Cara Menulis Artikel Jurnal untuk Dosen agar Lebih Terarah
Publikasi dalam bentuk jurnal menjadi salah satu kiat menyebarluaskan hasil penelitian. Sekaligus menjadi bentuk kontribusi dosen dalam mengembangkan iptek. Maupun ikut menyediakan referensi ilmiah kredibel. Namun, seperti apa tata cara penulisannya? Berikut informasinya.
Artikel jurnal ilmiah sendiri adalah salah satu jenis karya tulis ilmiah yang berisi hasil penelitian maupun hasil kajian pustaka yang disusun sistematis sesuai kaidah metodologi ilmiah dan diterbitkan di sebuah jurnal ilmiah.
Artikel ilmiah analoginya seperti naskah buku. Sedangkan jurnal adalah penerbit buku. Jadi, jurnal adalah media penerbitan yang fokus membantu penerbitan artikel ilmiah. Ciri khas lainnya, adalah proses penerbitan melewati tahap peer review oleh 2 pakar di bidangnya atau lebih.
Artikel jurnal ilmiah termasuk dalam kategori karya tulis ilmiah, sehingga terikat oleh aturan struktur penulisan. Struktur penulisan jurnal pada umumnya adalah memakai IMRaD. Sehingga mencakup Introduction (Pendahuluan), Methods (Metode), Results (Hasil), dan Discussion (Diskusi).
Hanya saja struktur ini menjadi struktur inti dalam artikel ilmiah. Secara keseluruhan, struktur artikel jurnal ilmiah adalah sebagai berikut:
Bagian pertama dalam struktur umum artikel jurnal ilmiah, tentunya judul. Judul artikel jurnal harus dibuat singkat dan jelas. Mencakup topik penelitian dan lokasi penelitian tersebut dilakukan.
Baca juga: Aturan dan Cara Membuat Judul Jurnal Scopus
Abstrak adalah bagian dari artikel jurnal ilmiah yang berisi rangkuman kegiatan penelitian. Mulai dari penjelasan tentang topik, metode penelitian yang digunakan, hasil penelitian, dan sebagainya yang disajikan secara ringkas.
Sedangkan kata kunci adalah setiap kata yang menggambarkan inti pembahasan artikel ilmiah. Kata kunci terletak di bagian bawah abstrak. Bentuknya kata tunggal sampai frasa, bukan kalimat dan jumlahnya antara 3-5 kata kunci.
Baca selengkapnya: Tata Cara Penulisan Abstrak Jurnal yang Benar dan Efektif
Pendahuluan adalah bagian dari artikel jurnal ilmiah yang menjadi pembuka inti atau isi artikel. Isinya menjelaskan latar belakang pemilihan topik, rumusan masalah, batasan masalah, dan tujuan maupun manfaat penelitian yang dilakukan.
Baca selengkapnya: Cara Membuat Pendahuluan Artikel Jurnal Ilmiah dengan Efektif dan Efisien
Metode penelitian (metodologi penelitian) adalah bagian dari artikel ilmiah jurnal yang menjelaskan metode dalam penelitian. Isinya menjelaskan metode penelitian (kualitatif, kuantitatif, atau gabungan keduanya), instrumen pengumpulan data, teknik analisis data, dan sampel atau lokasi penelitian.
Hasil penelitian bagian dari artikel jurnal ilmiah yang berisi seluruh data yang diolah atau didapatkan dalam kegiatan penelitian. Data disajikan apa adanya sesuai dengan ketentuan dan etika publikasi ilmiah.
Pembahasan hasil penelitian adalah bagian dari artikel jurnal yang membahas hasil penelitian yang dipaparkan di bagian hasil penelitian. Pada bagian ini akan dibahas hasil penelitiannya bagaimana dan apa.
Sehingga pembaca memahami hasil atau data penelitian yang dicantumkan di bagian sebelumnya artinya apa. Kemudian diikuti penjelasan mengenai kaitan hasil penelitian dengan rumusan masalah dan tujuan penelitian.
Baca juga: Format Penulisan Artikel Jurnal Terindeks SINTA
Kesimpulan adalah bagian dari artikel jurnal ilmiah yang menjelaskan kesimpulan dari hasil penelitian yang telah dilakukan. Sementara saran adalah bagian dari artikel jurnal yang berisi rekomendasi pada penelitian selanjutnya.
