Publikasi di jurnal ilmiah pada dasarnya tidak melulu mahal. Bahkan untuk jurnal internasional bereputasi. Hanya saja, dosen memang butuh usaha ekstra untuk bisa mendapatkan jurnal dengan APC terjangkau atau bahkan gratis. Berikut informasinya.
Daftar Isi
ToggleBisakah Publikasi di Jurnal Tanpa Biaya Alias Gratis?
Dalam tata cara publikasi jurnal ilmiah, tentu banyak dosen yang memahami ada biaya publikasi yang disebut dengan istilah APC (Article Processing Charge). Kabar baiknya, tidak semua jurnal membebankan APC meski sifatnya open access.
Sehingga para dosen, mahasiswa, dan peneliti yang submit artikel ilmiah di jurnal tersebut tidak dikenakan biaya. Pihak pengelola jurnal menetapkan kebijakan untuk menghapus APC. Sehingga siapa saja bisa submit artikel ilmiah berkualitas sesuai scope jurnal tersebut tanpa biaya. Jurnal dengan kebijakan seperti ini tentunya menjadi angin segar bagi dosen yang terkendala pendanaan terbatas. Akan tetapi tetap bisa mempublikasikan hasil penelitiannya.
Baca juga: Biaya APC dalam Jurnal dan Cara Mencarinya di Website
Ciri-Ciri Jurnal Kredibel Meski Tanpa APC
Jika membahas cara publikasi jurnal tanpa biaya alias gratis. Maka biasanya ada beberapa dosen yang khawatir jurnal tersebut tidak kredibel. Secara umum, jurnal yang tidak membebankan APC justru aman dari resiko jurnal predator. Berikut beberapa ciri-ciri mendasar jurnal bebas APC yang kredibel:
1. Jurnal Memiliki ISSN
Sebagai media publikasi ilmiah berkala (periodik), maka tentu pihak pengelola jurnal harus mengurus ISSN (International Standard Serial Number). ISSN menandakan jurnal tersebut media publikasi berkala sekaligus bisa diidentifikasi dan dilacak. ISSN yang dimiliki jurnal bisa ISSN online (e-ISSN), ISSN cetak (p-ISSN), maupun keduanya sekaligus.Â
Baca juga artikel berikut: Cara Cek ISSN Jurnal dalam 5 Langkah, Akademisi Wajib Tahu
2. Editorial Board Jelas dan Valid
Ciri kedua, jurnal submit gratis tersebut memiliki editorial board yang jelas. Cek nama mitra bestari (reviewer). Kemudian pastikan seluruh nama di dalamnya memang benar sudah bekerjasama sebagai mitra bestari, bukan asal catut nama.
3. Menyediakan Authors Guide yang Jelas
Ciri ketiga, cara publikasi jurnal gratis yang kredibel adalah memastikan memiliki authors guide atau panduan penulis yang jelas. Artinya, pihak pengelola jurnal menyediakan buku panduan untuk penulis. Berisi informasi format atau template artikel ilmiah, etika publikasi, dan kebijakan lain yang ditetapkan pengelola.
4. Terdapat Proses Peer Review
Ciri yang keempat, pengelola jurnal memenuhi standar tahapan publikasi di jurnal ilmiah. Mulai dari pemeriksaan manuskrip oleh editor jurnal tersebut. Baru kemudian disusul proses peer review oleh minimal 2 orang pakar di bidangnya (mitra bestari). Jurnal abal-abal biasanya tidak ada tahapan penting ini.
5. Terindeks Database Jurnal Ilmiah
Ciri jurnal submit gratis yang kredibel juga ditandai dengan masuk ke sejumlah database bereputasi. Jika jurnal tersebut jurnal nasional maka sudah terakreditasi ARJUNA, sehingga terindeks di laman SINTA. Kemudian jurnal tersebut juga bisa masuk ke database Scopus, WoS, DOAJ, dll.Â
Baca juga: Daftar Jurnal Indonesia yang Terindeks Database Web of Science (WoS) 2026
6. Website Dikelola Rapi dan Umumnya Menggunakan OJS
Ciri berikutnya, jurnal tersebut memiliki website yang dikelola secara rapi. Umumnya menggunakan OJS (Open Journal Systems). OJS dipahami sebagai sebuah Content Management System (CMS) yang digunakan khusus untuk tata kelola jurnal ilmiah. Sehingga mirip dengan WordPress, Blogspot, dan CMS jenis lainnya.
