Hasil riset (penelitian) dosen tentunya wajib disebarluaskan, yakni dalam bentuk publikasi ilmiah. Salah satu jenis publikasi hasil penelitian yang sering diprioritaskan dosen adalah di jurnal ilmiah. Baik itu di jurnal nasional, maupun jurnal internasional.
Hanya saja, publikasi hasil riset dosen di jurnal tidak selalu mudah. Selain kesulitan menembus editorial yang ketat, juga ada banyak sekali kendala yang dihadapi dosen. Daftar E-Course SINTA Scopus tentunya bisa dipertimbangkan untuk mengasah keterampilan publikasi di jurnal kredibel dan bereputasi.
Pentingnya Hasil Riset Dipublikasikan ke Jurnal Ilmiah
Daftar E-Course SINTA Scopus yang diselenggarakan Dunia Dosen, bisa membantu memahami strategi publikasi hasil riset ke jurnal ilmiah. Publikasi di jurnal ilmiah memang bukan hal yang mudah, hanya saja tetap harus diprioritaskan oleh dosen. Berikut beberapa alasannya:
1. Luaran Wajib Paling Umum dalam Penelitian Dosen
Jika diperhatikan, dalam program hibah penelitian dari internal perguruan tinggi. Kemudian juga hibah penelitian dari Kemdiktisaintek, BRIN, dll. Publikasi ilmiah di jurnal nasional dan internasional sering menjadi luaran wajib.
Hal ini tentu menunjukan arti pentingnya hasil riset dosen disebarluaskan ke jurnal ilmiah. Sehingga ditetapkan sebagai luaran wajib. Jadi, dosen di Indonesia harus memahami betul bagaimana strategi menyebarluaskan hasil riset ke jurnal ilmiah. Khususnya pada jurnal terindeks SINTA, Scopus, maupun WoS.
Baca juga artikel berikut: 50 Daftar Jurnal Indonesia Terindeks Scopus Terbaru!
2. Memiliki Bobot SKS dan Poin Angka Kredit Tinggi
Publikasi hasil riset dosen di jurnal ilmiah juga membantu mengoptimalkan kinerja akademik. Sekaligus membantu proses pengembangan karir akademik dosen melalui kenaikan jenjang jabatan akademik.
Disebut demikian, karena bobot SKS untuk publikasi ilmiah pada jurnal terbilang tinggi. Khususnya pada jurnal nasional dengan peringkat SINTA yang tinggi. Begitu juga dengan jurnal Scopus dan WoS, semakin tinggi peringkatnya maka semakin besar pula bobot SKS-nya.
Hal ini juga berlaku dalam penilaian angka kredit. Publikasi di jurnal SINTA maupun Scopus dan WoS diketahui punya bobot angka kredit tinggi. Pada jurnal Scopus peringkat Q1 misalnya, bobot nilainya mencapai 40 poin angka kredit.
Baca juga artikel berikut: Daftar Jurnal Indonesia yang Terindeks Database Web of Science (WoS) 2026
3. Membuka Kesempatan Kolaborasi
Publikasi hasil riset ke berbagai jurnal SINTA dan Scopus, membantu dosen terhubung dengan mahasiswa, dosen, maupun peneliti profesional. Sehingga membantu dosen punya jaringan peneliti yang lebih luas. Sekaligus membuka peluang kolaborasi.
Meski publikasi ilmiah lain juga membantu dosen terhubung dengan akademisi dan peneliti lain. Namun, akademisi dan peneliti termasuk masyarakat ilmiah. Kebanyakan dari mereka mencari mitra kolaborasi melalui riwayat publikasi jurnal maupun prosiding. Sehingga potensi kolaborasi lebih tinggi.
4. Visibilitas dan Dampak Hasil Riset Lebih Optimal
Publikasi hasil riset ke jurnal ilmiah cenderung lebih mudah diketahui akademisi dan peneliti lain. Sebab mereka menjadi target utama pembaca publikasi ilmiah dalam bentuk ini.
Sehingga mereka akan lebih cepat memanfaatkan hasil penelitian terkini untuk mendorong penelitian sampai publikasi ilmiah yang akan dilakukan. Jadi, visibilitas maupun dampak publikasi hasil riset dalam bentuk jurnal cenderung lebih tinggi.
