Adanya kerangka atau outline, tentunya bisa memudahkan penyusunan proposal penelitian. Sekaligus mematangkan rencana penelitian yang akan dicantumkan di dalamnya. Selain dari itu, masih banyak fungsi dan manfaat yang diberikan. Apa saja? Berikut informasinya.
Daftar Isi
TogglePengertian Kerangka Proposal Penelitian
Kerangka proposal penelitian adalah sebuah dokumen yang berisi rancangan struktur rencana kegiatan penelitian. Kerangka ini, nantinya bisa menjadi dasar acuan dosen maupun mahasiswa untuk menyusun proposal penelitian dengan baik dan benar.
Umumnya, menyusun kerangka untuk proposal penelitian tidak bersifat wajib. Namun, ketika tetap dilakukan maka bisa menjadi alat bantu. Sehingga proses menyusun proposal penelitian menjadi lebih efisien dan efektif karena ada dasar acuan yang jelas.
Fungsi Menyusun Kerangka Proposal Penelitian
Menyusun kerangka proposal penelitian tentunya tidak hanya untuk mengisi waktu luang. Aktualnya, kerangka tersebut memiliki fungsi khusus. Sehingga keberadaannya memberi manfaat bagi peneliti. Apa saja fungsi tersebut? Diantaranya adalah:
1. Membantu Menentukan dan Memperjelas Arah Penelitian
Kerangka proposal membantu peneliti menentukan fokus penelitian di topik yang dipilih, mengatur batasan penelitian sampai mana saja, bagaimana penelitian dilakukan melalui penetapan metode yang tepat, dll.
Jika arah penelitian sudah ditentukan dengan jelas dari awal. Maka penyusunan proposal penelitian menjadi lebih mudah dan tepat atau minim kesalahan. Hal ini bisa menguatkan proposal tersebut.
Baca juga: Proposal Penelitian: Jenis, Struktur, Contoh Full
2. Menyusun Rencana Penelitian yang Sistematis
Dalam kerangka ini, ada bagian metode penelitian atau metodologi penelitian. Saat disusun oleh peneliti, maka ada kebutuhan untuk segera menentukan metode penelitian yang akan dijalankan. Apakah akan menggunakan metode penelitian kualitatif, kuantitatif, atau justru lebih ideal menggunakan metode penelitian campuran.
Selanjutnya, dalam kerangka proposal juga memuat penentuan lokasi dan waktu penelitian. Apakah di laboratorium, sekolah, perguruan tinggi, kantor kelurahan, atau lainnya? Disusul rencana kapan penelitian atau pengumpulan mulai dilaksanakan.
Rencana kegiatan penelitian perlu dijabarkan di dalam proposal penelitian. Sehingga pihak yang berwenang memberi persetujuan, fasilitas pendanaan, fasilitas laboratorium, dan sebagainya. Bisa mengetahui susunan rencana penelitian tersebut. Kemudian menilai apakah realistis, apakah bisa diterapkan, dll.
Baca juga: Roadmap Penelitian bagi Dosen: Pentingnya, Manfaat, dan Cara Menyusunnya
3. Mempercepat Penyusunan Proposal Penelitian
Menyusun kerangka untuk proposal kegiatan penelitian menjadi strategi penting untuk diterapkan. Salah satu manfaatnya bisa mempercepat penyusunan proposal penelitian tersebut. Sebab garis besar isi proposal sudah disusun atau dicantumkan di dalamnya.
Jadi, setiap poin di dalam kerangka tinggal dikembangkan. Misalnya di bab pendahuluan, tercantum topik dan alasan pemilihan topik. Pada saat proses penulisan isi proposal penelitian maka dijabarkan lagi agar lebih rinci, jelas, dan mudah dipahami pembaca.
Baca juga: Cara Membuat Proposal Penelitian Dosen dengan Benar
4. Memastikan Proposal Penelitian Terfokus
Di dalam kerangka akan menjelaskan tahapan penelitian secara rinci. Seperti metode penelitiannya apa, instrumen untuk pengumpulan datanya apa, teknik analisis datanya apa, target luarannya apa, bagaimana mencapai target luaran tersebut, dan detail lainnya.
Rancangan kegiatan penelitian bisa lebih mudah dipastikan berfokus pada topik yang diteliti. Kemudian ada batasan penelitian yang jelas. Misalnya penelitian akan dilakukan di lokasi mana, sehingga tidak meneliti di lokasi lain yang juga memiliki fenomena atau masalah yang sama dengan topik penelitian.
5. Struktur Proposal Tepat dan Sesuai Ketentuan
Meskipun setiap penelitian memiliki topik berbeda-beda. Namun, struktur di dalam proposal penelitian cenderung sama. Misalnya bab pertama, pastilah bab pendahuluan. Kemudian bab kedua, pastilah metode penelitian.
Hanya saja, pada beberapa pihak yang memiliki wewenang menyetujui, mendanai, dan memfasilitasi penelitian memiliki kebijakan sendiri. Misalnya di program hibah penelitian Kemdiktisaintek untuk tahun anggaran 2026. Proposal usulan wajib ada bagian ringkasan.
