Kumpulan Artikel Mengenai Informasi Dosen

57 Dosen Berbagai Institusi Ikuti Workshop Bimtek Kesehatan

Yogyakarta – 57 dosen yang berasal dari berbagai institusi di Tanah Air mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) bidang kesehatan: Penanganan Kanker Berbasis Precision Medicine. Bimtek Kesehatan ini berlangsung selama tiga hari di Yogyakarta, diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti, Kemenristekdikti bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM) dan University of Nottingham.

Bimtek kesehatan tersebut mendatangkan langsung pakar-pakar precision medicine dari University of Nottingham, yaitu Prof. Mohammad Ilyas, DPhil, FRCPath dan Dr. Abhik Mukerjee, FRCPath. Sementara untuk narasumber dalam negeri diisi oleh sejumlah akademisi yang berasal dari UGM dan Universitas Indonesia (UI).

Dr. Bagus Muljadi, Assistant Professor dari University of Nottingham, sekaligus Director Indonesia Doctoral Partnership Program (IDTP) dalam pembukaan kegiatan menyampaikan bahwa kegiatan Bimtek kesehatan ini adalah bentuk nyata kerja sama yang dibangun antara Kemenristekdikti dengan University of Nottingham. Ke depan, ia berharap, kegiatan ilmiah serupa serta diskusi-diskusi lainnya dapat lebih banyak terjalin. Sehingga bisa meningkatkan kolaborasi Indonesia-Inggris yang dibangun dan dibina selama ini.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Direktur Karier dan Kompetensi, Kemenristekdikti, Prof. Bunyamin Maftuh. Ia mengungkapkan, selain Bimtek, masih banyak program-program lain yang bisa dimanfaatkan oleh dosen Indonesia dalam upaya peningkatan kompetensinya.

”Salah satu yang menjadi prioritas adalah peningkatan kompetensi dosen di bidang kesehatan. Para peserta yang hadir di sini pun melalui seleksi yang ketat lantaran banyaknya peminat yang ingin mengikuti. Maka dari itu, saya berharap setelah kegiatan ini para peserta dapat berbagi ilmu pada rekan-rekannya di universitas,” ujar Prof. Bunyamin.

Lebih lanjut, kegiatan Bimtek Kesehatan ini juga akan dikaitkan dengan isu jaminan kesehatan. Wakil Dekan FK UGM, Gandes Retno Rahayu, M.Med.Ed., Ph.D., menambahkan, ilmu penanganan kanker ini menjadi penting, terlebih perlu dikaitkan dengan jaminan kesehatan. Sehingga, selain riset, kerja sama yang harus dibangun adalah pada tahap terapi.

”Bimtek penanganan kanker berbasis precision medicine ini adalah sebuah terobosan karena diagnosis ini penting. Diagnosis yang cepat dan akurat untuk penanganan pasien. Saya harap nantinya bisa mengarah pula sampai ke arah terapi,” tandasnya.

Redaksi

Redaksi

Recent Posts

Proposal Hibah Gagal? Berikut Daftar Kesalahan Administrasi dan Substansi yang Harus Dihindari

Menyusun proposal sesuai ketentuan dan memiliki keunggulan dari aspek substansi. Tentunya memberi peluang lebih besar…

2 hours ago

Ingin Daftar Hibah BRIN RIIM Kompetisi 2026? Ini Syarat dan Mekanismenya

Salah satu program hibah yang tentunya dinantikan para dosen maupun peneliti di Indonesia, adalah hibah…

1 day ago

4 Program Hibah Riset Internasional yang Dapat Diikuti Dosen

Para dosen tentunya memiliki agenda rutin mengecek program hibah apa saja yang resmi dibuka pendaftarannya.…

1 day ago

7 Strategi Memaksimalkan Riset dan Publikasi dengan Roadmap Riset

Menyusun roadmap riset atau roadmap penelitian menjadi strategi penting untuk mengoptimalkan kegiatan riset. Sekaligus publikasi…

2 days ago

Masih Keliru? Ini 6 Kesalahan Umum Dosen dalam Publikasi Jurnal Ilmiah

Publikasi pada jurnal ilmiah dikenal sebagai bentuk publikasi ilmiah bergengsi di kalangan dosen. Sebab dikenal…

3 days ago

Strategi Pemenuhan AK Prestasi melalui Publikasi Jurnal Ilmiah

Salah satu jenis angka kredit yang dinilai dalam kenaikan jabatan akademik dosen, adalah Angka Kredit…

3 days ago