Menggunakan teknologi AI untuk menunjang kinerja tri dharma dosen ternyata tidak semudah mengucapkannya. Sebab perlu memahami betul bagaimana memilih dan menggunakan platform AI yang tepat.
Salah satu platform AI yang banyak dilirik para dosen Indonesia adalah Scopus AI yang dikembangkan publisher terkemuka, yaitu Elsevier. Namun, agar penggunaannya tepat dan menunjang tri dharma secara optimal. Ada baiknya para dosen daftar E-Course AI untuk Dosen. Berikut informasinya.
Penyebab Prompt di Scopus AI yang Menghasilkan Respon Kurang Tepat
Salah satu alasan penting untuk segera daftar E-Course AI untuk Dosen adalah perlu memahami teknik prompting atau menyusun prompt. Sebab, masih banyak yang kesulitan mendapat respon dari Scopus AI sesuai keinginan dan kebutuhan.
Menariknya, respon yang kurang sesuai disini bukan karena Scopus AI error atau kurang pintar. Akan tetapi dari susunan prompt yang memang kurang tepat. Seperti apa prompt yang kurang tepat tersebut? Berikut penjelasannya:
1. Prompt Bersifat Umum dan Belum Spesifik
Salah satu sebab yang membuat respon Scopus AI maupun platform berbasis teknologi AI memberi respon tidak sesuai harapan, adalah isi prompt yang masih terlalu umum. Sehingga respon dari AI juga masih bersifat umum.
Misalnya, menyusun prompt “Jelaskan apa itu AI?”. Bandingkan jika dibuat lebih spesifik (khusus). Misalnya menjadi “Jelaskan pengertian Artificial Intelligence (AI), fungsi AI, dan contohnya dalam membantu penelitian dosen.”
Sayangnya, masih banyak dosen dan pengguna platform AI lain yang belum menyadari hal ini. Sehingga melakukan kesalahan berulang dan kemudian menyalahkan platform AI yang digunakan sebab dianggap kurang pintar.
Baca juga artikel berikut: 50 Daftar Jurnal Indonesia Terindeks Scopus Terbaru!
2. Isi Prompt Tidak Jelas
Sebab kedua, prompt yang disusun oleh dosen tidak jelas mengandung perintah atau permintaan apa. Biasanya masih berkaitan erat dengan isi prompt yang terlalu umum. Bisa juga karena isi prompt kurang lengkap, baik karena disengaja atau tidak.
Contohnya, “Jelaskan cara menggunakan A untuk menemukan ide penelitianI”. Perintah pada prompt ini tentunya tidak jelas. Sebab ada banyak platform AI dan memiliki cara pakai yang berbeda. Jadi, prompt harus jelas. Misalnya “Jelaskan cara menggunakan Chat GPT untuk membantu mencari ide penelitian dosen”.
Baca juga: 19 AI untuk Membuat Pertanyaan yang Bisa Diandalkan
3. Tidak Memiliki Konteks
Sebab ketiga, isi dari prompt yang disusun tidak memiliki konteks. Bisa juga konteks di dalamnya belum jelas. Hal ini bisa membingungkan platform AI yang digunakan. Sehingga pada akhirnya respon yang diberikan meleset dari perkiraan.
Misalnya menyusun prompt “Jelaskan cara meningkatkan SINTA Score”. Prompt ini masih umum tapa konteks yang jelas. Sehingga respon platform AI juga bersifat umum, yang tentunya kurang relevan untuk diterapkan.
Sebagai pembanding, berikut contoh ppt yang disertai konteks lebih rinci “Saya sedang membuat artikel edukasi untuk dosen pemula di Indonesia. Jelaskan cara meningkatkan SINTA Score melalui publikasi jurnal, sitasi, dan pengelolaan profil SINTA. Gunakan bahasa yang sederhana dan praktis”.
Ketahui juga: 14 Platform AI untuk Cek Plagiarisme
4. Berisi Banyak Perintah
Sebab lainnya, prompt terlalu panjang dan berisi perintah yang lebih dari satu. Hal ini bisa membingungkan platform AI dan memberikan respon tidak sesuai harapan. Berikut contoh dalam bentuk perbandingan:
- Prompt Banyak Perintah:
“Buatkan artikel tentang AI untuk dosen, jelaskan pengertian AI, manfaatnya, jenis-jenisnya, sejarah AI, contoh AI untuk penelitian, cara menggunakan AI, kelebihan dan kekurangannya, tambahkan tips, buat bahasanya formal tetapi santai, gunakan bahasa sederhana tetapi akademis, buat 1.500 kata, SEO friendly, gunakan 10 subjudul, sertakan tabel, buat pembuka yang menarik, tambahkan kesimpulan, gunakan sumber terbaru, jangan terlalu panjang, dan buat agar mudah dipahami”.
- Prompt dengan Perintah Tunggal:
“Saya ingin membuat artikel untuk dosen tentang pemanfaatan AI dalam penelitian. Buat artikel sekitar 1.000–1.200 kata dengan struktur: pengertian AI, manfaat AI dalam penelitian, contoh tools AI, dan tips penggunaannya. Gunakan bahasa Indonesia yang formal tetapi mudah dipahami”.
