Ingin Naik Jabfung 2026? Ini Syarat Publikasi Jurnal SINTA yang Harus Dipenuhi
Memiliki rekam jejak publikasi jurnal SINTA merupakan hal penting bagi dosen. Hanya saja, menembus jurnal terindeks SINTA khususnya pada peringkat tinggi ternyata bukan hal yang mudah. Lalu, seperti apa solusinya? Berikut informasinya.
Membangun rekam jejak publikasi jurnal terindeks SINTA memang tidak mudah. Adanya resiko artikel ilmiah ditolak pengelola jurnal, revisi skala besar dari reviewer, sampai biaya publikasi yang tinggi. Tentunya menjadi tantangan dalam membangun rekam jejak tersebut.
Namun, jika begitu sulit dan mahal untuk menembus jurnal SINTA. Kenapa dosen tetap melakukannya? Berikut beberapa alasannya:
Dosen di Indonesia memiliki kewajiban menguasai 4 kompetensi dasar. Sehingga menunjang pelaksanaan tri dharma dan tugas akademik lainnya. Dosen yang berhasil memiliki publikasi di jurnal SINTA. Maka sudah berhasil memberikan bukti memang kompeten menjalankan tri dharma.
Baik dalam tugas penelitian maupun PkM. Sebab jurnal SINTA hanya mempublikasikan artikel ilmiah berkualitas, orisinil, dan tentunya punya novelty. Jika dosen tidak kompeten, maka akan sulit memenuhi standar tersebut.
Publikasi ilmiah di jurnal SINTA maupun Scopus menjadi luaran umum dalam kegiatan penelitian sampai PkM. Sehingga riwayat publikasi di jurnal SINTA bisa membantu dosen mengembangkan jenjang jabatan akademik.
Yakni bisa menambah poin angka kredit. Sehingga mengoptimalkan perolehan AK Konversi (PkM) dan AK Prestasi (penelitian). Sekaligus membantu memenuhi syarat khusus kenaikan jenjang jabatan akademik.
Baca juga: Daftar Jurnal Sinta 3 Pendidikan [Update]
Sesuai penjelasan sebelumnya, publikasi jurnal terindeks SINTA adalah bagian dari pelaksanaan penelitian maupun PkM. Sehingga menjadi salah satu komponen kinerja akademik yang dinilai dalam BKD (Beban Kerja Dosen).
Riwayat publikasi pada jurnal SINTA juga membantu dosen memenuhi syarat dan penilaian serdos. Sebab bagian dari portofolio dosen yang akan disusun dan dinilai asesor serdos. Tanpa riwayat publikasi ilmiah, dosen bisa saja dinilai belum kompeten melaksanakan penelitian oleh asesor Serdos.
Baca artikel terkait portofolio dosen disini: Portofolio Dosen dan Proses Penilaiannya dalam Sertifikasi Dosen
Rekam jejak publikasi di jurnal terindeks SINTA juga membantu dosen meraih hibah. Sebab asesor hibah biasanya mengecek riwayat publikasi ilmiah dosen pengusul sesuai topik yang diajukan atau tidak. Selain itu, publikasi di jurnal SINTA juga membantu dosen dikenal dosen lain. Sehingga berpotensi terjadi kolaborasi.
Publikasi ilmiah pada jurnal diketahui memiliki tingkat keilmuan yang tinggi, sebab melewati proses peer review oleh 2 pakar di bidangnya. Sehingga menjadi referensi prioritas bagi dosen dan mahasiswa di Indonesia. Jadi, jika dosen punya publikasi yang terindeks di SINTA tersebut. Maka visibilitasnya terbilang tinggi, kemungkinan diketahui dosen dan mahasiswa lain lebih besar.
