Ingin Lolos Hibah BRIN RIIM Kompetisi Batch 2? Ketahui Timeline, Cara Daftar dan Persyaratannya!
RIIM Kompetisi yang diselenggarakan BRIN tahun 2026, pendaftaran dibukan dalam bentuk per batch atau per gelombang. Sehingga berbeda dari tahun sebelumnya, dimana pendaftaran dibuka setiap saat. Batch kedua akan dibuka di bulan Juli mendatang. Lalu, apa saja syaratnya? Berikut informasinya.
RIIM Kompetisi adalah program hibah atau pendanaan penelitian yang mendukung penelitian mandiri dan menghasilkan novelty (kebaruan). Program ini bisa diakses oleh semua peneliti, baik peneliti internal BRIN maupun peneliti eksternal (termasuk kalangan dosen).
Pendaftaran hibah BRIN RIIM Kompetisi 2026 batch 2 akan dibuka pada 1 – 31 Juli 2026 mendatang. Meskipun pendaftaran belum dibuka, akan tetapi buku panduan sudah diterbitkan BRIN. Yakni melalui penerbitan Keputusan Deputi Bidang Fasilitasi Riset Dan Inovasi Badan Riset dan Inovasi Nasional Nomor 57/II.7/HK/2025.
Dosen wajib memenuhi persyaratan sesuai ketentuan. Persyaratan tersebut mencakup persyaratan sebagai pengusul, persyaratan proposal usulan, dan Persyaratan Administrasi. Berikut rinciannya:
Baca selengkapnya: Ingin Daftar Hibah BRIN RIIM Kompetisi 2026? Ini Syarat dan Mekanismenya
Hal penting berikutnya yang harus diketahui para dosen adalah timeline program hibah BRIN RIIM Kompetisi Batch 2 Tahun 2026. Berikut rinciannya:
Jadwal di atas, tentunya masih bersifat tentatif. Sehingga masih ada kemungkinan mengalami perubahan. Jadwal pasti bisa menunggu pengumuman lebih lanjut dari pihak BRIN.
Pendaftaran di program hibah BRIN RIIM Kompetisi tahun 2026 dilakukan dengan mengajukan proposal usulan. Pengajuan dilakukan daring melalui portal yang disiapkan BRIN beserta dilakukan pada pembukaan batch yang sudah ditetapkan. Berikut tahapan pendaftarannya:
Tahap pertama adalah registrasi akun. Pendaftaran program hibah BRIN dilakukan di portal Pendanaan BRIN (https://pendanaan-risnov.brin.go.id/). Bagi dosen yang belum pernah mengikuti hibah BRIN, maka wajib registrasi akun terlebih dahulu.
Mulai dengan klik menu “Sign IN” di halaman utama portal pendaftaran. Kemudian klik pilihan “Daftar” dan mulai proses registrasi akun. Jika sebelumnya sudah registrasi, maka dosen bisa login ke akun tersebut menggunakan username dan password yang sesuai.
BRIN membuka program hibah penelitian dalam banyak skema. Semua skema pendaftaran pada portal yang sama. Skema lain dalam hibah BRIN yaitu RIIM Invitasi, RIIM Kolaborasi Internasional, RIIM Eksplorasi dan Studi Lapangan, Pengujian Produk Inovasi Kesehatan, Pengujian Produk Inovasi Pertanian, dan Pengujian Produk Inovasi Teknologi.
Tahap ketiga adalah proses pengisian data. Setelah memilih skema hibah BRIN yang sesuai. Maka sistem di portal pendaftaran akan menampilkan formulir pendaftaran. Silahkan mengisi data sesuai ketentuan dan melampirkan beberapa dokumen yang diminta. Pastikan mengisi data dengan lengkap dan benar (valid).
Silahkan menyiapkan proposal usulan dalam format, nama file, dan ukuran file yang sesuai. Tunggu sampai proses unggah selesai. Tahap berikutnya adalah menunggu pengumuman hasil seleksi dari BRIN.
Pastikan untuk submit proposal usulan sebelum tenggat waktu di 31 Juli 2026. Sehingga meminimalkan resiko gagal submit karena error pada portal atau sebab lainnya. Sekaligus memiliki waktu cukup untuk mengoptimalkan kualitas proposal usulan tersebut.
