Mengikuti kursus daring atau ecourse RPS OBE, bisa menjadi sarana bagi dosen untuk mengasah kompetensi penyusunan RPS. Menyusun RPS berbasis OBE pada dasarnya memang lebih rumit dan sulit dibanding RPS pada kurikulum sebelumnya.
Namun, menyusun RPS termasuk kewajiban akademik dosen dalam tugas pendidikan dan pengajaran. Jadi, solusinya adalah dosen mengembangkan diri untuk bisa menyusun RPS OBE tersebut dengan baik dan benar. Berikut informasinya.
Pentingnya Menyelenggarakan Pembelajaran Berkualitas di Perguruan Tinggi
Membahas mengenai RPS (Rencana Pembelajaran Semester), tentunya berkaitan erat dengan kegiatan pembelajaran. Bagi dosen, RPS menjadi panduan dalam mengisi perkuliahan dari mata kuliah yang diampu. Ada banyak alasan kenapa pembelajaran harus punya kualitas optimal. Berikut beberapa diantaranya:
1. Menunjang Kelancaran Proses Transfer Ilmu
Perguruan tinggi menjadi tempat bagi masyarakat menimba ilmu pengetahuan dan kompetensi. Sehingga pembelajaran berkualitas sangat krusial. Semakin berkualitas proses pembelajaran, maka semakin lancar proses transfer ilmu dosen ke mahasiswa.
Begitu juga sebaliknya, jika pembelajaran memiliki mutu tidak optimal. Maka transfer ilmu tersendat, mahasiswa bisa tidak memahami materi, tidak mendapat ilmu, dan tidak menguasai suatu kompetensi.
2. Memudahkan Pemahaman Materi dan Kompetensi Mahasiswa
Arti penting pembelajaran berkualitas berikutnya adalah membantu mahasiswa memahami materi dengan baik. Jika pembelajaran sudah bermutu, maka bisa disampaikan dengan baik dan mudah dimengerti mahasiswa. Sehingga ikut berdampak positif pada nilai akademik.
Sekaligus memberi potensi kepada mahasiswa lulus tepat waktu atau bahkan lebih cepat. Tanpa ditunjang pembelajaran berkualitas, maka capaian ini akan sulit diraih mahasiswa. Lewat pemahaman ini, mahasiswa bisa mengerjakan tugas maupun soal ujian dengan baik.
3. Menjadi Indikator Mutu Perguruan Tinggi
Dosen menyampaikan materi dengan bentuk dan metode pembelajaran yang tepat. Sehingga mudah dipahami, dan mahasiswa bisa mempraktekan ilmu atau kompetensi dari pembelajaran tersebut.
Pembelajaran yang bermutu mendukung mahasiswa meraih nilai akademik tinggi dan menguasai berbagai kompetensi. Semakin baik mutu pembelajaran yang diselenggarakan perguruan tinggi. Maka semakin menunjukan mutu perguruan tinggi tersebut.
4. Sarana Memenuhi IKU Perguruan Tinggi
Kegiatan pembelajaran yang berkualitas juga berdampak pada pencapaian IKU perguruan tinggi. Khususnya pada IKU 1 dan IKU 2. IKU 1 dipenuhi dengan memastikan lebih banyak mahasiswa lulus tepat waktu.
Sedangkan pemenuhan IKU 2 dengan memperbanyak jumlah lulusan yang terserap dunia kerja, berwirausaha, maupun studi lanjut ke jenjang berikutnya. Pembelajaran berkualitas mendorong mahasiswa mencapai 2 hal tersebut. Kemudian perguruan tinggi bisa sukses memenuhi IKU 1 dan IKU 2.
Baca juga: 12 Indikator Kinerja Utama PT Terbaru dan Strategi untuk Mencapainya
5. Meningkatkan Kualitas dan Daya Saing Lulusan
Pembelajaran berkualitas juga penting untuk meningkatkan mutu lulusan perguruan tinggi. Semakin baik kualitas pembelajaran, maka semakin banyak ilmu pengetahuan dan kompetensi dikuasai lulusan. Mereka akan lebih berdaya saing saat masuk ke dunia kerja dan berwirausaha.
