:
1. Memilih Jurnal SINTA 4 yang Dituju
Tahap pertama adalah memilih jurnal SINTA 4 yang tepat. Memastikan memang masih di peringkat SINTA 4. Kemudian scope juga sesuai dengan fokus bidang pembahasan pada artikel ilmiah yang disusun.
2. Menyusun Artikel Ilmiah Sesuai Template
Tahap berikutnya adalah proses penulisan artikel ilmiah yang sesuai dengan template. Pihak pengelola jurnal biasanya menyiapkan template dan bisa langsung diedit. Jika tidak, maka bisa mengecek ketentuan format dan sistematika di author guideline.
Baca juga: SINTA Score sebagai Indikator Kinerja Penelitian Dosen, Berikut 5 Cara Mengoptimalkannya
3. Submit Artikel ke Jurnal SINTA 4 Tujuan
Tahap berikutnya, setelah artikel ilmiah selesai disusun. Maka tinggal dikirimkan ke pengelola jurnal SINTA 4. Proses submit mengikuti ketentuan atau kebijakan jurnal tersebut.
4. Menunggu Proses Peer Review dan Revisi
Tahap berikutnya adalah menunggu kabar baik diterima oleh editor, berlanjut ke proses peer review oleh 2 reviewer, dan revisi. Para dosen bisa mengikuti proses ini dan memastikan revisi selesai sebelum tenggat waktu agar cepat terpublikasi.
Berapa Kisaran Biaya Publikasi di Jurnal SINTA 4?
Publikasi jurnal SINTA 4 kadang memang tidak ada biaya, alias gratis. Namun, banyak juga jurnal di peringkat SINTA 4 menetapkan biaya publikasi atau APC. Biaya APC ini diberikan kepada para penulis yang naskahnya diterima oleh editor.
Lalu, berapa biayanya? Rata-rata biaya APC untuk jurnal di SINTA 4 Rp2 jutaan sampai Rp6 jutaan per naskah atau manuskrip. Namun, biaya ini kisaran rata-rata. Sehingga para dosen maupun peneliti bisa saja menjumpai biaya di bawah Rp2 jutaan. Maupun di atas Rp6 jutaan.
Kesalahan Umum Dosen dalam Publikasi Jurnal SINTA 4
Ada kalanya artikel ilmiah yang di submit ke jurnal SINTA 4 tidak berakhir sesuai harapan. Sebab pihak editor bisa memutuskan manuskrip yang di submit tidak bisa diterbitkan alias ditolak. Penolakan ini tentunya bukan tanpa alasan.
Berikut adalah beberapa bentuk kesalahan umum yang sering dilakukan dosen sehingga gagal menembus publikasi jurnal SINTA 4:
1. Scope Tidak Sesuai
Kesalahan umum yang pertama, dosen memilih jurnal SINTA 4 yang kurang tepat. Salah satunya karena scope jurnal atau cakupan topik tidak sesuai dengan kebijakan jurnal tersebut. Sehingga tidak bisa dibantu penerbitannya.
2. Penulisan Tidak Sesuai Template
Sesuai penjelasan sebelumnya, setiap jurnal menetapkan ketentuan format dan sistematika penulisan. Satu jurnal dengan jurnal lain, meski sama-sama peringkat SINTA 4 bisa memiliki perbedaan. Maka pastikan mengecek ketentuan penulisan dan menyesuaikan. Jika tidak sesuai, maka sebagai sappaun kualitas artikel yang di submit tetap akan ditolak.
3. Judul Kurang Menarik dan Tidak Relevan
Kesalahan umum berikutnya, judul yang dirumuskan oleh dosen kurang menarik. Sekaligus bisa karena topik yang tercantum pada judul dinilai tidak lagi relevan. Misalnya mengusung topik yang menjadi masalah di masyarakat dan sudah diselesaikan. Sehingga tidak lagi menarik karena termasuk topik usang.
Jadi, selain memperhatikan struktur artikel ilmiah dan gaya penulisan yang baik dan benar. Perumusan judul harus tepat dan topik penelitian juga harus relevan dengan permasalahan di masyarakat. Sehingga dinilai relevan, urgensinya tinggi, dan tentunya dianggap layak segera terbit.
4. Tidak Ada Research Gap dan Novelty
Penelitian dengan topik yang sudah pernah diteliti, tentunya harus memiliki perbedaan dengan penelitian terdahulu. Perbedaan ini ditegaskan melalui research gap dan novelty yang dipaparkan di manuskrip artikel ilmiah. Sayangnya, banyak yang belum mencantumkan kedua unsur ini sehingga gagal diterima jurnal SINTA 4.
Baca juga: Mengenal 9 Jenis Research Gap dan Cara Menemukannya
5. Metode Penelitian Tidak Jelas
Metode penelitian harus bisa dijelaskan dengan baik. Sehingga editor dan reviewer bisa mengetahui proses atau tahapan penelitian tersebut. Meskipun jurnal SINTA 4 bukan peringkat tertinggi, akan tetapi tata kelola dari publisher sudah baik.
Sekaligus sudah mampu melakukan editorial sampai peer review dengan ketat sesuai standar publikasi jurnal ilmiah. Maka tidak heran, banyak dosen dan peneliti yang gagal menembus jurnal SINTA 4.
Baca juga: State of The Art dalam Penelitian dan 3 Cara Menentukannya














