Tahapan Menyusun RPS OBE dengan Backward Design Beserta Contohnya

rencana-pembelajaran-semester-obe
Tahapan Menyusun RPS OBE dengan Backward Design Beserta Contohnya

Menyusun RPS yang didasarkan pada kurikulum OBE membantu menerapkan kurikulum tersebut pada kegiatan pelaksanaan pendidikan (pengajaran). Hanya saja, menyusun RPS berbasis OBE sendiri dikenal sulit dan rumit. Khususnya dalam memetakan CPL menjadi CPMK sampai Sub-CPMK. Berikut informasinya. 

Sekilas Tentang Kurikulum OBE dan Implementasinya Melalui Penyusunan RPS 

Kurikulum adalah seperangkat rencana, tujuan, isi, serta pengaturan mengenai bahan ajar hingga cara yang penggunaannya sebagai pedoman dalam kegiatan belajar mengajar. Kurikulum sendiri di dunia pendidikan bersifat dinamis, sehingga terus dikembangkan. 

Melalui kurikulum OBE, kegiatan pembelajaran di perguruan tinggi akan fokus pada hasil pembelajaran. Sehingga diharapkan bisa membekali mahasiswa dengan ilmu pengetahuan sekaligus kompetensi.

RPS berbasis OBE mengharuskan dosen merancang kegiatan pembelajaran yang mendorong mahasiswa menguasai ilmu pengetahuan teoritis sekaligus kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri. 

Apa Saja Perbedaan RPS OBE dengan RPS Kurikulum Terdahulu?

Sebelum penerapan kurikulum OBE, pendidikan tinggi di Indonesia lebih dulu menjalankan kurikulum berbasis KKNI. Secara mendasar, kurikulum OBE tidak menggantikan kurikulum berbasis KKNI. Melainkan menyempurnakannya. Meskipun begitu, kedua jenis kurikulum ini punya beberapa perbedaan. Diantaranya adalah: 

1. Standar Kompetensi Mahasiswa 

RPS berbasis KKNI menggunakan standar nasional KKNI. Diatur di dalam PP No. 8 Tahun 2012. Sehingga terstandarisasi yang bersifat nasional. Sementara standar kompetensi yang dicapai mahasiswa pada RPS berbasis OBE lebih adaptif.

Sebab menyesuaikan dengan perkembangan zaman, khususnya kebutuhan industri. Oleh sebab itu, kompetensi mahasiswa terus dikembangkan agar tetap relevan dengan kebutuhan industri. 

2. Desain Rencana Pembelajaran 

Dalam RPS berbasis OBE, menggunakan backward design. Sedangkan pada kurikulum lama yang berbasis KKNI menggunakan forward design. Pada penerapannya, pembelajaran di RPS berbasis OBE fokus pada kompetensi yang harus dikuasai mahasiswa dulu.

Kemudian, dosen menentukan materi apa saja yang relevan untuk mahasiswa bisa mencapai kompetensi tersebut. Sementara pada RPS kurikulum lama, memiliki desain sebaliknya. Sehingga isi dari RPS fokus pada kegiatan dosen dalam mengajar. 

Baca juga: Mengenal Pilihan Metode Pembelajaran Dosen yang Sesuai dengan RPS OBE

3. Karakteristik Kegiatan Pembelajaran 

Dalam RPS kurikulum sebelumnya, kegiatan pembelajaran menjadikan dosen sebagai pusat kegiatan. Sehingga dosen lebih aktif dan menjadi sumber ilmu pengetahuan utama yang bisa diakses mahasiswa. 

Sementara di dalam RPS OBE, kegiatan pembelajaran menjadikan mahasiswa sebagai pusat dan dosen sebagai fasilitator. Bentuk sampai metode pembelajaran mendorong mahasiswa lebih banyak aktif dibandingkan dengan dosen. 

4. Tujuan Pembelajaran yang Ingin Dicapai 

Perbedaan selanjutnya adalah dari tujuan kegiatan pembelajaran. Lebih tepatnya pada apa yang harus dicapai oleh mahasiswa setelah mengikuti pembelajaran yang diisi atau dilaksanakan oleh dosen. 

Pada kurikulum terdahulu, RPS membantu dosen merancang rencana pembelajaran yang mendorong mahasiswa menguasai ilmu pengetahuan. Sementara pada RPS berbasis OBE mendorong mahasiswa menguasai ilmu pengetahuan serta kompetensi (keterampilan praktis). 

5. Sistem Penilaian dan Pengukuran CPL 

Pada RPS kurikulum sebelumnya, penilaian pada tingkat pemahaman mahasiswa atas materi pembelajaran. Sehingga tugas sampai soal ujian menggunakan soal tertulis. Pengukuran capaian adalah dari jawaban mahasiswa yang benar sesuai modul dan sumber pembelajaran lainnya. 