Mengapa Dosen Masih Mengalami Kendala dalam Publikasi Ilmiah?
Sebagai salah satu bentuk publikasi ilmiah dengan kredibilitas paling tinggi karena ada proses review dari 2 pakar di bidangnya. Tentunya bisa dipahami juga ketatnya proses editorial.
Sehingga banyak dosen di Indonesia yang masih menghadapi kendala untuk publikasi di jurnal SINTA maupun jurnal Scopus. Inilah alasan kenapa daftar E-Course SINTA Scopus bisa dipertimbangkan para dosen. Adapun berbagai kendala dan tantangan yang menghambat langkah dosen punya publikasi hasil riset di jurnal, antara lain:
1. Keterbatasan Pendanaan
Masalah pendanaan menjadi masalah yang tentunya membatasi ruang gerak dosen dalam meneliti dan menyebarluaskannya ke publikasi ilmiah. Terlebih ketika menargetkan publikasi hasil riset ke jurnal SINTA dan Scopus. Sebab biaya APC tinggi. Tanpa dukungan pendanaan yang memadai, maka publikasi ini lebih sulit.
Baca selengkapnya pada artikel berikut: Biaya APC dalam Jurnal dan Cara Mencarinya di Website
2. Keterbatasan Fasilitas Penelitian
Kualitas naskah atau manuskrip artikel ilmiah tentunya butuh juga fasilitas penelitian dan penulisan yang memadai. Sehingga tidak cukup hanya mengandalkan keterampilan menulis dosen yang mumpuni.
Akses ke fasilitas penelitian, database jurnal kredibel, dll juga harus memadai. Sayangnya, masih banyak dosen di Indonesia yang terkendala di aspek ini. Sehingga meningkatkan kesulitan untuk menyusun artikel ilmiah berkualitas yang bisa menembus editorial jurnal yang super ketat.
3. Kurangnya Keterampilan Menulis Artikel Ilmiah
Keterampilan dosen dalam menyusun artikel ilmiah juga mempengaruhi kualitas manuskrip. Perumusan judul, abstrak, penentuan keyword, dan sebagainya. Tentunya harus baik, benar, dan punya nilai tambah. Sehingga dinilai editor dan mitra bestari untuk segera diterbitkan.
Sayangnya tidak sedikit dosen di Indonesia yang keterampilannya masih terbatas. Sehingga kesulitan menembus editorial jurnal karena ada lebih banyak manuskrip lain yang dipandang lebih siap terbit.
Baca artikel berikut: Bagaimana Aturan Penulisan Jurnal Ilmiah Agar Mudah Diterima?
4. Kurang Memahami Cara Memilih Jurnal Tujuan
Memilih jurnal untuk publikasi hasil riset dosen tentunya tidak bisa sembarangan. Harus sesuai dengan scope jurnal dan bidang keilmuan dosen sendiri. Sayangnya tidak sedikit dosen yang masih kebingungan dalam menentukan jurnal target.
Belajar dari Ahlinya untuk Publikasi Hasil Riset di Jurnal SINTA Scopus
Publikasi hasil riset di jurnal SINTA maupun Scopus memiliki tantangan tersendiri, mulai dari penyusunan artikel hingga proses menuju accepted. Karena itu, dosen perlu memahami strategi publikasi yang tepat dari praktisi berpengalaman.
Melalui E-Course “SINTA Scopus Mastery: Dari Draft ke Accepted, Rahasia Publish Jurnal Bereputasi”, peserta akan mempelajari strategi publikasi ilmiah langsung dari akademisi senior dengan pengalaman panjang mengelola publikasi di jurnal kredibel.
Materi disampaikan oleh Prof. Dr. Rudy Agung Nugroho, S.Si., M.Si., Ph.D., Guru Besar Fisiologi Hewan Universitas Mulawarman yang memiliki pengalaman publikasi lebih dari 70 artikel terindeks Scopus, 200+ karya ilmiah di Google Scholar, serta pengalaman memperoleh berbagai hibah riset nasional dan internasional.
