Adanya regulasi mengenai etika penggunaan teknologi AI, membantu para dosen memahami betul batasan penggunaan AI dan tidak terjadi pelanggaran etika. Terlebih, saat ini penggunaan AI di lingkungan akademik sudah menjadi pemandangan harian. Dosen pun perlu beradaptasi dengan AI untuk semua kegiatan akademik. Berikut informasinya.
Mengapa Etika Penggunaan AI Penting bagi Dosen?
Ada banyak alasan kenapa etika dalam penggunaan AI di kalangan dosen disebut penting. Pertama, memperjelas aturan penggunaan AI dalam pelaksanaan tugas akademik dosen. Apakah boleh atau tidak, jika boleh batasannya bagaimana, dan detail lainnya.
Kedua, melalui regulasi penggunaan AI yang beretika maka membantu memahami batasan penggunaan. Dosen bisa menghindari pelanggaran etika karena terindikasi menggunakan AI melebihi ketentuan sebagai alat bantu.
Ketiga, membantu dosen terhindar dari efek negatif penggunaan AI itu sendiri. Seperti ketergantungan pada AI yang tentu bisa melemahkan kompetensi dosen dalam menjalankan tri dharma serta tugas akademik. Aturan etika membantu mencegah hal tersebut.
Baca juga: Etika, Cara Penggunaan, dan Rekomendasi Platform AI untuk Penulisan Abstrak Jurnal
Standar Etika Penggunaan AI bagi Dosen
Adanya pengaturan jelas terkait etika AI menjadi hal yang sangat penting. Dalam regulasi etika tersebut, juga akan mengatur standar mendasar dalam menggunakan AI. Jika mengacu pada etika publikasi ilmiah yang ditetapkan Committee on Publication Ethics (COPE). Maka ada 3 pilar yang menjadi standar etika penggunaan AI. Yaitu:Â
1. Accountability (Akuntabilitas)Â
Standar etika yang pertama dalam menggunakan AI adalah akuntabilitas. Artinya, dosen yang menggunakan AI tersebut menjadi penanggung jawab penuh atas setiap bentuk penggunaan AI. Sebab, AI tetap merupakan teknologi buatan manusia yang tidak memiliki moral agency. Sehingga respon AI wajib dilakukan kroscek.
2. Transparency (Transparansi)Â
Standar etika penggunaan AI yang kedua adalah transparansi. Artinya, ketika dosen menggunakan AI dalam bentuk platform apapun maka perlu ada pengakuan. Tidak ditutup-tutupi dan sengaja menjadikan penggunaan AI tersimpan sebagai black box.
3. Human Oversight (Pengawasan Manusia)Â
Standar penggunaan AI yang ketiga adalah pengawasan manusia. Artinya, dalam menggunakan AI peran manusia memiliki persentase lebih tinggi dibanding AI itu sendiri. Manusia harus menggunakan Ai dengan bijak, batasan jelas agar tidak berlebihan, dan kesimpulan akhir dirumuskan pengguna (manusia).
Baca juga artikel berikut: 20 AI untuk Membantu Penelitian
Memahami Batasan Penggunaan AI bagi Kalangan Dosen
Dalam regulasi yang mengatur etika penggunaan AI, tentunya juga mencantumkan batasan penggunaan yang wajar dan tentunya bertanggungjawab. Dalam konteks penggunaan AI pada kegiatan publikasi ilmiah, maka batasannya terbagi dalam 2 kategori.
Pertama, batasan penggunaan AI yang diterima dalam publikasi ilmiah. Kedua, batasan penggunaan AI yang dilarang. Berikut penjelasan detailnya:
1. Batasan Penggunaan AI yang Dapat DiterimaÂ
Batasan yang pertama adalah, bentuk-bentuk penggunaan AI yang diterima atau diperbolehkan. Dalam publikasi ilmiah misalnya, AI bisa dan boleh digunakan untuk beberapa hal berikut:
a. Editing Tata BahasaÂ
Teknologi AI bisa dan boleh digunakan para dosen untuk membantu penyusunan karya tulis ilmiah (KTI) yang akan dipublikasikan. Khususnya dalam kebutuhan pengecekan hingga perbaikan tata bahasa.