Sementara itu, di dalam RPS berbasis OBE penilaian mengacu pada pengukuran kompetensi yang dikuasai mahasiswa. Sehingga tugas lebih banyak berbentuk proyek sampai portofolio. 

Kemudian pengukuran tercapainya target kompetensi menggunakan rubrik yang tidak hanya dari hasil ujian, akan tetapi juga bagaimana mahasiswa menunjukan kompetensinya sepanjang pembelajaran sampai ujian akhir semester. 

Baca selengkapnya: Mengenal Definisi Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) dan Kriterianya dalam SN-Dikti 

Kesalahan Umum Dosen Ketika Menyusun RPS OBE 

Dalam menyusun RPS OBE tentunya banyak kendala dan tantangan dihadapi oleh para dosen. Bahkan ada beberapa kesalahan umum yang sering dilakukan dosen. Diantaranya adalah: 

1. CPL Tidak Menjadi Acuan dalam Perumusan CPMK 

Kesalahan umum yang pertama, CPL tidak menjadi acuan dasar para dosen dalam merumuskan CPMK sampai Sub-CPMK. Kondisi ini yang membuat antara CPMK dengan Sub-CPMK tidak ada relevansi dengan CPL. Jika terjadi, maka biasanya RPS yang disusun akan diminta direvisi sampai  bisa disahkan jika sudah benar. 

Baca selengkapnya: Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) dan Perbedaannya dengan Sub-CPMK

2. Materi Pembelajaran Tidak Menunjang CPL 

Kesalahan umum kedua, materi pembelajaran tidak menunjang tercapainya CPL. Hal ini terjadi bisa sebagai efek domino kesalahan yang dijelaskan sebelumnya. Jika CPMK dirumuskan tanpa melihat CPL. Maka materi yang ditetapkan akan disampaikan ke mahasiswa juga tidak relevan. 

3. Metode Pembelajaran Masih Berpusat ke Dosen 

Kesalahan berikutnya adalah metode pembelajaran yang belum berpusat pada mahasiswa. Para dosen perlu memperhatikan metode pembelajaran apa saja yang menjadikan mahasiswa sebagai pusat pembelajaran. 

Sebab menjadi ciri khas kurikulum OBE dan tentunya harus terpenuhi. Tujuannya agar selama pembelajaran mahasiswa lebih aktif. Sejalan dengan hal tersebut, kompetensi mahasiswa terasah sehingga mencapai CPL. 

Baca juga: Strategi Menghindari Kesalahan Dosen dalam Penyusunan RPS OBE

4. Instrumen Penilaian Kurang Tepat 

Kesalahan umum berikutnya adalah instrumen penilaian yang kurang tepat, karena tidak sesuai dengan CPMK. Proses penilaian melalui pemberian tugas, ujian tengah semester, sampai akhir semester harus bisa mengukur kompetensi mahasiswa. 

Jika instrumen penilaian tidak sesuai, maka kompetensi mahasiswa sulit diukur. Jadi, dosen perlu memastikan instrumen penilaian relevan dengan pengukuran penguasaan kompetensi. 

Baca juga: Evaluasi RPS: Tujuan, Alur, dan Indikator Penilaian 

Tahapan Penyusunan Rencana Pembelajaran dalam RPS OBE dengan Backward Design 

Dalam menyusun rencana kegiatan pembelajaran pada RPS OBE, tentunya menggunakan backward design. Sehingga bisa dipastikan sesuai dengan CPL dan karakteristik khas kurikulum OBE. Secara garis besar, berikut adalah tahapannya: 

1. Mengidentifikasi CPMK dari CPL 

Tahap pertama dalam merancang kegiatan pembelajaran pada RPS berbasis OBE adalah identifikasi CPMK dari CPL. Setiap mata kuliah dalam suatu program studi atau jurusan memiliki kontribusi dalam pencapaian CPL. 

Dosen yang mengampu mata kuliah, terlebih dahulu perlu mengidentifikasikan kompetensi apa saja yang bisa diberikan mata kuliah tersebut dalam mencapai CPL tersebut. Jika ada 10 CPL, maka tentukan satu atau lebih yang relevan. Jadi, tidak semua CPL bisa dicapai oleh mata kuliah yang diampu dosen. 

2. Menentukan Bukti, Asesmen, dan Portofolio

Tahap kedua dalam merancang kegiatan pembelajaran di RPS OBE adalah menentukan bukti hasil pembelajaran, asesmen atau proses penilaian, dan portofolio. 

Dimulai dari bukti hasil pembelajaran apakah berupa laporan analisis, perancangan sistem, prototipe aplikasi, hasil ujian, atau yang lainnya. Kemudian asesmen apakah tes tertulis, proyek, observasi, atau yang lainnya. Kemudian portofolio berisi seluruh tugas mahasiswa, apakah ditetapkan dalam format cetak atau elektronik. 

