Berdasarkan model pengelolaan, jurnal ilmiah terbagi dalam 2 kategori. Yatu jurnal Open Access (OA) dan jurnal Close Access. Jurnal yang tidak membebankan biaya langganan ke pembaca adalah jurnal OA. Begitu sebaliknya.Â
Jika jurnal OA menguntungkan pembaca karena tidak dibebani biaya langganan. Maka tentunya meningkatkan visibilitas artikel ilmiah yang terbit pada jurnal tersebut. Lalu, adakah manfaat lain jika publikasi di jurnal Scopus gratis dan modelnya OA? Berikut informasinya.
Apa Itu Jurnal Open Access (OA)?
Jurnal open access adalah jurnal ilmiah yang memberikan akses secara gratis terhadap seluruh artikel ilmiah yang diterbitkan kepada pembaca. Sehingga pembaca tidak perlu membayar biaya langganan atau biaya akses. Namun, karena sifat akses terbuka ini maka biaya dibebankan kepada penulis. Sehingga ada biaya APC saat mempublikasikan artikel ilmiah di jurnal tersebut.Â
Meskipun begitu, ada juga jurnal akses terbuka yang tidak membebankan APC. Biasanya karena dikelola secara nonprofit. Baik oleh lembaga pemerintah, perguruan tinggi, organisasi atau yayasan nonprofit, dan sebagainya.
Perbedaan Jurnal Close Access dan Jurnal OA
Memahami keberadaan jurnal Scopus gratis dengan model pengelolaan akses terbuka dan tertutup. Maka para dosen dan mahasiswa yang berencana engurus publikasi ilmiah, perlu mengenal kedua model ini secara mendalam. Berikut detail penjelasannya:Â
1. Akses ke Pembaca
Jurnal dengan akses terbuka memberikan akses gratis kepada pembaca. Sehingga setiap artikel ilmiah yang diterbitkan bisa dibaca langsung tanpa ada biaya akses atau biaya langganan. Bahkan file artikel bisa diunduh gratis oleh pembaca.
Sementara itu, pada jurnal akses tertutup biasanya menetapkan biaya langganan. Sehingga akses terbatas, yakni hana kepada pembaca yang bisa dan bersedia membayar biaya akses tersebut.
Babaca juga artikel berikut: 50 Daftar Jurnal Indonesia Terindeks Scopus Terbaru!
2. Biaya Publikasi ke Penulis
Biaya APC antara satu jurnal dengan jurnal lain berbeda-beda. Sebab dipengaruhi oleh kebijakan internal pengelola jurnal tersebut dan pertimbangan atau faktor lainnya. Namun, kebanyakan jurnal akses terbuka dengan reputasi atau peringkat tinggi biaya APC lebih mahal.Â
Pada jurnal akses tertutup, biasanya tidak ada APC. Sebab keuntungan atau sumber pemasukan pengelola jurnal didapatkan dari biaya akses yang dibayarkan oleh pembaca. Inilah alasan jurnal kategori ini tetap banyak dipertimbangkan, karena bisa menghemat biaya publikasi ilmiah.
Selama jurnal tersebut kredibel dan bukan jurnal predator. Maka publikasi di dalamnya tetap diakui dan tetap bisa diakses pembaca. Khususnya masyarakat ilmiah yang biasanya disediakan akses gratis oleh perguruan tinggi atau lembaga penelitian yang menaungi.
Baca selengkapnya disini: Mengenal Apa Itu State of The Art (SOTA) dan Arti Pentingnya dalam PenelitianÂ
3. Visibilitas dan Jangkauan Pembaca
Perbedaan berikutnya adalah pada aspek visibilitas dan dampaknya pada jangkauan pembaca. Model jurnal yang dikelola secara terbuka cenderung menjadikan artikel di dalamnya punya visibilitas tinggi. Secara umum, semakin mudah dan murah aksesnya, semakin luas jangkauan pembacanya.Â
Sedangkan pada jurnal akses tertutup, karena pembaca perlu membayar biaya akses sebelum membaca isinya. Maka cenderung menjadi alternatif bagi pembaca, bukan prioritas. Sehingga jumlah pembaca cenderung lebih sedikit dibanding jurnal akses terbuka.
