Kegiatan penelitian sendiri termasuk salah satu tugas pokok sesuai dengan isi dari tri dharma perguruan tinggi. Tak hanya mewajibkan dosen untuk aktif dan produktif melaksanakan kegiatan penelitian. Dosen pun diwajibkan mencapai luaran sesuai ketentuan.
Khususnya dalam bentuk publikasi ilmiah. Lalu, bagaimana agar publikasi hasil penelitian para dosen bisa optimal agar lebih berdampak? Berikut informasinya.
Sekilas Tentang Kewajiban Penelitian Dosen
Secara umum, kegiatan penelitian adalah suatu kegiatan yang sistematis dengan tujuan mencari solusi atas suatu permasalahan maupun mencari jawaban suatu pertanyaan secara ilmiah.
Penelitian dosen adalah kegiatan penelitian yang dilaksanakan oleh dosen atau pendidik di lingkungan perguruan tinggi. Dosen di Indonesia memiliki kewajiban pokok menjalankan kegiatan penelitian. Kewajiban ini melekat pada dosen sejak awal karir hingga memasuki usia pensiun.
Dalam melaksanakan penelitian, dosen wajib meneliti topik-topik yang sesuai dengan bidang keilmuan yang ditekuni. Sekaligus sesuai dengan bidang penugasan dari perguruan tinggi tempatnya mengabdi. Sehingga dosen akan fokus meneliti 1 topik sepanjang masa pengabdiannya. Kemudian menjadi pakar pada topik tersebut.
Baca juga: Tips dan Cara Menentukan Topik Penelitian yang Relevan dengan State of the Art (SOTA)Â
Manfaat Melaksanakan Kegiatan Penelitian bagi Dosen
Melalui penelitian ini, banyak pihak yang merasakan dampak positif atau manfaatnya. Sehingga penelitian menjadi kegiatan yang memang tepat untuk dijalankan dosen secara rutin atau berkelanjutan. Berikut penjelasan lengkapnya:
1. Bentuk Sikap Profesional Seorang Dosen
Manfaat yang pertama, dosen yang melaksanakan tugas penelitian maka menunjukan diri sebagai dosen profesional. Sebab termasuk kewajiban bagi dosen. Jika mangkir, maka tentunya akan berdampak buruk bagi reputasi dan karir sebagai dosen.
Untuk melaksanakan penelitian, dosen juga membutuhkan keterampilan yang memadai. Jika dosen belum menguasai kompetensi untuk meneliti. Maka tentunya akan jarang melaksanakan penelitian. Dosen pun dianggap kurang kompetensi.
Dampaknya, dosen tidak lulus serdos dan karir akademik di ujung tanduk. Sebab perguruan tinggi tentunya tidak akan mempertahankan dosen yang tidak kompeten dan profesional.
Baca juga: Serdos 2026, Pahami dan Penuhi Persyaratannya dari Sekarang!
2. Memenuhi dan Menjaga Kinerja Akademik
Target kinerja akademik dosen disebut dengan BKD (Beban Kerja Dosen). Dalam BKD tersebut dosen wajib memenuhi target setidaknya 12 SKS dalam kurun waktu 1 semester. SKS ini didapatkan dengan menjalankan tugas dan kewajiban akademik, termasuk tugas penelitian.Â
Dosen yang memenuhi target BKD akan mendapat banyak manfaat. Seperti eligible ikut serdos, eligible mengajukan usulan kenaikan jabatan akademik, mendapatkan tunjangan profesi dan tunjangan kehormatan, terhindar dari sanksi akademik, dll.Â
Baca juga: Berapa Gaji dan Tunjangan Profesor? Berikut Detailnya
3. Mengembangkan Karir Akademik
Melaksanakan tugas penelitian, juga bermanfaat dalam mengembangka karir akademik dosen. Setiap luaran yang diakui oleh Kemdiktisaintek memberi tambahan poin angka kredit. Sehingga mengoptimalkan penilaian AK Prestasi (AK Penelitian).Â
Jadi semakin produktif dalam melakukan penelitian, maka semakin mudah mendapatkan tambahan poin angka kredit. Dosen bisa lebih cepat dalam mengembangkan jenjang karir.
