8 Tips Menyusun Dokumen PDD-UKTPT untuk Sertifikasi Dosen

tips-menyusun-dokumen-pdd-uktpt-untuk-sertifikasi-dosen
8 Tips Menyusun Dokumen PDD-UKTPT untuk Sertifikasi Dosen

Tahapan dalam proses sertifikasi dosen (serdos) memang cukup panjang, beragam, dan tentunya kompleks. Salah satunya adalah penyusunan dokumen PDD-UKTPT (Pernyataan Diri Dosen Dalam Unjuk Kerja Tridharma Perguruan Tinggi). 

Dokumen ini perlu disusun sebaik mungkin dan seteliti mungkin agar sesuai dengan ketentuan serdos. Sehingga menunjang proses penilaian portofolio oleh asesor serdos. Kemudian meningkatkan peluang lulus dalam serdos tersebut. Jadi, strategi apa saja yang sebaiknya diterapkan dalam menyusunnya? Berikut informasinya. 

Apa Itu Dokumen PDD-UKTPT dalam Sertifikasi Dosen? 

Dokumen PDD-UKTPT adalah sebuah dokumen yang berisi pernyataan reflektif yang dibuat oleh dosen untuk menjelaskan kinerja tri dharma (pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat). 

Sejak diberlakukannya Serdos Smart dari tahun 2021, dokumen ini menjadi bagian dari proses serdos dan disusun sepenuhnya oleh dosen. Dokumen ini bukan hanya berisi esai seperti pada serdos sebelum tahun 2021. Melainkan juga berisi rekaman video yang dibuat oleh dosen. 

Ada beberapa unsur yang kemudian menjadi isi dari dokumen PDD-UKTPT tersebut. Semua unsur ini disusun dosen melalui laman SISTER pada saat sudah dinyatakan eligible menjadi peserta serdos oleh perguruan tinggi yang menaungi. 

Unsur dalam PDD-UKTPT 

Sesuai penjelasan sebelumnya, di dalam PDD-UKTPT bukan hanya berisi esai yang menjelaskan pelaksanaan tri dharma. Melainkan juga berisi esai dan video. Berikut detail penjelasannya: 

1. Unsur Pengajaran (Pendidikan) 

Unsur pertama di dalam dokumen PDD-UKTPT adalah pengajaran atau pelaksanaan tugas pendidikan. Dalam unsur ini, dosen peserta serdos diminta untuk menjelaskan dalam bentuk rekaman video. 

Isinya menjelaskan pengalaman dalam melaksanakan tugas pendidikan pada pengajaran. Misalnya menggunakan metode pembelajaran apa, bagaimana respon mahasiswa, dan bagaimana dampaknya pada nilai maupun kompetensi mahasiswa. 

Video yang dibuat aau direkam kemudian dibagikan ke publik lewat situs berbagi video. Misalnya dibagikan ke YouTube. Link URL pada YouTube tersebut yang kemudian dicantumkan dosen untuk melengkapi PDD-UKTPT. 

2. Unsur Penelitian dan Publikasi Ilmiah 

Unsur kedua adalah tugas penelitian dan publikasi ilmiah yang dihasilkan dosen. Dalam unsur ini, diminta dijelaskan dosen dalam bentuk esai narasi deskriptif. Isinya menjelaskan tugas penelitian yang sudah dilakukan dan luaran berbentuk publikasi ilmiah (prosiding, jurnal, dan penerbitan buku ilmiah) yang dihasilkan. 

3. Unsur Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) 

Unsur ketiga adalah tugas PkM yang dilaksanakan oleh dosen. Pada tugas ini, dosen diminta menjelaskan kegiatan PkM yang sudah dilaksanakan. Kemudian menjelaskan juga luarannya dalam bentuk publikasi ilmiah. Misalnya publikasi ke jurnal PkM. Unsur ini dijelaskan dosen dalam bentuk esai narasi deskriptif. 

