AI untuk Abstrak Jurnal: Manfaat, Cara Menggunakan, dan Tipsnya

ai-untuk-abstrak-jurnal
AI untuk Abstrak Jurnal: Manfaat, Cara Menggunakan, dan Tipsnya

Mempertimbangkan penggunaan AI untuk membuat abstrak jurnal tentu mulai dilakukan banyak kalangan akademisi. Baik itu dosen maupun mahasiswa. Menyusun abstrak pada artikel jurnal ternyata memang tidak semudah membalikan telapak tangan. 

Sekilas, abstrak memang mudah dibuat karena panjangnya rata-rata di 250 kata. Namun, karena informasi di dalamnya harus mampu meringkas isi keseluruhan artikel ilmiah. Maka menjadi PR tersendiri bagi penulis. Jadi, menggunakan AI apakah solusi terbaik? Berikut informasinya. 

Manfaat Menggunakan AI dalam Penulisan Abstrak Artikel Jurnal 

Abstrak pada artikel jurnal merupakan bagian dari struktur artikel ilmiah yang memuat rangkuman keseluruhan isi dari artikel ilmiah tersebut. Dalam abstrak biasanya mencantumkan informasi mengenai topik penelitian, metodologi yang digunakan, data dan hasil penelitian, sampai kesimpulan. 

Meski panjangnya berkisar antara 150 sampai 250 kata, akan tetapi menyusunnya tidak selalu mudah. Menggunakan AI untuk membuat abstrak jurnal kemudian mulai dipertimbangkan. Berikut beberapa manfaatnya: 

1. Meningkatkan Kualitas Substansi Abstrak 

Manfaat yang pertama, platform AI bisa memastikan isi atau substansi pada abstrak sudah baik dan benar. Yakni merangkum seluruh isi artikel ilmiah tanpa ada komponen inti yang terlewat. 

Jadi, abstrak hasil AI mampu menjalankan fungsi abstrak itu sendiri yang memberi gambaran cepat isi artikel pada pembaca. Meskipun hanya membaca 250 kata dari total 7.000 lebih kata dalam artikel ilmiah tersebut. 

2. Meningkatkan Kualitas Bahasa pada Abstrak 

Manfaat berikutnya, platform AI bisa membantu meningkatkan kualitas bahasa pada abstrak artikel ilmiah. Artinya, grammar pada abstrak dalam bahasa Inggris sudah baik dan benar. Jika dalam bahasa Indonesia, maka susunan kalimat sudah efektif dengan ragam kata baku. 

3. Meningkatkan Keterbacaan Abstrak 

Abstrak yang disusun secara manual oleh dosen, bisa jadi susunan kalimat tidak sistematis maupun logis. Belum lagi dengan kalimat yang tidak efektif. Sehingga keterbacaan abstrak tidak optimal dan membingungkan pembaca. 

Hal ini bisa dihindari dengan menggunakan AI untuk membuat abstrak jurnal. Sebab bisa membantu dalam meningkatkan keterbacaan melalui bahasa yang baik dan akademis. Serta susunan kalimat runtut atau sistematis sesuai alur logika. 

4. Memberi Efisiensi Penulisan Abstrak 

Manfaat berikutnya, platform AI bisa memberi efisiensi waktu sampai tenaga. Menulis abstrak artikel jurnal bisa lebih cepat selesai dengan hasil yang lebih optimal. Tentunya dengan tetap dibaca ulang dan diedit untuk memastikan substansinya tepat. 

Baca juga: Memahami Regulasi AI untuk Penelitian Ilmiah yang Dilaksanakan Dosen dan Mahasiswa 

Cara Menggunakan AI untuk Penulisan Abstrak Jurnal

Dalam menggunakan AI untuk membuat abstrak jurnal ilmiah, tentunya perlu menentukan platform mana yang akan digunakan. Secara umum, ada cukup banyak platform AI yang bisa digunakan untuk menyusun abstrak. 

Sebut saja seperti Writing Mate AI, Originality AI, Summarizer AI, Chat GPT, dan masih banyak lagi yang lainnya. Supaya abstrak yang disusun dengan bantuan AI hasilnya optimal dan tidak menyalahi etika. Maka berikut cara penggunaan AI yang bisa diterapkan: 

1. Memilih Platform AI yang Tepat 

Tahap pertama dalam tata cara menggunakan AI untuk membantu menyusun abstrak jurnal adalah memilih platform AI itu sendiri. Pahami betul, platform AI mana saja yang bisa dimanfaatkan untuk menyusun abstrak. Secara umum, bisa menggunakan platform AI yang menyediakan layanan merangkum naskah. 

Kemudian, bisa juga platform AI berbasis chatbot seperti Chat GPT. Sehingga bisa menyusun prompt berisi perintah dibuatkan abstrak untuk naskah yang dilampirkan di sistem platform. 

Baca juga: 7 Platform AI untuk Membantu Penulisan Artikel Ilmiah bagi Dosen

2. Merangkum Artikel Ilmiah dengan Platform AI 

Tahap kedua, adalah proses merangkum artikel ilmiah dengan platform AI yang sudah dipilih di tahap sebelumnya. Beberapa platform menyediakan layanan merangkum. 

Sehingga tinggal menyalin teks naskah di kolom atau melampirkan dokumen untuk dirangkum oleh sistem di dalamnya. Beberapa lagi dalam bentuk chatbot, sehingga perlu disusun prompt dulu. Silahkan menyusun prompt berisi perintah merangkum naskah yang dilampirkan ke sistem. 

