Menuliskan Gap Statement di KTI Penelitian, Kenapa Penting dan Bagaimana Caranya? 

menuliskan-gap-statement
Menuliskan Gap Statement di KTI Penelitian, Kenapa Penting dan Bagaimana Caranya?

Pada penelitian yang harus memiliki kebaruan (novelty), maka biasanya ada tahap mengidentifikasi research gap. Kemudian menuliskan gap statement dari hasil identifikasi tersebut. 

Jadi, research gap tidak hanya ditemukan oleh dosen dan peneliti. Namun juga wajib dicantumkan di dalam naskah KTI penelitian. Yakni dari penulisan proposal penelitian hingga KTI lain dalam penelitian tersebut. Lalu, bagaimana cara menyusun research gap statement? Berikut informasinya. 

Apa Itu Research Gap Statement? 

Research gap statement merupakan pernyataan di dalam karya tulis ilmiah (KTI) yang menjelaskan celah atau bagian dari suatu penelitian yang belum terjawab. Secara sederhana, research gap statement adalah teks atau pernyataan yang menjelaskan hasil identifikasi research gap. 

Menuliskan gap statement wajib dilakukan para peneliti sejak menyusun proposal penelitian. Kemudian dicantumkan kembali saat menyusun laporan penelitian, artikel ilmiah berisi hasil penelitian untuk dipublikasikan di prosiding maupun jurnal, dan sebagainya. 

Umumnya, setelah mencantumkan research gap. Maka akan disusul dengan menjelaskan kebaruan dari penelitian yang dilakukan. Sehingga mencantumkan research gap sangat penting sebagai dasar kebaruan penelitian. Kemudian menjadi bukti penelitian orisinil, bukan mengulang penelitian terdahulu. 

Fungsi Penulisan Research Gap Statement pada KTI 

Menuliskan gap statement bukan sekadar formalitas maupun untuk memenuhi ketentuan struktur penulisan proposal penelitian dan KTI penelitian jenis lainnya. Terdapat beberapa fungsi dari penulisan research gap tersebut. Diantaranya adalah: 

1. Menjelaskan Arti Penting atau Urgensi Penelitian yang Dilakukan 

Research gap statement penting untuk tercantum secara jelas di dalam KTI penelitian. Sebab menunjukan arti penting atau urgensi dari penelitian yang akan maupun yang telah dilakukan.

Misalnya, penelitian pada topik yang sama sebelumnya tidak didukung oleh teori yang memadai. Sehingga saat teori baru sudah tersedia, maka melanjutkan penelitian tersebut perlu dilakukan. 

Baca juga: Mengenal 9 Jenis Research Gap dan Cara Menemukannya 

2. Menunjukan Kemampuan Analisis Kritis dalam Kajian Pustaka 

Dalam proses identifikasi research gap, dosen misalnya perlu membaca berbagai publikasi ilmiah yang relevan dengan topik penelitian. Dalam beberapa penelitian terdahulu, perlu dilakukan analisis mendalam dan kritis. Sehingga ditemukan celah, kekosongan, maupun dalam bentuk temuan yang tidak konsisten.

Jadi, menuliskan gap research di dalam KTI sangat penting untuk menunjukan dan membuktikan proses panjang tersebut. Sehingga dosen atau peneliti bisa diketahui memiliki kemampuan analisis dan kritis yang baik. Sebab menemukan research gap bisa sangat sulit, ibarat mencari jarum di tumpukan jerami. 

3. Memaparkan Kontribusi Penelitian yang Dilakukan 

Setiap penelitian yang dijalankan akademisi dan peneliti, tentunya bertujuan mendapatkan temuan baru. Temuan baru tersebut bisa memberikan kontribusi pada penyelesaian masalah dan mengembangkan teori baru dalam ilmu pengetahuan.

Sehingga secara sederhana, kegiatan penelitian ikut berkontribusi dalam kemajuan iptek di Indonesia dan di tingkat global. Analisis dan identifikasi research gap menjadi bagian dari pencapaian tersebut. Sebab dengan adanya research gap pada penelitian sebelumnya. Otomatis penelitian masa sekarang berkontribusi menambah celah dan kekosongan di penelitian sebelumnya. 

Baca juga: Cara Menuliskan Research Gap dan Novelty di Tulisan Ilmiah

4. Menguatkan Proposal Penelitian untuk Mendapat Persetujuan atau Lolos Hibah 

Dalam konteks pengajuan proposal penelitian di program hibah atau pendanaan. Menuliskan gap statement dengan jelas bisa membuka potensi lolos seleksi. Sebab bisa menunjukan urgensi penelitian dan kontribusinya yang nyata atau bisa dipertanggungjawabkan pengusul. 