Program hibah BRIN RIIM Kompetisi tentunya dinantikan oleh banyak dosen peneliti profesional. Sehingga persaingannya ketat dari tahun ke tahun. Mengoptimalkan proposal usulan yang diajukan agar berpeluang lolos seleksi. Maka para dosen bisa melakukan beberapa tips dan trik berikut:
Tips dan trik pertama, proposal usulan harus sesuai dengan ketentuan dari BRIN selaku penyelenggara hibah RIIM Kompetisi. Maka salah satu cara terbaik mencapai hal ini adalah membaca dan memahami buku panduan.
Panduan untuk RIIM Kompetisi disediakan BRIN dalam bentuk dokumen peraturan bisa diunduh lewat tautan berikut https://www.its.ac.id/drpm/wp-content/uploads/sites/71/2026/04/Pedoman-Riset-dan-Inovasi-untuk-Indonesia-Maju.pdf.
Proposal usulan wajib sesuai ketentuan, terutama dari segi format penulisan dan sistematika seluruh bagian atau bab. Jika tidak sesuai ketentuan, maka bisa gagal di seleksi administrasi. Sehingga sebagus apapun rencana penelitian yang diusulkan tidak akan diperhatikan. Sebab seleksi tahap pertama dari aspek administrasi.
Baca selengkapnya: Ingin Lolos Hibah? Ini 11 Cara Membuat Proposal Hibah Penelitian Supaya Lebih Kuat
Pastikan penelitian tidak mengulang penelitian terdahulu. Lakukan state of the art untuk menganalisis research gap agar bisa menjelaskan dan membuktikan novelty dengan tepat. Jelaskan pula potensi dampak dari penelitian yang diusulkan jika berhasil direalisasikan. Baik Dampak di bidang ekonomi, sosial, lingkungan, dan lain sebagainya.
Baca juga: Memahami Apa Itu Novelty pada Penelitian dan Cara Menentukannya
Proposal usulan akan lebih mudah lolos seleksi dalam hibah BRIN RIIM Kompetisi jika diusulkan pengusul kompeten. Artinya, pengusul baik oleh ketua maupun anggota harus memenuhi persyaratan yang sudah ditetapkan.
Selain itu, seluruh tim memiliki rekam jejak penelitian atau publikasi ilmiah yang masih relevan dengan topik yang diajukan dalam proposal. Pertimbangkan untuk mencantumkan pengalaman, publikasi, dan keahlian anggota tim pengusul.
RAB juga harus diperhatikan dengan seksama. Sebab di dalam RIIM Kompetisi, salah satu tahap seleksi adalah review RAB. BRIN mewajibkan pengusul untuk transparan terkait kebutuhan besaran pendanaan dan untuk biaya apa saja. Jadi harus rinci dibuat per tahun.
Selain itu, penyusunan menyesuaikan ketentuan yang sudah ditetapkan BRIN. Acuannya adalah sebagai berikut:
Proposal hibah BRIN RIIM Kompetisi harus mencantumkan target luaran dengan jelas, tepat, dan sesuai ketentuan. Dalam RIIM Kompetisi terdapat 2 jenis luaran wajib. Pertama publikasi ilmiah dalam bentuk jurnal dan yang kedua dalam bentuk Kekayaan Intelektual (KI).
Tips dan trik lainnya adalah melakukan review internal terlebih dahulu. Artinya isi proposal usulan harus diperiksa ulang dan dikoreksi jika dijumpai kesalahan. Baru kemudian diajukan ke RIIM Kompetisi sesuai ketentuan.
Melalui beberapa tips dan trik tersebut, dosen bisa mengoptimalkan proposal usulan di program hibah BRIN RIIM Kompetisi tahun 2026. Sehingga bisa meningkatkan peluang lolos seleksi. Imbangi juga dengan banyak berdoa agar mendapat ketenangan hati dan pikiran selama menunggu hasil seleksi.
Dosen tentunya perlu memahami bahwa program hibah tidak hanya disediakan oleh Kemdiktisaintek. Ada banyak pihak…
Program hibah penelitian tentu diminati semua dosen. Jika bisa diakses siapa saja, bukan hanya dosen…
Kegiatan penelitian menjadi salah satu dari 3 tugas pokok dosen di Indonesia. Penelitian diketahui membutuhkan…
Mempertimbangkan penggunaan tools AI untuk menyusun proposal hibah tentunya bisa dilakukan para dosen. Melalui langkah…
Mempelajari bagaimana cara membuat proposal hibah yang kuat atau solid dan kokoh menjadi hal penting.…
Menyusun proposal usulan dalam program hibah sekilas terdengar mudah. Namun, tidak sedikit yang melakukan kesalahan…