Kemdiktisaintek juga menyediakan template untuk proposal usulan yang sesuai aturan hibah. Jadi, menyusun kerangka proposal penelitian sangat penting agar struktur isi proposal sesuai ketentuan pihak berwenang atau standar umum.
6. Mengidentifikasi Kebutuhan Sumberdaya Penelitian
Melalui kerangka, di tahap persiapan penelitian sudah bisa dianalisis apa saja kebutuhan penelitian yang akan dilakukan. Misalnya berapa besaran dana penelitian yang dibutuhkan untuk memfasilitasi tahap pengumpulan data hingga mencapai luaran penelitian.
Disusul dengan berapa lama kegiatan penelitian dilakukan, apakah akan masuk penelitian tahun tunggal atau multi tahun. Semua sumberdaya ini perlu ditentukan dari awal, yakni dari sebelum proposal penelitian disusun melalui kerangka (outline).
Baca juga: 6 Sumber Pendanaan Penelitian Dosen yang Wajib Diketahui
7. Menguatkan Proposal dan Mendapat Persetujuan
Kerangka proposal kegiatan penelitian juga punya fungsi untuk menguatkan isi proposal agar lebih mudah disetujui pihak berwenang. Proposal yang disusun berdasarkan kerangka yang jelas dan sistematis, cenderung lengkap dan mudah dipahami.
Penelitian punya rancangan yang jelas dan realistis untuk dijalankan. Baik untuk aspek pengumpulan data, hingga aspek target luaran. Hal ini membantu pihak berwenang mempertimbangkan urgensi dan kelayakan penelitian untuk didukung. Sehingga persetujuan lebih mudah didapatkan.
Baca juga: Etika Penelitian, Pahami Sebelum Menyusun Proposal Penelitian
Struktur Umum pada Kerangka Proposal Penelitian
Proposal yang diajukan ke perguruan tinggi dan penyelenggara hibah menyesuaikan ketentuan struktur penulisan. Namun, untuk pengajuan di pihak lain bisa lebih fleksibel. lalu, seperti apa struktur kerangka proposal penelitian yang tepat? Secara umum, struktur tersebut adalah sebagai berikut:
1. Judul Penelitian dan Nama Peneliti
Umumnya, judul penelitian ditulis pada beberapa halaman berbeda. Misalnya pada sampul atau cover proposal penelitian. Diikuti halaman judul, sebab di beberapa perguruan tinggi mewajibkan adanya halaman judul setelah sampul.
Pada penelitian yang dijalankan oleh dosen, nama peneliti mencakup seluruh tim penelitian. Jadi, nama dosen sebagai ketua tim dicantumkan paling pertama (paling atas). Disusul seluruh anggota tim penelitian.
Baca juga artikel berikut: Apa Itu Penelitian Dosen? Ini Pengertian, Tahapan, dan Manfaatnya
2. Pendahuluan
Bagian kedua di dalam struktur umum kerangka proposal penelitian adalah pendahuluan. Pada bagian ini, umumnya akan dipecah lagi menjadi beberapa subbab. Secara umum, mencakup 3 subbab di bawah ini:
a. Latar Belakang
Informasi utama di bagian ini adalah topik penelitian dan latar belakang pemilihan topik. Topik bisa berupa fenomena, bisa juga berupa teori. Peneliti tentu memiliki alasan kenapa memilihnya untuk diteliti.
Penjelasan rinci mengenai fenomena misalnya, kemudian diikuti dengan data di lapangan terkait fenomena tersebut. Disusul dengan penjelasan kenapa fenomena ini menarik dan punya urgensi untuk diteliti agar bisa dipahami.
b. Rumusan Masalah
Secara bentuk penyajian, rumusan masalah berisi daftar atau poin-poin pertanyaan yang ingin dijawab melalui kegiatan penelitian. Bagian ini secara umum juga menjadi batasan masalah yang akan diteliti.
Sehingga tetap fokus pada topik. Sekaligus membatasi topik tersebut diteliti sampai mana, untuk menyesuaikan dengan rencana penelitian, sumber daya, dan pertimbangan lain dari peneliti.
c. Tujuan Penelitian
Bagian ketiga yang umumnya ada di dalam bab pendahuluan adalah tujuan penelitian. Berisi mengenai pernyataan yang menjelaskan target yang ingin dicapai peneliti saat melaksanakan kegiatan penelitian. Bagian ini juga yang menjadi jawaban atas poin-poin di rumusan masalah.
3. Metode Penelitian
Metode penelitian berisi informasi mengenai rancangan kegiatan penelitian secara sistematis. Sehingga peneliti bisa menjelaskan ke pihak terkait mengenai langkah-langkah pelaksanaan penelitian.
Informasi yang dimaksud dimulai dari metode penelitian yang digunakan, lokasi dan jadwal penelitian, populasi maupun sampel penelitian, instrumen penelitian, dan teknik yang digunakan untuk menganalisis data penelitian yang dikumpulkan.