3. Menyusun Rancangan Rencana Pembelajaran

Tahap ketiga adalah menyusun rancangan rencana pembelajaran. Mulai dari menentukan materi apa saja yang akan dibahas dengan mahasiswa, referensinya, bentuk pembelajaran, metode pembelajaran, jadwal pertemuan, dll. 

Baca juga: Kewajiban Mengajar Dosen di Era Kurikulum OBE dan Tips Mengajar Efektifnya

4. Periksa Ulang dan Koreksi Kesalahan 

Tahap keempat, masuk ke proses pemeriksaan ulang rencana pembelajaran yang sudah disusun. Jika ada kesalahan, maka bisa dikoreksi. Sehingga rencana pembelajaran sudah baik dan benar serta mudah diterapkan atau dijalankan. 

5. Input ke Template RPS OBE 

Tahap akhir adalah menginput atau memasukan data rencana pembelajaran ke dalam template RPS berbasis OBE. Beberapa perguruan tinggi menggunakan sistem daring di portal khusus. Beberapa lagi menyediakan template di Google Spreadsheet, Excel, maupun lainnya. Para dosen tinggal menyesuaikan. 

Baca juga: Ecourse Dunia Dosen, Solusi Susun RPS OBE yang Efektif untuk Pembelajaran Berkualitas 

Contoh Rumusan CPL yang Diturunkan ke CPMK dan Sub-CPMK 

Dalam menyusun rencana kegiatan pembelajaran pada RPS OBE, tentunya harus ada keselarasan antara CPL dengan CPMK dan Sub-SPMK. Melalui tahapan yang dijelaskan sebelumnya, keselarasan tersebut lebih mudah dicapai. 

Bagi dosen yang masih kesulitan dalam merumuskan CPMK melalui CPL. Maka berikut contoh untuk referensi: 

RPS OBE untuk mata kuliah: Data Mining

Daftar CPL: 

  1. Menguasai konsep dasar keilmuan dan metode analisis statistika yang dapat diaplikasikan pada bidang komputasi, sosial humaniora, ekonomi, industri dan hayati. 
  2. Mampu menyusun dan atau memilih rancangan pengumpulan/pembangkitan data secara efisien dan menerapkan dalam bentuk survei, percobaan, atau simulasi. 
  3. Mampu mengelola dan menganalisis data, menyelesaikan permasalahan nyata menggunakan metode statistika di bidang komputasi statistika, sosial humaniora, ekonomi, industri dan hayati dengan bantuan perangkat lunak, serta menyajikan dan mengkomunikasikan hasilnya. 

CPMK yang Relevan dengan CPL: 

  1. Mahasiswa mampu melakukan visualisasi, eksplorasi dan preprocessing data (CPL 1 dan CPL 3) 
  2. Mahasiswa mampu menjelaskan metode-metode data mining dan menggunakan teknik data mining untuk tujuan klasifikasi (CPL 1 dan CPL 3) 
  3. mahasiswa mampu menjelaskan metode-metode data mining dan menggunakan teknik data mining untuk tujuan clusterisasi (CPL 1 dan CPL 3) 
  4. mahasiswa mampu menjelaskan metode-metode data mining dan menggunakan teknik data mining untuk tujuan prediksi (CPL 1 dan CPL 3) 

Sub-CPMK yang relevan dengan CPMK yang dirumuskan sebelumnya: 

  1. Mahasiswa mampu memahami makna data mining dan metode dalam data mining, memahami makna dan jenis data serta variabel, dan mampu melakukan statistika deskriptif 
  2. Mahasiswa mampu menentukan dan membuat visualisasi data menggunakan R, serta menginterpretasikannya
  3. Mahasiswa mampu memahami data preprocessing serta jenis-jenisnya 
  4. Mahasiswa mampu menjelaskan, menggunakan dan menganalisis metode klasifikasi association rule. 

Melalui contoh perumusan CPMK dari CPL pada RPS OBE, bisa dipahami bahwa tidak semua CPMK yang dirumuskan dosen harus sesuai daftar CPL. Artinya, dari sekian daftar CPL yang telah ditentukan lebih awal. Mata kuliah yang diampu dosen mungkin hanya mendukung tercapainya 2 CPL saja atau lebih, sesuai kondisi dan karakteristik mata kuliah tersebut.

Bagi Anda yang ingin menyusun RPS berbasis OBE, simak artikel berikut: E-Course RPS OBE Dunia Dosen: Solusi Praktis Menguasai Penyusunan RPS Berbasis OBE

More Posts

Kelas E-Course

Ebook Gratis

Tag Populer