7. Layanan Profesional
Ciri lainnya, jurnal tersebut menyediakan layanan yang profesional. Misalnya komunikasi bisa berjalan baik dengan editor melalui email atau media komunikasi daring lainnya. Sehingga dosen bisa leluasa bertanya, konsultasi, dll.
Tahapan dan Cara Publikasi Jurnal Gratis Tanpa APC
Lalu, bagaimana dengan tata cara publikasi jurnal tanpa APC? Secara umum, tahapan publikasinya tidak berbeda jauh dengan publikasi di jurnal berbayar (ada APC). Berikut detail tahapannya:
1. Mencari dan Memilih Jurnal Tanpa APC (Submit Gratis)
Tahap pertama, tentu saja sebelum melaksanakan penelitian dosen harus mencari dan memilih jurnal tujuan. Sebab biasanya jurnal tujuan perlu dicantumkan di proposal penelitian. Pastikan jurnal tersebut tidak membebankan APC dengan mengecek seluruh penjelasan di website resminya.
2. Melaksanakan dan Menyelesaikan Penelitian
Jika sudah menemukan jurnal dengan submit gratis dan relevan dengan topik yang akan diteliti. Maka dosen bisa fokus melaksanakan penelitian. Sebab harus selesai dan ada hasil penelitian, baru kemudian hasil ini dipublikasikan ke jurnal yang sudah dipilih sebelumnya.
Baca juga: Daftar Jurnal Open Access Gratis Terindeks Scopus untuk Dosen dan Peneliti
3. Menyusun Artikel Ilmiah Sesuai Template Jurnal Tujuan
Setelah penelitian diselesaikan, maka tahap berikutnya adalah menyusun artikel ilmiah yang akan diterbitkan pada jurnal yang sudah dipilih sebelumnya. Pada tahap ini, dosen wajib memastikan sistematika penulisan sesuai ketentuan pengelola jurnal. Gunakan template jika sudah disediakan jurnal tersebut dan abca authors guide yang disediakan.
4. Submit Artikel Ilmiah
Setelah artikel ilmiah sudah disusun mengikuti template yang disediakan pihak jurnal. Maka tahap berikutnya adalah submit atau mengirimkan manuskrip artikel tersebut ke pihak jurnal. Umumnya, submit artikel melalui website resmi jurnal tersebut. Silahkan membaca authors guide untuk detail prosedurnya bagaimana.
5. Mengikuti Proses Peer Review dan Revisi
Pada proses peer review, manuskrip akan diperiksa oleh 2 pakar di bidangnya. Pada tahap ini bisa memakan waktu beberapa minggu sampai berbulan-bulan. Selain itu juga biasanya ada revisi sesuai catatan mitra bestari.
Pastikan untuk mengerjakan revisi tersebut secepatnya. Biasanya pengelola jurnal menetapkan tenggat waktu, semakin cepat direvisi maka semakin cepat status artikel publish.
Manfaat Publikasi di Jurnal Tanpa APC bagi Dosen
Melalui pemilihan jurnal gratis tanpa APC, maka tentu menunjang kelancaran dan kemudahan dalam cara publikasi jurnal ilmiah. Selain itu, dosen juga bisa mendapatkan berbagai manfaat dari pilihan tersebut. Diantaranya adalah:
1. Menunjang Efisiensi Biaya Penelitian
Publikasi di jurnal ilmiah yang menetapkan APC kepada penulis bisa sangat mahal. Kisaran biaya untuk jurnal nasional terakreditasi antara Rp500 ribuan sampai Rp5 jutaan. Perbedaan biaya bergantung pada kebijakan pengelola jurnal, peringkat di SINTA, dan faktor lainnya. Sementara di jurnal internasional bereputasi rata-rata APT di Rp2 jutaan sampai Rp70 jutaan.