4. Distribusi dan Potensi Dampak
Perbedaan berikutnya adalah pada distribusi dan potensi dampak. Dalam jurnal akses terbuka yang memiliki potensi dijangkau pembaca luas. Maka potensi publikasi tersebut berdampak lebih besar dibanding jurnal akses tertutup.
Distribusinya juga lebih mudah dan cepat. Sebab banyak jurnal akses terbuka memberi fasilitas unduh gratis ke pembaca. Sehingga dari satu pembaca ke pembaca lain bisa dengan mudah bertukar atau membagikan file tersebut.
Baca juga artikel berikut: Analisis Jurnal untuk Penelitian Dosen Tidak Sulit Asal Sistematis, Begini TahapannyaÂ
Manfaat Publikasi Ilmiah di Jurnal OA
Dosen, mahasiswa, dan peneliti yang memiliki riwayat publikasi di jurnal Scopus gratis dengan model akses terbuka. Tentunya bisa mendapatkan sejumlah manfaat atau keuntungan. Sebab memudahkan pembaca mengakses artikel ilmiah yang disusun. Adapun beberapa manfaat atau keuntungan tersebut antara lain:
1. Visibilitas dan Dampak Lebih Tinggi
Visibilitas tinggi bisa meningkatkan potensi dampak dari publikasi ilmiah tersebut. Sebab para pembaca bisa menjadikannya referensi, mengutip data di dalamnya, menjadikannya pegangan dalam kegiatan pendidikan, dan lain sebagainya.
Visibilitas dan dampak yang tinggi dari publikasi ilmiah tentunya hal penting bagi akademisi dan peneliti. Pada dosen misalnya, dampak yang diukur dari jumlah sitasi bisa berdampak positif pada SINTA Score dan IF. Sehingga menunjang akses ke program hibah, kolaborasi penelitian, dll.
Baca juga artikel berikut: Manfaat Publikasi dan Update Daftar Jurnal SINTA 2 Bidang Pendidikan 2026Â
2. Jangkauan Pembaca Lebih Luas hingga Tingkat Global
Jurnal dengan model akses terbuka bisa dijangkau banyak pembaca dan tanpa hambatan geografis. Inilah sebabnya jurnal akses terbuka memungkinkan diterapkan pada jurnal internasional. Sebab bisa mendukung masyarakat ilmiah di seluruh dunia mengakses jurnal tersebut.
Jangkauan pembaca di tingkat global ini tentunya memberi keuntungan berupa potensi dampak yang lebih nyata dan dalam skala lebih besar. Tak hanya itu, dosen atau peneliti juga lebih mudah dikenal publik atau masyarakat ilmiah tingkat global. Sehingga membuka potensi kolaborasi di masa mendatang, khususnya kolaborasi dalam penelitian.Â
Baca juga artikel berikut: Manfaat, Tahapan Publikasi, dan Update Daftar Jurnal Pendidikan SINTA 3 Tahun 2026
3. Cenderung Lebih Mudah Masuk Indeksasi
Jurnal dengan model pengelolaan akses terbuka juga cenderung lebih mudah masuk di database indeksasi jurnal. Misalnya lebih mudah dan cepat terdata di Google Scholar, kemudian Scopus, DOAJ, dan lain sebagainya.
Indeksasi yang lebih cepat ini tentunya menguntungkan penulis artikel ilmiah. Sebab bisa langsung diklaim dalam laporan kinerja, misalnya pelaporan BKD oleh kalangan dosen. Kemudian, bisa langsung mempengaruhi SINTA Score, Impact Factor (IF), dan sebagainya.
4. Lebih Mudah dalam Menguatkan Reputasi Akademik
Publikasi ilmiah pada jurnal akses terbuka maupun tertutup sama-sama berdampak positif pada reputasi akademik dosen. Hanya saja, akses terbuka cenderung lebih cepat efeknya.
Hal ini dapat terjadi karena publikasi yang dimiliki dengan mudah diakses banyak pembaca, masuk indeksasi, dan isi artikel segera dimanfaatkan. Penulis artikel ilmiah tersebut kemudian dikenal dengan cepat oleh pembaca.