Rambu-Rambu dan Ketentuan Penyusunan PDD-UKTPT 

Dalam kurun waktu setidaknya 2 tahun, dosen pemula baru bisa mengajukan diri menjadi peserta serdos. Hal ini sesuai dengan salah satu syarat serdos itu sendiri. Dalam masa pengabdian 2 tahun saja, tentu banyak tugas tri dharma dijalankan. 

Maka tidak mungkin semua tugas tri dharma dicantumkan di dokumen PDD-UKTPT. Sehingga ditetapkan rambu-rambu dan ketentuan tambahan dalam penyusunan 3 unsur yang dijelaskan sebelumnya. Berikut detailnya: 

1. Tugas Pengajaran 

Dalam menyusun atau menjelaskan pelaksanaan tugas pengajaran berbentuk video, berikut beberapa rambu-rambu dan ketentuan yang harus dipatuhi: 

  1. Durasi video maksimal 30 menit. 
  2. Diunggah di situs berbagi video seperti YouTube, MeTube, dan situs lainnya. 
  3. Menjelaskan pengajaran di satu mata kuliah yang pernah atau sedang diampu oleh dosen. Isi penjelasan mencakup deskripsi mata kuliah, kemampuan yang diharapkan, materi pembelajaran, sistem pembelajaran (mode perkuliahan), metode pembelajaran, interaksi antara Peserta Serdos dan mahasiswa, dan sistem penilaian mata kuliah (teknik dan indikator) sesuai dengan RPS. 
  4. Video pengajaran bisa dalam bentuk tatap rekaman pada saat melaksanakan pengajaran muka/tatap maya (synchronous), dalam bentuk real classroom atau micro teaching, baik mata kuliah teori atau praktik.
  5. Jika dalam video menjelaskan pelaksanaan pengajaran daring, misalnya memakai suatu Learning Management System (LMS). Maka wajib mencantumkan link URL LMS tersebut untuk verifikasi asesor serdos. 

2. Tugas Penelitian dan Publikasi Ilmiah 

Dalam pelaksanaan tugas penelitian dan publikasi ilmiah, berikut beberapa rambu dan ketentuannya saat dipaparkan di dokumen PDD-UKTPT: 

  1. Dijelaskan dalam bentuk esai atau teks dengan ketentuan panjang kata antara 250 sampai maksimal 300 kata. 
  2. Isinya menjabarkan dari topik/road map penelitian dan deskripsi salah satu publikasi karya ilmiah yang diunggulkan dan dihasilkan selama menjadi dosen berikut makna dan kegunaan, nilai inovasi, publikasi dan diseminasi, sampai konsistensi pengembangan keilmuan yang dilakukannya. 
  3. Melampirkan bukti luaran yang dicantumkan pada esai, ketentuannya sebagai berikut: 
  • Daftar Penelitian dan Laporan Penelitiannya, dan 
  • Daftar Publikasi Karya Ilmiah yang salah satunya berupa karya ilmiah yang dipublikasikan dalam jurnal Nasional terakreditasi atau Jurnal Internasional terindeks, sebagai penulis pertama/anggota, atau hasil karya seni yang diakui oleh perguruan tinggi bagi dosen bidang seni budaya.

3. Tugas Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) 

Dalam pelaksanaan tugas PkM, berikut sejumlah rambu dan ketentuan yang harus diperhatikan dosen saat menyusun dokumen PDD-UKTPT untuk serdos: 

  1. Dijelaskan dalam bentuk esai atau teks dengan ketentuan panjang kata antara 250 sampai maksimal 300 kata. 
  2. Isi esai menjabarkan dari sasaran, kontribusi Peserta Serdos, perubahan yang terjadi (tingkat ketercapaian dan dampaknya), dukungan masyarakat, sampai konsistensi sesuai bidang keilmuannya.
  3. Melampirkan bukti pelaksanaan PkM yang dijelaskan. Misalnya laporan PkM atau luaran berbentuk publikasi ke jurnal PkM. 

