Kumpulan Artikel Mengenai Publikasi Ilmiah

Masih Keliru? Ini 6 Kesalahan Umum Dosen dalam Publikasi Jurnal Ilmiah

Publikasi pada jurnal ilmiah dikenal sebagai bentuk publikasi ilmiah bergengsi di kalangan dosen. Sebab dikenal sulit dan memakan waktu sangat lama, karena tahap publikasi rumit dan lebih panjang. Ditambah dengan adanya tantangan kesalahan publikasi jurnal. 

Sampai saat ini, tidak sedikit kalangan dosen yang mengaku sering melakukan kesalahan saat mengurus publikasi di sebuah jurnal. Kesalahan ini tentunya perlu diketahui kalangan dosen sebagai perhatian dan pembelajaran agar bisa mengantisipasinya sejak dini. Berikut informasinya. 

Kenapa Publikasi Jurnal Dikenal Sulit dan Rumit?

Publikasi ilmiah yang dikenal paling bergengsi memang dalam bentuk jurnal. Dikenal demikian, karena tingkat kesulitan menembus editorial jurnal tujuan bukan perkara yang mudah. Terlebih jika terlanjur melakukan kesalahan publikasi jurnal. 

Publikasi jurnal kemudian diganjar dengan bobot SKS tinggi dalam BKD, nilai angka kredit tinggi dalam penilaian AK Prestasi, dan tidak diberi batas kepatutan (tidak dibatasi jumlah). Namun, dibalik itu semua dosen harus siap menghadapi kesulitan dan kerumitan publikasi jurnal ilmiah. Publikasi pada jurnal dikenal sulit dan rumit karena beberapa alasan berikut: 

1. Ketentuan Scope di Masing-Masing Jurnal

Jurnal untuk kebutuhan publikasi ilmiah dosen, memiliki kebijakan scope keilmuan tersendiri. Hal ini yang sering membingungkan dosen. Sebab meski menerbitkan hasil penelitian terkait suatu bidang keilmuan dan sesuai bidang dosen. 

Namun, scope keilmuan yang berbeda membuat jurnal tersebut tidak tepat untuk dituju. Jadi, dari tahap pemilihan dan penentuan jurnal tujuan saja sudah cukup rumit. Sehingga rentan membuat dosen keliru memilih jurnal tujuan. 

Baca selengkapnya: Scope Jurnal & Cek Dulu Agar Naskah Sesuai Jurnal Tujuan

2. Pengecekan Artikel oleh Banyak Pihak

Hal kedua yang membuat publikasi di jurnal ilmiah sulit, rumit, dan rentan memicu kesalahan bagi dosen adalah pengecekan bertahap. Artikel ilmiah yang di submit ke jurnal tujuan tidak langsung diperiksa reviewer (mitra bestari). 

Namun, diperiksa dulu oleh editor. Jika editor menyatakan artikel bisa diterbitkan, baru masuk ke tahap peer review. Peer review dilakukan minimal 2 orang pakar di bidangnya. Jadi, publikasi menjadi lebih sulit karena pemeriksaan bertahap dan berlapis-lapis. 

3. Proses Peer Review dan Berujung Revisi

Tingkat kesulitan publikasi jurnal meningkat karena ada tahap peer review. Yakni proses telaah oleh 2 orang pakar di bidangnya. Proses ini bisa sangat lama, berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan. 

Setiap reviewer biasanya memberi catatan untuk panduan penulis melakukan perbaikan (revisi) pada artikel ilmiah yang di submit. Baik itu menambahkan, menghapus, maupun mengoreksi teks pada artikel tersebut. 

4. Persaingan Ketat

Publikasi pada jurnal juga dikenal sulit karena persaingan ketat. Terlebih pada jurnal dengan kredibilitas tinggi. Misalnya jurnal nasional terakreditasi dan jurnal internasional bereputasi pada peringkat tinggi. Akan ada banyak peneliti yang submit artikel ilmiah di dalamnya. 

Pengelola jurnal tidak akan menambah jumlah artikel yang terbit di setiap volume baru. Namun, meningkatkan standar seleksi. Alhasil, dengan banyaknya artikel yang masuk maka resiko lebih banyak artikel ditolak lebih tinggi. 

