Strategi Menyusun PDD-UKTPT agar Lebih Siap Serdos

strategi-menyusun-pdd-uktpt
Strategi Menyusun PDD-UKTPT agar Lebih Siap Serdos

Dosen yang berencana mengikuti serdos tahun ini, tentunya perlu menyiapkan diri untuk penyusunan PDD-UKTPT. Penyusunannya harus mengikuti ketentuan dan rambu-rambu khusus yang diterapkan Kemdiktiaintek.

Hanya saja, meski sudah ada petunjuk teknis dan sosialisasi. Ternyata masih banyak dosen kesulitan dan melakukan kesalahan saat menyusunnya. Jadi, seperti apa solusinya? Berikut informasinya. 

Fungsi Dokumen PDD-UKTPT dalam Serdos 

Dokumen PDD-UKTPT dalam sertifikasi dosen merupakan dokumen yang berisi penjelasan kontribusi peserta serdos dalam mendukung pelaksanaan dan pengembangan tri dharma perguruan tinggi. 

Isinya berupa kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat (PkM) yang sudah dijalankan dosen dan memiliki dampak. Lalu, apa fungsi penyusunan PDD-UKTPT dalam serdos? Secara umum, fungsinya antara lain: 

1. Media bagi Peserta Serdos Menjelaskan Tri Dharma yang Dilaksanakan

Serdos sendiri, salah satu tujuannya adalah menilai kompetensi dosen melaksanakan tri dharma. PDD-UKTPT penting untuk disusun para peserta sebagai media menjelaskan kompetensi tersebut. Sehingga dosen berkesempatan menjelaskan secara rinci kontribusi tri dharma yang sudah dilaksanakan.

2. Menjadi Bahan Penilaian Kompetensi Peserta Serdos

Sesuai ketentuan, PDD-UKTPT menjadi bagian dari penilaian serdos. Yakni penilaian eksternal oleh 2 asesor serdos. PDD-UKTPT akan menyeimbangkan hasil penilaian kompetensi dosen. Sebab dilakukan pihak eksternal dan tidak hanya berbasis portofolio kinerja akademik dosen di SISTER.

Baca juga: Persiapan Serdos 2026: 7 Hal Penting agar Dosen Lebih Siap Lulus!

3. Bahan Utama Penilaian Eksternal Serdos oleh Asesor 

Jika dalam serdos tidak ada PDD-UKTPT, maka tentunya penilaian eksternal tidak memungkinkan untuk dilakukan. Sebab tidak ada bahan untuk dinilai. Jika asesor hanya mengacu portofolio di SISTER, maka informasinya stagnan dan kaku. Peserta serdos perlu menjelaskan lebih rinci mengenai alasan pelaksanaan tri dharma, bagaimana dampaknya, dan detail lainnya pada dokumen PDD-UKTPT.

4. Verifikasi Portofolio Peserta Serdos 

Dalam PDD-UKTPT akan berisi satu saja kegiatan pengajaran, penelitian, dan PkM yang telah dilaksanakan peserta serdos. Semua tugas tersebut tentunya wajib sesuai dengan portofolio kinerja tri dharma di SISTER. Data di SISTER ini sesuai dengan pelaporan BKD yang rutin disusun dosen setiap menjelang akhir semester. 

Tantangan dalam Penyusunan PDD-UKTPT 

Melalui penjelasan tersebut, maka bisa dipahami bahwa dokumen PDD-UKTPT memiliki andil besar dalam menentukan kelulusan serdos. Terlebih, bobot penilaian dokumen ini mencapai 55% dari total 3 penilaian dalam serdos tahun 2026. 

Hanya saja penyusunan PDD-UKTPT dalam proses serdos tidak selalu berjalan lancar. Peserta serdos sering menghadapi tantangan, seperti: 

1. Kesulitan Mengubah Portofolio Menjadi Narasi Reflektif

Dokumen PDD-UKTPT berisi tugas tri dharma yang telah dilaksanakan oleh dosen dan dinilai berdampak secara nyata. Seluruh tugas tersebut tentunya wajib sinkron atau sesuai dengan data portofolio kinerja akademik di SISTER. Hanya saja mengubah portofolio menjadi teks dan video narasi bukan hal yang mudah. Sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi para peserta serdos. 

Baca juga: Mengenal Fungsi dan Kegunaan SISTER sebagai Portofolio Dosen

2. Kendala dalam Menjelaskan Dampak Nyata Tri Dharma 

Dosen diharuskan bisa menjelaskan perjalanan tri dharma sampai tugas tersebut bisa dilaksanakan, bagaimana efek ketika dijalankan, dan harapan setelahnya seperti apa. Hal ini tentu menjadi tantangan bagi dosen. 

