Masih Gagal Serdos? Ini Kesalahan Portofolio yang Harus Dihindari Dosen Supaya Dapat Lulus Serdos 2026!
Kesalahan dalam menyusun dan melengkapi data di portofolio bisa berdampak pada eligibilitas yang gagal dipenuhi. Sekaligus berdampak pada hasil penilaian akhir serdos yang kurang, sehingga dosen gagal lulus. Jadi, bagaimana solusinya? Berikut informasinya.
Dalam konteks sertifikasi dosen, portofolio dosen adalah kumpulan dokumen yang berisi kinerja akademik dan rekam jejak profesional dosen yang digunakan untuk menilai kelayakan dosen sebagai pendidik profesional di perguruan tinggi.
Portofolio tersebut penting bagi dosen yang menjadi peserta serdos. Sebab setelah dinyatakan eligible oleh sistem di SISTER. Maka akan ada tahap penilaian portofolio oleh 2 asesor dalam proses serdos.
Jadi, tanpa menyusun portofolio di SISTER sesuai ketentuan. Dosen yang menjadi peserta serdos tidak bisa dinilai bukti kinerja akademik dan kompetensinya. Alhasil, penilaian eksternal oleh 2 asesor menjadi rendah bahkan tidak ada. Dampak akhirnya, dosen bisa dinyatakan tidak lulus dalam proses serdos tersebut.
Dosen yang tahun ini berencana ikut serdos, wajib memastikan menyusun portofolio dengan baik dan benar, serta sesuai ketentuan. Dosen perlu memahami juga dokumen apa saja yang menjadi komponen portofolio tersebut. Berikut penjelasannya:
Komponen yang pertama di dalam portofolio adalah daftar riwayat hidup. Sesuai namanya, dokumen ini memuat informasi pribadi seorang dosen. Data tersebut wajib dilengkapi dan rutin diperbaharui di SISTER.
Ijazah yang dimaksud adalah ijazah pendidikan tinggi seorang dosen. Dokumen ijazah mencakup ijazah jenjang Sarjana sampai Pascasarjana. Semua terdata di SISTER dan akan tersinkronisasi di PDDikti.
SK Jabatan adalah surat keputusan yang berisi informasi bahwa dosen yang menerimanya menerima pengangkatan jabatan akademik (jabatan fungsional). Dokumen ini diunggah di SISTER untuk melengkapi portofolio.
LKD merupakan dokumen berisi hasil penilaian kinerja akademik dosen dan disahkan oleh perguruan tinggi. LKD menjadi bukti dosen sudah memenuhi BKD sesuai salah satu syarat mutlak serdos. Sekaligus bukti dosen kompeten menjalankan tugas akademik.
Baca juga: Tips Mengisi LKD-BKD Bagi Pemula
PEKERTI dan juga AA adalah dua jenis program pelatihan kompetensi pedagogik yang wajib diikuti oleh semua dosen. PEKERTI untuk dosen pemula, sedangkan AA untuk dosen senior sebagai pelatihan lanjutan setelah PEKERTI. Sertifikat dua pelatihan ini wajib diunggah di SISTER.
Baca juga: Ketentuan dalam Penyelenggaraan PEKERTI AA Tahun 2026
PDD-UKTPT (Pernyataan Diri Dosen dalam Unjuk Kerja Tridharma Perguruan Tinggi) adalah dokumen yang berisi penjelasan deskriptif pencapaian tri dharma dosen. Dalam serdos di tahun 2025, berisi video untuk tugas pengajaran. Sedangkan 2 tugas tri dharma lain dalam bentuk esai pendek.
Ketahui juga: 6 Tips Mempersiapkan Dokumen PDD-UKTPT untuk Serdos
Data penilaian persepsional adalah data yang menunjukan nilai rata-rata penilaian kompetensi dosen oleh 5 orang mahasiswa, 3 orang teman sejawat, atasan langsung, dan calon peserta serdos sendiri.
Sebagaimana yang dijelaskan sekilas di awal, menyusun portofolio dose untuk kebutuhan serdos tidak selalu mudah. Aktual di lapangan, banyak peserta serdos yang gagal lulus karena kesalahan di dalam portofolio tersebut. Berikut beberapa kesalahan umum yang dimaksud:
Jika dokumen yang menyusun portofolio kurang atau tidak lengkap. Hal ini tentunya bisa berdampak pada dosen tidak eligible. Sekaligus bisa membuat hasil akhir penilaian serdos di bawah ketentuan. Dosen bisa gagal lulus serdos.
Menghindari dampak seperti ini, para dosen bisa menyiapkan kelengkapan portofolio dari jauh-jauh hari. Kemudian memastikan rutin melakukan pemutakhiran data di SISTER, menyiapkan bukti kinerja, dan aktif berkomunikasi dengan pimpinan serta operator perguruan tinggi.
Kesalahan umum kedua dalam penyusunan portofolio dosen untuk serdos adalah data di SISTER tidak update atau bisa juga tidak lengkap. Data dosen di SISTER masuk dalam dokumen daftar riwayat hidup. Dokumen ini salah satu komponen dari portofolio.
Jika data tidak update dan berkaitan dengan syarat serdos. Maka sistem di SISTER bisa menyatakan dosen belum eligible. Selain itu, data tersebut jika tidak update dan tidak lengkap bisa membuat hasil penilaian portofolio tidak optimal. Dosen bisa saja kehilangan kesempatan lulus serdos.
Baca juga: Serdos 2026, Pahami dan Penuhi Persyaratannya dari Sekarang!
