Kumpulan Artikel Mengenai Publikasi Ilmiah

7 Strategi Memaksimalkan Riset dan Publikasi dengan Roadmap Riset

Menyusun roadmap riset atau roadmap penelitian menjadi strategi penting untuk mengoptimalkan kegiatan riset. Sekaligus publikasi ilmiah yang dimiliki oleh dosen. Kinerja penelitian bisa lebih terjaga, sehingga memudahkan pemenuhan AK Prestasi maupun BKD pada unsur kegiatan penelitian. 

Jadi, memahami bagaimana penyusunan roadmap penelitian menjadi kebutuhan bagi para dosen di Indonesia. Hanya saja, seperti apa strategi penyusunan roadmap penelitian agar bisa mendukung konsistensi publikasi ilmiah dosen? Berikut informasinya. 

Apa Itu Roadmap Riset?

Secara etimologi, roadmap riset berasal dari bahasa Inggris. Yakni dari istilah “roadmap” yang artinya “peta jalan” dan kata riset dari kata “research” yang artinya penelitian. Jika dipahami dari asal kata, roadmap penelitian adalah peta jalan kegiatan penelitian. 

Roadmap penelitian dipahami sebagai sebuah dokumen yang berisi rencana kegiatan penelitian dan dalam jangka panjang. Roadmap ini disusun oleh siapa saja yang aktif melakukan kegiatan penelitian. Sebut saja seperti dosen dan peneliti profesional. 

Melalui roadmap inilah, para dosen maupun peneliti terbantu dalam menyusun rencana kegiatan penelitian. Isinya daftar topik penelitian yang diatur kapan pelaksanaannya dan detail lainnya. Roadmap biasanya untuk rencana penelitian dalam kurun 5-25 tahun kedepan. 

Alasan Dosen Perlu Menyusun Roadmap Riset

Meskipun memiliki agenda akademik yang padat, para dosen di Indonesia perlu meluangkan waktu menyusun roadmap riset. Berikut beberapa alasannya: 

1. Membantu Menyiapkan Kegiatan Penelitian Jangka Panjang

Penelitian yang dijalankan oleh dosen, bukan hanya sekali atau dua kali dilakukan. Melainkan sepanjang masa pengabdian dosen tersebut. Yakni dari awal merintis karir akademik, sampai nanti ketika dosen memasuki masa purna tugas (pensiun). 

Selama mengabdi, dosen harus rutin melakukan penelitian. Sebab menjadi kewajiban akademik dan membantu dosen memenuhi BKD hingga pengembangan karir. Supaya dosen rutin meneliti, roadmap membantu melakukan hal tersebut. Sebab berisi rencana kegiatan penelitian di 5 tahun atau bahkan 25 tahun kedepan. 

Baca juga: Roadmap Penelitian Fishbone, Kelebihan, dan Tata Cara Pembuatan

2. Konsisten Menjaga Kinerja Penelitian Dosen

Alasan kedua, roadmap riset yang disusun dosen juga efektif menjaga konsistensi kinerja penelitian. Sesuai penjelasan di poin pertama, roadmap membantu dosen meneliti secara rutin selama masa pengabdian. 

Sehingga kinerja penelitian tetap optimal. Sejalan dengan hal ini, maka AK Prestasi terpenuhi dan pemenuhan BKD sampai pengembangan karir akademik dosen berjalan baik. 

Baca juga: Ketentuan dan Cara Pemenuhan Angka Kredit Penelitian (AK Prestasi) 

3. Rutin Memiliki Publikasi Ilmiah Berkualitas

Semua dosen tentunya ingin punya riwayat publikasi ilmiah bergengsi. Tidak hanya pada jurnal nasional, tapi juga jurnal internasional bereputasi pada peringkat Q1. Tidak hanya publikasi pada jurnal, tapi juga pada prosiding sampai aktif menerbitkan buku ilmiah. 

Roadmap membantu mencapai hal tersebut, sebab di dalam rencana penelitian tercakup rincian target luaran. Dosen bisa meracang luaran berbentuk publikasi ilmiah dengan kualitas terus meningkat dari waktu ke waktu. Dosen pun terbantu membangun riwayat publikasi ilmiah yang beragam dan bergengsi. 