Menyusun RPS Salah Satu Kunci Keberhasilan Pembelajaran
RPS disusun dosen setiap awal semester berisi rencana kegiatan perkuliahan di semester berikutnya. Sehingga RPS tersebut bisa menjadi dasar atau acuan bagi dosen dalam menyelenggarakan pembelajaran. Serta memastikan kegiatan pembelajaran tersebut berkualitas. Berikut manfaat RPS OBE dalam mendukung jalanya pembelajaran berkualitas:
1. RPS OBE Membantu Pembelajaran Lebih Terstruktur
Alasan pertama, bagaimana RPS OBE mendukung optimasi mutu pembelajaran adalah karena membantu lebih terstruktur. RPS OBE tersebut memandu dosen dalam menyelenggarakan pembelajaran secara berurutan dari materi dasar ke materi tingkat lanjut dan seterusnya.
2. Memudahkan Penentuan Bentuk dan Metode Pembelajaran
Mutu pembelajaran juga sangat dipengaruhi oleh penentuan bentuk sampai metode pembelajaran yang diterapkan dosen. Melalui RPS OBE, dari awal semester dosen sudah merancang materi perkuliahan disampaikan dengan bentuk dan metode pembelajaran apa. Sehingga dari jauh hari sudah dipastikan tepat.
Baca juga: Rencana Pembelajaran Semester (RPS): Ketentuan, Prinsip Utama, dan Tahap Penyusunan
3. Memastikan CPMK dan CPL Tercapai
Kegiatan pembelajaran dalam kurikulum OBE bertujuan mencetak lulusan perguruan tinggi yang kompeten. Kompetensi yang dikuasai didorong relevan dengan kebutuhan industri atau dunia kerja. RPS OBE membantu dosen merancang pembelajaran yang menanamkan kompetensi kepada mahasiswa.
Baca juga:
- Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) dan Perbedaannya dengan Sub-CPMK
- Mengenal Definisi Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) dan Kriterianya dalam SN-Dikti
4. Memudahkan Proses Evaluasi Pembelajaran
RPS OBE membantu memudahkan proses evaluasi pembelajaran. Sebab di dalamnya tidak hanya menjabarkan materi apa saja yang disampaikan dalam kurun satu semester. Akan tetapi juga latihan tugas dan rubrik penilaian. Sehingga RPS tersebut menunjang dosen melakukan evaluasi yang tepat dan mendalam.
5. Panduan bagi Mahasiswa dalam Mengikuti Perkuliahan
RPS OBE juga bermanfaat bagi mahasiswa dalam mengikuti pembelajaran dan menyiapkan diri sebelumnya. Sehingga bisa menjadi panduan bagi mahasiswa untuk mengoptimalkan pemahaman materi dan penguasaan kompetensi. Informasi di dalam RPS tersebut bisa membantu mahasiswa memahami materi apa saja yang akan disampaikan dosen.
Tantangan dalam Menyusun RPS OBE
Dalam menyusun RPS OBE, tentunya tidak selalu berjalan mulus. Para dosen di Indonesia juga sering berhadapan dengan sejumlah tantangan atau kendala. Berikut beberapa diantaranya:
1. Kesulitan Memahami Regulasi Terkini
Perubahan kurikulum, tentunya mengubah standar dalam penyusunan RPS. Dalam masa peralihan tersebut, Kemdiktisaintek dan juga perguruan tinggi tentunya memberikan sosialisasi. Diikuti dengan penyediaan buku panduan penyusunan RPS OBE.
Hanya saja, sebagai kurikulum baru dan ada regulasi baru yang mengaturnya. Tentu menyusun RPS yang tepat tidak semudah menjentikkan jari. Tidak sedikit, RPS OBE yang disusun dosen masih belum sesuai dengan regulasi terkini.
2. Kesulitan Beradaptasi dengan Perubahan Kurikulum
Tantangan selanjutnya, dosen kesulitan beradaptasi dengan perubahan kurikulum. Perubahan kurikulum lama ke kurikulum OBE memberi perubahan signifikan dalam kegiatan pembelajaran.
Selain perlu menyusun RPS OBE yang detail dan sesuai regulasi. Juga harus mencantumkan bentuk dan metode pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa. Padahal bisa jadi, beberapa materi belum memungkinkan untuk menerapkan metode pembelajaran berpusat pada mahasiswa.
3. Kesulitan Menyusun Unsur RPS yang Saling Terkait
Menyusun RPS OBE memang lebih sulit. Sebab dibutuhkan ketelitian saat merumuskan CPMK dan beberapa sub-CPMK agar tetap relevan dengan CPL dan juga Profil Lulusan.
Berhubung sebelumnya sudah terbiasa dengan RPS yang fokus pada susunan materi apa saja yang disampaikan. Kemudian harus beralih ke RPS yang relevan dengan Profil Lulusan dan mengarahkan mahasiswa menguasai sejumlah kompetensi.
