Dalam PO Serdos yang diatur di dalam Kepdirjendikti No. 53/B/KPT/2025, menjelaskan salah satu tahapan serdos adalah pengisian PDD-UKTPT atau penyusunan dokumen PDD-UKTPT (Pernyataan Diri Dosen dalam Unjuk Kerja Tridharma Perguruan Tinggi).
Dokumen PDD-UKTPT tentunya menjadi dokumen penting dan wajib disusun oleh dosen yang menjadi peserta serdos. Namun, sayangnya masih banyak dosen yang kebingungan bagaimana menyusunnya dengan baik dan sesuai ketentuan. Berikut informasinya.
Daftar Isi
ToggleApa Itu PDD-UKTPT dalam Serdos?
Dokumen PDD-UKTPT adalah sebuah dokumen yang disusun dosen untuk serdos yang berisi deskripsi diri dosen dalam mengembangkan diri dan menjelaskan kinerja pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi.Â
Dalam pelaksanaan serdos tahun 2025 kemarin, pengisian PDD-UKTPT mencakup 3 jenis dokumen. Yakni rekaman video berisi penjelasan pelaksanaan tugas pendidikan, dan 2 esai yang salah satunya menjelaskan tugas penelitian dan satu lainnya menjelaskan tugas pengabdian kepada masyarakat (PkM).
Dokumen ini wajib disusun semua dosen yang menjadi peserta serdos. Sebab menjadi bagian dari proses penilaian. Sehingga isi dari dokumen tersebut ikut berkontribusi menentukan apakah dosen lulus serdos atau justru sebaliknya.
Baca juga informasi terkait tugas dosen: Segudang Tugas Dosen yang Wajib Diketahui Para Akademisi
Fungsi PDD-UKTPT dalam Proses Serdos
Bagi dosen PDD-UKTPT menjadi media untuk menjelaskan kompetensi dalam melaksanakan tri dharma. Baik tugas pendidikan, penelitian, maupun PkM. Bagi asesor serdos, PDD-UKTPT berfungsi sebagai sarana penilaian terhadap kompetensi dosen yang menjadi peserta serdos.
Hasil penilaian asesor ini, kemudian akan digabungkan dengan hasil penilaian internal. Hasil gabungan tersebut akan menentukan apakah dosen bisa dinyatakan lulus serdos atau sebaliknya.Â
Jadi, menyusun dokumen PDD-UKTPT wajib bagi dosen. Selain menjadi kewajiban juga sekaligus menjadi kebutuhan. Tanpa dokumen tersebut, dosen tidak mendapat penilaian eksternal. Alhasil gagal lulus serdos dan harus mengulang di gelombang atau penyelenggaraan tahun berikutnya.
Baca juga: Serdos 2026, Pahami dan Penuhi Persyaratannya dari Sekarang!
Langkah-Langkah Menyusun Dokumen PDD-UKTPT
Melakukan pengisian PDD-UKTPT tentunya harus mengikuti alur yang jelas dan logis. Sebab ada 3 tugas tri dharma yang perlu dijelaskan di dalamnya. Sekaligus terbagi dalam 2 format berbeda, rekaman video dan berbentuk tulisan ilmiah (esai). Berikut adalah rincian langkah-langkah penyusunanya:Â
1. Membaca Panduan dan Memahami Rambu PDD-UKTPT
Langkah atau tahapan pertama dalam menyusun PDD-UKTPT adalah membaca buku panduan. Bisa membaca PO Serdos, pada tahun lalu melalui Kepdirjendikti No. 53/B/KPT/2025. Sedangkan PO serdos tahun 2026 bisa menunggu pengumuman lebih lanjut dari Kemdiktisaintek.
Selain itu, perguruan tinggi kebanyakan menyediakan buku panduan untuk penyusunan PDD-UKTPT. Jadi, jangan buru-buru disusun jika belum memahami apa itu PDD-UKTPT, isinya bagaimana, rambu-rambunya seperti apa, dan sebagainya.