4. Mendukung Kemajuan Iptek
Manfaat berikutnya, penelitian dosen bisa menjadi bentuk kontribusi dosen dalam mendukung kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). Semakin maju iptek di Indonesia, semakin berkualitas kegiatan pendidikan dan mutu SDM-nya. Sehingga sejalan dengan hal tersebut Indonesia menjadi negara yang lebih baik.
5. Mengatasi Berbagai Masalah dan Persoalan Publik
Sesuai penjelasan sebelumnya, penelitian yang dilaksanakan dosen bisa dalam bentuk mencari solusi atas masalah di masyarakat. Sehingga masalah yang menjadi kendala bisa dibantu dicari solusinya.
Hal ini tentu meringankan beban hidup masyarakat luas. Semakin rutin dosen melakukan penelitian, semakin banyak masalah publik bisa dibantu dicari solusinya.
6. Mendukung Penguatan Reputasi Perguruan Tinggi
Manfaat lainya, penelitian yang dijalankan oleh dosen adalah bentuk produktivitas tri dharma perguruan tinggi. Jadi, penelitian yang dilakukan tersebut juga diakui sebagai kinerja akademik institusi.
Dampaknya, perguruan tinggi bisa mendapatkan nilai akreditasi lebih optimal. Kemudian, hasil klasterisasi lebih menguntungkan dan mendongkrak posisi di pemeringkatan nasional maupun internasional.
Baca juga: Mengenal Tingkatan Akreditasi Baru dari BAN-PT
Jenis Luaran dalam Penelitian Dosen
Luaran penelitian adalah cara atau teknik menyebarluaskan maupun upaya mendapat pengakuan atas temuan penelitian (hasil penelitian). Luaran dalam penelitian yang dijalankan oleh dosen bisa dalam beragam bentuk. Hal ini diatur di dalam Kepmendiktisaintek No. 39/M/KEP/2026. Diantaranya adalah:
1. Publikasi Ilmiah
Luaran penelitian yang dilaksanakan oleh dosen bisa dalam bentuk publikasi ilmiah. Publikasi disini bisa dalam bentuk prosiding, jurnal, buku ilmiah, dipresentasikan dalam seminar atau konferensi ilmiah, hingga menyusun karya ilmiah populer untuk diterbitkan di media massa.Â
Baca juga: Alur Publikasi Jurnal Ilmiah dan 7 Status Submission
2. Hak Kekayaan Intelektual (HKI)
Temuan penelitian dalam bentuk karya teknologi bisa didaftarkan HKI oleh dosen. Sehingga bisa mendapatkan Paten. Paten inilah yang bisa diklaim dosen dalam BKD dan penilaian angka kredit. Paten bisa bertaraf nasional dan bisa juga internasional.
3. Rumusan Kebijakan
Jenis ketiga adalah luaran dalam bentuk rumusan kebijakan. Luaran tersebut bisa berbentuk kertas kebijakan (policy brief atau policy paper), naskah akademik, model kebijakan strategis, dan lain sebagainya.
4. Karya Teknologi
Hasil atau temuan penelitian dalam bentuk karya teknologi tidak harus didaftarkan ke DJKI untuk mendapatkan Paten. Karya teknologi yang inovatif tersebut tetap diakui sebagai luaran. Hanya saja poin angka kredit dan bobot SKS dalam BKD tidak sebesar jika memiliki Paten.
5. Karya Seni
Khusus untuk dosen pada bidang ilmu seni, maka luaran penelitian bisa dalam bentuk karya seni. Karya seni tersebut harus mendapat rekognisi dan diurus HKI untuk mendapat Paten.
6. Karya Sastra
Khusus untuk dosen di bidang ilmu sastra, maka luaran penelitian yang diakui juga bisa dalam bentuk karya sastra. Seperti novel, skenario film, antologi puisi, antologi cerpen, dan lain sebagainya.
Tahapan Pelaksanaan Penelitian Dosen
Sesuai dengan definisi dari kegiatan penelitian, yang menunjukan kegiatan ilmiah secara sistematis. Maka tentunya kegiatan penelitian dosen juga ada alur proses yang jelas. Secara umum, tahapan penelitian adalah sebagai berikut:
1. Menentukan Topik Penelitian
Secara umum, topik yang dipilih harus konsisten diteliti. Artinya, sekali meneliti topik tersebut maka di penelitian selanjutnya juga meneliti terkait topik tersebut.
