Awas Tidak Lulus! Hindari 5 Kesalahan Menyusun Dokumen PDD-UKTPT Ini Agar Dapat Lulus Serdos 2026!
Menyusun dokumen PDD-UKTPT tentunya tidak bisa sembarangan. Sebab tentu akan ikut mempengaruhi hasil penilaian serdos. Selain itu, banyak sekali dosen yang masih melakukan kesalahan dalam penyusunannya. Berikut informasinya.
Dokumen PDD-UKTPT memiliki kepanjangan Pernyataan Diri Dosen dalam Unjuk Kerja Tridharma Perguruan Tinggi. Dokumen ini berisi hasil kinerja akademik yang menjadi bukti kompetensi dosen dalam melaksanakan tri dharma.
Sesuai penjelasan sebelumnya, dokumen ini menjadi bagian dari portofolio dosen. Mengacu pada Kepdirjendikti No. 53/B/KPT/2025, portofolio dosen dalam serdos mencakup 7 jenis dokumen. Salah satunya adalah dokumen pernyataan unjuk kerja tri dharma tersebut.
Jadi, dokumen unjuk kerja tri dharma tersebut wajib ada agar portofolio dosen lengkap. Sehingga penilaian akhir dalam serdos bisa optimal. Kemudian memperbesar peluang dosen untuk lulus serdos. Sehingga tidak perlu menerima sanksi dan harus ikut ulang di tahun berikutnya.
Pada serdos yang diselenggarakan Kemdiktisaintek di tahun 2025, dokumen PDD-UKTPT terdiri dari 3 jenis komponen. Isinya tentu berkaitan dengan capaian kinerja tri dharma. Mulai dari capaian pengajaran (pendidikan), penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Berikut penjelasan detailnya:
Komponen pertama dalam dokumen unjuk kerja tri dharma adalah unsur pengajaran. Kegiatan pengajaran ini disampaikan dosen dalam bentuk rekaman video berdurasi maksimal 30 menit. Kemudian wajib dibagikan di situs berbagi video, misalnya YouTube.
Penjelasan dalam video mencakup informasi mengenai deskripsi mata kuliah, kemampuan yang diharapkan, materi pembelajaran, sistem pembelajaran, metode pembelajaran, interaksi dosen dengan mahasiswa, dll sesuai rambu-rambu yang ditetapkan Kemdiktisaintek.
Baca juga informasi terkait tugas dosen: Segudang Tugas Dosen yang Wajib Diketahui Para Akademisi
Komponen yang kedua di dalam PDD-UKTPT adalah unsur penelitian dan publikasi ilmiah. Dosen diminta menjelaskan salah satu kegiatan penelitian yang telah dilaksanakan dan dirasa berkesan serta menjadi pencapaian dosen.
Kemudian, wajib juga menjelaskan luaran penelitian tersebut minimal dalam bentuk publikasi di jurnal nasional terakreditasi atau jurnal internasional terindeks. Dimana dosen menjadi penulis pertama. Semua informasi ini dipaparkan dosen dalam bentuk teks naratif deskriptif sepanjang maksimal 300 kata.
Komponen terakhir dalam dokumen unjuk kerja tri dharma adalah unsur PkM. Dalam unsur ini, dosen diminta menjelaskan salah satu kegiatan PkM yang sudah dijalankan dan dirasa merupakan suatu pencapaian.
Dosen wajib menjelaskan topik kegiatan PkM tersebut, sasaran, kontribusi dosen selaku pelaksana kegiatan, dan sebagainya sesuai ketentuan. Unsur ini juga dipaparkan dosen dalam bentuk teks maksimal 300 kata.
Baca juga: Pengabdian Kepada Masyarakat: Prinsip Dasar Hingga Contoh
Para dosen yang tahun ini berencana mengikuti serdos, tentunya perlu memahami apa saja kesalahan dalam penyusunan dokumen unjuk kerja tri dharma tersebut. Kemudian menyusun strategi untuk menghindarinya. Berikut beberapa kesalahan umum yang dimaksud:
Serdos pada dasarnya diikuti oleh para dosen pemula. Sebab menjadi titik awal pengembangan dan penguatan karir akademik setelah sukses menerima SK Jabatan pertama.
