Para pimpinan PTN yang dilantik oleh Menristekdikti berdasarkan Surat Keputusan (SK) yang dikeluarkan pada 5 Maret 2019. (Foto: ristekdikti.go.id)
Jakarta – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir melantik dua rektor universitas negeri dan tiga direktur politeknik negeri. Menteri Nasir mengatakan Kemenristekdikti akan mengawasi secara periodik kepada pimpinan PTN (perguruan tinggi negeri) tersebut agar dapat mencapai target sesuai jenis perguruan tingginya.
”Bisa kami lakukan evaluasi setiap triwulan, setiap semester, dan setiap tahun, bagaimana kinerja yang telah dilakukan oleh para pimpinan PTN tersebut. Apakah sesuai dengan target yang ditetapkan, sesuai dengan apa yang direncanakan?” ungkap Menteri Nasir saat Pelantikan Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri di Lingkungan Kemenristekdikti di Auditorium Lantai 2 Gedung D Kemenristekdikti pada Rabu (6/3).s
Para pimpinan PTN yang dilantik oleh Menristekdikti berdasarkan Surat Keputusan (SK) yang dikeluarkan pada 5 Maret 2019 adalah:
Nasir menyampaikan target bagi universitas berbeda dengan target bagi politeknik. Target bagi universitas berfokus pada peningkatan kinerja dan akreditasi akademik.
”Khususnya yang universitas, harus kita tingkatkan kualitasnya. Sekarang program studi di lingkungan perguruan tinggi yang Saudara pimpin, berapa yang sudah akreditasi A, akreditasi B, akreditasi C. Maka, yang C harus ditingkatkan menjadi akreditasi B, kalau bisa lompat menjadi A. Demikian yang B, menjadi A. Yang A bagaimana masuk ke akreditasi internasional,” ungkap Nasir dilansir ristekdikto.go.id.
Bagi politeknik, Kemenristekdikti memberikan target berkaitan dengan sertifikat kompetensi yang dimiliki dosen dan mahasiswa.
”Politeknik harus demikian pula, berapa sertifikasi yang telah dihasilkan oleh para lulusan. Ini yang sangat penting. Para dosen yang ada apakah sudah memiliki sertifikat kompetensi pada bidangnya. Kalau belum, mereka harus mengajukan, meningkatkan sertifikat kompetensinya. Ke depan kami akan buat aturan, kalau memang dosen tidak memiliki sertifikat kompetensi, maaf mungkin tidak bisa melanjutkan proses pembelajaran berikutnya, mungkin akan kami pindahkan ke lab saja, tidak usah mengajar,” papar Menristekdikti.
Pelantikan ini dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Kemenristekdikti Ainun Na’im, Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ismunandar, Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Muhammad Dimyati, Direktur Jenderal Sumber Daya Ilmu Pengetahuan dan Pendidikan Tinggi Ali Ghufron Mukti, Direktur Jenderal Penguatan Inovasi Jumain Appe, Kepala Biro Keuangan dan Umum Wiwin Darwina, Kepala Biro Sumber Daya Manusia Ari Hendrarto Saleh, Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Wisnu Sardjono Soenarso, Kepala Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik Nada DS Marsudi, istri masing-masing rektor dan direktur yang baru dilantik, serta para eselon Kemenristekdikti.
Redaksi
Penolakan artikel ilmiah bisa terjadi karena berbagai sebab dan tentunya berkaitan dengan kesalahan penulisan jurnal…
Topik mengenai kebijakan Kemdiktisaintek melakukan penutupan prodi (program studi) di perguruan tinggi menjadi perbincangan hangat.…
Menjalankan tri dharma dan mengembangkan karir akademik. Tentunya membuat dosen berhadapan dengan berbagai tantangan. Meningkatkan…
Mengembangkan jenjang karir akademik dosen tentunya bukan hal yang mudah. Tidak sedikit dosen butuh waktu…
Setiap dosen di Indonesia tentunya ingin karir akademiknya terus berkembang. Kemudian memiliki keinginan untuk menjadi…
Menentukan luaran dalam penelitian yang didanai suatu program hibah tidak bisa asal-asalan. Selain harus menyesuaikan…