Hal ni berkaitan dengan kebutuhan dosen untuk membangun kepakaran. Sehingga harus fokus di satu topik untuk dikuasai. Baik lewat studi lanjut, maupun dalam penelitian berkelanjutan. Dalam menentukan topik, dosen bisa memahami apa topik yang selama ini sudah dikuasai dengan baik.
Baca juga: Cara Membuat Roadmap Penelitian dan Contohnya
2. Mengidentifikasi Masalah atau Fenomena
Secara sederhana, tahap ini berisi kegiatan dosen untuk mencari masalah atau fenomena yang relevan dengan topik untuk diteliti.
Idealnya penelitian yang dijalankan oleh dosen relevan dengan kebutuhan dan permasalahan masyarakat di masa sekarang. Oleh sebab itu, identifikasi masalah dan fenomena penting untuk dilakukan. Baik dengan kajian pustaka, memperhatikan lingkungan sekitar, bersosialisasi, dll.
3. Melakukan Kajian Pustaka
Pada tahap ini, pertama dosen perlu memahami topik dan masalah atau fenomena yang ditentukan tersebut. Kemudian yang kedua, kajian pustaka membantu mencari State of the Art (SOTA). Sehingga dosen bisa mengetahui dan memetakan perkembangan penelitian terkait topik dan masalah atau fenomena yang akan diteliti. SOTA akan menjadi dasar dalam menemukan research gap dan novelty.Â
Baca selengkapnya: Arti Penting Novelty Penelitian dan 3 Cara MenemukannyaÂ
4. Menyusun Rancangan Kegiatan Penelitian
Tahap yang keempat, dosen bisa mulai merancang susunan kegiatan penelitian. Misalnya menentukan fokus area berdasarkan SOTA yang sudah ditemukan di tahap sebelumnya. Kemudian menentukan metode penelitian, tujuan penelitian, hingga rumusan masalah.
5. Mencari Sumber Pendanaan
Penelitian dosen membutuhkan dana yang tidak sedikit. Mengandalkan dana pribadi dosen tentu kurang memadai. Maka dosen perlu mencari dukungan pendanaan.
Baik dari insentif perguruan tinggi yang menaungi, hibah penelitian dari Pemda atau Pemkot, dari BUMN maupun BUMD, kemudian hibah dari kementerian seperti Kemdiktisaintek, hibah dari BRIN, hingga hibah internasional. Baik dari pemerintah maupun pegruruan tinggi dan lembaga penelitian dari negara lain.
Baca disini: Jangan Sampai Terlewat! Daftar Program Hibah Penelitian Tahun 2026 Ini Wajib Diikuti Dosen!
6. Membentuk Tim, Menyusun Proposal, dan Pengajuan
Tahap berikutnya, setelah mendapatkan dukungan pendanaan yang memadai dan persyaratannya bisa dipenuhi. Maka dosen bisa mulai membentuk tim penelitian dan menyusun proposal sesuai kebijakan penyedia pendanaan. Proposal kemudian diajukan dan mengikuti proses seleksi sesuai ketentuan.
7. Melaksanakan Kegiatan Penelitian
Setelah proposal usulan disetujui, maka masuk ke tahap pelaksanaan penelitian sesuai isi proposal itu sendiri. Sebaliknya, jika dosen gagal mendapat hibah yang ditargetkan. Maka bisa beralih ke hibah lainnya.
Pentingnya Mempublikasikan Hasil Penelitian Dosen
Temuan atau hasil penelitian dosen perlu disebarluaskan dan diurus sesuai ketentuan untuk mendapat rekognisi.
Penyebarluasan hasil penelitian bisa dalam bentuk publikasi ilmiah sesuai jenis luaran yang sudah dijelaskan. Penyebarluasan ini penting untuk mendukung hasil penelitian diketahui dan dimanfaatkan oleh banyak pihak. Sehingga mendorong kemajuan iptek dan penelitian lebih lanjut.
Kemudian untuk rekognisi, bisa dalam bentuk pengurusan HKI. Bisa mengurus Paten, Desain industri, Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu, dll sesuai dengan ketentuan. Pengurusan Paten bisa secara nasional maupun internasional.
