fbpx

Penilaian Proposal Hibah Dikti dari Administratif Hingga Substantif

penilaian proposal hibah

Ketika Anda seorang dosen dan mengikuti seleksi program hibah seperti hibah DRTM, maka wajib menyusun proposal usulan. Proposal ini sebaiknya disusun dengan seksama agar hasil penilaian proposal hibah tersebut bisa optimal. 

Isi proposal yang semakin detail dan sesuai ketentuan, maka akan semakin memperbesar peluang dinyatakan lolos seleksi. Sehingga rencana kegiatan penelitian di dalam proposal tersebut bisa segera direalisasikan. Namun, seperti apa proses penilaiannya? 

Penilaian Administratif Proposal Hibah Penelitian

Dikutip melalui kegiatan Webinar Dosen Indonesia – Tips & Trik Menyusun Proposal Penelitian Lolos Hibah yang diselenggarakan oleh Dunia Dosen. Narasumber, yakni Dr. I Gusti Bagus Rai Utama, SE., M.MA., MA. memberikan materi berkaitan dengan hal ini. 

Salah satu pokok pembahasan yang disampaikan kepada peserta webinar adalah poin-poin penting yang menjadi dasar dalam penilaian administratif proposal hibah penelitian. Apa saja? Dijelaskan setidaknya ada 5 poin penting dan wajib diperhatikan dosen pengusul, yaitu: 

1. Mengikuti Ketentuan Sesuai Pedoman (Buku Panduan) 

Unsur pertama dalam proses penilaian administratif proposal hibah adalah kesesuaian proposal dengan ketentuan yang ada pada buku panduan program. Biasanya penyelenggara program hibah akan merilis buku panduan program, sehingga dosen perlu mengikuti betul-betul apa saja yang dituliskan.

Buku ini dirilis tentu bukan sekedar formalitas, melainkan ada maksud dan tujuannya. Salah satunya mendisiplinkan setiap pengusul dalam menyusun proposal usulan mereka. Maka isinya wajib dibaca, dipahami, dan diikuti. 

Jika dijelaskan ada format dalam menyusun proposal usulan, maka wajib menggunakan format ini. Pahami juga ketentuan penulisan seluruh bagian proposal dan disesuaikan. 

Misal ringkasan (abstrak) rencana penelitian maksimal 300 kata, maka usahakan tidak melebihi batas maksimal ini. Isi proposal yang sesuai dengan pedoman memiliki peluang dipandang layak masuk tahap penilaian substantif oleh asesor. 

2. Memastikan Profil SINTA Sudah Update 

Poin kedua yang diperhatikan asesor dalam tahap penilaian administratif proposal hibah adalah profil SINTA dari dosen pengusul. Secara umum, penyelenggara program hibah akan lebih senang memberi pendanaan bagi dosen dengan reputasi penelitian yang baik dan produktif. 

Profil dosen pengusul di SINTA akan diperhatikan atau di cek oleh tim asesor. Jika selama ini jarang melakukan penelitian, publikasi ilmiahnya masih terlalu sedikit, dan sejenisnya. Maka asesor bisa memberi nilai kurang pada aspek ini. 

Jadi, pastikan dosen sudah bertanggung jawab dengan menjalankan kewajiban melaksanakan penelitian dan publikasi ilmiah. Selain itu, profil di SINTA juga harus rutin di update agar penilaian asesor lebih mudah dan hasilnya pun sesuai harapan. 

3. Memiliki Mitra untuk Skema Penelitian Terapan dan Pengembangan 

Poin penting yang ketiga untuk bisa lolos seleksi administratif dalam program hibah adalah pengusul sudah memiliki mitra. Khususnya untuk pengusul yang mengajukan ke skema penelitian terapan maupun pengembangan. 

Dua bentuk atau jenis penelitian ini sudah tentu membutuhkan mitra untuk mendukung pelaksanaannya. Maka memiliki mitra menjadi wajib dan akan membantu dianggap layak masuk penilaian substantif oleh asesor. 

4. Memiliki HKI 

Poin ini ditujukan untuk dosen pengusul yang mengajukan skema penelitian terapan maupun pengembangan. Pengusul wajib sudah memiliki HKI yang terdaftar di PDKI Indonesia. Biasanya tim asesor akan melakukan pengecekan melalui laman resmi PDKI tersebut. 

Kenapa ini penting? Sebab masih menjadi bagian dari penilaian rekam jejak dan kredibilitas dosen pengusul dalam melaksanakan isi proposal penelitian yang diajukan. Jika sudah memiliki HKI, maka sudah punya pengalaman dan bisa bertanggung jawab atas usulan penelitian yang diajukan. 

5. Penulisan Sitasi Sesuai Ketentuan dan Sistematis

Poin penting yang terakhir untuk memperbesar peluang lolos seleksi administratif proposal hibah adalah penulisan sitasi. Sitasi wajib sesuai dengan ketentuan, dimana mayoritas program hibah memakai Vancouver Style

Selain itu, penulisan sitasi juga harus sistematis atau memiliki nomor urut yang berurutan dan jelas. Jika penulisan sitasinya sudah sesuai style/format yang ditetapkan dan sistematis maka kesempatan masuk ke tahap penilaian substantif lebih besar. 