Strategi Optimasi Penelitian dan Publikasi Ilmiah dengan Roadmap Riset

Menyusun roadmap riset tentunya bisa bisa asal menyusun daftar rencana kegiatan penelitian dalam 5 atau 10 tahun mendatang. Penyusunannya harus baik dan benar agar tujuan penyusunannya tercapai. Misalnya membantu konsisten melakukan penelitian dan publikasi ilmiah. 

Jadi, apa saja yang harus dilakukan dalam menyusun roadmap penelitian? Berikut beberapa strateginya agar roadmap tersebut mengoptimalkan kinerja penelitian dan publikasi ilmiah dosen: 

1. Roadmap Disusun Ringkas, Jelas, dan Mudah Dipahami

Strategi yang pertama, roadmap penelitian harus disusun sejelas mungkin. Prinsipnya adalah roadmap tersebut isinya ringkas, jelas, dan mudah dipahami. Sebab isi roadmap akan dibaca di 10 tahun bahkan 20 tahun mendatang. 

Jika tidak jelas dan rinci, maka akan menyebabkan kesalahpahaman. Meski disusun sendiri oleh dosen dan tim, sebagai manusia tentunya ada kemungkinan lupa. Apalagi jika sudah lewat satu dekade sejak pertama kali disusun. 

Baca juga: Langkah-Langkah Menyusun Roadmap Penelitian Dosen Pemula

2. Penelitian pada Roadmap Bisa Dijalankan

Strategi kedua, roadmap penelitian yang disusun harus berisi rencana penelitian yang realistis. Sehingga bisa dijalankan. Jadi, jangan hanya berisi topik sesuai bidang dan minat maupun bakat. Namun, topik tersebut bisa diteliti karena data tersedia, laboratorium mendukung, pendanaan bisa dicari, dll. 

3. Target Luaran di Setiap Rencana Penelitian Bisa Dicapai

Semua dosen tentunya ingin dikenal atas prestasi akademiknya. Sehingga memiliki keinginan melakukan penelitian dengan dampak luar biasa. Namun, sebaik-baiknya penelitian adalah yang bisa dilaksanakan dan hasilnya bisa dipublikasikan. 

Jadi, roadmap riset perlu disusun dengan target luaran yang jelas dan terukur. Selain itu juga realistis. Pastikan sesuai dengan kompetensi dan karakteristik penelitian. Sebab sebaik-baiknya target luaran, adalah yang logis sehingga bisa dicapai. Bukan yang ketinggian karena ditetapkan oleh sikap perfeksionis. 

4. Roadmap Harus Disusun dengan Rinci

Strategi keempat, roadmap yang disusun harus dibuat rinci atau mendetail. artinya, jangan hanya mencantumkan informasi topik dan tahun dimana ingin dilaksanakan. Tambahkan informasi penting lain yang wajib ada pada setiap rencana penelitian. 

Seperti penjelasan tambahan pada topik penelitian, detail kebutuhan pendanaan, timeline pelaksanaan penelitian, target luaran yang ingin diraih, dan sebagainya. Semakin detail, semakin memudahkan pelaksanaan isi roadmap tersebut. 

5. Susunan Rencana Penelitian Alurnya Logis

Strategi kelima dalam menyusun roadmap riset, adalah menyusun seluruh rencana kegiatan secara sistematis dan alurnya logis. Susun setiap topik penelitian berdasarkan tingkat kesulitan dan target luaran. Jadi, penelitian yang dirasa masuk kategori penelitian dasar ditempatkan di tahun-tahun awal. 

Begitu seterusnya sampai tingkat penelitian terapan dan penelitian pegembangan. Jangan sampai alurnya terbalik, karena bisa menyulitkan pelaksanaan rencana penelitian di dalam roadmap tersebut. 

6. Roadmap Disusun atas Kesepakatan Bersama

Strategi keenam, roadmap penelitian yang disusun tentunya disepakati bersama. Khususnya untuk rencana penelitian yang sifatnya kolaboratif. Meskipun roadmap disusun mandiri oleh dosen sendiri. Namun beberapa topik perlu berkolaborasi. 

