Memiliki riwayat publikasi ilmiah pada jurnal nasional terakreditasi tentunya penting bagi dosen di Indonesia. Selain membantu memenuhi BKD dan mendapat poin angka kredit. Riwayat publikasi ini juga membantu memenuhi syarat khusus kenaikan jabatan akademik.
Sayangnya, membangun riwayat publikasi di jurnal SINTA tidak selalu mudah. Terlebih untuk peringkat SINTA 3 ke atas. Lalu, bagaimana solusinya? Para dosen bisa meningkatkan kompetensi publikasi ilmiah dengan mengikuti program E-Course SINTA Scopus dari Dunia Dosen. Berikut informasinya.
Apa Saja Penyebab Artikel Ditolak Pengelola Jurnal SINTA?
Kegagalan publikasi di jurnal SINTA tentunya bukan karena satu atau dua faktor. Aktualnya, memang ada banyak hal yang menjadi penyebab pengelola jurnal menolak mempublikasikan artikel yang di submit para dosen.
Secara umum, penyebab utama dari kesalahan dalam penyusunan artikel ilmiah tersebut. Apa saja? Berikut beberapa diantaranya:
1. Ketidaksesuaian dengan Fokus dan Ruang Lingkup Jurnal
Setiap jurnal ilmiah, baik jurnal nasional maupun internasional tentunya memiliki fokus dan ruang lingkup (aims and scope) yang berbeda-beda. Topik pada artikel ilmiah yang hendak dipublikasikan harus sesuai dengan aspek tersebut.
Sayangnya, dosen yang buru-buru menentukan jurnal tujuan atau karena faktor lain. Bisa jadi keliru memilih jurnal tujuan dan asal submit manuskrip. Kesalahan ini yang membuat artikel tersebut ditolak.
Jika beruntung,dosen bisa mendapat rekomendasi dari editor jurnal mengenai jurnal lain yang lebih relevan. Sehingga tidak perlu mencari sendiri. Namun, banyak yang harus dicari sendiri sehingga dosen perlu bekerja dua kali.
Baca juga artikel berikut: 50 Daftar Jurnal Indonesia Terindeks Scopus Terbaru!
2. Format dan Struktur Penulisan Keliru
Dosen dalam mengurus publikasi di jurnal SINTA maupun Scopus,kadang juga ada kesalahan terkait hal teknis penulisan. Misalnya yang paling sering terjadi adalah penulisan artikel tidak sesuai ketentuan format dan struktur dari pengelola jurnal.
Bagi pihak pengelola, ketidaksesuaian ini menjadi aspek administratif yang tidak terpenuhi. Sehingga artikel ilmiah tidak bisa dipublikasikan. Hal ini tentu sangat disayangkan, karena bisa jadi secara aspek substansi artikel tersebut sudah berkualitas tinggi.
Baca selengkapnya disini: Format Penulisan Artikel Jurnal Terindeks SINTA
3. Terindikasi Pelanggaran Etika Publikasi Ilmiah
Kesalahan umum selanjutnya adalah ada indikasi terjadi pelanggaran etika. Paling sering adalah kasus plagiarisme hingga self plagiarism. Hal ini tentu perlu menjadi perhatian para dosen, khususnya dosen pemula.
Sebab pelanggaran etika publikasi tidak hanya berdampak manuskrip ditolak. Namun, nama dosen bisa masuk daftar hitam (blacklist). Sehingga secara permanen tidak bisa submit atau punya publikasi di jurnal tersebut.
Baca juga artikel berikut: Mengenal Etika Penulisan Artikel Jurnal Ilmiah dan Cara Menghindari Pelanggarannya
4. Judul dan Topik Kurang Menarik
Aspek substansi artikel ilmiah seperti judul dan topik juga sering luput dari perhatian para dosen. Pengelola jurnal akan memprioritaskan artikel ilmiah yang topiknya relevan dengan isu terkini. Sekaligus relevan dengan permasalahan di masyarakat.
Sehingga meningkatkan urgensinya untuk segera dipublikasikan. Selain itu, judul juga harus menarik. Sebab menjadi salah satu pertimbangan pembaca untuk mengakses artikel tersebut atau sebaliknya.
Baca juga artikel berikut: 13 AI untuk Review Jurnal, Cari Referensi Publikasi Makin Mudah!
5. Metode Penelitian Kurang Jelas
Kesalahan terkait aspek substansi lainnya adalah pada metode penelitian. Kekeliruan menentukan metode hingga pemaparan yang kurang jelas. Bisa membuat artikel ilmiah dinilai kurang layak terbit.
Sukses Membangun Riwayat Publikasi di Jurnal SINTA Melalui E-Course SINTA Scopus
Memahami ada banyak kesalahan dan kekeliruan dalam menyusun artikel ilmiah di kalangan dosen. Sehingga menyulitkan dosen untuk membangun riwayat publikasi di jurnal SINTA. Maka Dunia Dosen kemudian menggelar program E-Course SINTA Scopus.