Maka banyak dosen yang mengalami kesulitan. Kemudian berakhir dengan perumusan unsur RPS OBE yang tidak saling berkaitan. Misalnya Sub-CPMK dan CPMK tidak relevan, CPMK tidak sejalan dengan CPL, dan sejenisnya.
4. Kesulitan Mengikuti Perkembangan Iptek
Tantangan berikutnya, dosen kesulitan dalam mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal ini menjadi tantangan, karena perkembangan iptek mempengaruhi kebutuhan industri.
Sementara dalam RPS OBE, diharapkan bisa menyelenggarakan pembelajaran yang membekali mahasiswa dengan kompetensi relevan. Perkembangan iptek yang pesat dan menyulitkan dosen untuk mengikutinya, tentu menjadi tantangan dalam menyusun RPS OBE.
5. Keterbatasan Waktu
Menyusun RPS OBE butuh waktu lebih. Sebab selain merumuskan CPMK, Sub-CPMK, dan menentukan unsur lainnya. Dosen juga harus menyusun rubrik penilaian, sehingga tingkat kesulitannya lebih kompleks.
Selain itu, RPS OBE juga butuh kolaborasi dengan dosen lain agar saling relevan. Sayangnya, kesibukan akademik dosen sangat tinggi. Minimnya waktu membuat penyusunan RPS lebih terburu-buru sehingga rentan ada kesalahan.
Baca juga: Langkah-Langkah Menyusun RPS dengan Benar
Ecourse Dunia Dosen untuk Membantu Dosen Menyusun RPS OBE Lebih Efektif
Menyusun RPS berbasis OBE membutuhkan pemahaman yang tepat, mulai dari capaian pembelajaran, rancangan mata kuliah, strategi pembelajaran, hingga sistem penilaian yang sesuai. Jika tidak disusun secara terarah, RPS berisiko hanya menjadi dokumen administratif dan belum benar-benar mendukung kualitas pembelajaran.
Untuk membantu dosen menyusun RPS yang lebih sistematis, aplikatif, dan sesuai kebutuhan pengajaran, Dunia Dosen menyediakan beberapa pilihan ecourse kategori Pengajaran yang dapat dipilih sesuai kebutuhan.
- Dosen yang ingin memahami hubungan antara capaian pembelajaran dan rancangan mata kuliah dapat mengikuti Peta Capaian Pembelajaran, Merancang Mata Kuliah Efektif dalam RPS OBE. Ecourse ini membantu dosen merancang mata kuliah yang lebih terarah berdasarkan capaian pembelajaran.
- Bagi dosen yang membutuhkan panduan teknis penyusunan RPS secara lebih mendalam, tersedia Strategi Teknis Menyusun RPS Berbasis OBE. Materi ini dirancang untuk membantu dosen memahami langkah penyusunan RPS OBE secara lebih runtut, mulai dari struktur, komponen, hingga penerapannya dalam pembelajaran.
- Selain itu, dosen yang ingin membuat RPS lebih kreatif dan inovatif dapat mengakses Toolkit Dosen Kreatif “Menyusun RPS Inovatif”. Ecourse ini cocok bagi dosen yang ingin mengembangkan RPS agar tidak hanya sesuai format, tetapi juga lebih menarik, relevan, dan adaptif terhadap kebutuhan pembelajaran.
Dengan pilihan ecourse yang saling melengkapi, dosen dapat menyesuaikan pembelajaran sesuai kebutuhan, baik untuk memahami dasar RPS OBE, menyusun teknis dokumen RPS, maupun mengembangkan pendekatan pengajaran yang lebih inovatif. Seluruh materi dapat diakses secara fleksibel sehingga dosen dapat belajar kapan saja sesuai ritme dan kebutuhan akademik.
Pilih ecourse pengajaran yang sesuai dengan kebutuhan Anda dan mulai susun RPS yang lebih terarah, aplikatif, dan siap digunakan dalam pembelajaran.
Ecourse Pengajaran Dunia Dosen: RPS OBE
Tingkatkan kualitas pengajaran Anda melalui pilihan ecourse Dunia Dosen yang membahas penyusunan RPS, desain pembelajaran, dan strategi mengajar yang lebih terstruktur. Dua produk pilihan ini dapat menjadi paket pelengkap dari produk utama untuk membantu Anda memahami materi pengajaran secara lebih menyeluruh.
- Materi lengkap up to date
- Lifetime access dan fleksibilitas waktu belajar
- Dipandu narasumber profesional dan berpengalaman
- E-Sertifikat 10JP
- BONUS Resume untuk setiap materi