Alasan lain kenapa publikasi terindeks SINTA penting bagi dosen, adalah ikut berkontribusi membangun reputasi perguruan tinggi yang menaungi. Sebab kinerja tri dharma dosen, juga menjadi kinerja tri dharma perguruan tinggi tersebut. Bersama publikasi berkualitas yang dimiliki dosen, perguruan tinggi juga semakin dikenal bereputasi.
Salah satu alasan artikel yang di submit ke jurnal terindeks SINTA ditolak, adalah karena tidak memenuhi syarat dan ketentuan. Setiap pengelola jurnal menetapkan syarat dan ketentuan artikel yang dipublikasikan dan harus dipatuhi oleh para penulis.
Meskipun syarat dan ketentuan setiap jurnal berbeda-beda. Namun secara umum, syarat dan ketentuan publikasi jurnal SINTA adalah sebagai berikut:
Syarat yang pertama, artikel ilmiah yang di submit ke jurnal SINTA sudah mengikuti ketentuan dalam panduan penulisan. Biasanya dalam panduan menjelaskan ketentuan format dan sistematika penulisan.
Jika artikel ilmiah tidak mengikuti ketentuan tersebut, maka secara administrasi tidak terpenuhi. Editor jurnal bisa menolak artikel ilmiah tersebut. Jadi, dibanding harus mencari jurnal SINTA lain dari awal. Sebaiknya mengikuti informasi pada panduan penulisan.
Syarat kedua, artikel ilmiah yang di submit ke jurnal SINTA memiliki scope atau fokus bidang keilmuan yang sesuai. Secara umum, satu jurnal memiliki satu fokus bidang keilmuan. Artikel yang dikirim harus sesuai. Jika fokus bidangnya berbeda, maka artikel akan ditolak oleh editor.
Baca informasi lengkapnya: Scope Jurnal & Cek Dulu Agar Naskah Sesuai Jurnal Tujuan
Jurnal yang kredibel tentunya tidak akan menerima artikel ilmiah yang kualitasnya buruk. Jadi, syarat berikutnya agar artikel yang ditulis dosen diterima jurnal SINTA adalah kualitasnya baik.
Kualitas disini mencakup kualitas teknis penulisan. Mulai dari susunan kalimat dan paragraf yang enak dibaca dan mudah dipahami. Sampai kualitas dari aspek substansi. Misalnya topik menarik dan relevan dengan permasalahan publik, memiliki novelty, judul menarik, dan lain sebagainya.
Syarat berikutnya, artikel ilmiah yang di submit ke jurnal SINTA adalah karya orisinil dosen. Sehingga tidak menjiplak artikel ilmiah dan karya tulis jenis lain yang ditulis orang lain. Jika mengutip, maka dikutip sesuai ketentuan penulisan karya ilmiah.
Selain harus original, artikel ilmiah yang disusun dosen juga bebas dari bentuk pelanggaran etika lainnya. Misalnya tidak ada tindakan falsifikasi, fabrikasi, dan sebagainya. Detail seluruh etika publikasi ilmiah ditentukan pengelola jurnal dan dicantumkan di website resminya.
Dalam mengurus publikasi ilmiah, biasanya akan ada biaya yang harus ditanggung oleh dosen selaku penulis. Hal ini juga berlaku untuk publikasi jurnal SINTA. Artinya, pengelola jurnal menetapkan biaya publikasi atau APC (Article Processing Charge).
Lalu, berapa biaya APC untuk jurnal terindeks SINTA? Terkait besaran APC tentunya ditetapkan oleh masing-masing pengelola jurnal. Sehingga antara satu jurnal dengan jurnal SINTA lain memiliki APC berbeda. Namun, berikut adalah kisaran umumnya:
Biaya di atas, sekali lagi adalah kisaran APC secara umum. Mengenai besaran APC secara pasti, tentunya bisa mengecek informasinya di website resmi jurnal SINTA tujuan. Biasanya besaran APC dicantumkan di salah satu halaman website jurnal tersebut.