Melalui pengalaman tersebut, peserta akan mendapatkan insight praktis dalam menyusun strategi riset, meningkatkan kualitas artikel, hingga memahami proses publikasi menuju jurnal bereputasi.
Tersedia Materi E-Course yang Dirancang Sistematis dan Komprehensif
Para dosen yang telah daftar E-Course SINTA Scopus, tentunya akan mendapatkan materi menyeluruh. Materi disusun dan akan disampaikan Rudy Agung Nugroho selaku narasumber. Materi dibuat terperinci, disusun dan disampaikan sistematis, serta dibuat komprehensif. Berikut rinciannya:
1. Navigasi Strategis Tren Publikasi Ilmiah
Pada materi ini, akan menjelaskan secara rinci mengenai strategi analisis dan identifikasi tren publikasi ilmiah. Sehingga para peserta bisa memahami topik-topik apa saja pada bidang keilmuan yang ditekuni yang sedang naik dan diteliti oleh dosen maupun peneliti lain.
Penelitian yang sesuai tren cenderung lebih mudah menembus editorial jurnal. Sehingga materi ini menjadi yang pertama disampaikan narasumber. Sebab penentuan topik penelitian tidak bisa hanya berdasarkan bidang kepakaran. Akan tetapi juga memperhatikan urgensi, dampak, tren atau isu terkini, dan aspek lainnya.
Baca juga artikel berikut: Daftar Jurnal SINTA 2 dari Berbagai Bidang Keilmuan
2. Optimasi Seleksi Jurnal demi Akselerasi Karier
Dalam materi ini, narasumber akan menjelaskan mengenai strategi pemilihan jurnal tujuan sebagai destinasi dosen dalam mempublikasikan hasil riset.
Pemilihan jurnal tujuan masih menjadi kendala yang dihadapi banyak dosen. Sebab memang tidak mudah, selain harus sesuai bidang keilmuan yang ditekuni dosen. Fokus bidang (scope) jurnal tersebut juga relevan dengan topik penelitian dosen yang sekaligus menjadi kepakaran.
Meminimalkan kegagalan publikasi hasil riset ke jurnal SINTA dan Scopus. Maka pemilihan jurnal tujuan harus tepat. Sehingga materi ini dibahas secara rinci oleh narasumber dalam E-Course.
3. Standar Etika & Proteksi Reputasi Akademik
Dalam materi ini, narasumber akan menjelaskan mengenai etika penelitian hingga etika dalam publikasi ilmiah. Menjaga diri dari pelanggaran etika adalah hal penting, menjadi kewajiban sekaligus kebutuhan para dosen. Sebab ketika etika ini dilanggar, maka tidak hanya menjadi penyebab gagalnya menembus editorial jurnal kredibel.
Akan tetapi juga mempertaruhkan reputasi akademik yang sudah dibangun dengan penuh peluh oleh para dosen. Pelanggaran etika dianggap sebagai sikap tidak profesional dan kurang menghargai karya orang lain. Sehingga dibahas secara mendetail di program E-Course.
Baca juga artikel berikut: Mengenal Etika Penulisan Artikel Jurnal Ilmiah dan Cara Menghindari Pelanggarannya
4. Transformasi Struktur Artikel Standar Internasional
Melalui materi ini, narasumber akan memaparkan secara rinci mengenai struktur umum artikel ilmiah bertaraf internasional. Sehingga bisa membantu para dosen memahami struktur penulisan yang baik bagaimana sesuai standar yang berlaku.
Sekaligus akan dibahas mengenai bagaimana dosen bisa mengecek ketentuan format dan struktur penulisan yang ditetapkan pengelola jurnal. Sehingga bisa menyusun artikel ilmiah sesuai ketentuan yang sekaligus memperbesar potensi diterima editor jurnal.
5. Mengunci Kelolosan melalui Novelty & Research Gap
Materi kelima mengenai strategi menganalisis, mengidentifikasi, dan mencantumkan research gap hingga novelty (kebaruan) di dalam artikel jurnal ilmiah. Salah satu kunci penting untuk kemudahan publikasi hasil riset di jurnal adalah punya novelty.
