Jangan Sampai Terlewat! Daftar Program Hibah Penelitian Tahun 2026 Ini Wajib Diikuti Dosen!

program-hibah-penelitian-2026
Jangan Sampai Terlewat! Daftar Program Hibah Penelitian Tahun 2026 Ini Wajib Diikuti Dosen!

Dosen tentunya perlu memahami bahwa program hibah tidak hanya disediakan oleh Kemdiktisaintek. Ada banyak pihak yang secara rutin menggelar program hibah tersebut. Baik yang sifatnya masih nasional maupun internasional. Lalu, di tahun 2026 ada hibah apa saja? Berikut informasinya. 

Jenis-Jenis Hibah Penelitian untuk Dosen 

Setiap tahun ada banyak sekali program hibah penelitian yang dibuka pendaftarannya. Ada yang sifatnya regional (lokal), nasional, dan bahkan internasional. Jika dilihat dari skala pendanaan maka jenis hibah terbagi dalam 3 jenis tersebut. Berikut detail penjelasannya: 

1. Hibah Penelitian Regional (Lokal) 

Jenis hibah yang pertama adalah yang skala pendanaannya bersifat regional (lokal). Artinya, pendanaan bersifat per daerah atau per wilayah dan hibah ini diselenggarakan oleh pemerintah daerah (pemda), pemerintah kota (pemkot), maupun BUMD dan yayasan atau organisasi kedaerahan.  

Contohnya adalah pemprov (pemerintah provinsi) DKI Jakarta. Yakni melalui portal e-Hibah yang bisa diakses melalui tautan berikut https://ehibah.jakarta.go.id/. Hanya saja dosen tidak bisa mengajukan hibah atas nama pribadi, melainkan atas nama perguruan tinggi. 

2. Hibah Penelitian Nasional 

Jenis program hibah penelitian berikutnya adalah hibah nasional dimana program ini biasanya diselenggarakan oleh pemerintah melalui sejumlah kementerian. Artinya program pendanaan penelitian sudah bersifat nasional. Terbuka untuk dosen dan peneliti dari berbagai wilayah di Indonesia yang memenuhi syarat dan ketentuan. 

3. Hibah Penelitian Internasional 

Jenis hibah penelitian berikutnya adalah yang skala pendanaannya internasional. Sehingga program hibah tersebut bisa diakses dosen maupun peneliti dari berbagai negara di dunia. Tentunya yang juga memenuhi persyaratan yang ditetapkan penyelenggara. 

Hibah internasional ini bisa diselenggarakan oleh pemerintah negara lain melalui sejumlah kementerian dan lembaga penelitian (seperti BRIN jika di Indonesia), perguruan tinggi di negara lain, sampai perusahaan dan yayasan atau organisasi  kelolaan pihak swasta dari berbagai negara. 

Dapatkan informasi lengkapnya: 4 Program Hibah Riset Internasional yang Dapat Diikuti Dosen

Daftar Program Hibah Penelitian Tahun 2026

Jika disebutkan satu per satu program hibah penelitian yang resmi dibuka di tahun 2026. Maka tentunya akan membentuk daftar yang sangat panjang. Sebagai rekomendasi, berikut beberapa program hibah yang bisa diakses dosen Indonesia: 

1. Program Riset Konsorsium Unggulan Berdampak 2026

Program hibah pertama yang dibuka di tahun 2026 adalah hibah RIKUB dari Kemdiktisaintek. Sesuai dengan namanya, program ini untuk pengusul dalam bentuk konsorsium. 

Yakni kolaborasi beberapa tim peneliti dari sejumlah perguruan tinggi. Pada tahun 2026, hibah ini mewajibkan juga pengusul untuk berkolaborasi dengan mitra DUDI. Mencakup mitra dari usaha mikro, kecil, menengah sampai dengan korporasi, BUMN/BUMD, pemerintah atau legislatif, LSM, dll. 

2. Program Kosabangsa 

Kosabangsa merupakan hibah atau pendanaan penelitian untuk mengembangkan dan menerapkan teknologi dari perguruan tinggi ke masyarakat secara langsung. Program ini diharapkan bisa dijalankan di daerah rawan bencana dan daerah yang masuk ke dalam kategori 3T. 

Program Kosabangsa juga menjadi hibah rutin tahunan. Setiap tahun, Kemdiktisaintek membuka pendaftarannya. Tahun 2026, perkiraan program ini kembali dibuka pada akhir April sampai pertengahan Mei 2026.

