Menyusun strategi publikasi jurnal bagi dosen pemula adalah hal penting. Strategi ini sebaiknya sudah mulai disiapkan dosen pemula sejak awal merintis karir akademik. Sebab, menekuni profesi dosen akan sangat akrab dengan publikasi di jurnal ilmiah.
Bahkan, riwayat publikasi ilmiah di berbagai jurnal kredibel memiliki dampak signifikan bagi kinerja sampai karir akademik dosen. Hanya saja, dosen pemula sering salah strategi sehingga riwayat publikasi di jurnal ilmiah tidak optimal. Lalu, strategi seperti apa yang sebaiknya diterapkan? Berikut informasinya.
Arti Penting Publikasi Jurnal Ilmiah bagi Dosen Pemula
Sebelum membahas apa saja strategi publikasi jurnal bagi dosen pemula. Maka perlu memahami arti penting dari publikasi tersebut. Publikasi pada jurnal ilmiah menjadi kebutuhan sekaligus kewajiban semua dosen di Indonesia. Berikut beberapa alasannya:
1. Bagian dari Kewajiban Akademik Dosen
Publikasi ilmiah melekat pada profesi dosen di Indonesia. Sebab dosen wajib menjalankan tri dharma dan berkaitan dengan publikasi ilmiah. Mulai dari tugas pendidikan dengan kewajiban publikasi buku ajar. Kemudian, tugas penelitian dengan publikasi buku monograf, referensi, prosiding, dan jurnal ilmiah.
Disusul kewajiban pengabdian kepada masyarakat yang juga menghasilkan luaran wajib berbentuk publikasi ilmiah (prosiding, jurnal, dan buku ilmiah). Jadi, dosen pemula perlu mengurus publikasi jurnal sejak awal sebagai bukti profesional karena sudah menjalankan kewajibannya sebagai dosen.
2. Pengembangan Karir Akademik Dosen
Dosen di Indonesia juga memiliki kebutuhan dan kewajiban mengembangkan karir akademik lewat jabatan fungsional (jabatan akademik). Jadi, karir akademik dosen adalah pada pengembangan jenjang jabatan akademik bukan jabatan struktural.
Dosen yang bertanggung jawab adalah dosen yang memangku jabatan fungsional tersebut. Terdapat sejumlah syarat yang harus dipenuhi agar jenjang jabatan terus berkembang. Mencakup syarat administratif, syarat khusus dan syarat khusus tambahan. Syarat khusus disini adalah riwayat publikasi di jurnal ilmiah.
Baca juga: Jangan Keliru! Inilah Perbedaan Jabatan Fungsional dan Struktural Dosen
3. Meningkatkan Visibilitas dan Dampak Penelitian Dosen
Publikasi ilmiah di jurnal, prosiding, dan buku ilmiah adalah bagian dari pelaksanaan kewajiban dosen untuk menyebarluaskan hasil penelitian yang telah dilakukan. Selain menunaikan kewajiban akademik tersebut. Sekaligus membuka potensi dan meningkatkan visibilitas hasil penelitian.
Supaya diketahui masyarakat luas, dibaca, dan dimanfaatkan sesuai kebutuhan. Hal ini penting agar penelitian yang dilakukan dosen bukan sekedar rutinitas akademik. Akan tetapi memang berdampak atau bermanfaat nyata bagi banyak pihak.
4. Sarana Membangun Reputasi Akademik
Arti penting berikutnya dari strategi publikasi jurnal bagi dosen pemula adalah karena riwayat publikasi tersebut bagian dari reputasi akademik dosen. Dosen dengan rekam jejak atau riwayat publikasi ilmiah rutin membuktikan dosen punya kinerja akademik baik.
5. Membantu Mengakses Program yang Ditujukan untuk Dosen
Aktif menjalankan tri dharma, membuat dosen memiliki riwayat publikasi ilmiah yang banyak dan beragam. Riwayat ini menjadi portofolio dosen tersebut.
Misalnya program beasiswa, program hibah penelitian, hibah pengabdian kepada masyarakat, dan lain sebagainya. Sebab asesor akan mengecek kinerja akademik dosen lewat riwayat publikasi ilmiahnya. Semakin banyak program yang diraih dosen, semakin menunjang kinerja akademik dosen itu sendiri.
Alur Proses atau Tahapan Publikasi di Jurnal Ilmiah
Bagian penting dari menyusun strategi publikasi jurnal bagi dosen pemula, adalah memahami betul alur prosesnya bagaimana. Sebab ada tahapan panjang dan memiliki durasi tidak sebentar dalam proses publikasi ke jurnal ilmiah. Berikut detail seluruh tahapannya:
1. Melaksanakan dan Menyelesaikan Kegiatan Penelitian
Tahap pertama, tentu saja melaksanakan dan menyelesaikan kegiatan penelitian. Sebab publikasi di jurnal ilmiah dan bentuk lainnya adalah untuk menyebarluaskan hasil penelitian tersebut. Jika penelitian belum selesai dan belum ada hasil yang bisa dipublikasikan. Maka tentu tidak bisa mengurus publikasi ke suatu jurnal.