Jadi, jika tidak ada APC yang harus dibayarkan. Maka dosen bisa meningkatkan efisiensi penggunaan dana penelitian. Sisa dana bisa dikembalikan sesuai prosedur penyedia dukungan pendanaan untuk digunakan mendanai penelitian lainnya.
Baca selengkapnya: Biaya APC dalam Jurnal dan Cara Mencarinya di Website
2. Visibilitas dan Dampak Publikasi Lebih Optimal
Hal ini bisa terjadi karena jurnal kredibel dan open access sering dituju para akademisi dan peneliti mencari referensi. Sehingga artikel yang terpublikasi di dalamnya berpotensi dibaca lebih banyak orang.Â
Kemudian disitasi, dijadikan referensi, atau isinya dipraktekan untuk menyelesaikan suatu permasalahan dan tujuan lainnya. Jadi, meskipun penulis tidak membayar biaya APC bukan berarti visibilitas rendah. Tentunya selama memastikan jurnal tersebut memenuhi ciri jurnal gratis kredibel.Â
3. Memastikan Punya Riwayat Publikasi Jurnal Berkualitas
Riwayat publikasi di jurnal kredibel dan gratis APC juga termasuk prestasi. Sebab prosed editorialnya ketat dan ada revisi panjang sesuai catatan mitra bestari. Sehingga riwayat publikasi di jurnal gratis selama kredibel, juga menjadi riwayat bergengsi.
Dosen mendapat pengakuan atas prestasinya tersebut, bisa diklaim dalam BKD, bisa masuk penilaian AK Prestasi, membuka akses kolaborasi, akses ke program hibah, dan sebagainya.Â
4. Diakui untuk BKD dan Penilaian Angka Kredit Dosen
Salah satu manfaat punya publikasi di jurnal gratis APC adalah diakui Kemdiktisaintek. Sehingga bisa diklaim dalam pelaporan BKD di SISTER. Dosen bisa terbantu memenuhi target BKD tersebut.Â
Terlebih bobot SKS untuk publikasi di jurnal cukup tinggi, apalagi jika peringkatnya juga terbilang tinggi. Selain itu, publikasi tersebut juga bisa diklaim dalam penilaian AK Prestasi untuk kenaikan jabatan akademik.
5. Meningkatkan Motivasi untuk Produktif Meneliti dan Publikasi Jurnal
Manfaat lainnya, punya kesuksesan publikasi di jurnal kredibel dan gratis APC tentunya memotivasi untuk lebih giat lagi dalam meneliti. Sehingga bisa lebih banyak publikasi ilmiah di jurnal kredibel bisa dimiliki.
Baca juga: 50 Daftar Jurnal Indonesia Terindeks Scopus Terbaru!
Alternatif Lain Jika Tidak Menemukan Jurnal Bebas APC Tapi Tetap Submit Gratis
Cara publikasi jurnal gratis tanpa APC memang menjadi kabar baik bagi dosen. Hanya saja, tidak semua dosen cukup beruntung bisa menemukan jurnal submit gratis. Sebagai alternatif yang bisa dijadikan solusi lain agar tetap menghemat biaya penelitian maupun biaya publikasi ilmiah. Maka bisa mencoba beberapa alternatif berikut:
1. Mengakses Program Hibah
Melalui program hibah penelitian maupun hibah khusus untuk publikasi di jurnal ilmiah, dapat untuk membantu dosen dalam mendapat dukungan pendanaan dalam publikasi jurnal. Hanya saja hibah bersifat kompetitif. Oleh sebab itu, dosen harus aktif memperjuangkan hibah yang diselenggarakan berbagai pihak.
