Kumpulan Artikel Mengenai Informasi Dosen

Menristek/Kepala BRIN Kembali Perkuat Kolaborasi Riset Indonesia-Belanda

Jakarta – Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang P.S. Brodjonegoro akan perkuat kolaborasi riset antara Indonesia dan Belanda mulai tahun depan. Hal tersebut ia sampaikan saat menghadiri Opening Remark of the Holland Alumni Reception 2019 di Kedutaan Besar Belanda Jakarta, pada Jumat (1/11/2019).

Kolaborasi riset antara kedua negara telah berlangsung hampir dua dasawarsa. Kerja sama kembali diperkuat dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding- MoU) antara Indonesia dan Belanda di bidang Pendidikan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan pada tanggal 22 April 2016 di Den Haag. Terdapat lima belas bidang kerja sama yang disepakati, diantaranya meliputi pangan pertanian; energi; pengelolaan air dan sanitasi; transportasi, logistik dan infrastruktur; maritime, dll.

Sebagai tindak lanjut dari penandatanganan tersebut, dilakukan pertemuan ‘The 1st Indonesia- Netherlands Joint Working Group (JWG) on Higher Education and Science (HES)’ di Jakarta, 13 Februari 2017 yang diantaranya menyepakati (i) identifikasi langkah kedua negara dalam mempersiapkan sumber daya manusia morning (peneliti, dosen, pelajar) berkualitas bagi dunia; (ii) kolaborasi riset dan inovasi yang fokus dan intensif serta (iii) sinergi dalam pendanaan untuk pelaksanaan program kerjasama bilateral. Kedua Menteri menyatakan dukungannya dalam pelaksanaan program kerjasama bilateral.

Menteri Bambang memastikan bahwa ada topik riset yang akan dikerjakan oleh Indonesia dan Belanda, sehingga diharapkan kedua negara dapat saling terlibat dan belajar satu sama lain.

“Juni tahun depan ada semacam kolaborasi antara institusi Belanda dan Indonesia yang fokus pada riset. Kami ingin mendorong adanya research collaboration (kolaborasi riset) antara Indonesia dan Belanda,” ujar Menteri Bambang.

(Sumber Foto: ristekdikti.go.id)

Beliau menambahkan, kolaborasi riset antar kedua negara melibatkan perguruan tinggi dan lembaga penelitian yang ingin terlibat dalam kolaborasi itu. Diketahui, pemerintah mendorong mahasiswa dan peneliti untuk menguatkan riset dan inovasi, guna melahirkan startup sebagai bagian dari upaya menciptakan enterpreunership.

Startup berbasis teknologi dan informasi atau yang disebut technoprenuer harus banyak diciptakan di Indonesia, mengingat kuatnya persaingan startup di pentas global. Kenapa ini penting, karena ke depan profesi yang sifatnya rutin atau mekanistik akan digantikan oleh mesin atau komputer. Maka kita harus memiliki sesuatu yang berbeda, yakni kreativitas dan insting atau naluri,” tandas dia.

Dalam sambutannya, Menteri Bambang juga meminta kepada mahasiswa untuk mengambil pelajaran dari tutupnya Yahoo Groups. Dia menyebut tutupnya Yahoo Groups menjadi bukti ketatnya persaingan di dunia teknologi digital saat ini. Seperti diketahui, Yahoo merupakan laman email paling populer sejak tahun 90-an.

“Bayangkan, salah satu bisnis tren di era 90-an dan sekaligus pioner email dan mesin pencari, tutup. Ini babak baru kompetisi, kalian harus siap jika tidak ingin kehilangan pekerjaan,” ucapnya.

Karena itu, agar tidak tersisih dari persaingan ketat di pentas global, beliau memandang mahasiswa perlu membekali dirinya dengan pengetahuan yang lebih maju, serta teknologi yang lebih canggih.

Sebab, dengan cepatnya perkembangan teknologi dewasa ini perubahan sudah bukan lagi menghitung puluhan tahun, melainkan hanya hitungan tahun atau bahkan kurang dari satu tahun.

“Artinya, untuk bisa bersaing ke depan, selain harus serius juga harus jelas apa spesialisasi kita, adaptif, juga mau belajar,” ujar Menteri Bambang.

Dalam kegiatan ini turut hadir Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia Lambert Grijns, Direktur Nuffic Nesso Peter van Tuijil, Rektor Universitas Kristen Satya Wacana Neil Semuel Rupidara, serta tamu undangan lainnya. Demikian menurut keterangan siaran pers Kemenristek/BRIN Nomor : 239/SP/HM/BKKP/XI/2019.

Redaksi

Recent Posts

Gagal Publikasi? Hindari Kesalahan Ini dalam Penulisan Jurnal

Penolakan artikel ilmiah bisa terjadi karena berbagai sebab dan tentunya berkaitan dengan kesalahan penulisan jurnal…

1 hour ago

Wacana Penutupan Program Studi oleh Kemendiktisaintek

Topik mengenai kebijakan Kemdiktisaintek melakukan penutupan prodi (program studi) di perguruan tinggi menjadi perbincangan hangat.…

2 hours ago

Ecourse Dunia Dosen: Panduan Fleksibel untuk Peningkatan Karir dan Publikasi Akademik

Menjalankan tri dharma dan mengembangkan karir akademik. Tentunya membuat dosen berhadapan dengan berbagai tantangan. Meningkatkan…

5 hours ago

Coaching Clinic Dunia Dosen: Pendampingan Intensif untuk Peningkatan Karir Akademik Anda!

Mengembangkan jenjang karir akademik dosen tentunya bukan hal yang mudah. Tidak sedikit dosen butuh waktu…

5 hours ago

Kelas Eksklusif Dunia Dosen: Pendampingan Lengkap Karir Akademik dan Publikasi Anda!

Setiap dosen di Indonesia tentunya ingin karir akademiknya terus berkembang. Kemudian memiliki keinginan untuk menjadi…

5 hours ago

Dosen Wajib Tahu! Jenis Luaran Hibah Penelitian & Strategi Mencapainya

Menentukan luaran dalam penelitian yang didanai suatu program hibah tidak bisa asal-asalan. Selain harus menyesuaikan…

3 days ago