AI bisa membantu dosen memastikan ejaan dalam KTI sudah benar, susunan kalimat sudah efektif dan punya konteks, memenuhi kriteria paragraf yang baik, dan detail lainnya. Termasuk cek dan perbaikan grammar untuk KTI yang disusun dalam bahasa Inggris.
b. PenerjemahanÂ
Teknologi AI juga bisa dan boleh digunakan untuk kebutuhan melakukan penerjemahan. Misalnya menerjemahkan artikel jurnal yang dijadikan referensi dan kebetulan disusun dalam salah satu dari 6 bahasa PBB.Â
Proses penerjemahan referensi dengan AI akan lebih efisien alias cepat. Sehingga memudahkan dosen untuk memahami isi referensi tersebut. Kemudian bisa lebih mudah dalam mengutip data yang relevan atau dibutuhkan.
c. Meringkas ReferensiÂ
Dalam publikasi ilmiah, akan ada tahap kajian pustaka. Sehingga dosen akan membaca berbagai publikasi ilmiah. Kadang kala tahap ini memakan waktu lama. Terlebih jika ada banyak publikasi ilmiah yang perlu dikaji.
Teknologi AI bisa dan boleh digunakan dosen untuk meringkas atau merangkum referensi ilmiah dalam kajian pustaka. Sehingga memudahkan pemahaman seluruh referensi. Kemudian bisa digunakan untuk menyusun bagian pendahuluan atau kajian pustaka dan tinjauan pustaka.
d. Analisis DataÂ
AI juga bisa dan boleh digunakan dosen untuk membantu proses analisis data penelitian. Sehingga bisa memberi efisiensi dalam proses analisis data. Sebab AI pada platform tertentu bisa digunakan untuk mendeteksi pola dalam data. Sehingga memudahkan penarikan kesimpulan.
Baca juga: Pilihan dan Tips Penggunaan AI untuk Penelitian Dosen yang Lebih Berkualitas dan BerdampakÂ
2. Batasan Penggunaan AI yang DilarangÂ
Dalam menggunakan AI, juga diatur beberapa batasan yang dilarang. Artinya, ada beberapa bentuk penggunaan AI yang dilarang untuk dilakukan. Misalnya dalam publikasi ilmiah, batasan yang dilarang antara lain:
a. Fabrikasi DataÂ
Teknologi AI tidak boleh digunakan dosen untuk melakukan manipulasi data, seperti tindakan fabrikasi data. Sebab dalam publikasi ilmiah, seluruh data di dalam KTI harus valid agar bisa dipertanggungjawabkan. Sehingga menghindari data yang berpotensi menyesatkan pembaca.
b. Kutipan PalsuÂ
AI juga tidak boleh digunakan untuk mendapatkan data dari referensi palsu. Kadang kala platform AI memberikan respon yang berisi penjelasan fiktif. Ketika ditanya sumber dari mana, memang menampilkan sumber.
Namun, ketika diperiksa sumber tersebut ternyata tidak ada data yang relevan dengan respon AI. Jika respon AI digunakan apa adanya oleh dosen, maka terjadi kutipan palsu. Sebab sumber tidak jelas dan sumber yang dicantumkan platform AI ternyata fiktif.
Baca juga artikel berikut: 19 AI untuk Membuat Pertanyaan yang Bisa Diandalkan
Mengapa Dosen Harus Mulai Beradaptasi dengan Penggunaan AI?
Memahami dan mematuhi etika penggunaan AI juga penting bagi semua dosen di Indonesia. Melalui regulasi ini pula dosen bisa terbantu beradaptasi dalam menggunakan AI secara bijak. Sekaligus lebih bertanggung jawab.