Baca juga: Cara Menggunakan Perplexity AI untuk Penulisan Artikel Ilmiah

3. Melakukan Parafrase dan Editing 

Hasil rangkuman dari platform AI pada dasarnya sudah menjadi abstrak. Namun, wajib dilakukan editing untuk memeriksa substansinya sudah tepat atau tidak. Kemudian melakukan parafrase untuk mengantisipasi similarity indeks tinggi dari hasil pekerjaan platform AI yang digunakan. 

4. Membaca Ulang dan Mengoreksi Kesalahan 

Tahap akhir adalah membaca ulang abstrak yang sudah disusun dengan bantuan AI. Silahkan memeriksa ada tidaknya kesalahan dan bagian-bagian yang perlu dikoreksi. Tujuannya agar isinya sesuai isi artikel ilmiah dan kualitas serta kredibilitasnya juga terjaga. 

Tips Menggunakan AI agar Abstrak Berkualitas

Menggunakan AI untuk membuat abstrak jurnal ilmiah memang menjadi solusi praktis dan efisien. Hanya saja penggunaannya harus bijak untuk memastikan abstrak yang disusun tetap berkualitas dan tidak melanggar etika publikasi ilmiah. Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan: 

1. Menggunakan Platform AI yang Benar-Benar Tepat 

Tips yang pertama adalah selalu menggunakan platform AI yang tepat. Sesuaikan dengan kebutuhan menyusun abstrak. Sehingga dengan satu platform saja sudah bisa mendapatkan abstrak yang baik dan benar. 

Baca juga: AI Pembuat Abstrak Jurnal & Contoh Prompt, Menulis Makin Cepat!

2. Tidak Langsung Menggunakan Abstrak Buatan Platform AI 

Tips yang kedua, menghindari menggunakan langsung hasil susunan abstrak platform AI. Secanggih apapun suatu teknologi, tentunya tetap tidak akan sempurna. Hal ini juga berlaku untuk teknologi AI yang bagaimanapun juga adalah mesin. 

Jadi, abstrak yang disusun platform AI tersebut sebaiknya tidak langsung disalin ke lembar naskah artikel ilmiah. Silahkan dibaca dulu dan melakukan editing sampai parafrase. Sebab bisa jadi abstrak tersebut hasil menyalin publikasi ilmiah lain. 

Jika asal dipakai, maka rentan menjadi plagiarisme. Selain itu, abstrak buatan AI bisa saja secara bahasa sampai struktur penyusunan kalimat kurang tepat. Sehingga editing mandiri atau manual sangat disarankan. 

Baca juga: 14 Platform AI untuk Cek Plagiarisme

3. Sesuaikan dengan Etika Publikasi pada Jurnal Tujuan 

Tips berikutnya dalam menggunakan AI untuk membuat abstrak jurnal adalah menyesuaikan dengan etika publikasi. Secara umum, etika publikasi ilmiah untuk jurnal nasional diatur oleh BRIN. 

Namun, setiap pengelola jurnal nasional juga menyusun etika tambahan yang harus dipatuhi para penulis. Para dosen wajib mengecek apa saja etika publikasi ilmiah yang diterapkan jurnal tujuan tersebut. Hal ini berlaku juga untuk publikasi di jurnal internasional.

Tujuannya untuk mengantisipasi pihak jurnal melarang penggunaan AI dalam bentuk apapun. Sehingga bisa menyesuaikan dan terhindar dari resiko artikel ditolak sampai masuk daftar hitam karena ketahuan melanggar etika publikasi. 

Baca selengkapnya: Pelanggaran Etika Publikasi Ilmiah, Bentuk & Dampaknya

Dalam menggunakan AI untuk membuat abstrak jurnal, dosen tetap perlu menyesuaikannya dengan etika publikasi pada jurnal tujuan. Setiap pengelola jurnal dapat memiliki kebijakan yang berbeda terkait penggunaan

AI, mulai dari batasan pemakaian, kewajiban disclosure, hingga larangan pada bagian tertentu naskah. Karena itu, penggunaan AI tidak cukup hanya praktis, tetapi juga harus cermat agar abstrak tetap akurat, sesuai standar akademik, dan tidak menimbulkan risiko penolakan artikel.

Ketahui lebih banyak informasi mengenai AI melalui halaman berikut: Kumpulan Artikel Mengenai AI untuk Dosen

Agar penggunaan AI lebih aman dan tepat sasaran, dosen dapat mengikuti E-Course AI untuk Dosen, Akselerasi Tridharma Perguruan Tinggi. Program ini menghadirkan materi yang up to date seputar pemanfaatan AI dalam penulisan akademik, termasuk untuk menyusun abstrak jurnal yang efektif, sekaligus dilengkapi program pendampingan agar penerapannya lebih terarah. Dengan begitu, dosen tidak hanya memahami cara memakai AI, tetapi juga lebih siap menggunakannya secara strategis, etis, dan relevan dengan kebutuhan tridharma.

sumber: 

  1. Utami, N. P., Putra, I. S., & Antara, I. P. S. (2024). Pemanfaatan Artificial Intelligence Dan Ragam Research Tools Dalam Kelas Literasi Informasi Penulisan Karya Ilmiah Pada Pemustaka Perpustakaan Undiksha. Media Sains Informasi dan Perpustakaan, 4(2), 12-24. https://semnas-fmipa.undiksha.ac.id/index.php/msip/article/view/4295
  2. Afiah, N. A. (n.d). Peran AI dalam Dunia Penulisan: Ancaman atau Peluang? Diakses pada 10 April 2026 dari https://nasmedia.id/blog/peran-ai-dalam-dunia-penulisan-ancaman-atau-peluang/
  3. Ema. (2026). Cara Menulis Abstrak Penelitian dengan Bantuan AI. Diakses pada 10 April 2026 dari https://proofreaderpro.ai/id/blog/write-abstract-with-ai

More Posts

Kelas E-Course

Ebook Gratis

Tag Populer