3. Program Mahasiswa Berdampak 2026 Batch 2

Melalui program ini, Kemdiktisaintek mendorong perguruan tinggi untuk ikut berkontribusi dalam mengatasi dampak bencana. Tahun 2026, diberi tajuk Program Mahasiswa Berdampak Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemulihan Dampak Bencana Sumatera Tahun 2026. 

Penerima hibah ini diprioritaskan untuk perguruan tinggi di provinsi Sumatera. Disediakan pendanaan untuk implementasi teknologi dari perguruan tinggi dalam mengatasi dampak bencana dan memulihkan daerah terdampak bencana. Pembukaan pendaftaran batch 2 diprediksi di awal Mei 2026. 

4. RIIM Kolaborasi InternasionaL E-Asia Joint Research Programme

BRIN juga rutin menyelenggarakan program hibah penelitian yang bisa diakses dosen di seluruh Indonesia. Salah satunya lewat program RIIM Kolaborasi InternasionaL E-Asia Joint Research Programme. 

Sesuai dengan namanya, program hibah ini mendukung penelitian kolaborasi tingkat internasional. Yakni dosen dan peneliti di kawasan Asia. BRIN juga menyediakan skema RIIM Kolaborasi jenis lainnya. Informasi detailnya bisa mengunjungi laman pendanaan BRIN di https://pendanaan-risnov.brin.go.id/pendanaan. 

5. RIIM Kompetisi 2026

Khusus untuk dosen yang ingin meneliti tanpa berkolaborasi, atau penelitian individu. Maka skema RIIM Kompetisi dari BRIN bisa diutamakan. RIIM Kompetisi juga termasuk hibah penelitian yang diselenggarakan BRIN. Tahun 2026, pendaftaran dibuat dalam skema per batch (gelombang). Batch kedua akan segera diumumkan BRIN.

Baca disini: Ingin Daftar Hibah BRIN RIIM Kompetisi 2026? Ini Syarat dan Mekanismenya

6. MSCA Doctoral Networks 2026

Hibah berikutnya adalah hibah berskala internasional, yakni MSCA Doctoral Networks 2026. Hibah ini diselenggarakan oleh European Commission. Hibah internasional ini bisa diakses dosen yang ingin melakukan penelitian berbentuk konsorsium dan bertaraf internasional. 

Dosen harus membentuk tim penelitian dan bekerjasama dengan tim peneliti lain yang berbasis di negara Eropa maupun luar benua Eropa. Pendaftarannya masih dibuka sampai 24 November 2026. Informasi detailnya bisa mengunjungi tautan berikut https://marie-sklodowska-curie-actions.ec.europa.eu/funding/msca-doctoral-networks-2026. 

7. Welcome Early Career Awards

Program hibah ini ditujukan khusus untuk dosen dan peneliti pemula. Sehingga tidak harus membentuk konsorsium dan bisa mengajukan usulan penelitian mandiri (bukan kolaborasi). Pendanaan yang disediakan erbilang besar dan mendukung penelitian dengan durasi maksimal 5 tahun. 

Pendaftarannya juga masih dibuka, yakni sampai 21 Juli 2026 mendatang. Dosen yang tertarik bisa mulai menyiapkan proposal usulan. Detail informasi programnya bisa mengunjungi tautan berikut https://www2.fundsforngos.org/research/call-for-entries-wellcome-early-career-awards/. 

8. Fogarty Emerging Global Leader Award (K43) 

Program hibah berikutnya adalah Fogarty Emerging Global Leader Award (K43). Program ini juga masuk kategori program hibah berskala internasional. Pengusul bisa dari kalangan dosen dan peneliti dari Indonesia yang berkolaborasi dengan peneliti dari Amerika Serikat. 

Topik penelitian berkaitan dengan biomedis dan isu kesehatan tingkat global. Penelitian yang diusulkan harus multi tahun, minimal 3 tahun dan maksimal di 5 tahun. Informasi lebih rinci bisa ke https://www.fic.nih.gov/Programs/Pages/emerging-global-leader.aspx. 

Baca juga: 6 Sumber Pendanaan Penelitian Dosen yang Wajib Diketahui

Apa Saja yang Perlu Disiapkan Dosen untuk Mendaftar Hibah Penelitian? 