Tahukah Anda? Banyak dosen yang masih menggunakan format APA Style. Agar tidak salah lagi, kami sudah menyiapkan penjelasan format yang benar untuk Anda. Silakan cek Mengenal Format Vancouver yang Jadi Standar Penilaian Proposal Hibah

Penilaian Substantif Proposal Hibah Penelitian

Tak hanya perlu memperhatikan 5 poin di atas, agar proposal usulan di program hibah lolos tahap penilaian administratif. Oleh Dr. I Gusti Bagus Rai juga menjelaskan beberapa poin penting agar proposal usulan lolos dalam tahap substantif. Penilaian substantif proposal hibah meliputi: 

1. Rekam Jejak Penelitian Ketua Pengusul 

Poin pertama yang akan dinilai oleh asesor dalam penilaian substantif proposal hibah adalah rekam jejak pengusul. Lebih tepatnya ketua pengusul. Pihak asesor akan mengecek kesesuaian bidang keilmuan dosen dengan topik dalam proposal. 

Jika dosen yang menjadi ketua pengusul ini adalah ahli di ilmu komputer, maka sudah semestinya mengajukan topik penelitian yang sesuai. Begitu juga dengan riwayat penelitian dan publikasi ilmiah sebelumnya. Sehingga dipandang layak menjadi ketua pengusul. 

2. Penelitian yang Diusulkan Memiliki Novelty dan Urgensi Tinggi 

Poin penting berikutnya untuk bisa lolos penilaian substantif proposal hibah adalah penelitian yang diusulkan memiliki novelty atau kebaruan. Sehingga punya perbedaan dan sekaligus kelebihan dibanding penelitian sebelumnya. 

Selain itu, penelitian yang diusulkan juga memiliki tingkat urgensi yang tinggi. Misalnya topik tengah menjadi pembahasan masyarakat luas, manfaat atau dampak penelitianya besar, dan sebagainya. 

Apakah poin novelty sudah ada di proposal Anda? Apabila belum atau masih ragu, sebaiknya Anda membaca 3 Cara Menemukan Novelty Penelitian.

3. Menggunakan Metode Penelitian yang Tepat dan Jelas 

Poin penting ketiga adalah metode penelitian yang digunakan dan dicantumkan dalam proposal usulan. Topik penelitian yang diajukan bisa saja bagus, akan tetapi jika metode penelitiannya tidak jelas maka rentan gagal dalam pelaksanaanya. 

4. Teliti dalam Memilih Referensi 

Aspek berikutnya yang harus diperhatikan dosen pengusul agar lolos tahap penilaian substantif adalah referensi yang digunakan. Usahakan untuk teliti dalam memilih referensi dari usulan penelitian yang diajukan. 

Referensi harus kredibel, misalnya diupayakan dari jurnal-jurnal internasional bereputasi. Selain itu, referensi juga merupakan terbitan atau publikasi baru. Paling tidak 5 tahun terakhir agar relevan dengan kondisi dan masalah terkini. 

State of Art juga jadi salah satu yang dinilai dalam proposal hibah. Apakah Anda sudah tahu apa itu state of art pada proposal? Berikut penjelasan State of The Art dalam Penelitian dan 3 Cara Menentukannya

5. Susunan Anggaran Sesuai dengan Pedoman dan Rasional 

Terakhir untuk bisa lolos penilaian substantif dalam program hibah penelitian, isi rencana anggaran dalam proposal usulan sudah sesuai ketentuan dalam pedoman (buku panduan). Misal mencakup komponen yang memang didanai bukan sebaliknya. 

Selain itu, anggaran ini juga harus rasional, artinya sesuai dengan biaya umum dan tidak dilebih-lebihkan dengan maksud mendapat dana hibah lebih besar yang digunakan untuk kepentingan pribadi. 

Melalui penjelasan tersebut, maka bisa dipahami bahwa proposal usulan tak hanya dinilai berdasarkan bagus tidaknya rencana penelitian yang diajukan dosen. Melainkan juga akan dinilai beberapa hal di luar isi proposal tersebut. 

Dari artikel ini dapat disimpulkan bahwa dosen perlu memperhatikan rekam jejak penelitian dosen pengusul, profil SINTA dosen pengusul, dan reputasi penelitian dan publikasi ilmiah. Sehingga, hasil penilaian administratif dan substantif proposal hibah bisa optimal.

Jika memiliki pertanyaan, opini, maupun sharing pengalaman berkaitan dengan topik di artikel ini. Silakan Bapak/Ibu tulis di kolom komentar dan membuka diskusi. Klik juga tombol share agar manfaat dari artikel ini sampai ke kolega Anda. Semoga bermanfaat. 

Sebelumnya, LLDIKTI 4 melaksanakan Bimbingan Teknis Penyusunan Proposal Penelitian Dosen Pemula, kami sudah merangkum poin penting penyebab proposal hibah tidak lolos pendanaan untuk Anda. Baca selengkapnya dan hindari poin-poin yang ada.

Di tag :

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

RELATED POST

about

Get Started

Hubungi kami

Jl. Rajawali, Gg. Elang 6, No.2 Drono, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, D.I.Yogyakarta 55581

Email : [email protected]

Telpon : 081362311132

Duniadosen.com © 2020 All rights reserved

Dibuat dengan ❤ di Jogja