Sehingga banyak dosen yang kesulitan menyusun dokumen ini. Kemudian tertarik untuk mencontek dokumen yang disusun dosen lain. Alhasil, unjuk kerja tri dharma menjadi tidak orisinil karena hasil plagiat. Dosen dengan indikasi melakukan kesalahan ini bisa diberi sanksi tidak lulus serdos dan sanksi lain sesuai ketentuan.
Terdapat batasan durasi untuk unsur berbentuk video dan batasan jumlah kata. Selain itu, salah satu rambu dalam penyusunannya adalah fokus di satu capaian di 3 tugas pokok dalam tri dharma.
Jadi, dosen bisa menghindari kesalahan ini dengan fokus menentukan 1 pencapaian saja di tugas pengajaran, penelitian, dan PkM. Tidak perlu menjelaskan semua atau lebih dari 1 pencapaian.
Masih banyak dosen tidak meluangkan waktu membaca juknis serdos. Sehingga tidak memahami ada rambu-rambu yang ditetapkan Kemdiktisaintek, kemudian berujung pada pelanggaran ketentuan.
Misalnya, video durasi melebihi 30 menit, tidak bisa diverifikasi karena tidak diunggah di situs berbagi video. Kesalahan semacam ini tentunya amat disayangkan, karena bisa membuat penilaian eksternal tidak optimal dan dosen gagal lulus serdos.
Baca juga: Serdos 2026, Pahami dan Penuhi Persyaratannya dari Sekarang!
Rambu-rambu lain terkait publikasi, misalnya publikasi berbentuk jurnal tersebut adalah kredibel. Artinya, bukan di jurnal abal-abal atau jurnal predator. Sayangnya, dosen pemula bisa saja tidak sadar publikasinya di jurnal predator.
Kesalahan umum lain, dosen memaparkan riwayat publikasi di jurnal bukan sebagai penulis pertama. Padahal salah satu rambu dalam publikasi tersebut, dosen peserta serdos harus menjadi penulis pertama.
Sesuai ketentuan, seluruh kegiatan tri dharma yang diklaim harus disertai bukti penunjang. Masing-masing bukti dilampirkan dosen sesuai ketentuan yang berlaku. Misalnya bukti kegiatan PkM, dilampirkan dosen melalui daftar riwayat PkM di SISTER. Contoh lain, klaim tugas pengajaran harus dibagikan ke situs berbagi video.
Jadi, jika dosen tidak memahami bagaimana melampirkan bukti pendukung dan detail lainnya. Bisa jadi isi dokumen tidak bisa diverifikasi asesor, dan menjadi penyebab dosen tidak lulus serdos.
Selain beberapa kesalahan umum yang dijelaskan di atas. Tentunya masih banyak lagi bentuk kesalahan dosen dalam menyusun dokumen PDD-UKTPT. Lalu, bagaimana memastikan tidak melakukan kesalahan tersebut? Berikut beberapa strategi yang bisa dilakukan:
Strategi paling pertama agar sukses menyusun dokumen unjuk kerja tri dharma adalah membaca buku panduan. Hindari mengandalkan inisiatif sendiri dalam menyusunnya. Sebab tindakan semacam ini tidak masuk dalam kamus profesional dosen di Indonesia.
Buku panduan yang dimaksud mencakup juknis serdos yang diterbitkan Kemdiktisaintek. Kemudian, buku panduan yang disiapkan perguruan tinggi tempat dosen mengabdi. Minimal membaca salah satunya, sehingga paham unsurnya apa saja dan seperti apa rambu-rambunya agar bebas kesalahan.