Selain itu, beberapa jurnal tidak membebankan APC kepada para penulis. Artinya, publikasi di jurnal SINTA tersebut gratis. Bisa karena jurnal SINTA tersebut dikelola secara close access. Bisa juga dikelola perguruan tinggi maupun yayasan dan organisasi nonprofit.
Bagi para dosen yang berencana membangun rekam jejak publikasi jurnal di SINTA. Maka untuk pengalaman pertama, disarankan menargetkan jurnal pada peringkat SINTA 6 atau SINTA 5. Adapun untuk detail tahapan dalam cara publikasi di jurnal SINTA adalah sebagai berikut:
Silahkan mulai mencari jurnal SINTA yang fokus atau scope sudah sesuai. Manfaatkan fitur filter dan membaca secara rinci informasi di website jurnal SINTA tersebut. Sehingga meminimalkan kekeliruan dalam memilih jurnal tujuan.
Dosen wajib membaca panduan penulisan yang disediakan pengelola jurnal. Sebab seluruh ketentuan format penulisan, sistematika penyusunan, dan kelengkapan administrasi saat submit artikel. Bisa diketahui rinci di dalam buku panduan tersebut.
Biasanya pengelola jurnal juga menyiapkan template artikel ilmiah yang sesuai format dan sistematika penulisan. Manfaatkan template ini untuk diedit sesuai dengan substansi dari hasil penelitian yang dilakukan. Jika tidak ada template, maka bisa membuat lembar manuskrip dari nol. Kemudian melakukan pengaturan sesuai ketentuan format penulisan yang ditetapkan.
Setelah artikel ilmiah selesai disusun, maka jangan buru-buru di submit ke jurnal SINTA tujuan. Lakukan dulu beberapa hal krusial. Mulai dari editing dan penyuntingan mandiri. Termasuk juga cek plagiarisme, misalnya di Turnitin untuk mengecek skor similarity indeks. Tujuannya untuk memastikan sudah bebas plagiat dari awal untuk menghindari indikasi plagiat di kemudian hari.
Setelah artikel siap, dosen dapat melanjutkan proses submit sesuai prosedur jurnal SINTA yang dituju. Pada tahap ini, ketelitian sangat penting karena kesalahan kecil dalam format, kelengkapan dokumen, atau pemilihan jurnal bisa membuat proses publikasi menjadi lebih panjang.
Kabar baiknya, proses publikasi akan lebih terarah jika dosen memahami alurnya sejak awal. Melalui e-course Strategi Publikasi Sukses Tembus Jurnal SINTA & Scopus dari Dunia Dosen, Anda akan mendapatkan panduan lengkap, materi yang up to date, pembelajaran fleksibel, akses lifetime, serta bonus eksklusif gratis. Materi dibawakan oleh Prof. Dr. Rudy Agung Nugroho, S.Si., M.Si., narasumber profesional dan berpengalaman di bidang publikasi ilmiah.
Dapatkan materi lengkap up to date, lifetime access,
dipandu narasumber profesional dan berpengalaman, serta bonus eksklusif lainnya sekarang!
Penolakan artikel ilmiah bisa terjadi karena berbagai sebab dan tentunya berkaitan dengan kesalahan penulisan jurnal…
Topik mengenai kebijakan Kemdiktisaintek melakukan penutupan prodi (program studi) di perguruan tinggi menjadi perbincangan hangat.…
Menjalankan tri dharma dan mengembangkan karir akademik. Tentunya membuat dosen berhadapan dengan berbagai tantangan. Meningkatkan…
Mengembangkan jenjang karir akademik dosen tentunya bukan hal yang mudah. Tidak sedikit dosen butuh waktu…
Setiap dosen di Indonesia tentunya ingin karir akademiknya terus berkembang. Kemudian memiliki keinginan untuk menjadi…
Menentukan luaran dalam penelitian yang didanai suatu program hibah tidak bisa asal-asalan. Selain harus menyesuaikan…