Mempertimbangkan untuk ikut daftar E-Course AI untuk dosen, tentunya perlu dilakukan. Sebab program kursus daring semacam ini sangat bermanfaat bagi dosen dalam menunjang pengembangan kompetensi.
Sehingga kinerja akademik optimal, dan tentunya menunjang kelancaran pengembangan jenjang karir akademik. Memanfaatkan teknologi AI perlu dilakukan dengan benar agar tidak ada pelanggaran etika.
Sekaligus tidak menyebabkan masalah saat pengajuan kenaikan jabatan akademik. Oleh sebab itu, mengikuti program E-Course dari Dunia Dosen yang fokus membahas pemanfaatan AI untuk akselerasi karir akademik bisa dilakukan. Berikut informasinya.
Peluang Penggunaan AI untuk Karir Akademik Dosen
Sesuai penjelasan sekilas sebelumnya, teknologi AI memiliki potensi besar dalam menunjang dosen melaksanakan tri dharma. Sehingga bisa lebih produktif dan berdampak pada kenaikan jenjang jabatan akademik. Bentuk pemanfaatan AI untuk tri dharma yang dimaksud antara lain:
1. Menunjang Kegiatan Pendidikan dan Pengajaran
Lewat sejumlah platform AI, para dosen bisa mendapat bantuan dalam melaksanakan tugas pendidikan dan pengajaran. Misalnya dibantu menyusun urutan materi pada mata kuliah yang diampu, menyiapkan slide presentasi, bahan ajar interaktif, dll.
Pada saat mengembangkan bahan ajar, misalnya dalam bentuk modul maupun buku ajar. Dosen bisa meminta bantuan AI dalam mencari referensi, memahami referensi dalam bahasa asing, mengecek keterbacaan naskah, dll. Sehingga kualitas naskah lebih optimal.
2. Memudahkan Pelaksanaan Penelitian dan Publikasi Ilmiah
Sejumlah platform AI bisa membantu dosen melaksanakan penelitian dengan lebih efektif dan efisien. Misalnya menggunakan AI untuk menentukan topik penelitian, menyusun kerangka proposal penelitian sampai laporan penelitian, mencari dan memahami referensi ilmiah, mengecek grammar pada artikel untuk jurnal internasional, dan sebagainya.
Baca juga: 20 AI untuk Membantu Penelitian
3. Menguatkan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM)
Melalui sejumlah platform AI, dosen bisa mendapat bantuan untuk melancarkan kegiatan PkM. Misalnya membantu dosen menentukan kegiatan PkM yang relevan dengan kebutuhan masyarakat sasaran, membantu menyusun naskah KTI sebagai luaran PkM, dan lain sebagainya.
Jadi, dengan memahami dan mengenal beberapa platform AI. Maka dosen bisa mengetahui platform mana saja yang bisa dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan PkM. Begitu juga dengan kegiatan tri dharma lainnya.
4. Meringankan Tugas Administrasi Akademik
Platform AI bisa membantu dosen dalam mengurus kegiatan administrasi secara otomatis. Sehingga lebih cepat atau efisien. Misalnya membantu mengoreksi tugas mahasiswa, sehingga pemeriksaan tugas tidak lagi memakan waktu terlalu lama. Contoh lain, membantu dosen menyusun jadwal kegiatan akademik, menyusun RPS, merumuskan CPMK dari CPL pada RPS, dan masih banyak lagi yang lainnya.
Kendala Penggunaan AI yang Sering Dihadapi Dosen
Adanya banyak potensi penggunaan AI oleh dosen dalam menjalankan kewajiban akademik. Tentunya perlu diimbangi dengan memahami pemanfaatan yang benar bagaimana. Salah satunya dengan belajar lewat program E-Course.
Kenapa harus daftar E-Course AI untuk dosen tersebut? Sebab dalam memanfaatkan AI, para dosen sering berhadapan dengan kendala dan tantangan yang kompleks. Diantaranya adalah:
1. Muncul Risiko Dosen Ketergantungan pada AI
Risiko ini bisa dialami oleh semua dosen ketika menggunakan AI secara berlebihan. Seperti tidak lagi memfungsikannya sebagai alat bantu. Namun benar-benar menggantikan dosen.
Misalnya, saat hendak menyusun abstrak artikel jurnal. Dosen mempercayakan prosesnya pada salah satu platform AI. Hasil pun tidak diperiksa apalagi diedit. Jika terus dilakukan, maka terjadi ketergantungan, dan pelanggaran etika secara terus-menerus.
Baca juga: Memahami Regulasi AI untuk Penelitian Ilmiah yang Dilaksanakan Dosen dan Mahasiswa
2. Rentan Terjadi Pelanggaran Etika
Terdapat beberapa ketentuan yang harus dipahami sebagai rambu-rambu dalam mempergunakannya. Sehingga membaca dan memahami regulasi terkait penggunaan AI menjadi kunci penting. Sehingga dari awal, dosen memahami betul batasan penggunaannya sampai mana dan untuk apa saja.
Sayangnya, karena regulasi yang belum jelas, belum resmi, dan mungkin terus ada perubahan. Ditambah dengan sosialisasi yang kurang optimal. Maka dosen rentan melakukan pelanggaran etika atas penggunaan AI tersebut.