Adanya ketentuan dan rambu-rambu ini tidak lain adalah untuk menjaga kredibilitas dan transparansi dalam serdos. Jadi, strategi kedua adalah selalu memastikan isi dokumen hasil buah pikiran sendiri. Membaca dan menonton PDD-UKTPT dosen lain sah saja dilakukan. Selama hanya dijadikan referensi saja, bukan dijiplak. Sebab bisa ketahuan dan dosen gagal lulus serdos.
Baca juga: Kuota Serdos 2026 Terbatas! Dosen Bisa Gagal Eligible Jika Abaikan Hal Ini
Unjuk kerja tri dharma disampaikan dosen dalam bentuk penjelasan langsung dan dituangkan dalam esai pendek. Penjelasan ini tentunya wajib disampaikan dengan jelas dan terstruktur. Menggunakan gaya bahasa formal dan ragam kata baku sangat dianjurkan. Sehingga penjelasan mudah dipahami dan serta menekankan kesan profesional dosen.
Selain itu, penjelasan harus terstruktur. Sehingga runtut dari awal sampai akhir. Misalnya saat menjelaskan unsur penelitian bisa diawali dengan menjelaskan topik penelitian, dimana penelitian tersebut dilakukan, hasilnya apa, dan luarannya apa. Jadi, jangan sampai dijelaskan melompat-lompat.
Seluruh klaim capaian tri dharma di dalam PDD-UKTPT wajib sesuai aktual di lapangan. Maka ada kewajiban dan kebutuhan untuk dilengkapi dengan bukti penunjang. Pastikan menyiapkan bukti tersebut dan dilampirkan sesuai ketentuan yang ditetapkan Kemdiktisaintek. Meski penjelasan sudah bagus dan sesuai aktual di lapangan. Jika tidak ada bukti dan proses verifikasi gagal, dosen bisa dinyatakan tidak lulus serdos.
Baca juga: Daftar Aturan Baru Sertifikasi Dosen Sesuai Permendiktisaintek Nomor 52 Tahun 2025
PDD-UKTPT berisi penjelasan dosen terkait capaian tri dharma dalam bentuk video dan esai pendek. Sekali disusun, belum tentu sempurna. Dosen wajib meluangkan waktu untuk melakukan editing dan penyuntingan. Tujuannya agar isinya sudah benar, penjelasan sudah jelas dan terstruktur, dan tentunya mudah dipahami serta bisa diverifikasi karena bukti pendukung lengkap.
Strategi keenam adalah meminta masukan dari orang terdekat yang memang paham serdos. Khususnya dari rekan sejawat, baik dosen yang lebih senior dan sudah bersertifikasi. Tujuannya agar bisa diberikan penilaian objektif, jika ada kekurangan dan kesalahan bisa dibantu mengoreksi.
Serdos dibuka per gelombang, ada jadwal khusus untuk penyusunan dokumen ini. Siapkan beberapa unsurnya jauh-jauh hari, sebab jika terlalu mepet tenggat waktu semakin tinggi godaan plagiat dan hasil tidak optimal.
Melalui beberapa strategi tersebut, maka penyusunan PDD-UKTPT bisa dioptimalkan. Sehingga resiko melakukan kesalahan bisa dihindari dan penilaian eksternal bisa memberi skor tinggi. Melalui langkah ini, peluang lulus serdos bisa lebih besar.
Kesalahan dalam menyusun dan melengkapi data di portofolio bisa berdampak pada eligibilitas yang gagal dipenuhi.…
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) secara resmi mengumumkan pemberitahuan revisi proposal dan RAB…
Salah satu bentuk persiapan untuk lulus serdos adalah siap secara administrasi. Terdapat beberapa dokumen sertifikasi…
Dalam PO Serdos yang diatur di dalam Kepdirjendikti No. 53/B/KPT/2025, menjelaskan salah satu tahapan serdos…
Sertifikasi Dosen atau Serdos merupakan tahapan penting dalam pengembangan karier akademik dosen. Melalui Serdos, dosen…
Memiliki rekam jejak publikasi jurnal SINTA merupakan hal penting bagi dosen. Hanya saja, menembus jurnal…