Bagi para dosen yang selama ini masih sering kesulitan dan bahkan gagal menemukan research gap. Maka bisa ikut serta dalam program E-Course Research Gap yang diselenggarakan oleh Dunia Dosen. Berikut informasinya.
Apa Itu Research Gap?
Research gap atau kesenjangan penelitian adalah kondisi dimana suatu penelitian memiliki kesenjangan atau ruang yang masih belum terjawab dari kegiatan penelitian sebelumnya atau penelitian terdahulu.
Kesenjangan ini bisa muncul karena berbagai hal. Seperti fokus penelitian yang spesifik, sehingga ada fokus lain yang masih berkaitan memang diabaikan peneliti terdahulu. Kemudian bisa juga karena teori yang relevan dengan topik belum ada (belum selengkap masa sekarang), keterbatasan pada metode penelitian, dan munculnya fenomena baru.
Meskipun sekilas research gap menunjukan ketidaksempurnaan kegiatan penelitian. Namun, hal ini justru lumrah. Bahkan research gap penting untuk selalu ada dalam setiap penelitian. Salah satu manfaatnya adalah mendukung penelitian lebih lanjut. Sehingga terus didapatkan temuan-temuan baru yang relevan dengan fenomena terkini.
Baca selengkapnya disini: Research Gap – Fungsi, Jenis, Contoh di Proposal Penelitian
Mengapa Research Gap Penting dalam Pelaksanaan Riset?
Dalam penelitian yang dilaksanakan oleh dosen maupun oleh siapa saja, research gap adalah hal penting untuk ditemukan. Berikut beberapa alasannya:
1. Menguatkan Kebutuhan Dilaksanakan Penelitian Lanjutan
Research gap membantu peneliti masa sekarang mengetahui ada kesenjangan pada penelitian sebelumnya. Sehingga mendorong untuk dilakukan penelitian lanjutan supaya bisa melengkapi kesenjangan tersebut.
2. Membantu Peneliti Menentukan Arah dan Fokus Penelitian
Research gap membantu peneliti mengetahui area yang diabaikan dengan sengaja maupun tidak disengaja oleh peneliti sebelumnya. Area ini yang memberi inspirasi bagi peneliti untuk menetapkannya sebagai fokus penelitian. Sehingga research gap bisa membantu menjalankan penelitian dengan arah yang jelas.
Baca juga artikel berikut: Proporsi Penelitian dan Proses Pengajuannya untuk Kenaikan Jabatan Akademik
3. Membantu Menyusun Rumusan Penelitian yang Lebih Spesifik
Research gap penting untuk ditemukan karena bisa menjadi acuan dalam menyusun rumusan masalah. Rumusan ini membantu menentukan daftar pertanyaan yang harus dijawab oleh hasil penelitian. Research gap membantu memahami apa saja yang perlu dijawab dalam penelitian yang akan dilaksanakan.
4. Mempermudah Menentukan Tujuan Penelitian
Research gap juga penting dalam penelitian karena membantu menetapkan tujuan yang jelas. Penelitian yang dijalankan tidak hanya menjadi rutinitas profesi. Akan tetapi penelitian tersebut bisa mendapatkan temuan yang berkontribusi untuk mengisi kekosongan dari penelitian terdahulu.
5. Menunjang Peneliti dalam Menjelaskan Novelty (Kebaruan)
Research gap juga penting dalam penelitian karena membantu mendapatkan novelty (kebaruan). Sekaligus membantu menjelaskannya (mencantumkannya) di dalam proposal penelitian, laporan penelitian, hingga luaran berbentuk publikasi ilmiah. Sebab research gap memastikan penelitian tidak mengulang penelitian sebelumnya.
Baca selengkapnya: Memahami Apa Itu Novelty pada Penelitian dan Cara Menentukannya
Tantangan Dosen dalam Menemukan Research Gap
Mengidentifikasi atau menemukan research gap dari riwayat penelitian sebelumnya tidak selalu mudah. Meski sering research gap tercantum secara eksplisit di dalam naskah publikasi ilmiah. Kadang kala dosen butuh waktu lebih lama untuk menemukannya karena berbagai sebab.
Sebab tersebut, salah satunya adalah karena adanya tantangan yang dihadapi dosen. Berikut beberapa tantangan yang paling sering dihadapi dosen:
1. Menemukan Cukup Banyak Literatur
Banyak yang mengira dengan banyaknya referensi yang relevan bisa memudahkan penemuan research gap. Aktual di lapangan, justru bisa terjadi sebaliknya. Sebab dengan banyaknya literatur maka akan memberi beban lebih saat mencari research gap. Hal ini terjadi karena ada lebih banyak publikasi ilmiah perlu dianalisis.
Dosen, mahasiswa, maupun peneliti membutuhkan waktu lebih untuk menganalisis seluruh referensi yang ditemukan. Kemudian memilih yang memang dirasa paling tepat. Baru kemudian dibaca satu per satu untuk menemukan research gap.
