Yu Gongmao
Yu Gongmao adalah dosen dari Cina yang sangat menginspirasi. Meski menderita sakit parah, ia tetap bersemangat mengajar. Hal ini telah menyentuh hati jutaan orang di seluruh penjuru negeri. Yu Gongmao, dari kota Wuhan, didiagnosis menderita penyakit ginjal polikistik pada usia 30, selama bertahun-tahun kesehatannya memburuk, dan penyakitnya bertambah karena adanya penyakit ginjal.
Meskipun harus menjalani perawatan intensif tiga kali seminggu, ia terus mengajar, bahkan duduk berlutut di atas kursi jika ia terlalu lemah untuk berdiri. Pada tahun 2012, Profesor Yu pingsan di kelas dan langsung dilarikan ke rumah sakit di mana dokter menemukan aneurisma di otaknya karena faktor genetik “Autosomal Dominant Polycystic Kidney Disease (ADKPD)”. Operasinya sukses, namun kesehatannya terus memburuk.
Seiring dengan kesehatannya yang memburuk, penglihatan Profesor Yu juga ikut memburuk setelah operasi. Saat kambuh pada 2014, ia diberitahu ginjalnya gagal, dan hingga sekarang, ia masih menunggu transplantasi ginjal. Profesor Yu harus menjalani dialisis tiga kali seminggu, kedua ginjalnya memiliki masalah yang mengarah ke uremia. Akan tetapi, Profesor Yu Gongmao mengatakan dia akan “terus mengajar hingga aku ambruk di kelas”.
Sejak sakit, Profesor Yu Gongmao, yang bekerja di Departemen Bahasa Inggris di Universitas Wuhan, telah menderita penurunan berat badan yang parah. Dalam seminggu, profesor Yu mengajarkan lebih dari sepuluh kelas dengan berlutut karena ia terlalu lemah untuk berdiri. Dia bahkan bekerja sebagai penerjemah dan pemandu wisata ketika dia tidak mengajar. Dia mengatakan, dia cinta berinteraksi dengan murid-muridnya, tetapi penyakit ini membuatnya sulit untuk memberikan dukungan fisik yang mereka butuhkan.
Profesor Yu mulai mengajar di universitas pada tahun 1998, dan telah mengajar ribuan mahasiswa di seluruh China selama bertahun-tahun. Dia sangat dicintai oleh murid-muridnya, yang mengunjunginya saat ia dirawat di rumah sakit. Seorang mahasiswanya pernah mengatakan,”Guru, kami tidak ingin melihat Anda pergi. Setelah Anda sembuh, kami akan datang untuk duduk di kelas Anda lagi.” Mahasiswa mengenal sosok Profesor Yu Gongmao sebagai dosen yang menyenangkan saat mengajar. Dia juga dikenal sebagai sosok yang positif dan optimis. Metode mengajarnya mudah dipahami oleh para mahasiswanya.
Selama liburan Tahun Baru Imlek, Profesor Yu Gongmao menerima banyak kartu ucapan berisi harapan agar ia segera sembuh dari mantan mahasiswanya yang sekarang tinggal di Amerika Serikat, Chongqing, Shanghai, dan Inggris. Universitas Wuhan tempatnya bekerja pun katanya telah membayar semua pengobatan dan para mahasiswanya bahkan telah menyumbangkan uang untuk membantu dia pulih.
Siapa yang menyangka bahwa ternyata di balik senyum seseorang terdapat kisah yang kelam. Namun, siapa yang menyangka pula bahwa kisah kelam bisa menginspirasi banyak orang. Kamu yang berniat menjadi dosen, semoga kisah profesor satu ini cukup menginspirasimu, ya!
“The mediocre teacher tells. The good teacher explains. The superior teacher demonstrates. The great teacher inspires.”
― William Arthur Ward
Bagaimana agar masuk ke daftar proposal yang lolos seleksi program hibah? Tentunya membutuhkan strategi yang…
Tahapan program hibah penelitian dari BRIN penting untuk diketahui, sehingga para dosen pengusul bisa mempersiapkan…
BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) diketahui rutin menyelenggarakan program hibah penelitian yang bisa diakses…
Meskipun sulit, publikasi di jurnal terindeks SINTA dan Scopus menjadi kebutuhan dan kewajiban semua dosen…
Publikasi di jurnal internasional bereputasi, tentunya tidak hanya pada jurnal yang terindeks Scopus. Akan tetapi…
Publikasi di jurnal Scopus menjadi prioritas sebagian besar dosen dan peneliti di Indonesia. Bahkan juga…