Baca juga: Daftar Aturan Baru Sertifikasi Dosen Sesuai Permendiktisaintek Nomor 52 Tahun 2025
2. Menyiapkan Kebutuhan dalam Menyusun PDD-UKTPT
Langkah kedua, dosen bisa mulai menyusun daftar apa saja yang perlu disiapkan sebelum mulai penyusunan atau pengisian PDD-UKTPT. Misalnya, untuk merekam tugas pendidikan atau pengajaran dosen bisa menyiapkan kamera dan peralatan lainnya. Contoh lain, dosen bisa menyusun jadwal untuk mengatur penyusunan PDD-UKTPT.
3. Mulai Merekam Video Tugas Pendidikan
Tahap berikutnya adalah proses penyusunan PDD-UKTPT itu sendiri. Berhubung dokumen ini ada 3 unsur tri dharma dan terpisah menjadi 3 format atau file berbeda. Maka urutan penyusunan disesuaikan dengan masing-masing pertimbangan dosen.
Dalam hal ini, untuk contoh di tahap pertama bisa menyusun atau merekam video tugas pengajaran. Sebab harus disusun dulu teks naratif sebagai panduan saat menjelaskan di depan kamera, menyiapkan kamera untuk merekam, ruangan kondusif atau background yang profesional, editing video, dan proses unggah.
4. Unggah Rekaman Pendidikan di Situs Berbagi Video
Tahap akhir dalam pembuatan rekaman tugas pendidikan atau pengajaran adalah diunggah di situs berbagi video. Ada beberapa situs yang bisa dipilih, salah satu paling populer di Indonesia adalah YouTube.
Dosen yang belum memiliki akun di YouTube, tentunya perlu registrasi akun terlebih dahulu. Baru kemudian mengunggah di akun tersebut. Mengunggah di situs berbagi video menjadi bagian dari rambu-rambu PDD-UKTPT untuk tugas pengajaran.
5. Mulai Menyusun Esai Penelitian dan PkM
Tahap berikutnya adalah mulai menyusun esai untuk memaparkan tugas penelitian dan PkM. Esai yang disusun terpisah dan masing-masing memiliki rambu-rambu atau ketentuan berbeda. Detailnya bisa dibaca di PO Serdos terbaru dan yang masih berlaku.
6. Menyiapkan Bukti Pendukung
Setelah seluruh isi atau unsur PDD-UKTPT selesai disusun. Maka secara ketentuan akan masuk pemeriksaan dan pengesahan dari pihak perguruan tiggi. Pada tahap ini, ada kemungkinan apa yang disampaikan dalam PDD-UKTPT diminta menunjukan bukti. Hal ini juga bisa terulang saat asesor serdos melakukan penilaian eksternal.
Misalnya, dalam memaparkan pencapaian tugas penelitian dosen diminta mencantumkan capaian berbentuk publikasi di jurnal kredibel atau bereputasi. Pastikan menyiapkan bukti bahwa artikel terpublikasi, bukti korespondensi dengan editor jurnal, dan bukti pendukung lain yang sesuai ketentuan.Â
Baca juga: Memahami Pentingnya Publikasi Jurnal untuk Pencapaian BKDÂ
7. Pemeriksaan dan Koreksi Mandiri oleh Dosen
Tahap berikutnya, seluruh unsur dalam dokumen PDD-UKTPT sebaiknya diperiksa ulang. Sehingga saat menjumpai ada kesalahan, bisa dikoreksi. Khusus untuk video rekaman tugas pengajaran, pemeriksaan sebaiknya sebelum diunggah ke situs berbagi video.
Koreksi dari awal memastikan penjelasan sudah benar dan valid sesuai aktual di lapangan. Sekaligus penjelasan sudah terstruktur dan mudah dipahami. Semakin baik kualitas penjelasannya, maka semakin mendukung penilaian asesor secara optimal. Peluang meraih nilai tinggi dan lulus serdos lebih besar.
8. Proses Pengesahan
Tahap berikutnya adalah proses pengesahan. Sesuai ketentuan, dokumen PDD-UKTPT yang disusun dosen selaku peserta serdos perlu diverifikasi dan disahkan perguruan tinggi yang menaungi.
Tujuannya untuk memastikan isi dari dokumen tersebut memang benar dan bisa dipertanggung jawabkan. Hal ini mencegah adanya rekayasa maupun plagiat dan membuat dosen gagal lulus serdos.