2. Mencari dan Memilih Jurnal Tujuan
Setelah penelitian selesai dilakukan, tahap kedua adalah mencari dan memilih jurnal tujuan. Bagi dosen pemula, jurnal yang dituju bisa jurnal nasional dulu dan pastikan terakreditasi.
Baru kemudian menargetkan jurnal internasional lalu jurnal internasional bereputasi dan pastikan memenuhi kriteria untuk masuk laporan BKD dan memenuhi syarat khusus jabatan akademik dosen. Jurnal yang dipilih sebaiknya memenuhi beberapa kriteria berikut:
- Scope sesuai di bidang keilmuan yang ditekuni dosen.
- Memastikan jurnal kredibel, publikasinya berkala dan melalui proses peer review.
- Informasi terkait panduan bagi penulis mudah diakses.
- Biaya publikasinya masih sesuai dengan anggaran yang tersedia.
- dan pertimbangan penting lainnya.
3. Menyusun Artikel Ilmiah sesuai Format Jurnal Tujuan
Setelah menentukan jurnal tujuan, selanjutnya cek format artikel di dalam panduan untuk penulis seperti apa. Kemudian mulai susun artikel ilmiah sesuai format tersebut.
4. Submit Artikel
Setelah artikel ilmiah selesai disusun, maka silahkan submit atau dikirim ke pengelola jurnal. Selain mengirimkan artikel, biasanya juga diminta melampirkan sejumlah dokumen.
5. Mengikuti Proses Revisi
Setelah submit selesai dilakukan, umumnya akan mulai memasuki proses internal jurnal tersebut. Misalnya diperiksa dulu oleh editor untuk menentukan artikel sesuai dengan jurnal dan layak masuk ke tahap berikutnya atau tidak.
Kemudian setelah dinyatakan diterima, maka akan masuk ke tahap peer review yang dilakukan minimal 2 orang pakar di bidangnya. Reviewer atau mitra bestari biasanya akan memberi sejumlah catatan.
Strategi Sukses Mengurus Publikasi Jurnal Ilmiah bagi Dosen Pemula
Publikasi di jurnal ilmiah tidak bisa dikatakan mudah dilakukan. Selain harus memastikan artikel ilmiah yang di submit punya mutu baik. Dosen juga harus telaten menghadapi seluruh tahapannya, terutama peer review yang lama dan bisa memberi catatan panjang untuk revisi.
Berikut beberapa strategi publikasi jurnal bagi dosen pemula:
1. Memastikan Penelitian Punya Kebaruan (Novelty)
Strategi yang pertama, tentu saja perlu memastikan sudah menjalankan penelitian dengan kebaruan. Sehingga menunjukan penelitian tersebut tidak mengulang penelitian terdahulu. Sekaligus mampu memberi kontribusi baru dalam iptek.
Kebaruan dalam penelitian akan lebih mudah didapatkan dosen jika merumuskan State of The Art (SOTA). Dalam proses SOTA, dosen akan merangkum perkembangan penelitian pada topik yang diangkat. Sekaligus menganalisis research gap dan diakhiri dengan menentukan kebaruan.
2. Teliti saat Menentukan Jurnal Tujuan
Jurnal yang dituju sebaiknya memang tepat. Mulai dari kesesuaian dengan bidang keilmuan dan scope. Kemudian juga dipastikan kredibel sekaligus memenuhi kriteria untuk dijadikan pemenuhan syarat khusus kenaikan jabatan akademik dosen.
Sebab riwayat publikasi ilmiah di jurnal, baik jurnal nasional maupun internasional tentu diharapkan bisa menunjang karir akademik dosen. Maka dari awal perlu dipastikan sudah memenuhi kriteria syarat khusus.
Baca selengkapnya syarat khusus kenaikan jabatan akademik dosen pada artikel berikut: Syarat Khusus dan Kriterianya untuk Kenaikan Jabatan Akademik Dosen Sesuai Kepmendiktisaintek No 39/KEP/2026
3. Mengikuti Pelatihan Menyusun Artikel Jurnal Ilmiah
Kendalam dalam penyusunan artikel jurnal ilmiah dapat diminamilisir dengan mengikuti pelatihan. Misalnya ikut serta program pelatihan menyusun artikel jurnal ilmiah.
Termasuk mengakses program hibah untuk publikasi di jurnal nasional maupun internasional dari pemerintah. Semakin sering ikut pelatihan, semakin mudah meningkatkan kualitas artikel. Sehingga memperbesar peluang diterima jurnal SINTA dan Scopus.