Salah satu syarat mutlak dosen bisa ikut serdos sekaligus ikut mempengaruhi hasil penilaian dalam serdos tersebut, adalah BKD. Dosen diwajibkan memenuhi BKD minimal 4 semester atau 2 tahun berturut-turut.
BKD tersebut juga bagian dari portofolio. Sehingga saat dosen gagal memenuhi BKD di 12 SKS per semester. Maka ada indikasi dosen kurang kompeten dalam melaksanakan tri dharma.
Dampaknya, penilaian persepsional maupun penilaian portofolio oleh 2 asesor serdos bisa menghasilkan skor rendah. Hal ini bisa membuat dosen gagal lulus dan menerima sanksi, baru kemudian bisa ikut serdos di tahun berikutnya atau sesuai ketentuan.
Baca juga: Pemenuhan BKD sebagai Syarat Serdos, Ini 4 Kesalahan yang Harus Dihindari Dosen
Dokumen ini berisi penjelasan dosen terhadap pencapaian kinerja tri dharma. Mencakup tugas pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat atau PkM. Dalam serdos tahun 2025, tugas pengajaran dijelaskan dalam bentuk rekan video. Sedangkan 2 tugas tri dharma lain dipaparkan dosen dalam bentuk esai maksimal 300 kata.
Sayangnya banyak dosen yang justru kesulitan untuk menyusun sendiri. Sehingga menjiplak PDD-UKTPT dari dosen lain yang sudah lebih dulu lulus serdos. Dampaknya, dokumen bisa tidak diakui karena bentuk pelanggaran etik. Dosen pun gagal lulus serdos.
Kesalahan umum berikutnya, masih berkaitan dengan dokumen PDD-UKTPT. Selain ada indikasi tidak orisinil, juga ada kesalahan isinya tidak sesuai ketentuan. Misalnya rekaman video pengajaran tidak bisa ditelusuri dan diverifikasi asesor.
Kemudian, kesalahan juga bisa dari esai yang tidak sesuai rambu-rambu. Begitu juga dengan video pengajaran yang tidak sesuai rambu-rambu atau ketentuan. Jadi, penting sekali untuk membaca juknis serdos dan ikut sosialisasi dari Kemdiktisaintek.
Baca juga: Syarat agar Dosen Eligible untuk Sertifikasi Dosen Tahun 2026
Kesalahan selanjutnya juga berkaitan dengan dokumen PDD-UKTPT di dalam portofolio dosen. Yakni tidak bisa divalidasi oleh asesor serdos. Klaim pencapaian tri dharma di dalamnya tentunya valid sesuai aktual di lapangan.
Asesor akan menelusuri klaim tri dharma tersebut. Baik dalam BKD, riwayat publikasi ilmiah dosen, dan sebagainya. Jika apa yang dicantumkan di dalam PDD-UKTPT tidak bisa ditelusuri buktinya. Maka muncul indikasi hasil rekayasa.
Mencegah kesalahan ini, para dosen bisa menyesuaikan dengan pencapaian tri dharma yang sudah diraih. Yakni didasarkan pada BKD. Sebab tidak mungkin capaian tersebut tidak dilaporkan dalam BKD.
Kesalahan umum lainnya, adalah kesalahan dalam proses unggah dokumen portofolio dosen. Misalnya dosen seharusnya mengunggah LKD. Namun yang diunggah justru dokumen lain, sehingga portofolio menjadi tidak sesuai ketentuan.
Contoh lain, file digital yang diunggah ke sistem SISTER tidak jelas sehingga tidak terbaca. Bisa juga terpotong dan sebab lain yang membuat dokumen gagal terbaca. Kesalahan ini bisa membuat portofolio tidak lengkap dan berpotensi gagal lulus serdos.
Supaya portofolio baik dan benar serta siap mendukung dosen lulus serdos. Maka pertama yang harus dosen lakukan adalah fokus pada dokumen dan data yang bisa diurus sendiri oleh dosen. Misalnya PDD-UKTPT, dosen bisa fokus membaca panduan dan rambu-rambu penyusunannya bagaimana.
Kemudian yang kedua, jauh-jauh hari atau sejak pertama kali merintis karir sebagai dosen harus mengoptimalkan kinerja tri dharma. Sebab akan berdampak positif pada penilaian persepsional dan membantu memenuhi BKD.
Ketiga, dosen harus aktif mengembangkan diri. Utamakan program pelatihan yang sifatnya wajib seperti PEKERTI dan AA. Disusul dengan kegiatan diklat dan pelatihan penting lain untuk mengembangkan kompetensi.
Keempat, dosen harus bisa membangun komunikasi yang baik bersama rekan sejawat, pimpinan, dan juga operator. Sebab data dosen butuh validasi pimpinan sampai operator. Rekan sejawat bisa membantu memberi masukan agar portofolio dosen bisa disusun dengan optimal.
BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) diketahui rutin menyelenggarakan program hibah penelitian yang bisa diakses…
Meskipun sulit, publikasi di jurnal terindeks SINTA dan Scopus menjadi kebutuhan dan kewajiban semua dosen…
Publikasi di jurnal internasional bereputasi, tentunya tidak hanya pada jurnal yang terindeks Scopus. Akan tetapi…
Publikasi di jurnal Scopus menjadi prioritas sebagian besar dosen dan peneliti di Indonesia. Bahkan juga…
Dalam menyusun dokumen PDD-UKTPT, dosen tak hanya perlu mematuhi ketentuan terkait rambu-rambu yang ditetapkan Kemdiktisaintek.…
Menyusun dokumen PDD-UKTPT tentunya tidak bisa sembarangan. Sebab tentu akan ikut mempengaruhi hasil penilaian serdos.…