Baca juga:

    Kesalahan Umum Dosen dalam Publikasi Jurnal Ilmiah

    Selain memang dikenal sulit dan rumit, publikasi pada jurnal ilmiah terasa semakin menantang dan penuh sandungan karena rentan terjadi kesalahan. Berikut beberapa bentuk kesalahan publikasi jurnal yang sering dilakukan kalangan dosen di Indonesia: 

    1. Kesalahan dalam Topik Penelitian

    Tingkat kesulitan yang tinggi, tentunya membuat publikasi pada jurnal ilmiah rawan terjadi kesalahan. Salah satu kesalahan umumnya adalah penentuan topik penelitian. 

    Topik yang tidak sesuai bidang kepakaran dosen dan tidak sesuai kebutuhan di masyarakat. Tentunya akan dinilai tidak menarik, tidak memiliki urgensi tinggi, tidak berdampak, dan kemudian dinilai tidak layak terbit. 

    Baca juga: Tips dan Cara Menentukan Topik Penelitian yang Relevan dengan State of the Art (SOTA)

    2. Keliru dalam Memilih Jurnal Tujuan

    Adanya ketentuan scope pada masing-masing jurnal, membuat banyak dosen sering keliru menentukan jurnal tujuan. Ketidaksesuaian scope keilmuan membuat artikel ilmiah ditolak. Jadi, bukan karena kualitasnya kurang. Namun, scope tidak sesuai dan tidak bisa diterbitkan pengelola jurnal tersebut. 

    3. Kesalahan Struktur Penulisan Artikel Ilmiah

    Kesalahan publikasi jurnal berikutnya yang sering dilakukan dosen adalah kesalahan dalam struktur penulisan. Meskipun secara umum menggunakan format IMRaD. Namun, jurnal tertentu dengan kebijakan pengelolanya sendiri bisa membuat format lebih khas. 

    Banyak dosen, terutama dosen pemula yang tidak memahami ketentuan format ini. Sehingga lebih sering menulis artikel dulu, baru kemudian memilih jurnal tujuan. Hal ini membuat artikel ditolak editor, jauh sebelum diperiksa reviewer. Jadi, idealnya jurnal dipilih di awal agar diketahui format yang digunakan. Baru artikel disusun. 

    Baca juga: 10 Cara Menulis Karya Ilmiah Berkualitas Baik

    4. Unsur Substansi Artikel Ilmiah Lemah

    Kesalahan umum berikutnya, ada pada aspek substansi atau isi artikel ilmiah. Mencakup abstrak yang tidak merangkum isi artikel ilmiah, metode penelitian tidak jelas, tidak memiliki novelty, dan sebagainya. 

    Kesalahan ini membuat penelitian dinilai kurang jelas. Sehingga artikel berisi hasil penelitian tersebut juga dinilai kurang jelas isinya. Kemudian dianggap belum layak diterbitkan. 

    5. Tingkat Keterbacaan Artikel Ilmiah Rendah

    Kesalahan publikasi jurnal dari kalangan dosen, juga dari aspek tingkat keterbacaan artikel ilmiah yang tidak optimal. Jika keterbacaan masih rendah, maka kualitas artikel dinilai belum maksimal. Keterbacaan rendah ini bisa terjadi karena berbagai sebab. 

    Mulai dari kemampuan writing dalam bahasa Inggris belum maksimal, keterampilan menulis artikel jurnal ilmiah masih terbatas, perbendaharaan kata masih minim, kesalahan dalam penambahan tanda baca, dan sebab lainnya. 

    6. Indikasi Terjadi Pelanggaran Etika

    Kesalahan umum berikutnya adalah adanya indikasi terjadi pelanggaran etika publikasi ilmiah. Etika publikasi ilmiah untuk jurnal nasional diatur BRIN. Selain itu setiap pengelola jurnal juga menambahkan poin etika yang harus dipatuhi penulis yang submit artikel. 

    Etika ini rawan dilanggar khususnya oleh dosen pemula. Misalnya ada indikasi plagiarisme, falsifikasi data, dan lain sebagainya. Pelanggaran etika ini tentunya harus dihindari agar artikel dinilai layak diterbitkan. Detail etika bisa membaca di website resmi jurnal tujuan agar tidak keliru. 