Sebagai informasi tambahan, dengan diterbitkannya Permendiktisaintek Nomor 52 Tahun 2025. Pada Pasal 17 menjelaskan tentang serdos dan ada beberapa perubahan kebijakan terkait serdos. Maka ada kemungkinan ada pengumuman baru terkait serdos di tahun 2026. 

Para dosen yang berencana ikut serdos 2026, bisa konfirmasi ke tim BKD di kampus untuk memastikan ada tidaknya perubahan kebijakan. Termasuk dalam ketentuan penyusunan PDD-UKTPT.

Strategi Menyusun PDD-UKTPT dan Lulus Serdos 

Memahami bahwa dokumen PDD-UKTPT ikut berkontribusi dalam menentukan lulus tidaknya dalam proses serdos. Maka tentu tidak bisa disusun secara asal di SISTER. Berikut beberapa strategi maupun tips dan trik dalam menyusunnya: 

1. Memahami Apa dan Rambu-Rambu Dokumen PDD-UKTPT 

Strategi yang pertama adalah mempelajari dan kemudian memahami dulu PDD-UKTPT. Sebab memang ada ketentuan yang menyertainya. Jadi, jangan sampai disusun tanpa memahaminya. Hal ini tentu memperbesar kesalahan. 

Bagaimana jika PDD-UKTPT ini yang menyebabkan Anda gagal lulus serdos? Mengantisipasinya, maka wajib dipelajari dan dipahami dulu. Manfaatkan jaringan ke rekan sejawat dan internet. Sehingga memahaminya menjadi mudah. Jika sudah paham, maka tidak akan bingung bagaimana memulai penyusunannya. 

2. Menentukan Tri Dharma yang Dijabarkan 

Sesuai penjelasan sebelumnya, isi dari PDD-UKTPT tidak lantas menjelaskan semua aktifitas tri dharma yang sudah dilakukan. Namun hanya satu saja di masing-masing tugas pokok. 

Jadi, usahakan memilih atau menentukan jauh-jauh hari tugas mana saja yang akan dicantumkan di dokumen ini. Pilih tugas yang dirasa paling berkesan dan berdampak positif. Sehingga menampilkan keunikan dan pencapaian besar dalam melaksanakan tri dharma. 

Supaya lebih mudah, maka bisa mengecek tugas tri dharma di SISTER sesuai laporan BKD. Kemudian menyusun daftar tugas mana saja yang dirasa paling berdampak nyata dan positif. Jika sudah, maka tinggal memilih salah satu di setiap pengajaran, penelitian, dan PkM. 

Ikuti juga kelas online Digital Era Smart Lecturer Optimalisasi Riset dan Publikasi dan kuasai strategi riset dan publikasi digital untuk memperkuat reputasi akademik Anda!

3. Fokus Menjelaskan Kualitas Bukan Kuantitas 

Pada saat merekam video pengajaran dan menyusun teks narasi deskriptif pada dokumen PDD-UKTPT mungkin bingung harus bagaimana. Dalam hal ini, usahakan fokus pada kualitas dan bukan pada kuantitas. 

Jelaskan secara ringkas dan mudah dipahami apa saja tugas yang sudah dilaksanakan dan dampaknya. Sesuaikan isi dengan ketentuan. Jika semua ketentuan isi tidak memungkinkan untuk masuk. 

Maka pilih poin-poin yang menunjukan kualitas kinerja. Hal ini penting karena ada batasan durasi dan jumlah kata. Sehingga fokus pada kualitas bisa membatasi penjelasan agar tidak melebihi ketentuan tersebut. 

4. Konsisten dan Relevan dengan Data di SISTER 

Strategi selanjutnya, usahakan konsisten dan relevan dengan data di SISTER. Artinya, kinerja pengajaran, penelitian, dan PkM sesuai dengan data pelaporan BKD yang disusun dosen. 

Sehingga memudahkan penelusuran atau proses verifikasi oleh asesor. Jika ada ketidaksesuaian dengan BKD, maka ada kecurigaan isi PDD-UKTPT adalah fiktif. Bukti yang dilampirkan juga diduga palsu. Maka rangkum data tri dharma dari SISTER untuk mencegah kesalahan informasi dalam penjelasan. 