Belajar Teknik Prompting Bersama Ahlinya di E-Course Dunia Dosen
E-Course AI untuk Dosen menghadirkan narasumber M.S. Hendriyawan Achmad, M.Eng., Ph.D. yang merupakan salah satu dosen di Departemen Teknik Elektro Universitas Teknologi Yogyakarta.
Memiliki latar belakang pendidikan dari Teknik Elektro (S.T.), Teknik (M.Eng.) dan gelar doktoral (Ph.D.). Hendriyawan fokus pada kepakaran di robotic vision, SLAM, AI, sistem tertanam (embedded systems), dan sistem tanpa awak (unmanned systems).
Saat ini, selain aktif menjadi dosen yang menjalankan tri dharma. Juga mendapat amanah sebagai Editor in Chief pada Jurnal Abdi Rakyat yang dinaungi Universitas Teknologi Yogyakarta.
Selama mengabdi sebagai dosen, publikasi ilmiah yang dihasilkan sudah cukup banyak. Tercatat ada disekitar 11 artikel terindeks di Scopus dan meraih h-index 4. Kemudian ada sekitar 51 artikel terindeks di Google Scholar dengan skor h-index 7.
Publikasi ilmiah dalam bentuk buku juga cukup banyak. Sehingga menunjukan kinerja akademik yang baik. Sekaligus mampu menjadi pemateri yang tidak hanya memaparkan materi. Akan tetapi juga melakukan transfer pengalaman dan teknik mengoptimalkan kinerja akademik. Termasuk dengan memanfaatkan AI.
Baca juga: Scopus AI untuk Penelitian Dosen Bukan Hanya untuk Menemukan Topik, Ini Manfaat Lengkapnya
Apa Saja yang Dipelajari di E-Course AI untuk Dosen?
Bagi para dosen yang akan daftar E-Course AI untuk Dosen, tentunya akan memperhatikan materi apa saja yang dipelajari di program ini. Keseluruhan materi ada 7 bab dan membantu para peserta lebih memahami platform AI dan cara menggunakannya untuk menunjang tri dharma. Berikut rincian materinya:
1. Selayang Pandang Gen-AI
Materi yang pertama adalah selayang pandang generative AI. Pada materi ini, pembahasan terfokus pada hal-hal mendasar. Mengenai definisi dari teknologi AI, manfaatnya bagi dosen dalam menunjang tri dharma, dan sebagainya.
2. Teknik Prompting Gen-AI
Materi kedua adalah teknik prompting generative AI. Pada materi ini, narasumber akan membahas secara rinci mengenai apa tu prompting dan bagaimana strategi atau teknik menyusunnya. Sebab prompting yang tepat memberi respon platform AI yang sesuai keinginan dan kebutuhan.
Baca juga: 20 AI untuk Membantu Penelitian
3. Framework Prompting Gen-AI
Materi ketiga adalah framework prompting generative AI. Materi ini membahas secara mendetail mengenai struktur penyusunan prompt yang baik dan benar. Sebab memang ada teknik dengan formula khusus untuk menghindari kesalahan isi prompt. Sehingga dibahas secara rinci di E-Course AI untuk Dosen.
Baca juga: 13 AI untuk Mencari Referensi Ilmiah
4. Best Practice Framework Prompting AI
Materi keempat adalah best practice framework prompting AI. Melalui materi ini, peserta E-Course akan mendapat informasi rinci mengenai bagaimana tahapan menyusun prompt yang benar.
Sehingga bisa diketahui apa saja yang harus dilakukan dan disiapkan. Tujuannya agar pasca menjadi alumni, peserta bisa praktik langsung dan menghasilkan prompt yang tepat serta menghasilkan respon yang sesuai.
5. Penerapan Gen-AI untuk Pengajaran
Materi kelima, adalah penerapan generative AI untuk tugas pendidikan dan pengajaran. Menggunakan platform AI tidak hanya sebatas untuk menyusun naskah KTI dalam publikasi ilmiah. Akan tetapi juga bisa digunakan untuk menunjang tri dharma lainnya.
Termasuk pendidikan dan pengajaran. Melalui materi ini, para peserta akan mendapatkan penjelasan mengenai bagaimana pemanfaatan AI untuk mengoptimalkan mutu pembelajaran.
Baca juga artikel berikut: 13 AI untuk Review Jurnal, Cari Referensi Publikasi Makin Mudah!
6. Memanfaatkan AI untuk Kajian Pustaka, Analisis Data, dan Publikasi Ilmiah
Materi selanjutnya akan membahas mengenai pemanfaatan AI untuk kebutuhan publikasi ilmiah dosen. Mulai dari bagaimana penggunaan AI untuk menunjang kajian pustaka (literature review), kemudian analisis data penelitian, hingga meningkatkan kualitas naskah KTI sebagai luaran tri dharma.
7. Penerapan Gen-AI untuk Pengabdian Masyarakat
Materi yang terakhir adalah penerapan generative AI untuk tugas pengabdian kepada masyarakat (PkM). Materi ini akan membahas mengenai bagaimana dan platform AI apa saja yang bisa dimanfaatkan dosen untuk menunjang tugas PkM. Baik untuk mencari ide kegiatan PkM, hingga publikasi ilmiah sebagai luaran PkM.