Program hibah biasanya diselenggarakan secara kompetitif dan ada prosedur pendaftaran dengan pengajuan proposal usulan. Lalu, apa saja yang harus disiapkan dosen untuk menunjang kelancaran pengajuan proposal usulan tersebut? Berikut beberapa diantaranya: 

1. Membaca Buku Panduan Program Hibah 

Hal pertama untuk disiapkan adalah mencari buku panduan program hibah yang dituju. Beberapa hibah internasional oleh penyelenggara tidak disediakan buku panduan. Namun, seluruh informasi terkait hibah dipaparkan rinci di website resmi lengkap dengan portal pendaftaran. 

Jika penyelenggara menyediakan buku panduan, maka wajib meluangkan waktu membacanya. Sehingga memahami apakah hibah tersebut sesuai kualifikasi, topik sesuai bidang keilmuan dosen, bagaimana format dan sistematika proposal usulannya, dll. Sehingga semua bisa disiapkan dengan baik jauh-jauh hari. 

2. Menyiapkan Tim Pengusul atau Tim Penelitian 

Persiapan kedua, membentuk tim peneliti yang akan menjadi tim pengusul. Jika program hibah mewajibkan kolaborasi eksternal, misalnya dengan mitra industri. Maka perlu mencari mitra yang memenuhi persyaratan. Pastikan ketua pengusul, tim pengusul, dan mitra benar-benar sesuai ketentuan hibah yang dituju. 

3. Menyusun Proposal Usulan yang Sesuai 

Hal ketiga yang perlu disiapkan dalam menyambut program hibah penelitian yang resmi dibuka pendaftarannya adalah proposal usulan. Pastikan disusun sesuai ketentuan dalam buku panduan atau pemaparan di website resmi penyelenggara. Kemudian dikirimkan sesuai ketentuan prosedur dan sebelum tenggat waktu. 

Baca selengkapnya: Ingin Lolos Hibah? Ini 11 Cara Membuat Proposal Hibah Penelitian Supaya Lebih Kuat

4. Dokumen Kelengkapan Administrasi 

Hal berikutnya yang harus disiapkan adalah seluruh dokumen yang diminta penyelenggara untuk dilampirkan bersamaan dengan proposal usulan. Biasanya masing-masing penyelenggara meminta tambahan dokumen tertentu, sahkan diikuti. Contohnya seperti CV pengusul, surat pernyataan dari mitra, dll. 

Melalui persiapan yang matang dan penyusunan proposal usulan dengan kualitas baik dan bernilai tambah. Maka peluang lolos seleksi dan menjadi penerima hibah penelitian semakin tinggi. Jadi usahakan rutin mencari informasi program hibah. Misalnya di portal BIMA, website resmi sejumlah perguruan tinggi, website Bappeda, dll. 

Strategi Tembus Hibah Berawal dari Roadmap yang Jelas

Banyak dosen merasa peluang lolos hibah penelitian tahun 2026 sangat kecil karena persaingan yang ketat. Padahal, perbedaan utama dosen yang selalu didanai bukan pada keberuntungan, melainkan pada persiapan strategi yang matang. Tanpa arah riset yang terukur, ide cemerlang Anda berisiko gagal mendapatkan pendanaan.

Kabar baiknya, Anda juga bisa sukses! Kuncinya adalah mempersiapkan roadmap riset untuk meningkatkan peluang lolos hibah. Ikuti E-Course Roadmap Riset Tembus Hibah & Luaran Kompetitif dari Dunia Dosen sebagai panduan strategis agar riset Anda lebih berdaya saing.

Daftar sekarang di sini: Roadmap Riset Tembus Hibah & Luaran Kompetitif

Sumber:
  1. A Comprehensive Guide to Grant Applications for Science Researchers. (2025). Conduct Science. Diakses pada 29 April 2026 dari https://conductscience.com/a-comprehensive-guide-to-grant-applications-for-science-researchers
  2. Dunia Dosen. [@duniadosencom]. (2026, Apr 13). Nggak didanai Hibah BIMA? Ini bisa jadi solusinya… [Foto]. Instagram. https://www.instagram.com/p/DXEaewxjem3/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA%3D%3D&img_index=1 
  3. Dunia Dosen. [@duniadosencom]. (2026, Apr 23). Update Hibah Dosen 2026! Ada Kemdikti x BRIN!… [Foto]. Instagram. https://www.instagram.com/p/DXd6-wvDaFo/?img_index=1&igsh=MTdkamtzOWxqMDBoaA%3D%3D

More Posts

Kelas E-Course

Ebook Gratis

Tag Populer