Baca juga artikel berikut: Pengertian, Struktur, dan Tahapan Penyusunan Proposal Hibah Penelitian
4. Hasil Penelitian yang Diharapkan
Bagian keempat adalah hasil penelitian yang diharapkan, karena masih berbentuk rencana kegiatan penelitian. Pada bagian ini, peneliti akan menjelaskan mengenai target temuan atau hasil penelitian yang diharapkan bisa dicapai.
5. Jadwal Kegiatan Penelitian
Bagian ini menjelaskan susunan jadwal seluruh tahapan penelitian. Misalnya jadwal kapan tahap pengumpulan data dilakukan, kapan analisis data dijalankan, kapan menyusun laporan penelitian, dan seterusnya.
6. Daftar Pustaka
Isinya memuat seluruh referensi yang digunakan untuk menyusun proposal penelitian. Penyusunan seluruh daftar menggunakan gaya sitasi yang ditetapkan pihak yang berhak menyetujui pengajuan rencana penelitian.
Lampiran (Jika Ada)
Terakhir, adalah lampiran. Yakni halaman yang berisi beberapa lampiran yang dirasa perlu untuk dicantumkan ke dalam proposal penelitian.
Sebagai catatan tambahan, struktur di atas bersifat umum. Jika dosen maupun mahasiswa mengikuti hibah penelitian. Maka struktur kerangka hingga struktur proposal penelitian menyesuaikan kebijakan penyelenggara hibah. Sehingga ada kemungkinan berbeda dengan struktur yang dijelaskan di atas.
Contoh Kerangka Proposal Penelitian Kualitatif
Dalam kegiatan penelitian, umumnya menggunakan metode kualitatif atau kuantitatif. Meskipun, beberapa penelitian juga ideal dijalankan dengan metode campuran. Metode penelitian yang berbeda, membuat isi kerangka proposal penelitian juga berbeda. Berikut adalah contoh kerangka proposal untuk penelitian kualitatif:
1. Bagian Awal
- Halaman Judul
- Daftar isi
- Daftar Tabel
- Daftar Gambar
- Daftar Lampiran
2. Bagian Inti (Isi)
- Bab I Pendahuluan
- Latar Belakang
- Rumusan Masalah
- Tujuan Penelitian
- Bab II Metode Penelitian
- Metode Penelitian
- Lokasi dan Waktu Penelitian
- Jenis dan Sumber Data Penelitian
- Teknik Pengumpulan Data
- Subjek dan Objek Penelitian
- Teknik Analisis Data
- Bab III Hasil Penelitian
- Bab IV Jadwal Kegiatan Penelitian
3. Bagian Akhir
- Daftar Pustaka
- Halaman Lampiran
Contoh Kerangka Proposal Penelitian Kuantitatif
Jika penelitian yang akan dijalankan atau direncanakan menggunakan metode penelitian kuantitatif. Maka berikut salah satu contoh kerangka proposal penelitian yang bisa dipelajari dan dijadikan referensi:
1. Bagian Awal
- Halaman Judul
- Daftar isi
- Daftar Tabel
- Daftar Gambar
- Daftar Lampiran
2. Bagian Inti (Isi)
- Bab I Pendahuluan
- Latar Belakang
- Rumusan Masalah
- Tujuan Penelitian
- Bab II Metode Penelitian
- Metode Penelitian
- Lokasi dan Waktu Penelitian
- Jenis dan Sumber Data Penelitian
- Teknik Pengumpulan Data
- Populasi dan Sampel Penelitian
- Teknik Pengujian Data
- Teknik Analisis Data
- Bab III Hasil Penelitian
- Bab IV Jadwal Kegiatan Penelitian
3. Bagian Akhir
- Daftar Pustaka
- Halaman Lampiran
Dalam menyusun kerangka proposal penelitian, para dosen bisa menggunakan platform AI sebagai alat bantu. Sehingga susunan kerangka lebih rinci, sistematis, dan pembuatan atau penyusunannya juga lebih cepat selesai.
Namun, bagaimana jika dosen belum memahami pemanfaatan AI untuk menyusun kerangka proposal kegiatan penelitian? Maka bisa belajar dari ahlinya, yakni dengan mendaftar di program E-Course AI untuk Dosen yang diselenggarakan Dunia Dosen.
Detail lebih rinci mengenai program dan bagaimana cara daftar E-Course tersebut, maka bisa bisa mengunjungi E-Course AI untuk Dosen, Akselerasi Tridharma Perguruan Tinggi
sumber:
- Aziz, Y. A. (2023). Kerangka Proposal Penelitian: Urutan dan Cara Membuat. Diakses pada 13 Oktober 2026 dari https://deepublishstore.com/blog/pengetahuan/kerangka-proposal/
- Septiady, E. (2024). Panduan Lengkap: Contoh Proposal Penelitian Lengkap dan Cara Membuatnya. Diakses pada 13 Oktober 2026 dari https://tsurvey.id/portal/panduan-lengkap-contoh-proposal-penelitian-lengkap-dan-cara-membuatnya
- Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. (2025). Panduan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat 2026. https://dri.itb.ac.id/wp-content/uploads/sites/33/2025/12/Panduan-Penelitian-dan-Pengabdian-kepada-Masyarakat-Tahun-2026.pdf














