Publikasi dalam bentuk jurnal menjadi salah satu kiat menyebarluaskan hasil penelitian. Sekaligus menjadi bentuk kontribusi dosen dalam mengembangkan iptek. Maupun ikut menyediakan referensi ilmiah kredibel. Namun, seperti apa tata cara penulisannya? Berikut informasinya.
Daftar Isi
ToggleApa Itu Artikel Jurnal Ilmiah?
Artikel jurnal ilmiah sendiri adalah salah satu jenis karya tulis ilmiah yang berisi hasil penelitian maupun hasil kajian pustaka yang disusun sistematis sesuai kaidah metodologi ilmiah dan diterbitkan di sebuah jurnal ilmiah.
Artikel ilmiah analoginya seperti naskah buku. Sedangkan jurnal adalah penerbit buku. Jadi, jurnal adalah media penerbitan yang fokus membantu penerbitan artikel ilmiah. Ciri khas lainnya, adalah proses penerbitan melewati tahap peer review oleh 2 pakar di bidangnya atau lebih.
Struktur Umum Artikel Jurnal Ilmiah
Artikel jurnal ilmiah termasuk dalam kategori karya tulis ilmiah, sehingga terikat oleh aturan struktur penulisan. Struktur penulisan jurnal pada umumnya adalah memakai IMRaD. Sehingga mencakup Introduction (Pendahuluan), Methods (Metode), Results (Hasil), dan Discussion (Diskusi).
Hanya saja struktur ini menjadi struktur inti dalam artikel ilmiah. Secara keseluruhan, struktur artikel jurnal ilmiah adalah sebagai berikut:
1. Judul Artikel Ilmiah
Bagian pertama dalam struktur umum artikel jurnal ilmiah, tentunya judul. Judul artikel jurnal harus dibuat singkat dan jelas. Mencakup topik penelitian dan lokasi penelitian tersebut dilakukan.
Baca juga: Aturan dan Cara Membuat Judul Jurnal Scopus
2. Abstrak dan Kata Kunci
Abstrak adalah bagian dari artikel jurnal ilmiah yang berisi rangkuman kegiatan penelitian. Mulai dari penjelasan tentang topik, metode penelitian yang digunakan, hasil penelitian, dan sebagainya yang disajikan secara ringkas.
Sedangkan kata kunci adalah setiap kata yang menggambarkan inti pembahasan artikel ilmiah. Kata kunci terletak di bagian bawah abstrak. Bentuknya kata tunggal sampai frasa, bukan kalimat dan jumlahnya antara 3-5 kata kunci.
Baca selengkapnya: Tata Cara Penulisan Abstrak Jurnal yang Benar dan Efektif
3. Pendahuluan
Pendahuluan adalah bagian dari artikel jurnal ilmiah yang menjadi pembuka inti atau isi artikel. Isinya menjelaskan latar belakang pemilihan topik, rumusan masalah, batasan masalah, dan tujuan maupun manfaat penelitian yang dilakukan.
Baca selengkapnya: Cara Membuat Pendahuluan Artikel Jurnal Ilmiah dengan Efektif dan Efisien
4. Metode Penelitian
Metode penelitian (metodologi penelitian) adalah bagian dari artikel ilmiah jurnal yang menjelaskan metode dalam penelitian. Isinya menjelaskan metode penelitian (kualitatif, kuantitatif, atau gabungan keduanya), instrumen pengumpulan data, teknik analisis data, dan sampel atau lokasi penelitian.
5. Hasil Penelitian
Hasil penelitian bagian dari artikel jurnal ilmiah yang berisi seluruh data yang diolah atau didapatkan dalam kegiatan penelitian. Data disajikan apa adanya sesuai dengan ketentuan dan etika publikasi ilmiah.
6. Pembahasan Hasil Penelitian
Pembahasan hasil penelitian adalah bagian dari artikel jurnal yang membahas hasil penelitian yang dipaparkan di bagian hasil penelitian. Pada bagian ini akan dibahas hasil penelitiannya bagaimana dan apa.
Sehingga pembaca memahami hasil atau data penelitian yang dicantumkan di bagian sebelumnya artinya apa. Kemudian diikuti penjelasan mengenai kaitan hasil penelitian dengan rumusan masalah dan tujuan penelitian.
Baca juga: Format Penulisan Artikel Jurnal Terindeks SINTA
7. Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan adalah bagian dari artikel jurnal ilmiah yang menjelaskan kesimpulan dari hasil penelitian yang telah dilakukan. Sementara saran adalah bagian dari artikel jurnal yang berisi rekomendasi pada penelitian selanjutnya.
8. Daftar Pustaka
Daftar pustaka adalah bagian dari struktur artikel jurnal ilmiah yang berisi daftar seluruh referensi yang digunakan untuk menunjang penelitian dan penyusunan proposal, laporan, maupun artikel jurnal sebagai luaran penelitian tersebut.