Research gap yang tercantum di dalam proposal penelitian menjelaskan urgensi penelitian yang diajukan. Sekaligus memaparkan apa saja kontribusi yang bisa diberikan penelitian tersebut. Sehingga memperbesar peluang disetujui pihak terkait. Rencana penelitian di dalamnya bisa segera direalisasikan. 

Baca juga artikel berikut: Research Gap : Pengertian, Fungsi, dan Korelasinya dengan Novelty Penelitian 

5. Meningkatkan Peluang dalam Publikasi Ilmiah 

Fungsi berikutnya dari mencantumkan research gap statement adalah untuk meningkatkan peluang publikasi ilmiah. Artinya, mencantumkan research gap pada KTI bisa lebih memudahkan dalam proses publikasi KTI tersebut. 

Dalam publikasi hasil penelitian di penerbitan buku ilmiah, misalnya buku referensi. Maka dari pihak penerbit ada proses pemeriksaan mutu secara administratif maupun substansi oleh editor. Mayoritas penerbit buku ilmiah, bekerjasama dengan dosen senior untuk mengisi posisi editor. 

Manuskrip artikel ilmiah maupun naskah buku ilmiah yang memiliki research gap hingga kebaruan yang jelas. Cenderung dinilai layak segera terbit. Sehingga meminimalkan risiko ditolak penerbit. Naskah dan manuskrip bisa segera terbit dan diakses pembaca. 

Baca juga artikel berikut: Publikasi Buku Referensi untuk Angka Kredit Dosen, Begini Cara Praktisnya! 

Tata Cara Menyusun Research Gap Statement 

Sebelum mulai menuliskan gap statement di dalam KTI penelitian. Tentunya peneliti perlu menganalisis dan mengidentifikasi research gap itu sendiri pada penelitian terdahulu. Umumnya, perlu menganalisis beberapa penelitian pada topik yang sama. Berikut rincian seluruh tahapannya: 

1. Melakukan Kajian Pustaka yang Terfokus pada Identifikasi Research Gap 

Cara paling umum dilakukan peneliti adalah dengan kajian pustaka. Yakni membaca publikasi ilmiah berisi hasil penelitian terdahulu pada topik yang relevan. 

Pada identifikasi research gap, maka peneliti hanya fokus pada pencarian research gap tersebut. Menjaga fokus tersebut, bisa dengan melakukan pencarian berdasarkan pertanyaan-pertanyaan berikut: 

  • Apa yang sudah diketahui?
  • Apa yang belum diketahui?
  • Apa yang masih diperdebatkan?
  • Apa yang sudah ketinggalan zaman?
  • Apa yang masih kurang?

2. Mengidentifikasi Research Gap yang Lebih Spesifik 

Selanjutnya dilakukan analisis lebih mendalam untuk mengidentifikasi research gap yang lebih spesifik.  Misalnya, dari 10 penelitian yang ditemukan kesenjangan. Berapa banyak yang punya kesenjangan sama? Maka bisa fokus disini.

Bisa juga, dari 10 penelitian terdahulu, kesenjangan apa yang perlu segera diisi di penelitian saat ini? Maka bisa fokus di research gap ini. 

Baca juga: Fenomena Gap: Contoh dan Perbedaan dengan Research Gap

3. Menjelaskan Alasan Research Gap Tersebut Penting dalam Penelitian

Tahap ketiga, adalah peneliti bisa menemukan dan menjelaskan kenapa research gap yang menjadi fokus spesifik di tahap sebelumnya penting.

Sebab tidak semua research gap menunjukan urgensi tinggi dari suatu rencana penelitian. Bisa karena kurang relevan dengan masalah di masyarakat, kebutuhan dasar kebijakan oleh pemerintah daerah maupun pusat, dan sebab lainnya. 

4. Menjelaskan Bagaimana Penelitian yang Dilakukan Mengatasi Kesenjangan 

Tahap berikutnya adalah bisa menjelaskan kontribusi penelitian yang akan dilakukan dalam menambal kesenjangan di penelitian terdahulu. Misalnya, penelitian sebelumnya belum menghasilkan teori yang lebih rinci. Sedangkan pada penelitian yang akan dilakukan bisa menyempurnakan teori dari temuan penelitian sebelumnya.