Pastikan roadmap dibuat fleksibel, sehingga bisa menyesuaikan dengan kesepakatan mitra seperti apa. Sebab bisa jadi rencana di dalamnya kurang realistis, kurang relevan dengan kondisi terkini, dan lain sebagainya. Kesepakatan bersama juga membantu menjaga kolaborasi berjalan baik, tidak terjadi perselisihan. 

7. Roadmap Sejalan dengan Roadmap Riset Institusi

Strategi berikutnya, roadmap penelitian yang disusun dosen harus sejalan dengan roadmap penelitian institusi atau fakultas (jika perguruan tinggi berbentuk universitas). Tujuannya agar bisa sejalan dengan visi misi institusi, proposal penelitian disetujui institusi, dan lain sebagainya. 

Menyusun roadmap penelitian dengan strategi yang tepat, membuat rencana penelitian di dalamnya realistis. Sehingga bisa dijalankan dan target luaran yang ditetapkan juga lebih mudah dicapai. 

Bagi dosen yang masih kesulitan dalam menyusun roadmap riset yang efektif dan mudah dijalankan. Maka bisa mengakses materi e-course dari Dunia Dosen yang berisi panduan dan pendampingan dalam menyusun roadmap penelitian yang mudah dipraktekan. 

Selain itu, materi juga sudah disesuaikan dengan regulasi terbaru dan mendukung rencana penelitian dosen di beberapa dekade mendatang. Informasi lebih rinci dan bagaimana mengakses materinya, bisa mengunjungi halaman berikut: Rahasia Roadmap Riset: Jurus Jitu Hindari Publikasi Tanpa Arah.

Sumber:
  1. Peta Jalan Penelitian. LPPM Universitas Brawijaya. https://lppm.ub.ac.id/wp-content/uploads/PETA-JALAN.pdf
  2. Muttaqin, I. (2019). Roadmap Riset dan Publikasi; Menuju Keunggulan Kompetitif dan Komparatif IAIN Pontianak Berbasis Kebudayaan Islam Borneo. At-Turats, 13(2), 28-38. https://jurnaliainpontianak.or.id/index.php/atturats/article/view/1143/pdf
  3. Penyusunan Road Map Penelitian. (2020). LPPM Universitas Airlangga. https://www.slideshare.net/slideshow/penyusunanroadmappenelitianprofherypptx/256978879

Ahmad Aziz

SEO Specialist and Content Editor who also manages website for Dunia Dosen. Highly interested in SEO, content marketing, and WordPress website development. With experience as a WordPress Web Developer, helping to optimize and manage website projects to support business goals.

Recent Posts

Masih Keliru? Ini 6 Kesalahan Umum Dosen dalam Publikasi Jurnal Ilmiah

Publikasi pada jurnal ilmiah dikenal sebagai bentuk publikasi ilmiah bergengsi di kalangan dosen. Sebab dikenal…

20 hours ago

Strategi Pemenuhan AK Prestasi melalui Publikasi Jurnal Ilmiah

Salah satu jenis angka kredit yang dinilai dalam kenaikan jabatan akademik dosen, adalah Angka Kredit…

20 hours ago

Roadmap Penelitian bagi Dosen: Pentingnya, Manfaat, dan Cara Menyusunnya

Menyusun roadmap penelitian, ternyata tidak hanya membantu dosen produktif melakukan penelitian. Akan tetapi juga berdampak…

1 day ago

5 Kesalahan Umum dalam Sertifikasi Dosen yang Harus Dihindari

Meskipun dosen eligible sebagai peserta sertifikasi dosen (serdos). Namun, tidak menjamin pada tahap akhir serdos…

1 day ago

Apa Saja yang Perlu Dipersiapkan untuk Lulus Serdos 2026?

Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 37 tahun 2009 tentang Dosen, pada Pasal 2 menjelaskan dosen di…

2 days ago

AI untuk Abstrak Jurnal: Manfaat, Cara Menggunakan, dan Tipsnya

Mempertimbangkan penggunaan AI untuk membuat abstrak jurnal tentu mulai dilakukan banyak kalangan akademisi. Baik itu…

5 days ago