Novelty didapatkan dosen melalui proses identifikasi research gap dari berbagai penelitian terdahulu. Ada tahapan panjang yang harus dilalui agar research gap bisa ditemukan dengan tepat.
Oleh sebab itu, materi mengenai research gap dan novelty dibahas khusus secara mendalam. Selain membahas bagaimana menemukannya, juga membahas mengenai bagaimana mencantumkannya di dalam manuskrip artikel ilmiah.
Baca selengkapnya disini: Cara Menuliskan Research Gap dan Novelty di Tulisan Ilmiah
6. Menulis Judul, Abstrak, dan Kata Kunci yang Menarik dan Efektif
Judul, abstrak, dan kata kunci menjadi bagian dari struktur artikel ilmiah yang dibaca paling awal oleh editor maupun mitra bestari (reviewer). Sehingga penyusunannya harus tepat dan juga mampu menarik perhatian.
Tujuannya agar meningkatkan daya tarik artikel tersebut di mata editor maupun mitra bestari jurnal. Potensi diterima pun menjadi lebih besar karena dinilai menjadi manuskrip yang menarik sekaligus lebih layak terbit.
Baca selengkapnya: Tata Cara Penulisan Abstrak Jurnal yang Benar dan Efektif
E-Course dengan Beragam Fasilitas Tambahan
Tak hanya materi komprehensif yang bisa diakses peserta yang sudah daftar E-Course SINTA Scopus. Dunia Dosen juga menyediakan sejumlah fasilitas tambahan yang tentu bermanfaat serta dibutuhkan oleh para peserta. Diantaranya adalah:
- [BONUS!] Template artikel ilmiah (format IMRAD sesuai standar jurnal SINTA & Scopus)
- [BONUS!] Checklist pra submit -publish ke jurnal SINTA & Scopus
- [BONUS!] Scorecard Penilaian Mandiri
- 10 Modul Video Pembelajaran
- 10 Rangkuman Materi dan Kuis
- Diskusi Pakar: Exclusive Q&A Session
- Lifetime Q&A
Melalui berbagai fasilitas tambahan ini, para peserta bisa lebih leluasa untuk meningkatkan pemahaman terkait materi E=Course. Sekaligus bisa sharing dan berkonsultasi dengan narasumber untuk menunjang penerapan materi secara langsung.
Kata Peserta yang Sudah Mengikuti Program E-Course Dunia Dosen
Dunia Dosen menggelar program E-Course yang sudah berjalan selama beberapa lama. Melalui program ini, sudah ada ribuan dosen di Indonesia yang mendaftar. Banyak diantaranya memberikan penilaian positif selama menjadi peserta. Berikut beberapa diantaranya:
1. Diah Meidatuzzahra, S.Si., M.Si. (E-Course Toolkit Dosen Kreatif)
E-Course mengenai Toolkit Dosen Kreatif dalam Menyusun RPS Inovatif sangat bagus dan menarik bagi Saya seorang dosen yang kurang memahami bagaimana menyusun RPS yang baik. Terima kasih Dunia Dosen, E-Course Toolkit Dosen Kreatif ini sangat bermanfaat!
2. Dr. Ismail Akzam, S.Pd., M.A. (E-Course Smart Lecturer Era Digital)
Materinya sangat bermanfaat, penyampaiannya jelas, dan mudah dipahami. Semoga bisa menambah ilmu dan keterampilan saya. Terima kasih kepada tim penyelenggara Dunia Dosen luar biasa dan dahsyat.
3. Dewa Putu Bagus Pujawan S.Par., M.Par. (E-Course Al Untuk Dosen)
Materi dan videonya sangat membantu beserta tipsnya, untuk kedepannya semoga kegiatannya semakin berkembang dan membahas tentang perkembangan dunia dosen yang berkaitan dengan teknologi, terima kasih.
Informasi lebih rinci mengenai program E-Course, baik cara daftar, fasilitas, program apa saja yang diselenggarakan, dan lain sebagainya. Bisa mengunjungi website maupun akun media sosial resmi Dunia Dosen.