Baca juga: Pilihan dan Tips Penggunaan AI untuk Penelitian Dosen yang Lebih Berkualitas dan Berdampak
Fasilitas dan Benefit Ekstra untuk Peserta E-Course
Peserta yang telah daftar E-Course AI untuk Dosen, tentunya tidak hanya mendapatkan materi yang lengkap dan tersusun secara sistematis. Akan tetapi juga bisa mengakses sejumlah fasilitas sekaligus benefit ekstra yang disediakan Dunia Dosen. Diantaranya adalah:
- Akses materi E-Course secara lifetime atau seumur hidup.
- Mendapatkan sertifikat elektronik setelah menyelesaikan seluruh materi.
- Mendapatkan bonus rangkuman materi, untuk efisiensi pembelajaran ulang oleh para peserta.
- Mengakses materi yang sekaligus memberikan keterampilan dan pengetahuan serta wawasan secara komprehensif.
- Akses pelatihan pengembangan diri di program E-Course dengan biaya yang sangat terjangkau.
Testimoni Alumni dan Cara Daftar E-Course AI untuk Dosen
Program E-Course menjadi program kursus daring dengan pendampingan intensif dari Dunia Dosen yang akan menjadi program berkelanjutan. Sehingga tidak hanya E-Course AI untuk Dosen yang bisa diakses para dosen Indonesia. Akan tetapi juga banyak topik lain yang diangkat.
Sudah lebih dari ratusan dosen terdaftar sebagai peserta E-Course. Selain itu banyak alumni E-Course mengaku mendapat pengalaman positif dari program ini. Berikut beberapa diantaranya:
1. Dewa Putu Bagus Pujawan Putra S.Par., M.Par. Peserta E-Course Al Untuk Dosen
Materi dan videonya sangat membantu beserta tipsnya, untuk kedepannya semoga kegiatannya semakin berkembang dan membahas tentang perkembangan dunia dosen yang berkaitan dengan teknologi, terima kasih.
2. Diah Meidatuzzahra, S.Si., M.Si. Peserta E-Course Toolkit Dosen Kreatif
E-Course mengenai Toolkit Dosen Kreatif dalam Menyusun RPS Inovatif sangat bagus dan menarik bagi Saya seorang dosen yg kurang memahami bagaimana menyusun RPS yg baik. Materi pertama, diberikan konsep dasar dalam RPS, tentu ini menjadi awal pemahaman yg baik utk menyusun RPS berkualitas sesuai dgn peraturan UU dan juga standar akreditasi perguruan tinggi.. Terima kasih Dunia Dosen, E-Course Toolkit Dosen Kreatif ini sangat bermanfaat!
3. Dr. Ismail Akzam, S.Pd., M.A Peserta E-Course Smart Lecturer Era Digital
Alhamdulillah, saya sudah menerima dan mengakses e-course yang diberikan pada tanggal 16 Agustus 2025. Materinya sangat bermanfaat, penyampaiannya jelas, dan mudah dipahami. Semoga bisa menambah ilmu dan keterampilan saya. Terima kasih kepada tim penyelenggara Dunia Dosen luar biasa dan dahsyat.
Anda yang juga seorang dosen, tentunya bisa menjadi peserta yang merasakan manfaat dan pengalaman positif serupa peserta lain di atas. Jadi, tidak perlu ragu untuk daftar E-Course AI untuk Dosen. Khususnya yang merasa masih bingung dan kesulitan dalam menyusun prompt di Scopus AI maupun platform AI lainnya.
Pendaftaran di E-Course yang diselenggarakan Dunia Dosen bersifat daring melalui portal khusus yang telah disediakan. Dunia Dosen juga menawarkan harga promo khusus dengan syarat dan ketentuan berlaku.
AI ntuk Dosen, Akselerasi Tridharma Perguruan Tinggi
Daftar sekarang dan Wujudkan kinerja tridharma lebih cepat dan efisien dengan dukungan kecerdasan buatan!
sumber:
- Kenali Dunia AI: Bagaimana Cara Membuat Prompt yang Benar agar Jawaban Sesuai dengan yang Kita Inginkan! (n.d). Universitas Ciputra. Diakses pada 12 Agustus 2026 dari https://www.ciputra.ac.id/isb/kenali-dunia-ai-bagaimana-cara-membuat-prompt-yang-benar-agar-jawaban-sesuai-dengan-yang-kita-inginkan/
- Knowledge of AI Prompting Is Power. (n.d) Texas A&M University. Diakses pada 12 Agustus 2026 dari https://tamu.libguides.com/c.php?g=1289555&p=9642751
- Membuat Prompt yang Tepat Untuk Hasil Maksimal di Chat GPT dan Gemini Google. (n.d). BBPMP Jawa Tengah. Diakses pada 12 Agustus 2026 dari https://bbpmpjateng.kemendikdasmen.go.id/membuat-prompt-tepat-chatgpt-dan-gemini/