Baca juga: Pedoman Penulisan Daftar Pustaka Jika Sumber dari Prosiding dalam Berbagai Gaya Sitasi
Pentingnya Dosen Menulis dan Menerbitkan Artikel Jurnal Ilmiah
Setelah memahami apa itu artikel jurnal dan struktur umumnya seperti apa. Dosen tentunya perlu memahami arti pentingnya rutin menerbitkan artikel jurnal ilmiah. Sehingga penulisan jurnal menjadi agenda tetap selama masa pengabdian. Adapun arti penting yang dimaksud, adalah sebagai berikut:
1. Bagian dari Menjalankan Kewajiban Tri Dharma
Publikasi di dalam jurnal ilmiah menjadi bentuk tanggung jawab dan sikap profesional dosen. Sebab menjadi bagian dari pelaksanaan tri dharma. Baik dalam tugas penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat.
2. Menyebarluaskan Hasil Kegiatan Tri Dharma
Publikasi di jurnal ilmiah juga bagian dari penyebarluasan kegiatan tri dharma. Hasil penelitian dan kegiatan pengabdian wajib disebarluaskan oleh dosen. Salah satunya dalam bentuk jurnal ilmiah.
3. Mengembangkan Karir Akademik Dosen
Publikasi di jurnal ilmiah membantu dosen mendapatkan tambahan poin angka kredit. Publikasi hasil penelitian menambah poin AK Prestasi. Sementara publikasi jurnal hasil pengabdian menambah poin AK Konversi. Sehingga membantu dosen memenuhi AK Kumulatif untuk naik jenjang jabatan akademik berikutnya.
Baca juga: Cara Memenuhi Angka Kredit Dosen melalui Publikasi Buku Referensi dan Monograf
4. Membangun Reputasi Akademik
Secara keilmuan, publikasi berbentuk jurnal lebih diakui kredibilitasnya. Dosen dengan riwayat publikasi jurnal tentunya memiliki bukti kinerja akademik baik dan berkualitas. Sehingga menguatkan reputasinya.
Tata Cara Menulis Artikel Jurnal Ilmiah
Lalu, bagaimana tata cara penulisan jurnal ilmiah? Secara umum, artikel jurnal ilmiah bisa berisi hasil penelitian dan kajian pustaka. Pada artikel berisi hasil penelitian, maka diawali dari melaksanakan penelitian sampai tuntas. Dilanjut menyusun laporan penelitian dan artikel jurnal ilmiah. Secara lebih rinci, berikut seluruh tahapannya:
1. Menentukan Target Jurnal Tujuan
Tahap yang pertama adalah menentukan jurnal tujuan. Jadi, setelah penelitian selesai dilakukan dan laporan penelitian sudah selesai disusun. Maka dosen bisa mencari jurnal yang tepat. Sesuai scope dari artikel ilmiah yang disusun.
2. Menyusun Kerangka Artikel Sesuai Format dan Struktur
Tahap berikutnya adalah menyusun kerangka artikel jurnal ilmiah. Kerangka ini disesuaikan dengan ketentuan format dan struktur penulisan dari jurnal tujuan. Masing-masing jurnal menyediakan buku panduan, silahkan dibaca agar format dan struktur dijamin tepat.
3. Mulai Proses Penulisan Jurnal
Tahap ketiga adalah mulai proses penulisan jurnal tersebut. Sesuai dengan susunan di dalam kerangka yang disusun sebelumnya. Para dosen pada tahap ini mungkin butuh referensi tambahan. Sehingga penjelasan, terutama pada bagian hasil dan pembahasan bisa lebih rinci.
4. Editing dan Penyuntingan
Setelah artikel jurnal selesai disusun, maka tahap berikutnya adalah proses editing dan penyuntingan. Tahap ini dilakukan mandiri dulu oleh dosen untuk mengoreksi kesalahan sederhana dan teknis. Jika memungkinkan bisa meminta bantuan rekan sejawat untuk membantu mendapat hasil review yang lebih objektif.
5. Submit dan Proses Publikasi di Jurnal Tujuan
Tahap akhir, adalah submit ke jurnal tujuan. Dosen pada tahap ini tinggal menunggu respon dari editor jurnal. Baik terkait kabar artikel masuk ke tahap peer review, ditolak, revisi, dan sebagainya sampai status terbit.