Dalam program ini,para dosen yang menjadi peserta bisa mengakses materi yang menjelaskan secara rinci proses dan strategi publikasi di jurnal SINTA. Sehingga meningkatkan keterampilan peserta menyusun artikel ilmiah, kemampuan korespondensi, memilih jurnal tujuan yang sesuai, paham menghadapi revisi, dll.
Seluruh materi di dalam E-Course kali ini disusun dan disampaikan oleh Prof. Dr. Rudy Agung Nugroho, S.Si., M.Si.. Pengalaman mengurus publikasi di jurnal SINTA dan Scopus serta menjadi pendamping peserta di berbagai program yang diselenggarakan Dunia Dosen.
Tentunya memastikan seluruh materi berkualitas karena disampaikan pakar dan sudah berpengalaman. Selain itu, materi juga dipastikan lebih mudah dipahami dan kemudian bisa segera dipraktekan oleh para peserta.
Daftar Materi E-Course yang Bisa Diakses Peserta
Adapun materi dalam format teks hingga video pembelajaran bisa diakses kapan saja oleh para peserta. Bahkan disediakan fasilitas akses secara lifetime atau seumur hidup. Materi yang sudah disiapkan antara lain:
1. Navigasi Strategis Tren Publikasi Ilmiah
Dalam E-Course, para peserta akan dijelaskan mengenai navigasi strategis tren publikasi ilmiah. Sehingga bisa memahami tren penelitian dan publikasi ilmiah terkini. Serta bagaimana melakukan analisis tren tersebut secara mandiri.
Sehingga memudahkan penentuan topik dengan urgensi tinggi untuk diteliti. Hal ini akan membuat artikel ilmiah dinilai layak terbit oleh jurnal SINTA maupun Scopus karena relevan dengan permasalahan saat ini.
2. Optimasi Seleksi Jurnal demi Akselerasi Karier
Peserta E-Course Dunia Dosen juga akan mendapat materi mengenai tata cara dan strategi menentukan jurnal tujuan. Sehingga meminimalkan kesalahan dalam memilih jurnal karena perbedaan fokus dan ruang lingkup. Langkah ini bisa memperbesar peluang manuskrip diterima pengelola jurnal.
3. Standar Etika & Proteksi Reputasi Akademik
Dalam pelaksanaan tri dharma hingga mencapai luaran, tentunya para dosen harus menjaga integritas. Salah satunya dengan menghindari pelanggaran etika. Peserta E-Course juga akan mendapat materi yang khusus membahas etika dalam publikasi jurnal ilmiah. Sehingga menghindari sanksi akademik di kemudian hari.
4. Transformasi Struktur Artikel Standar Internasional
Materi lainnya yang bisa diakses peserta kapan saja dan dimana saja adalah mengenai struktur artikel ilmiah. Peserta akan mendapat penjelasan rinci mengenai ketentuan struktur penulisan agar relevan dengan kebijakan pengelola jurnal. Sekaligus menambah wawasan mengenai struktur sesuai standar internasional.
Baca juga artikel berikut: Daftar Jurnal Open Access Gratis Terindeks Scopus untuk Dosen dan Peneliti
Fasilitas dan Benefit bagi Peserta E-Course
Program E-Course SINTA Scopus tentunya tidak hanya disajikan tim Dunia Dosen dengan daftar materi yang terstruktur dan aplikatif. Akan tetapi juga dilengkapi dengan sejumlah fasilitas yang relevan dengan kebutuhan para peserta yang aktif meneliti dan menjalankan aktivitas akademik lainnya. Fasilitas tersebut antara lain:
- [BONUS!] Template artikel ilmiah (format IMRAD sesuai standar jurnal SINTA & Scopus)
- [BONUS!] Checklist pra submit -publish ke jurnal SINTA & Scopus
- [BONUS!] Scorecard Penilaian Mandiri
- 10 Modul Video Pembelajaran
- 10 Rangkuman Materi dan Kuis
- Diskusi Pakar: Exclusive Q&A Session
- Lifetime Q&A
Peserta di program E-Course SINTA Scopus juga akan menerima sertifikat elektronik. Sertifikat ini bisa menjadi bukti bagi dosen telah mengikuti program pengembangan diri. Sehingga relevan untuk diklaim dalam pelaporan BKD sesuai ketentuan.
E-Course ini juga cocok diikuti para dosen, baik yang sudah memiliki artikel untuk diterbitkan ke jurnal SINTA maupun jurnal Scopus. Maupun yang masih dalam tahap perencanaan penelitian. Selain itu, relevan juga diikuti oleh mahasiswa dan peneliti yang mengalami kendala dalam publikasi di jurnal SINTA dan Scopus.