Daftar pustaka adalah bagian dari struktur artikel jurnal ilmiah yang berisi daftar seluruh referensi yang digunakan untuk menunjang penelitian dan penyusunan proposal, laporan, maupun artikel jurnal sebagai luaran penelitian tersebut.
Baca juga: Pedoman Penulisan Daftar Pustaka Jika Sumber dari Prosiding dalam Berbagai Gaya Sitasi
Setelah memahami apa itu artikel jurnal dan struktur umumnya seperti apa. Dosen tentunya perlu memahami arti pentingnya rutin menerbitkan artikel jurnal ilmiah. Sehingga penulisan jurnal menjadi agenda tetap selama masa pengabdian. Adapun arti penting yang dimaksud, adalah sebagai berikut:
Publikasi di dalam jurnal ilmiah menjadi bentuk tanggung jawab dan sikap profesional dosen. Sebab menjadi bagian dari pelaksanaan tri dharma. Baik dalam tugas penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat.
Publikasi di jurnal ilmiah juga bagian dari penyebarluasan kegiatan tri dharma. Hasil penelitian dan kegiatan pengabdian wajib disebarluaskan oleh dosen. Salah satunya dalam bentuk jurnal ilmiah.
Publikasi di jurnal ilmiah membantu dosen mendapatkan tambahan poin angka kredit. Publikasi hasil penelitian menambah poin AK Prestasi. Sementara publikasi jurnal hasil pengabdian menambah poin AK Konversi. Sehingga membantu dosen memenuhi AK Kumulatif untuk naik jenjang jabatan akademik berikutnya.
Baca juga: Cara Memenuhi Angka Kredit Dosen melalui Publikasi Buku Referensi dan Monograf
Secara keilmuan, publikasi berbentuk jurnal lebih diakui kredibilitasnya. Dosen dengan riwayat publikasi jurnal tentunya memiliki bukti kinerja akademik baik dan berkualitas. Sehingga menguatkan reputasinya.
Lalu, bagaimana tata cara penulisan jurnal ilmiah? Secara umum, artikel jurnal ilmiah bisa berisi hasil penelitian dan kajian pustaka. Pada artikel berisi hasil penelitian, maka diawali dari melaksanakan penelitian sampai tuntas. Dilanjut menyusun laporan penelitian dan artikel jurnal ilmiah. Secara lebih rinci, berikut seluruh tahapannya:
Tahap yang pertama adalah menentukan jurnal tujuan. Jadi, setelah penelitian selesai dilakukan dan laporan penelitian sudah selesai disusun. Maka dosen bisa mencari jurnal yang tepat. Sesuai scope dari artikel ilmiah yang disusun.
Tahap berikutnya adalah menyusun kerangka artikel jurnal ilmiah. Kerangka ini disesuaikan dengan ketentuan format dan struktur penulisan dari jurnal tujuan. Masing-masing jurnal menyediakan buku panduan, silahkan dibaca agar format dan struktur dijamin tepat.
Tahap ketiga adalah mulai proses penulisan jurnal tersebut. Sesuai dengan susunan di dalam kerangka yang disusun sebelumnya. Para dosen pada tahap ini mungkin butuh referensi tambahan. Sehingga penjelasan, terutama pada bagian hasil dan pembahasan bisa lebih rinci.
Setelah artikel jurnal selesai disusun, maka tahap berikutnya adalah proses editing dan penyuntingan. Tahap ini dilakukan mandiri dulu oleh dosen untuk mengoreksi kesalahan sederhana dan teknis. Jika memungkinkan bisa meminta bantuan rekan sejawat untuk membantu mendapat hasil review yang lebih objektif.
Tahap akhir, adalah submit ke jurnal tujuan. Dosen pada tahap ini tinggal menunggu respon dari editor jurnal. Baik terkait kabar artikel masuk ke tahap peer review, ditolak, revisi, dan sebagainya sampai status terbit.