Baca juga: Cara Menuliskan Research Gap dan Novelty di Tulisan Ilmiah
2. Kesulitan Menemukan Literatur yang Sesuai
Kadang kala topik yang diteliti memang masih baru atau memang masih jarang diteliti oleh peneliti lain. Hal ini tentu memunculkan kendala dalam menemukan referensi sebagai bagian dari pencarian research gap. Referensi yang terlalu terbatas, bisa jadi malah sulit ditemukan.
Sehingga rentan melewatkan penelitian paling terkini atau beberapa penelitian sebelumnya yang tahun pelaksanaan berdekatan. Hal ini bisa membuat analisis research gap menjadi kurang tepat.
3. Keterbatasan untuk Mengakses Literatur
Referensi yang relevan dengan topik untuk proses kajian pustaka mencari research gap kadang susah diakses. Bisa karena koleksi di perpustakaan tidak mencakup referensi tersebut. Atau referensi tersebut tersedia di database jurnal yang berbayar.
Sementara itu, biaya langganan mahal dan dosen tidak memungkinkan untuk berlangganan secara mandiri. Sehingga menjadikan kajian pustaka untuk mencari research gap tidak mudah dilakukan.
4. Keterbatasan Waktu untuk Melakukan Kajian Pustaka
Butuh waktu dalam proses ini. Sehingga sering berbenturan dengan keterbatasan waktu dari dosen, mahasiswa, maupun peneliti. Waktu yang terbatas karena kesibukan lain membuat proses kajian pustaka tidak bisa dilakukan kontinyu. Sehingga menemukan research gap semakin butuh waktu lebih lama dari seharusnya.
5. Kesulitan Memahami Literatur
Tantangan berikutnya juga masih berkaitan dengan literatur. Selain terlalu banyak, terlalu sedikit, dan sulit diakses. Peneliti kadang terbentur dengan bahasa dan aspek penulisan lain. Sehingga literatur yang sedang dikaji sulit dipahami. Jika sulit dipahami maka akan menyulitkan proses menemukan research gap.
6. Menemukan Hasil Penelitian yang Tidak Konsisten
Research gap bisa ditemukan lewat hasil penelitian terdahulu yang tidak konsisten (tidak sama). Hal ini memang bisa menjadi aspek yang bisa difokuskan agar research gap mudah ditemukan.
Hanya saja, research gap karena inkonsistensi hasil penelitian justru butuh waktu untuk ditemukan. Sebab perlu melakukan perbandingan menyeluruh untuk mengetahui apa yang menyebabkan hasil tidak konsisten tersebut.
7. Sulit Membedakan Research Gap dengan Kelemahan Penelitian
Research gap dijelaskan dengan memaparkan fokus penelitian. Sedangkan kelemahan penelitian dijelaskan dengan mencantumkan informasi yang membuat penelitian belum sempurna. Jika keduanya saling tertukar dan tumpang tindih, maka rentan keliru dalam menemukan research gap.
Belajar Menganalisis Research Gap Bersama Ahlinya Melalui E-Course Dunia Dosen
Dunia Dosen memahami berbagai kendala dan tantangan para dosen dalam mengidentifikasi research gap. Oleh sebab itu, diselenggarakan program E-Course Research Gap. Melalui program E-Course ini para dosen yang menjadi peserta akan mendapat penjelasan rinci dan sistematis mengenai research gap.
Materi disampaikan oleh Prof. Dr. Sugiyono, M.Pd. yang saat ini merupakan dosen dan Guru Besar di Fakultas Teknik, Universitas Negeri Yogyakarta. Selain aktif melaksanakan penelitian, Sugiyono juga menjadi pakar metodologi riset. Sekaligus sering menerbitkan buku ilmiah best seller.
Pengalamannya dalam meneliti dan mengurus publikasi ilmiah berkualitas. Tentunya akan mendukung pemaparan materi research gap secara menyeluruh dan aplikatif.
Apa yang akan Dipelajari dalam E-Course Research Gap?
Program E-Course Research Gap tidak hanya berisi satu materi mengenai research gap. Akan tetapi dipecah menjadi beberapa materi untuk memastikan topik research gap dibahas secara menyeluruh. Sehingga peserta program bisa mendapat penjelasan yang komprehensif.
Berikut rincian seluruh materi yang bisa diakses dan dipraktekan para peserta:
1. Tahapan dalam Kegiatan Penelitian
Materi pertama akan membahas mengenai kegiatan penelitian dari tahap awal sampai akhir. Sehingga para peserta memahami menemukan research gap menjadi bagian dari tahapan penelitian tersebut.
2. Merancang Penelitian Berkualitas
Materi kedua akan membahas mengenai tata cara merancang penelitian yang berkualitas. Mulai dari penentuan topik yang tepat, sampai menemukan research gap yang membantu penelitian punya novelty.
Baca juga: Arti Penting Novelty Penelitian dan 3 Cara Menemukannya
3. Pemahaman Awal Research Gap
Materi ketiga akan membahas mengenai hal-hal mendasar mengenai research gap. Yakni membahas mengenai definisinya dan arti pentingnya untuk ditemukan dalam melaksanakan kegiatan penelitian.