Baca juga: Sulit Menemukan Research Gap? E-Course Dunia Dosen Membantu Menyusun Penelitian Lebih Berkualitas

5. Menggabungkan Temuan dari Tahap Pertama hingga Keempat 

Tahap akhir adalah tahap menuliskan research gap di dalam KTI. Pada dasarnya adalah menggabungkan setiap poin yang dilakukan dari tahap pertama, kedua, ketiga, hingga tahap keempat di atas. Sehingga membentuk struktur:

  • Apa yang diteliti di penelitian sebelumnya dan temuannya? 
  • Apa kesenjangan yang dimiliki? 
  • Mengapa kesenjangan tersebut perlu diisi? 
  • Penelitian yang dilakukan bisa mengisi kesenjangan tersebut? 

Contoh Gap Statement pada KTI Penelitian 

Cara termudah untuk memahami bagaimana menuliskan gap statement di dalam KTI penelitian adalah mempelajari contoh-contohnya. Dalam berbagai penelitian, khususnya yang bertujuan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan.

Biasanya ada tahap identifikasi research gap dan setiap publikasi ilmiah yang dihasilkan mencantumkannya secara rinci. Sehingga bisa menjadi referensi bagaimana penulisan research gap yang baik dan benar. Berikut contoh pada artikel jurnal ilmiah: 

Judul penelitian: Identifikasi Research Gap Dalam Manajemen Pengembangan Profesional Guru Paud Berbasis Komunitas: Analisis Bibliometrik Sistematis

Penulis: Iwan Perdana, Yuliana Nurhayati, Awaluddin, & Khalida Rozana Ulfa 

Berbagai studi menunjukkan bahwa pengembangan profesional guru PAUD sering  kali bersifat  sporadis,  top-down,  dan  kurang  berkelanjutan (Lloyd  &  Modlin,  2012; Schachner et al., 2024). Padahal, kolaborasi antarguru dan dukungan komunitas terbukti mampu meningkatkan  efektivitas  pengembangan profesional. 

Namun,  implementasi  manajemen pengembangan profesional berbasis komunitas di lembaga PAUD masih menghadapi banyak hambatan,  mulai  dari  keterbatasan  sumber  daya,  ketimpangan  kualifikasi  akademik,  hingga minimnya model manajemen yang sesuai dengan konteks lokal (Elan et al., 2022; Macfarlane et al., 2016). 

Oleh karena itu, diperlukan pemetaan sistematis terhadap literatur yang ada guna mengidentifikasi celah-celah penelitian (research gap) yang masih terbuka, khususnya dalam manajemen pengembangan profesional guru PAUD berbasis komunitas.

Masalah utama yang mendasari penelitian ini adalah masih rendahnya integrasi antara konsep  manajemen  berbasis  komunitas danpengembangan  profesional  guru  PAUD  dalam literatur  ilmiah.  

Sebagian  besar  studi  tentang  pengembangan  profesional  guru  PAUD  lebih menekankan pelatihan individu, pendampingan teknis, atau peningkatan kompetensi digital, tanpa secara  eksplisit  membahas  bagaimana  manajemen  kolaboratif  berbasis  komunitas  dapat diorganisir secara sistematis (Madsen et al., 2023; OECD, 2023).

Dengan demikian, belum ada penelitian yang secara sistematis memetakan literatur tentang manajemen pengembangan profesional guru PAUD yang berpusat pada komunitas, sehingga area ini menjadi research gap yang mendesak untuk diisi.

Membaca dan mempelajari lebih banyak contoh bagaimana menuliskan gap statement di dalam KTI sangat disarankan. Khususnya bagi mahasiswa dalam menyusun tugas akhir. Maupun untuk dosen dan peneliti pemula. Sehingga bisa lebih mudah dalam menuliskan research gap dan menguatkan KTI penelitian yang disusun. 

Selain itu, para dosen maupun mahasiswa dan peneliti yang ingin belajar dari ahlinya mengenai research gap. Sekaligus bagaimana menuliskannya di dalam KTI penelitian secara lebih mudah dan didampingi langsung oleh pakar. 

sumber: 

  1. Cuff, L. (n.d). Knowledge Gap Statements. Diakses pada 12 Oktober 2026 dari https://pressbooks.bccampus.ca/writingplace/chapter/knowledge-gap-statements/ 
  2. The Complete Guide to Writing a Research Gap Statement. (2025). Research Pal. Diakses pada 12 Oktober 2026 dari https://blog.researchpal.co/academic-writing/research-gap-statement/ 
  3. Gap Statements. (n.d). Write Like a Scientist. Diakses pada 12 Oktober 2026 dari https://sites.middlebury.edu/middsciwriting/overview/organization/gap-statements/

More Posts

Kelas E-Course

Ebook Gratis

Tag Populer