Lalu, seberapa penting dosen beradaptasi dengan penggunaan AI dalam aktivitas akademik? Jawabannya adalah sangat penting dan berikut beberapa alasannya:
1. Memahami dan Mengikuti Perkembangan Teknologi di Bidang PendidikanÂ
Alasan pertama kenapa dosen perlu beradaptasi menggunakan AI adalah untuk membantu memahami perkembangan teknologi. Sekaligus mampu mengikuti perkembangan teknologi di bidang pendidikan tersebut.
Dalam pembelajaran, ada banyak temuan-temuan penelitian baru yang perlu menjadi pembahasan. Lewat AI, dosen lebih mudah mengecek temuan baru tersebut dan menjadikannya bagian dari materi yang dibahas bersama mahasiswa. Sehingga pembelajaran terus ikut bergerak mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan.
2. Meningkatkan Kualitas Metode PembelajaranÂ
Metode pembelajaran diketahui juga terus mengalami perkembangan. Bahkan dalam kurikulum OBE yang berjalan di pendidikan tinggi Indonesia. Metode pembelajaran wajib mampu mendorong keterlibatan mahasiswa dan menjadikan mereka pusat pembelajaran.Â
Melalui AI, para dosen bisa lebih mudah mengetahui dan mengikuti perkembangan metode pembelajaran tersebut. Sehingga bisa menerapkannya dengan baik dan memenuhi tuntutan akademik dalam melaksanakan tugas pembelajaran.
Baca juga: Memahami Format RPS OBE agar Penyusunan Lancar dan Minim KesalahanÂ
3. Mengoptimalkan Mutu Proses dan Hasil dari Tri DharmaÂ
Alasan ketiga, adalah untuk membantu dosen dalam meningkatkan mutu proses dan hasil dari aktivitas tri dharma. Contohmnya dalam kegiatan penelitian. AI bisa membantu dosen menemukan topik penelitian yang tepat, mencari referensi, menyusun kerangka proposal penelitian, dan lain sebagainya.Â
Sehingga AI yang digunakan dengan baik dan benar bisa membantu meningkatkan mutu kegiatan tri dharma. Baik dari aspek proses, hingga hasil dari aktivitas tri dharma tersebut. Misalnya, penelitian yang dijalankan dosen bisa menghasilkan publikasi di jurnal internasional bereputasi Q1.
4. Membantu Dosen Mampu Mempertahankan Perannya di Era AIÂ
Alasan lainnya, beradaptasi dengan AI dan menguasainya dalam pelaksanaan tugas akademik membantu mempertahankan peran dosen. Kemunculan AI dan perkembangannya yang pesat. Sempat memberikan isu kemampuannya menggantikan peran manusia di berbagai profesi dan bidang.
Namun, harus diakui keberadaan teknologi AI memang bisa membantu banyak hal. Hanya saja, peran dari manusia yang menggunakannya langsung di lapangan tidak tergantikan. Menguasai dan sukses beradaptasi dengan AI membantu dosen mempertahankan perannya di perguruan tinggi. Sehingga tidak tergeser AI.
Dosen Membutuhkan Panduan dalam Menggunakan AI
Selain adanya regulasi penggunaan AI yang jelas dan juga bersifat resmi, sekaligus berlaku secara nasional maupun internasional. Para dosen juga membutuhkan panduan untuk memahami etika tersebut. Sekaligus panduan menggunakan AI secara efektif dan efisien.
Panduan penggunaan AI ini pula yang nantinya membantu dosen beradaptasi terhadap teknologi AI. Sehingga bisa lebih leluasa menggunakan. Sekaligus membantu dosen memahami kapan AI digunakan dan kapan tidak perlu digunakan.
Baca juga: Scopus AI: Definisi, Fitur, Cara Menggunakannya
E-Course Dunia Dosen sebagai Panduan Belajar AI bagi Dosen
Bagi para dosen yang membutuhkan panduan terkait etika penggunaan AI dan secara menyeluruh. Mulai dari aturan, batasan, tata cara penggunaan platform AI, dan lain sebagainya. Maka bisa mengakses panduan melalui program E-Course yang diselenggarakan Dunia Dosen.Â
Salah satunya dalam program E-Course AI untuk Dosen, Akselerasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Melalui program ini, para dosen yang menjadi peserta program bisa mendapatkan banyak manfaat. Seperti:Â
1. Memahami Regulasi Penggunaan AI yang BeretikaÂ
Program E-Course yang membahas secara rinci mengenai teknologi AI dalam menunjang aktivitas tri dharma dosen Indonesia. Maka bisa menjadi sarana mengakses panduan memahami regulasi terkait penggunaan AI tersebut.