Dalam penulisan jurnal, tentunya tidak lepas dari berbagai kendala dan kesalahan. Beberapa kesalahan bahkan menjadi kesalahan umum. Artinya, sering dilakukan oleh para dosen. Apa saja? Berikut detailnya:
Kesalahan umum yang pertama, format dan struktur artikel tidak sesuai dengan ketentuan pengelola jurnal. Kesalahan ini umumnya dilakukan dosen pemula. Sebab belum terbiasa mengurus publikasi di jurnal dan menganggap format dan struktur pasti sama semua.
Mencari dan menggunakan data di dalam publikasi ilmiah lain (referensi) menjadi tahapan yang berjalan dari awal sampai akhir penulisan jurnal. Jadi tidak hanya dilakukan sekali di awal penulisan.
Sebab saat mengembangkan bagian per bagian artikel, kebutuhan referensi tambahan sangat mungkin terjadi. Jika mengandalkan referensi yang dicari di awal penulisan saja. Maka dikhawatirkan kurang menunjang substansi artikel jurnal. Bisa kurang lengkap, kurang detail, dll.
Referensi yang digunakan dosen juga bisa keliru atau salah. Misalnya tidak relevan dengan topik, bukan terbitan terbaru, dan tidak kredibel. Jadi, kesalahan ini harus dihindari karena akan mempengaruhi kredibilitas substansi dan dosen itu sendiri selaku penulis.
Kesalahan umum lainnya adalah pada penyusunan judul. Judul artikel jurnal harus ringkas, jangan sampai terlalu panjang. Sekaligus mampu merepresentasikan isi artikel jurnal tersebut. Maka minimal mencantumkan topik dan lokasi penelitian dilakukan dimana.
Kesalahan umum berikutnya dalam penulisan jurnal adalah penyusunan setiap bagian artikel jurnal kurang tepat. Mulai dari abstrak yang tidak merangkum isi artikel jurnal, pendahuluan yang tidak menjelaskan latar belakang pemilihan topik, dan sebagainya. Membaca buku panduan penting untuk menghindari kesalahan ini.
Secara umum, gaya bahasa artikel jurnal adalah formal dan menggunakan sejumlah istilah ilmiah sesuai bidang keilmuan artikel tersebut. Selain itu, menggunakan ragam kata baku, sesuai EYD, dan jika dalam bahasa Inggris maka grammar harus tepat, dan struktur susunan kalimat pada semua paragraf sistematis serta logis.
Kesalahan umum lainnya yang sering dilakukan dosen dalam penulisan artikel jurnal adalah terjadi pelanggaran etika publikasi. Mulai dari mencantumkan data yang tidak valid (falsifikasi, fabrikasi, dan sebagainya). Sampai pada tindakan plagiarisme, baik yang disengaja maupun tidak disengaja.
Baca juga: 9 Kesalahan Dosen dalam Melakukan Penulisan Jurnal dan Tips Menghindarinya
Kendala dan melakukan kesalahan dalam proses penulisan jurnal memang hal lumrah. Hanya saja, semua dosen tentu berharap bisa menghindari semua kendala dan kesalahan tersebut.
Sebagai langkah lanjutan, Anda juga bisa memperdalam pemahaman melalui e-course Dunia Dosen berjudul “Rahasia Roadmap Riset: Jurus Jitu Hindari Publikasi Tanpa Arah”. Materi ini membahas secara praktis bagaimana menyusun roadmap riset yang terarah, sekaligus membantu Anda menulis artikel jurnal yang sesuai dengan ketentuan jurnal tujuan.
Bagi dosen, Google Scholar bukan sekedar tempat untuk mencari referensi ilmiah. Namun, memiliki fungsi yang…
Bagi dosen yang berencana mengajukan kenaikan jenjang jabatan akademik menuju Lektor Kepala di tahun 2026.…
Salah satu kunci untuk meraih hibah penelitian, adalah menyusun proposal usulan yang kuat dan terarah.…
Menyusun proposal sesuai ketentuan dan memiliki keunggulan dari aspek substansi. Tentunya memberi peluang lebih besar…
Salah satu program hibah yang tentunya dinantikan para dosen maupun peneliti di Indonesia, adalah hibah…
Para dosen tentunya memiliki agenda rutin mengecek program hibah apa saja yang resmi dibuka pendaftarannya.…