Untuk itu, jika publikasi Anda masih sulit untuk dapat lolos jurnal SINTA dan Scopus, pelajari strateginya melalui E-Course Strategi Publikasi Sukses Tembus Jurnal SINTA & Scopus dari Dunia Dosen.
Dipandu oleh Prof. Rudy Agung Nugroho, S.Si., M.Si., Ph.D., pelajari strategi publikasi ilmiah yang tepat dan pahami strategi publikasi karya ilmiah yang efektif!
4. Melakukan Kolaborasi dalam Publikasi Ilmiah
Strategi publikasi jurnal bagi dosen pemula berikutnya adalah berkolaborasi. Kolaborasi bisa dalam penelitian, akan tetapi untuk penelitian dasar tentu lumayan sulit. Maka bisa dialihkan ke kolaborasi dalam publikasi ilmiah.
Misalnya kolaborasi dengan dosen senior, Profesor dari satu fakultas atau pintas perguruan tinggi, dll. Bisa berperan sebagai sesama penulis. Bisa juga Profesor yang diajak berkolaborasi menjadi penulis korespondensi. Sehingga dengan kolaborasi ini, potensi punya publikasi di jurnal SINTA sampai Scopus terbuka lebih lebar.
Baca juga: 6 Cara Mendapatkan Kolaborator Publikasi
5. Memanfaatkan Teknologi dengan Bijak dan Beretika
Strategi berikutnya adalah tidak anti terhadap teknologi. Namun membuka diri untuk memanfaatkan dengan bijak dan penuh etika. Misalnya memanfaatkan teknologi AI untuk menunjang penelitian, penyusunan artikel jurnal, dan tahap lainnya. Namun, pastikan penggunaannya sesuai standar etika yang berlaku.
Baca juga: 20 AI untuk Membantu Penelitian
6. Memanfaatkan Bantuan Profesional
Strategi lain yang bisa diterapkan adalah memanfaatkan bantuan profesional. Mulai dari sharing dengan dosen lebih senior, baik secara gratis maupun berbayar lewat program khusus seperti pelatihan. Kemudian jika kemampuan writing bahasa Inggris masih jelek, bisa menggunakan jasa penerjemah profesional.
Kesalahan Umum Publikasi Jurnal Ilmiah yang Harus Dihindari
Selain menerapkan strategi publikasi jurnal bagi dosen pemula yang benar-benar tepat. Dosen pemula juga perlu memahami hal-hal penting berkaitan publikasi jurnal tersebut. Misalnya menghindari berbagai kesalahan yang sering dilakukan dosen pemula. Berikut beberapa diantaranya:
- Menyusun artikel ilmiah sebelum memilih jurnal tujuan, sebab ada resiko bekerja dua kali karena harus menyusun ulang artikel yang tidak sesuai format jurnal tujuan.
- Penelitian tidak memiliki kebaruan dan mempengaruhi kualitas artikel ilmiah yang disusun.
- Menggunakan referensi yang tidak memenuhi standar (tidak relevan, tidak mutakhir, dan tidak valid).
- Bagian-bagian di dalam artikel ilmiah kurang optimal. Misalnya abstrak, pendahuluan, dan bagian lain yang tidak jelas.
- Kualitas tulisan kurang optimal, misalnya masih banyak kesalahan grammar dan kesalahan lainnya yang berkaitan.
Ikut dalam kegiatan pelatihan menulis artikel untuk jurnal ilmiah dan disiplin menyusun (praktek langsung) adalah jalan terbaik. Sehingga bisa menunjang penerapan strategi publikasi jurnal bagi dosen pemula.
Sumber:
- Rizki, M. (2025). Strategi Publikasi Jurnal untuk Dosen Pemula. Diakses pada 13 Maret 2026 dari https://blog.arbain.co.id/strategi-publikasi-jurnal-untuk-dosen-pemula/
- Publica Scientific Solution. [@publica.scientific]. (2025, Sept 4). Proses menerbitkan naskah di jurnal nasional ternyata… [Foto]. Instagram. https://www.instagram.com/p/DOLbwqoiSVq/
- Universitas Medan Area. (2025). Kesalahan Umum Saat Menulis untuk Publikasi Jurnal Ilmiah dan Cara Menghindarinya. Diakses pada 13 Maret 2026 dari https://bpjiid.uma.ac.id/2025/06/12/kesalahan-umum-saat-menulis-untuk-publikasi-jurnal-ilmiah-dan-cara-menghindarinya/
- Aribowo, E. K. (2021). Meminta LoA pada Saat Status Artikel in-review. Diakses pada 13 Maret 2026 dari https://www.erickunto.com/2020/12/meminta-loa-letter-of-acceptance-pada.html
- Ruang Akademisi. (n.d). Strategi Publikasi Jurnal Ilmiah Internasional Bereputasi untuk Dosen Pemula. Diakses pada 13 Maret 2026 dari https://ruangakademisi.com/strategi-publikasi-jurnal-ilmiah-internasional/