4. Macam-Macam Research Gap
Materi keempat akan fokus membahas mengenai jenis atau macam dari research gap. Sebab memang sangat beragam dan setiap penelitian bisa ditemukan salah satu atau beberapa jenis tersebut sekaligus.
Baca selengkapnya disini: Mengenal 9 Jenis Research Gap dan Cara Menemukannya
5. Menentukan Research Gap
Materi kelima akan fokus membahas mengenai tata cara melakukan analisis research gap. Yaitu melalui proses kajian pustaka dengan membaca sejumlah publikasi untuk menelusuri riwayat penelitian terdahulu pada topik yang diteliti.
6. Tujuan Penelitian dalam Research Gap
Materi berikutnya akan membahas mengenai bagaimana merumuskan tujuan penelitian dengan mengacu pada research gap. Sehingga penelitian memiliki tujuan yang jelas, karena research gap membuat fokus penelitian lebih spesifik.
Baca juga: 9 Arti Penting Update dan Mengikuti Tren Publikasi Akademik
7. Sistematika Proposal Penelitian dengan Research Gap
Materi berikutnya akan membahas mengenai tata cara menyusun proposal penelitian. Sehingga peserta juga memahami tata cara menuliskan research gap di dalam proposal penelitian dengan jelas.
8. Simulasi Penemuan Research Gap
Materi berikutnya adalah simulasi atau praktek langsung dalam menemukan research gap. Baik untuk penelitian kualitatif maupun dengan metode kuantitatif. Sehingga seluruh materi yang dipelajari dipraktekkan pada tahap ini.
Siapa yang Cocok Mengikuti E-Course Research Gap?
Program E-Course Research Gap tentunya ideal diikuti siapa saja yang memang aktif melakukan penelitian. Berikut adalah pihak-pihak yang ideal untuk ikut serta dalam program E-Course ini:
1. Dosen dan Calon Dosen
Pihak pertama yang cocok untuk mengikuti E-Course mengenai Research Gap adalah kalangan dosen maupun calon dosen. Sehingga bisa mengasah keterampilan meneliti melalui kemampuan menemukan research gap dengan lebih efektif serta efisien.
2. Mahasiswa Pascasarjana
Mahasiswa, khususnya di jenjang pascasarjana juga menjadi pihak yang ideal menjadi peserta E-Course mengenai research gap. Sebab sudah mulai aktif melakukan penelitian dengan novelty. Tentunya perlu memahami apa dan bagaimana menemukan research gap.
3. Peneliti Profesional dan Calon Peneliti
Para peneliti maupun calon peneliti juga menjadi peserta E-Course yang ideal. Sebab aktif melakukan kegiatan penelitian, sehingga perlu memahami bagaimana menemukan research gap untuk menunjang penelitian tersebut.
Manfaat Mengikuti E-Course Research Gap
Menjadi peserta dalam program E-Course Research Gap tentunya memberikan banyak manfaat. Diantaranya adalah:
1. Meningkatkan Keterampilan Meneliti
Mampu menemukan research gap menjadi langkah awal dari kegiatan penelitian. Melalui E-Course dari Dunia Dosen, peserta bisa meningkatkan keterampilan tersebut. Sehingga keterampilan dalam meneliti lebih optimal.
2. Membantu Mengatasi Kesulitan dalam Menemukan Research Gap
E-Course bermanfaat dalam membantu para peserta untuk mengatasi kendala dan tantangan menemukan research gap. Sebab semakin paham bagaimana teknik dan strategi agar research gap ditemukan secara efektif, efisien, dan terstruktur.
3. Mengoptimalkan Luaran Penelitian
Manfaat ketiga, peserta E-Course Dunia Dosen bisa lebih terbantu dalam mengoptimalkan capaian luaran penelitian. Sebab dengan keterampilan menemukan research gap yang sudah lebih baik. Maka penelitian peserta bisa memiliki novelty yang membuka potensi luaran diterima publisher kredibel dan bereputasi.
Baca juga: Bentuk Luaran Hasil Penelitian yang Dilaksanakan oleh Dosen
4. Meningkatkan Produktivitas dalam Meneliti
Manfaat berikutnya, para peserta bisa lebih produktif dalam melaksanakan kegiatan penelitian. Sebab bisa lebih mudah dalam menemukan research gap. Sehingga bisa segera melaksanakan penelitian berikutnya.
Mengapa Memilih E-Course Research Gap Dunia Dosen?
Mempelajari apa itu research gap dan bagaimana cara menemukannya memang ada banyak cara. Tidak hanya melalui program E-Course Research Gap dari Dunia Dosen. Hanya saja, program ini bisa menjadi pilihan para dosen dan peneliti.
Pertama, program diselenggarakan oleh Dunia Dosen yang tentunya dijalankan secara profesional. Kedua, materi E-Course disampaikan oleh narasumber yang merupakan akademisi senior dengan pengalaman panjang.
Ketiga, E-Course dilengkapi dengan banyak fasilitas tambahan. Selain resume materi, juga sertifikat elektronik. Sehingga para peserta punya bukti sudah menyelesaikan program dan menguasai keterampilan baru.