Sehingga diketahui kepakarannya, kualitas publikasi ilmiahnya, dan sebagainya. Hal ini tentunya efektif menguatkan reputasi akademik penulis tersebut. Reputasi ini tentu penting karena bisa menunjang kolaborasi, akses lebih banyak kesempatan akademik, akses ke hibah penelitian, dan sebagainya.
5. Mendukung Transparansi Ilmu Pengetahuan
Secara mendasar, ilmu pengetahuan adalah hak semua orang. Sehingga sepatutnya ilmu pengetahuan bisa diakses dengan mudah dan murah serta kapan saja oleh semua orang tersebut.
Kondisi ini disebut dengan transparansi ilmu pengetahuan. Sehingga aksesnya terbuka untuk siapa saja, bukan untuk kalangan tertentu atau terbatas. Publikasi di jurnal akses terbuka mendukung transparansi tersebut.
Oleh sebab itu, banyak dosen maupun peneliti yang mempertimbangkan jurnal akses terbuka dengan maksud tersebut. Sebab idealnya ilmu pengetahuan memang diakses siapa saja, apapun latar belakang dan status sosialnya.
Baca artikel berikut: 13 AI untuk Review Jurnal, Cari Referensi Publikasi Makin Mudah!
Rekomendasi Jurnal OA Gratis yang Terindeks Scopus Berdasarkan Bidang Keilmuan
Bagi akademisi maupun peneliti yang menargetkan publikasi di jurnal Scopus gratis dan bersifat akses terbuka. Berikut beberapa rekomendasi jurnal yang bisa dipertimbangkan:
| Subject Area | Nama Jurnal | Pengelola / Penerbit | Website |
| Accounting | Journal of Indonesian Economy and Business | Gadjah Mada University | https://jurnal.ugm.ac.id/v3/jieb/ |
| Advanced and Specialized Nursing | Jurnal Ners | Faculty of Nursing, Universitas Airlangga | https://e-journal.unair.ac.id/JNERS |
| Jurnal Keperawatan Indonesia | Faculty of Nursing of Universitas Indonesia | https://jki.ui.ac.id/index.php/jki | |
| Aging | Althea Medical Journal | Universitas Padjadjaran | https://journal.fk.unpad.ac.id/index.php/amj |
| Agricultural and Biological Sciences | Agraris | Department of Agribusiness, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta | https://journal.umy.ac.id/index.php/ag/index |
| Caraka Tani: Journal of Sustainable Agriculture | Sebelas Maret University | https://jurnal.uns.ac.id/carakatani/ | |
| Makara Journal of Science | Universitas Indonesia | https://scholarhub.ui.ac.id/science/ | |
| HAYATI Journal of Biosciences | Institut Pertanian Bogor | https://journal.ipb.ac.id/index.php/hayati | |
| Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan | Pusat Penelitian Lingkungan Hidup – Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Institut Pertanian Bogor (PPLH-LPPM IPB) | https://journal.ipb.ac.id/index.php/jpsl | |
| Journal of Tropical Biodiversity and Biotechnology | Universitas Gadjah Mada, Faculty of Biology | https://jurnal.ugm.ac.id/jtbb | |
| Indonesian Journal of Biotechnology | Universitas Gadjah Mada, Research Center for Biotechnology | https://journal.ugm.ac.id/ijbiotech | |
| International Journal on Advanced Science, Engineering and Information Technology | Insight Society | http://ijaseit.insightsociety.org/ | |
| Biotropia | Seameo Biotrop | https://journal.biotrop.org/index.php/biotropia | |
| Buletin Peternakan | Gadjah Mada University | https://journal.ugm.ac.id/buletinpeternakan | |
| Jurnal Entomologi Indonesia | IPB University Faculty of Agriculture | https://jurnal.pei-pusat.org/index.php/jei | |
| Agronomy and Crop Science | Sains Tanah | Sebelas Maret University | https://jurnal.uns.ac.id/tanah |
| Journal of Tropical Plant Pests and Diseases | University of Lampung Faculty of Agriculture | https://jhpttropika.fp.unila.ac.id/index.php/jhpttropika/issue/view/51 | |
| Agrivita | Agriculture Faculty Brawijaya University | https://agrivita.ub.ac.id/index.php/agrivita | |
| Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia | IPB University Department of Aquatic Product Technology | https://journal.ipb.ac.id/index.php/jphpi | |
| Analytical Chemistry | Jurnal Kimia Valensi | State Islamic University Syarif Hidayatullah Jakarta, Faculty of Science and Technology, Department of Chemistry | https://journal.uinjkt.ac.id/index.php/valensi |
| Animal Science and Zoology | Biodiversitas | Biology department, Sebelas Maret University Surakarta | https://biodiversitas.mipa.uns.ac.id/ |
| Tropical Animal Science Journal | Bogor Agricultural University | https://journal.ipb.ac.id/index.php/tasj | |
| Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan | Faculty of Fisheries and Marine Universitas Airlangga | https://e-journal.unair.ac.id/JIPK | |
| Journal of the Indonesian Tropical Animal Agriculture | Diponegoro University | https://ejournal.undip.ac.id/index.php/jitaa | |
| Kukila | WCS – Indonesia | http://kukila.org/index.php/KKL/index | |
| Anthropology | Wacana | Faculty of Humanities, University of Indonesia | https://scholarhub.ui.ac.id/wacana/ |
| Applied Mathematics | Electronic Journal of Graph Theory and Applications | Indonesian Combinatorics Society | https://www.ejgta.org/index.php/ejgta/index |
| Communication in Biomathematical Sciences | Indonesian Biomathematical Society | https://journals.itb.ac.id/index.php/cbms/index | |
| Barekeng | Universitas Pattimura | https://ojs3.unpatti.ac.id/index.php/barekeng/index | |
| Applied Microbiology and Biotechnology | Universitas Gadjah Mada, Faculty of Biology | https://jurnal.ugm.ac.id/jtbb | |
| Applied Psychology | Psikohumaniora | State Islamic University Walisongo Semarang Faculty of Psychology and Health | https://journal.walisongo.ac.id/index.php/Psikohumaniora |
| Indonesian Journal of Occupational Safety and Health | Airlangga University Faculty of Public Health | https://e-journal.unair.ac.id/ijosh | |
| Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia | Syarif Hidayatullah State Islamic University (UIN) Jakarta | https://journal.uinjkt.ac.id/index.php/jp3i | |
| Aquatic Science | Ilmu Kelautan: Indonesian Journal of Marine Sciences | Diponegoro University | https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ijms |
| Squalen Bulletin of Marine and Fisheries Postharvest and Biotechnology | Research and Development Center for Marine and Fisheries Product Processing and Biotechnology | http://www.bbp4b.litbang.kkp.go.id/squalen-bulletin/index.php/squalen | |
| Indonesian Aquaculture Journal | Center for Fisheries Research | http://ejournal-balitbang.kkp.go.id/index.php/iaj | |
| Architecture | Interiority | Faculty of Engineering, Universitas Indonesia | https://interiority.eng.ui.ac.id/index.php/journal |
| ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur | Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Katolik Widya Mandira | https://journal.unwira.ac.id/index.php/ARTEKS/index |
sumber:
- Apa Itu Jurnal Open Access dalam Publikasi Ilmiah? (2025). Indonesian Scientific Publication. Diakses pada 23 September 2026 dari https://idscipub.com/id/apa-itu-jurnal-open-access-dalam-publikasi-ilmiah/
- Perbedaan Jurnal Open Access dan Non-Open Access Sebelum Publikasi. (2026). Indonesian Scientific Publication. Diakses pada 23 September 2026 dari https://idscipub.com/id/perbedaan-jurnal-open-access-dan-non-open-access/
- Mau Tahu Apa Itu Open Access dan Closed Access? Ini Rekomendasi Tips Memilih Skema Publikasi Jurnal untuk Mahasiswa. (2026). Ma’soem University. Diakses pada 23 September 2026 dari https://masoemuniversity.ac.id/artikel/mau-tahu-apa-itu-open-access-dan-closed-access-ini-rekomendasi-tips-memilih-skema-publikasi-jurnal-untuk-mahasiswa/