Strategi Mengoptimalkan Publikasi Hasil Penelitian Dosen
Setiap dosen, tentunya ingin agar hasil penelitiannya berdampak nyata dan dalam skala luas. Mencapai hal tersebut, salah satunya dengan mengoptimalkan publikasi yang mudah diakses masyarakat luas. Berikut beberapa strategi yang bisa diterapkan:
1. Memastikan Penelitian Punya Novelty dan Bebas Pelanggaran Etika
Publikasi hasil penelitian akan lebih mudah dan bisa menembus media bereputasi jika penelitian juga berkualitas. Kunci utamanya, penelitian yang dijalankan dosen punya novelty penelitian. Sekaligus bebas dari segala bentuk pelanggaran etika. Baik itu plagiarisme, falsifikasi, catut nama, dll.Â
Penelitian yang punya kebaruan tentunya akan menghasilkan temuan baru. Sehingga setiap penerbit atau publisher akan menilai hasil penelitian tersebut perlu segera dipublikasikan.
Baca juga: Cara Menuliskan Research Gap dan Novelty di Tulisan Ilmiah
2. Menargetkan Media Publikasi Kredibel dan Bereputasi
Hasil penelitian bisa dengan mudah diketahui lebih banyak orang jika dipublikasikan di tempat yang kredibel dan juga bereputasi. Maka utamakan publisher yang memang memenuhi 2 aspek tersebut.
Jika diterbitkan dalam bentuk jurnal, maka pilih jurnal nasional terakreditasi dan jurnal internasional bereputasi. Jika memungkinkan, silahkan menargetkan jurnal pada peringkat tinggi. Sebab biasanya lebih banyak dicari, sehingga naskah KTI dibaca lebih banyak orang, dan kemudian lebih berdampak.
3. Melakukan Diseminasi ke Berbagai Bentuk Publikasi Ilmiah
Diseminasi hasil penelitian sebaiknya tidak hanya mengandalkan satu media publikasi ilmiah. Akan tetapi beberapa sekaligus. Misalnya, hasil penelitian tidak hanya dipresentasikan di konferensi ilmiah.
Akan tetapi juga dipublikasikan di prosiding, jurnal, kemudian dikonversi menjadi buku dan diterbitkan menjadi buku ilmiah. Semakin beragam bentuk publikasi suatu hasil penelitian, semakin banyak pembaca mengetahuinya. Sehingga lebih banyak orang memanfaatkan hasil penelitian dosen tersebut.
Anda ingin menerbitkan hasil penelitian dengan mudah? Melalui Layanan Penerbitan Buku, Proses Penerbitan akan Menjadi Lebih Mudah, Singkat, Transparan, dan Tepat Sasaran!
4. Memaksimalkan Capaian Luaran
Strategi berikutnya, dosen sebaiknya tidak hanya fokus mencapai luaran wajib. Akan tetapi diperluas lagi dengan mencapai luaran tambahan. Misalnya, penelitian menghasilkan karya teknologi.
Maka selain diajukan Paten di DJKI, juga dipublikasikan ke jurnal atau dipublikasikan menjadi buku ilmiah. Memaksimalkan luaran penelitian membantu hasil penelitian terdiseminasi dan lebih mudah mendapat rekognisi.
5. Memanfaatkan Langsung Publikasi Ilmiah yang Dihasilkan
Strategi lainnya, dosen bisa mengoptimalkan penyebarluasan hasil penelitian dengan memanfaatkannya secara langsung. Misalnya menjadikan artikel jurnal sebagai konten untuk dibahas di media sosial.
Kemudian menjadikan buku referensi berisi hasil penelitian sebagai pegangan saat mengajar mahasiswa. Contoh lainnya lagi, dosen bisa mengikuti acara bedah buku dan membahas buku monograf berisi hasil penelitian.
sumber:
- Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. (2025). Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 39/M/KEP/2026 Tentang Petunjuk Teknis Layanan Pengembangan Profesi dan Karier Dosen. https://lldikti3.kemdiktisaintek.go.id/wp-content/uploads/2026/03/Salinan-Kepmendiktisaintek-39MKEP2026_Juknis-Layanan-Pengembangan-Profesi-dan-Karier-Dosen.pdf
- Regita, N. (2024). Pengertian, Manfaat, dan Jenis Penelitian Dosen. Diakses pada 10 September 2026 dari https://suteki.co.id/penertian-manfaat-dan-jenis-penelitian-dosen/