Sebab bisa jadi, tri dharma yang dijalankan menjadi rutinitas akademik semata. Atau juga kesulitan untuk memahami dampak dari kegiatan tri dharma yang dijalankan secara lebih spesifik.

3. Menentukan Tri Dharma yang Akan Dipaparkan 

Dosen eligible ikut serdos paling cepat setelah 2 tahun masa pengabdian. Maka artinya, dalam kurun waktu 2 tahun tersebut total ada 4 laporan BKD. Seringkali dosen kesulitan menentukan tri dharma mana yang akan masuk ke PDD-UKTPT. Terlebih harus memastikan tri dharma yang dipilih punya dampak dan bisa dijelaskan secara rinci. 

Baca juga: Syarat agar Dosen Eligible untuk Sertifikasi Dosen Tahun 2026

4. Kesulitan Menulis Narasi yang Sistematis dan Mudah Dipahami 

Tantangan selanjutnya, dosen bisa saja kesulitan dalam menyusun narasi yang sistematis dan mudah dipahami. Baik ketika dituangkan dalam esai untuk penelitian dan PkM. Maupun penjelasan naratif secara lisan dalam video pengajaran. 

Kadang kala untuk menjelaskan tri dharma yang dijalankan sendiri terasa rumit. Bisa karena dosen khawatir terlalu meninggi, atau bahkan tidak jelas. Sehingga ragu dan menjadi kurang optimal. 

5. Menyusun PDD-UKTPT Secara Objektif 

Dosen bisa saja kesulitan mengetahui tri dharma mana yang memang berdampak. Selain itu, dosen bisa saja kesulitan untuk legowo dalam mengakui kekurangan atau bahkan kesalahan dalam pelaksanaan tri dharma yang dipaparkan. Sehingga  menjaga tetap objektif masih menjadi hal sulit.

6. Rentan Plagiat 

Kadangkala plagiat terjadi bukan karena kesengajaan. Dalam sepersekian kecil, ada kemungkinan isi dari PDD-UKTPT terdeteksi similarity yang tinggi. Oleh sebab itu, penting untuk dosen punya referensi tapi harus memastikan PDD-UKTPT orisinil. Sekaligus melakukan cek similarity sebelum pengisian di SISTER. 

7. Keterbatasan Waktu yang Dimiliki Dosen 

Harus diakui, komponen dalam PDD-UKTPT cukup kompleks. Berisi beberapa video untuk tugas pengajaran. Kemudian ada esai dan bukti pada tugas penelitian dan PkM. Butuh waktu agar semua komponen atau unsur PDD-UKTPT lengkap. Keterbatasan waktu yang dimiliki dosen bisa membuat prosesnya lebih sulit. 

Baca juga: Update Jadwal Serdos 2026 Gelombang 0 dan Gelombang I, Calon Peserta Sudah Siap? 

Kesalahan Penyusunan PDD-UKTPT yang Harus Dihindari Dosen 

Penyusunan PDD-UKTPT selain memberi tantangan yang kompleks bagi peserta serdos. Diketahui juga rawan terjadi kesalahan, sehingga membuat penilaian dari asesor tidak optimal. Adapun kesalahan yang perlu dihindari antara lain: 

1. Isi PDD-UKTPT Tidak Sesuai Portofolio 

Harus dipahami, salah satu fungsi dokumen ini dalam serdos adalah membantu dosen menjelaskan kontribusinya dalam pelaksanaan dan pengembangan tri dharma. 

Maka isinya adalah tugas tri dharma yang sudah dilaksanakan dan tentunya akan terekam datanya di SISTER melalui LKD. Jadi, jangan sampai mengarang. Harus sesuai riwayat LKD tersebut untuk menghindari indikasi melakukan kecurangan dalam serdos. 

Baca juga: 5 Kesalahan Umum dalam Sertifikasi Dosen yang Harus Dihindari

2. Unsur PDD-UKTPT Tidak Lengkap 

Seluruh tugas tri dharma dalam PDD-UKTPT terdiri dari 2 unsur atau komponen. Misalnya dalam pengajaran, selain berisi rekaman video penjelasan dosen sendiri. Juga berisi video hasil rekaman kegiatan pembelajaran. 

Begitu juga dengan penelitian dan PkM, selain harus ada esai juga harus dilengkapi bukti sesuai ketentuan. Unsur ini menjadi beragam dan rawan terlewat sampai terlupa.

3. Penjelasan Tidak Jelas dan Tidak Runtut 

Kesalahan dalam penyusunan PDD-UKTPT juga bisa dari penjelasan dosen yang tidak optimal. Sehingga menjadi tidak jelas, kurang runtut, dan pada akhirnya justru sulit untuk dipahami asesor. 