    Baca selengkapnya: Pelanggaran Etika Publikasi Ilmiah, Bentuk & Dampaknya

    Cara Menghindari Kesalahan Publikasi Jurnal Ilmiah

    Melalui daftar kesalahan publikasi jurnal yang dipaparkan sebelumnya, adakah yang sudah dilakukan? Jika ada, maka bisa menjadi pembelajaran. Para dosen perlu menyiapkan antisipasi untuk menghindari kesalahan serupa dan kesalahan lainnya. Berikut beberapa caranya: 

    1. Ikut pelatihan penulisan artikel jurnal ilmiah, sehingga kualitas artikel yang disusun lebih baik dengan keterbacaan tinggi. Hal ini meningkatkan peluang artikel diterima jurnal tujuan.
    2. Berkolaborasi, misalnya dengan dosen lain atau kalangan peneliti dari lembaga penelitian. Sehingga penyusunan dan proses korespondensi ditanggung bersama, agar lebih ringan dan cepat selesai.
    3. Memahami proses publikasi jurnal ilmiah, baik dari proses submit kemudian peer review sampai artikel resmi terbit di volume baru jurnal tujuan. Sehingga lebih siap mental dari awal menghadapi rangkaian panjang publikasi jurnal ilmiah.
    4. Menyusun roadmap penelitian, sehingga penelitian lebih terstruktur dan berkualita. Kemudian luaran dalam bentuk publikasi dan lainnya lebih terukur, sehingga realistis agar mudah dicapai.

    Melalui beberapa cara tersebut, tentunya bisa membantu dosen menghindari kesalahan publikasi jurnal yang sudah dipaparkan sebelumnya. Sehingga proses publikasi berjalan lancar dan bisa menembus jurnal tujuan yang sudah ditargetkan sejak lama. 

    Sumber:
    1. 10 Kesalahan Umum Saat Submit Jurnal dan Cara Menghindarinya. (2025). Education Platform Edukasi. Diakses pada 14 April 2026 dari https://edu.polteksci.ac.id/kesalahan-umum-saat-submit-jurnal/
    2. Kesalahan Publikasi Jurnal: Faktor Umum dan Cara Mengatasinya. (2025). Indonesian Scientific Publication. Diakses pada 14 April 2026 dari https://idscipub.com/id/kesalahan-publikasi-jurnal-faktor-umum-dan-cara-mengatasinya/

    Ahmad Aziz

    SEO Specialist and Content Editor who also manages website for Dunia Dosen. Highly interested in SEO, content marketing, and WordPress website development. With experience as a WordPress Web Developer, helping to optimize and manage website projects to support business goals.

    Recent Posts

    Strategi Pemenuhan AK Prestasi melalui Publikasi Jurnal Ilmiah

    Salah satu jenis angka kredit yang dinilai dalam kenaikan jabatan akademik dosen, adalah Angka Kredit…

    4 hours ago

    Roadmap Penelitian bagi Dosen: Pentingnya, Manfaat, dan Cara Menyusunnya

    Menyusun roadmap penelitian, ternyata tidak hanya membantu dosen produktif melakukan penelitian. Akan tetapi juga berdampak…

    10 hours ago

    5 Kesalahan Umum dalam Sertifikasi Dosen yang Harus Dihindari

    Meskipun dosen eligible sebagai peserta sertifikasi dosen (serdos). Namun, tidak menjamin pada tahap akhir serdos…

    11 hours ago

    Apa Saja yang Perlu Dipersiapkan untuk Lulus Serdos 2026?

    Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 37 tahun 2009 tentang Dosen, pada Pasal 2 menjelaskan dosen di…

    1 day ago

    AI untuk Abstrak Jurnal: Manfaat, Cara Menggunakan, dan Tipsnya

    Mempertimbangkan penggunaan AI untuk membuat abstrak jurnal tentu mulai dilakukan banyak kalangan akademisi. Baik itu…

    4 days ago

    Tata Cara Penulisan Abstrak Jurnal yang Benar dan Efektif

    Abstrak merupakan bagian penting dalam artikel jurnal ilmiah karena menjadi ringkasan isi penelitian yang pertama…

    4 days ago