Kesalahan Umum dalam Penulisan Artikel Jurnal Ilmiah
Dalam penulisan jurnal, tentunya tidak lepas dari berbagai kendala dan kesalahan. Beberapa kesalahan bahkan menjadi kesalahan umum. Artinya, sering dilakukan oleh para dosen. Apa saja? Berikut detailnya:
1. Format Tidak Menyesuaikan Kebijakan Jurnal Tujuan
Kesalahan umum yang pertama, format dan struktur artikel tidak sesuai dengan ketentuan pengelola jurnal. Kesalahan ini umumnya dilakukan dosen pemula. Sebab belum terbiasa mengurus publikasi di jurnal dan menganggap format dan struktur pasti sama semua.
2. Referensi Hanya Dicari Sekali
Mencari dan menggunakan data di dalam publikasi ilmiah lain (referensi) menjadi tahapan yang berjalan dari awal sampai akhir penulisan jurnal. Jadi tidak hanya dilakukan sekali di awal penulisan.
Sebab saat mengembangkan bagian per bagian artikel, kebutuhan referensi tambahan sangat mungkin terjadi. Jika mengandalkan referensi yang dicari di awal penulisan saja. Maka dikhawatirkan kurang menunjang substansi artikel jurnal. Bisa kurang lengkap, kurang detail, dll.
3. Kesalahan dalam Memilih Referensi
Referensi yang digunakan dosen juga bisa keliru atau salah. Misalnya tidak relevan dengan topik, bukan terbitan terbaru, dan tidak kredibel. Jadi, kesalahan ini harus dihindari karena akan mempengaruhi kredibilitas substansi dan dosen itu sendiri selaku penulis.
4. Penyusunan Judul Kurang Tepat
Kesalahan umum lainnya adalah pada penyusunan judul. Judul artikel jurnal harus ringkas, jangan sampai terlalu panjang. Sekaligus mampu merepresentasikan isi artikel jurnal tersebut. Maka minimal mencantumkan topik dan lokasi penelitian dilakukan dimana.
5. Bagian-Bagian pada Artikel Jurnal Kurang Tepat
Kesalahan umum berikutnya dalam penulisan jurnal adalah penyusunan setiap bagian artikel jurnal kurang tepat. Mulai dari abstrak yang tidak merangkum isi artikel jurnal, pendahuluan yang tidak menjelaskan latar belakang pemilihan topik, dan sebagainya. Membaca buku panduan penting untuk menghindari kesalahan ini.
6. Struktur Kalimat dan Bahasa Masih Kurang
Secara umum, gaya bahasa artikel jurnal adalah formal dan menggunakan sejumlah istilah ilmiah sesuai bidang keilmuan artikel tersebut. Selain itu, menggunakan ragam kata baku, sesuai EYD, dan jika dalam bahasa Inggris maka grammar harus tepat, dan struktur susunan kalimat pada semua paragraf sistematis serta logis.
7. Terjadi Pelanggaran Etika
Kesalahan umum lainnya yang sering dilakukan dosen dalam penulisan artikel jurnal adalah terjadi pelanggaran etika publikasi. Mulai dari mencantumkan data yang tidak valid (falsifikasi, fabrikasi, dan sebagainya). Sampai pada tindakan plagiarisme, baik yang disengaja maupun tidak disengaja.
Baca juga: 9 Kesalahan Dosen dalam Melakukan Penulisan Jurnal dan Tips Menghindarinya
Kendala dan melakukan kesalahan dalam proses penulisan jurnal memang hal lumrah. Hanya saja, semua dosen tentu berharap bisa menghindari semua kendala dan kesalahan tersebut.
Sebagai langkah lanjutan, Anda juga bisa memperdalam pemahaman melalui e-course Dunia Dosen berjudul “Rahasia Roadmap Riset: Jurus Jitu Hindari Publikasi Tanpa Arah”. Materi ini membahas secara praktis bagaimana menyusun roadmap riset yang terarah, sekaligus membantu Anda menulis artikel jurnal yang sesuai dengan ketentuan jurnal tujuan.
Sumber:
- Regita, N. (2026). 5 Alasan Mengapa Dosen Wajib Meneliti dan Menulis di Jurnal Ilmiah. Diakses pada 20 April 2026 dari https://suteki.co.id/5-alasan-mengapa-dosen-wajib-meneliti-dan-menulis-di-jurnal-ilmiah/
- Tarmizi, D. (2025). Kesalahan Penulisan Artikel Ilmiah & Cara Menghindarinya. Diakses pada 20 April 2026 dari https://indrainstitute.id/kesalahan-penulisan-artikel-ilmiah-cara-menghindarinya/
- Jatmiko, W., Santoso, H. B., Purbarani, S. C., Syulistyo, A. R., Purnomo, D. M. J., Firmansyah, D. et al. (2017). Panduan Penulisan Artikel Ilmiah. Universitas Indonesia. https://ppm.telkomuniversity.ac.id/wp-content/uploads/2019/02/Buku20Penulisan20Artikel20Ilmiah.pdf