Kegiatan tri dharma di dalam PDD-UKTPT perlu dijelaskan secara rinci. Mulai dari bentuk pelaksanaan kegiatan sampai dampak yang diharapkan atau yang sudah dicapai. Penjelasan ini juga harus runtut agar mudah dipahami karena sesuai alur logika. 

Baca juga: Awas Tidak Lulus! Hindari 5 Kesalahan Menyusun Dokumen PDD-UKTPT Ini Agar Dapat Lulus Serdos 2026!

4. Belum Memaparkan Dampak Tri Dharma 

Sesuai penjelasan sebelumnya, tri dharma yang dipaparkan dosen di PDD-UKTPT bukan sekedar tugas yang sudah dilaksanakan. Namun dijabarkan lebih rinci lagi, termasuk dampak dari pelaksanaan tersebut. Jika hanya menjelaskan tri dharma tanpa ada dampak. Maka tentunya akan mempengaruhi penilaian dari asesor yang tidak optimal. 

Strategi Penyusunan PDD-UKTPT agar Lulus Serdos 

Adanya sejumlah tantangan dan risiko terjadi kesalahan dalam penyusunan PDD-UKTPT. Tentunya perlu menjadi perhatian para dosen yang berencana ikut serdos di tahun ini. Meminimalkan kesalahan dan kemudahan mengatasi tantangan tersebut, para dosen bisa mencoba beberapa strategi di bawah ini: 

1. Memahami Dulu Juknis Serdos dan Rambu PDD-UKTPT 

Membaca juknis serdos dan memahaminya bukan sekedar formalitas. Melainkan menjadi kebutuhan sekaligus kewajiban calon peserta serdos. Luangkan waktu membaca dokumennya, dan jika memungkinkan ikuti sosialisasi dari Kemdiktisaintek. 

Setelah paham apa itu PDD-UKTPT, unsur penyusunnya, dan detail lainnya Barulah mulai menyusun, jangan sampai terbalik. Hal ini penting untuk menghindari kesalahan sekaligus meminimalkan kendala karena penyusunan diawali persiapan matang. 

Baca selengkapnya: Penilaian Sertifikasi Dosen 2026: Sistem, Komponen, dan Ketentuannya

2. Ikut Pelatihan atau Workshop PDD-UKTPT 

Salah satu strategi penyusunan PDD-UKTPT adalah mengikuti pelatihan atau workshop. Sehingga ada penjelasan dari pemateri yang lebih paham dan berpengalaman. Diikuti kegiatan praktek langsung untuk latihan menyusun PDD-UKTPT. 

Dalam pelatihan dan workshop biasanya ada sesi pemeriksaan dan koreksi dari pemateri. Sehingga bisa mendapat masukan dan kritikan yang membangun. Hal ini penting untuk optimasi PDD-UKTPT di hari H pengisian saat ikut serdos. 

Baca juga: Daftar Ecourse PDD-UKTPT sebagai Panduan Praktis Lolos Penilaian Sertifikasi Dosen

3. Mempelajari Portofolio dan Menentukan Tri Dharma yang Dipaparkan 

Strategi keempat ada baiknya dosen mengawali penyusunan PDD-UKTPT dengan mempelajari portofolio di SISTER. Sehingga bisa mengetahui tri dharma apa saja yang sudah dilaksanakan. 

Sekaligus menganalisis mana yang paling tepat dicantumkan di PDD-UKTPT. Melalui sistematika ini, dosen bisa memastikan isi PDD-UKTPT relevan dengan data kinerja di SISTER atau sesuai pelaporan BKD. 

4. Pastikan Bukti Lengkap dan Sesuai BKD 

Analisis portofolio di SISTER dan tentukan tugas tri dharma mana yang dipilih. Kemudian cari dan temukan bukti untuk tri dharma tersebut dari arsip pribadi. Hal ini penting untuk memastikan tri dharma yang dipaparkan sudah lengkap dengan bukti penunjang. Sekaligus sudah sesuai dengan bukti di pelaporan BKD yang terdata di SISTER. 

5. Periksa dan Koreksi Kembali PDD-UKTPT yang Disusun 

Setelah menyiapkan susunan PDD-UKTPT pastikan diperiksa ulang dan koreksi kesalahan yang ditemukan. Pada hari H pengisian PDD-UKTPT di laman SISTER pun, sebaiknya jangan langsung disimpan. Namun diperiksa dulu untuk memastikan penjelasan sudah runtut dan jelas, bukti sudah terunggah dan lengkap, dan detail lainnya. Jadi, bisa memastikan sudah optimal dan layak segera dinilai asesor serdos. 

More Posts

Kelas E-Course

Ebook Gratis

Tag Populer