5. Mengumpulkan dan Melampirkan Bukti 

Strategi selanjutnya, adalah mengumpulkan bukti-bukti dari tugas tri dharma yang dicantumkan di dalam PDD-UKTPT. Sesuai penjelasan dalam rambu-rambu sebelumnya. Maka bisa dipahami ada kewajiban melampirkan bukti tersebut. 

Secara sederhana, bukti ini bisa menyesuaikan bukti yang dilampirkan saat pelaporan BKD. Sebab tentu akan sama. Tidak terkecuali untuk tugas pengajaran yang dijelaskan dalam bentuk rekaman video. 

Jadi, cek kembali file-file bukti BKD dan jadikan satu untuk disimpan di satu folder. Sehingga memudahkan saat penyusunan PDD-UKTPT di hari H pada laman SISTER. 

6. PDD-UKTPT Dibuat Objektif 

Dokumen PDD-UKTPT bisa dipandang sebagai sebuah karya ilmiah. Sehingga dalam proses menyusunnya harus dibuat objektif bukan subjektif. Misalnya dengan menyusun kalimat-kalimat yang menunjukan objektivitas bukan subjektivitas. Berikut beberapa contohnya: 

  • “berdasarkan evaluasi pembelajaran…”
  • “refleksi dari pelaksanaan kegiatan menunjukkan…”
  • “dampak yang teridentifikasi adalah…”

Pahami betul bagaimana menyusun teks yang objektif dan menjelaskan sesuatu secara objektif juga (pada video pengajaran). Misalnya menghindari kata “saya”,  kemudian mengedepankan kalimat pasif bukan aktif, berbasis pada pengalaman pribadi, dan sebagainya. 

7. Melihat Contoh 

Serdos dengan PDD-UKTPT bukan baru pertama kali diselenggarakan. Selain itu, ada video rekaman pengajaran yang dibagikan dosen peserta serdos di tahun-tahun sebelumnya. Jadi, silahkan mencari dan mengakses contoh-contoh PDD-UKTPT. Tujuannya agar bisa memahaminya berbasis contoh nyata bukan dari teori panduan. 

8. Konsultasi dan Minta Masukan 

Strategi berikutnya adalah konsultasi dan meminta masukan. Baik dari rekan sejawat, pimpinan di perguruan tinggi, maupun dari mahasiswa. Sebab ketika menjelaskan tugas tri dharma yang dijalankan semua pihak tersebut ikut menilai. 

Hal ini sejalan dengan penilaian persepsional yang disampaikan. Jadi, PDD-UKTPT yang disusun bisa dibahas dengan pihak-pihak tersebut untuk mendapat koreksi dan masukan berharga. 

Menyusun strategi yang tepat bisa membantu dosen menghindari kesalahan saat menyusun PDD-UKTPT. Selain itu, karena penyusunannya ada batasan waktu di platform SISTER selama serdos berlangsung. Maka memang sebaiknya sudah disiapkan jauh-jauh hari.

Duniadosen juga memiliki kelas online dengan materi terbia dan sangat cocok untuk membantu pengembangan Anda! Jangan lewatkan kesempatan ini dan segera daftar E-Course dari Duniadosen dan tingkatkan kemampuan Anda!

Referensi:
  1. Giovanny. (2024). PDD-UKTPT: Bukan Sekadar Dokumen, tetapi Bukti Keunggulan Dosen. [BUKA]
  2. Sistem Informasi Sumberdaya Terintegrasi. (2024). Dosen Mengisi Data & Portofolio di Halaman Layanan Serdos. [BUKA]
  3. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. (2025). Sosialisasi Kepdirjen Dikti Nomor: 53/B/Kpt/2025 Tanggal 4 Juni 2025 Tentang Petunjuk Teknis Sertifikasi Pendidik untuk Dosen. [BUKA]
  4. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. (2025). Peraturan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 52 Tahun 2025 Tentang Profesi, Karier, dan Penghasilan Dosen. [BUKA]