Baca juga: Jangan Sampai Terlewat! Daftar Program Hibah Penelitian Tahun 2026 Ini Wajib Diikuti Dosen!
2. Mengakses Insentif Publikasi dari Internal Institusi
Umumnya, disediakan insentif untuk penelitian maupun khusus publikasi di jurnal, prosiding, dan menerbitkan buku ilmiah. Namun tentunya, dari perguruan tinggi juga dibuat kompetitif. Jadi, pastikan membaca buku panduan yang disediakan. Sekaligus mengikuti prosedur pendaftaran ke program insentif tersebut agar peluang lolos seleksi lebih tinggi.
3. Berkolaborasi dalam Publikasi Ilmiah
Kolaborasi dapat dilakukan dengan dosen dari perguruan tinggi lain, peneliti dari lembaga penelitian, maupun dengan mitra industri. Kolaborasi dengan mitra industri bisa terbantu mendapat akses pendanaan untuk penelitian sampai publikasi di jurnal. Sementara kolaborasi dengan dosen dan peneliti lain bisa sharing biaya APC.
Kriteria Publikasi Jurnal yang Diakui untuk Kenaikan Jabatan Akademik
Dalam Kepmendiktisaintek No. 39/M/KEP/2026, riwayat publikasi di jurnal internasional bereputasi selain membantu memaksimalkan penilaian AK Prestasi. Sekaligus membantu memenuhi syarat khusus kenaikan jenjang jabatan akademik. Namun, agar bisa diklaim untuk pemenuhan syarat khusus tersebut jurnal harus memenuhi kriteria di bawah ini:
- Merupakan jurnal internasional bereputasi terindeks pada Scopus dengan SCImago Journal Rank (SJR) jurnal di atas 0,1 dan sesuai syarat khusus promosi untuk tiap jenjang, atau memiliki Impact Factor (IF) WoS di atas 0,05.
- Jurnal ilmiah tersebut memenuhi sejumlah kriteria di bawah ini:
- Memiliki ISSN.
- Bahasa dalam artikel ilmiah adalah bahasa yang diakui PBB (Arab, Inggris, Perancis, Rusia, Spanyol dan Tiongkok).
- Dewan editor (reviewer jurnal) adalah pakar di bidangnya, dengan paling sedikit berasal dari 4 negara.
- Artikel ilmiah yang diterbitkan dalam 1 nomor terbitan paling sedikit penulisnya berasal dari 2 negara.
- Dewan editor dari jurnal dapat ditelusuri daring dan tidak ada perbedaan antara editor yang tercantum di edisi cetak dan edisi daring.
- jumlah artikel setiap penerbitan adalah wajar dan format tampilan setiap terbitan tidak berubah-ubah.
- Proses publikasi artikel ilmiah telah melalui proses yang berintegritas, dengan korespondensi dapat dibuktikan (melewati proses korespondensi dengan editor jurnal dan peer review oleh 2 orang reviewer (mitra bestari).
- Artikel ilmiah yang diterbitkan ditulis dengan memenuhi kaidah ilmiah dan etika dan integritas akademik.
- Isi atau substansi artikel ilmiah yang diterbitkan sesuai dengan kepakaran dosen di suatu bidang keilmuan.
- Artikel ilmiah yang terbit di jurnal bukan hasil penelitian selama dosen menempuh masa studi. Baik itu dari konversi skripsi, tesis, maupun disertasi.
- Artikel ilmiah yang diterbitkan bukan prosiding, sehingga artikel jurnal untuk syarat khusus belum pernah dipresentasikan dalam seminar atau konferensi ilmiah.
Melalui penjelasan tersebut, maka dosen perlu lebih teliti dalam memilih jurnal. Sekaligus memastikan artikel ilmiah yang diterbitkan di jurnal memenuhi sejumlah ketentuan. Misalnya bukan dari penelitian untuk penyusunan skripsi, tesis, maupun disertasi. Memahami hal ini dan bagaimana cara publikasi di jurnal tanpa APC adalah sama pentingnya.