Regulasi dan etika penggunaan teknologi AI ditetapkan oleh sejumlah pihak untuk diterapkan dosen. Mulai dari kementerian seperti Kemdiktisaintek, kemudian perguruan tinggi yang menaungi dosen, hingga pihak penerbit (publisher). Keseluruhan regulasi ini akan dibahas dan menjadi materi khusus di E-Course.
2. Memanfaatkan AI dengan Tepat untuk Menunjang Tri DharmaÂ
Teknologi AI bukan musuh integritas akademik bagi dosen. Adapun yang menjadi musuh adalah ketidakjujuran dan sikap dosen yang enggan melakukan transparansi atas penggunaannya.
Maka kuncinya adalah, dosen memiliki panduan bagaimana menggunakan AI dengan batasan yang jelas. E-Course memberikan akses materi khusus yang membahas secara rinci batasan penggunaan AI.
AI bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan dengan batasan yang jelas. Seperti mencari ide penelitian, bukan melaksanakan penelitian dan menggantikan dosen. Contoh lain, AI bisa digunakan untuk membantu menentukan metode penelitian, teknik analisis data hingga analisis data itu sendiri, menyusun kerangka KTI, dll.
Baca juga artikel berikut: 13 AI untuk Review Jurnal, Cari Referensi Publikasi Makin Mudah!
3. Meningkatkan Efisiensi Kegiatan Tri DharmaÂ
Menggunakan AI dengan mengedepankan etika, tidak lantas memperlambat kinerja akademik dosen. Justru bisa sebaliknya. Teknologi AI yang digunakan secara tepat. Baik tepat dalam pemilihan platform, maupun dalam penyusunan prompt. Tentunya meningkatkan efisiensi dalam pelaksanaan tri dharma.
Misalnya, bisa membantu dosen lebih cepat menemukan referensi ilmiah yang tepat dan memahaminya. Sehingga tidak membutuhkan terlalu banyak waktu untuk mencari dan memilih referensi ilmiah yang memang relevan, kredibel, dan merupakan publikasi terkini. Dosen pun lebih mudah dalam manajemen waktu.
Seluruh materi di dalam E-Course, disusun sistematis dan aplikatif oleh M.S. Hendriyawan Achmad, M.Eng., Ph.D. Sebagai salah satu Dosen Senior dan Chief Editor Jurnal Abdi Rakyat di Universitas Teknologi Yogyakarta. Tentunya akan memberikan panduan etika penggunaan AI secara tepat dan efektif.Â
Ada banyak fasilitas tambahan yang bisa diakses para dosen di program E-Course. Selain itu, sudah banyak dosen yang memetik manfaat di program ini. Detail lain mengenai E-Course AI untuk Dosen, Akselerasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Cek disini
AI ntuk Dosen, Akselerasi Tridharma Perguruan Tinggi
Optimalkan AI untuk Mempercepat Riset, Publikasi, dan Produktivitas Akademik Anda!
sumber:
- Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. (2025). Panduan Penggunaan Generative Artificial Intelligence (GenAI) pada Pembelajaran di Perguruan Tinggi. https://dikti.go.id/api/file/humas-production/2024/10/Buku-Panduan-_-Penggunaan-Generative-AI-pada-Pembelajaran-di-Perguruan-Tinggi_isbn0506-1.pdf
- Etika Penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam Publikasi Ilmiah. (2026). Fakultas Tarbiyah INHAFI Bawean. Diakses pada 29 September 2026 dari https://fakta.inhafi.ac.id/etika-penggunaan-artificial-intelligence-ai-dalam-publikasi-ilmiah/