9. Finalisasi PDD-UKTPT di Laman SISTER
Tahap yang terakhir adalah proses finalisasi dokumen PDD-UKTPT, yakni mengisi ke laman SISTER. Data dokumen dan melampirkan dokumen pendukung dilakukan di SISTER. Sebab proses penilaian serdos berbasis SISTER sepenuhnya. Selanjutnya tinggal menunggu proses penilaian dan pengumuman hasilnya.Â
Baca juga: Syarat agar Dosen Eligible untuk Sertifikasi Dosen Tahun 2026
Strategi Menyusun Dokumen PDD-UKTPT yang Kuat agar Lulus Serdos
Memahami bahwa PDD-UKTPT adalah dokumen yang akan dinilai asesor serdos. Maka tentunya menyusun dokumen ini harus tepat, sesuai ketentuan yang ditetapkan Kemdiktisaintek. Berikut beberapa strategi penyusunan atau pengisian PDD-UKTPT yang bisa diterapkan:Â
1. Paham Betul Isi dan Rambu dalam Menyusun PDD-UKTPT
Strategi pertama, tentunya harus benar-benar paham apa itu PDD-UKTPT. Sehingga memahami fungsinya apa dalam serdos, sekaligus isinya apa saja. Jika isinya sudah paham, tinggal memahami rambu-rambu dan menyiapkan proses penyusunan. Jika langsung disusun tanpa dipahami dulu, maka rentan keliru.
2. Fokus pada 1 Pengalaman Tri Dharma yang Berdampak
Dalam memaparkan tri dharma yang dijalankan, bukan berarti semua kegiatan tri dharma dari awal karir dicantumkan. Dosen bisa fokus di masing-masing satu tugas dan bentuknya pencapaian besar dan berdampak. Misalnya, dosen dalam tugas penelitian menghasilkan 5 publikasi jurnal ilmiah. Dosen bisa memilih jurnal internasional bereputasi pada peringkat paling tinggi.
3. Penyampaian Lugas dan Terstruktur
Menjelaskan pencapaian tri dharma yang sudah dilaksanakan, tentunya butuh durasi video yang lumayan dan esai sampai beberapa lembar. Namun, di dalam PDD-UKTP ada batasan durasi video dan batas maksimal jumlah kata.
Jadi, pastikan penyampaian lugas atau secara langsung dan jangan banyak pemuka tidak penting. Selain itu, penyampaian juga harus terstruktur sesuai alur logika. Tujuannya agar mudah dipahami dan mengoptimalkan hasil penilaian eksternal dalam serdos.
4. Pastikan Berdasarkan Data Bukan Rekayasa
Seluruh tugas tri dharma yang dijelaskan dijamin ada bukti dan bisa ditelusuri. Setiap kali dosen melaksanakan tugas akademik, akan ada surat penugasan. Tugas publikasi akan ada bukti publikasi tersebut.Â
Jadi, seluruh tugas yang diklaim bisa diverifikasi dengan mudah oleh asesor. Jika melakukan manipulasi maupun plagiat, maka dijamin ketahuan. Dampaknya dosen gagal lulus serdos dan menerima sanksi lainnya.
5. Meluangkan Waktu Memeriksa dan Mengoreksi
Strategi berikutnya adalah selalu memeriksa ulang dan mengoreksi mandiri. Setiap apa yang dikerjakan, tentunya perlu diperiksa untuk memastikan sudah baik dan benar. Hal ini juga berlaku pada dokumen PDD-UKTPT yang akan menentukan lulus tidaknya dosen dalam serdos.
6. Minta Masukan Orang Lain
Dokumen PDD-UKTPT yang disusun kemudian dikoreksi sendiri bisa cenderung subjektif. Sehingga merasa tidak ada kesalahan dan sudah benar. Namun, penilaian orang lain bisa berbeda. Jadi, bisa meminta penilaian dan masukan orang lain. Misalnya rekan sejawat agar dikoreksi secara lebih objektif.
7. Mempelajari Contoh PDD-UKTPT
Strategi lainnya adalah mempelajari contoh PDD-UKTPT dari dosen lain yang sudah lulus serdos. Sehingga bisa memberi gambaran lebih nyata bagaimana dokumen yang baik dan berpeluang lulus serdos. Namun, wajib hanya dijadikan referensi bukan dijiplak.