Etika Akademik Penggunaan AI untuk Karir Akademik Dosen
Melalui penjelasan sebelumnya, maka bisa dipahami salah satu tantangan dalam penggunaan AI oleh dosen adalah rentan terjadi pelanggaran etika. Dalam menggunakan AI, secara garis besar ada 3 poin yang harus diperhatikan untuk meminimalkan risiko tersebut. Yaitu:
1. Regulasi Penggunaan AI
Dosen perlu memahami apakah perguruan tinggi dan kementerian yang menaungi memperbolehkan penggunaan AI untuk tri dharma.
Kemudian dalam publikasi, apakah pengelola jurnal dan penerbit memperbolehkan penggunaan AI pada penulisan manuskrip maupun naskah? Jika secara regulasi diperbolehkan, baik dengan batasan dan detail lainnya. Maka menggunakan AI sesuai ketentuan tidak melanggar etika. Begitu juga sebaliknya.
2. Memfungsikan AI sebagai Alat Bantu
Setiap kali menggunakan AI, selalu diposisikan sebagai alat bantu. Respon dalam bentuk jawaban atas pertanyaan, hasil kerja, dan sebagainya wajib diperiksa ulang.
Sehingga tidak asal disalin dan digunakan begitu saja untuk meminimalkan data bias. Sekaligus mencegah AI difungsikan sebagai pengganti, karena dosen cukup bermain jari tanpa perlu memikirkan apa-apa.
Baca juga: 13 AI untuk Review Jurnal, Cari Referensi Publikasi Makin Mudah!
3. Ada Pengakuan Telah Menggunakan AI
Dalam pengakuan, bagaimana cara menjelaskan sudah memakai AI sebagai alat bantu menyesuaikan regulasi yang berlaku. Jika pada naskah, sesuaikan dengan kebijakan penerbit, pengelola jurnal, dan pengelola prosiding.
Sebab ada kalanya, jika AI hanya digunakan mencari referensi dan hal-hal yang tidak menyebabkan perubahan data maupun konten pada naskah. Maka penerbit tidak mewajibkan penulis mencantumkan pengakuan penggunaan AI. Detail kebijakan, wajib dipahami dalam proses publikasi ilmiah.
Baca selengkapnya: Etika, Cara Penggunaan, dan Rekomendasi Platform AI untuk Penulisan Abstrak Jurnal
Belajar Akselerasi Karir Akademik dengan AI Tanpa Melanggar Etika Melalui E-Course
Ada banyak platform AI bisa dimanfaatkan dosen untuk memudahkan pelaksanaan tri dharma hingga tugas administratif. Tak hanya itu, pemanfaatan dengan bijak juga menjadi kunci. Namun, dosen tetap butuh pelatihan dengan dampingan ahli dan berpengalaman, sehingga menghindari risiko ketergantungan maupun terjadi pelanggaran etika.
Membantu para dosen mendapat pendampingan tersebut, Dunia Dosen menggelar program E-Course yang fokus membahas pemanfaatan AI dalam kinerja akademik. E-Course tersebut diberi tajuk “AI untuk Dosen, Akselerasi Tridharma Perguruan Tinggi”.
Dalam E-Course kali ini, Dunia Dosen menggandeng M.S. Hendriyawan Achmad, M.Eng., Ph.D. sebagai narasumber atau pemateri utama. Beliau merupakan salah satu dosen sekaligus peneliti pada Departemen Teknik Elektro Universitas Teknologi Yogyakarta.
Beliau sudah berpengalaman mendampingi dan membantu para dosen dalam mengurus publikasi ilmiah berkualitas. Seluruh ilmu dan pengalaman serta wawasan yang dimiliki akan dibagikan kepada para peserta E-Course. Sehingga bisa mengoptimalkan kegiatan tri dharma dan publikasi ilmiah dengan memanfaatkan AI secara tepat, efektif, dan beretika.
Apa Saja yang Akan Disampaikan Narasumber E-Course AI untuk Dosen?
Bagi para peserta yang telah menyelesaikan proses daftar E-Course AI untuk Dosen. Maka nantinya akan mendapat akses ke seluruh materi.Dalam E-Course kali ini, total terdapat 7 materi inti. Berikut detailnya:
1. Selayang Pandang Gen-AI
Materi yang pertama akan fokus membahas mengenai apa itu teknologi AI dan generatif AI (Gen-AI). Sehingga bisa lebih mudah memahami materi berikutnya, dengan materi dasar sebagai pengenalan terhadap teknologi AI itu sendiri.
2. Teknik Prompting Gen-AI
Materi kedua akan fokus membahas mengenai prompt, fungsi, dan tata cara menyusunnya saat menggunakan platform AI. Khususnya platform AI berbasis prompt.
3. Framework Prompting Gen-AI
Materi ketiga, fokus membahas mengenai framework prompt AI. Dalam materi ini, para peserta akan mendapat penjelas rinci mengenai struktur prompt yang tepat. Sekaligus bagaimana strategi menyusun prompt yang efisien.
Ketahui selengkapnya: Makin Efisien, Ini 10 Pilihan Tools untuk Mencari Research Gap
4. Best Practice Framework Prompting AI
Materi keempat, fokus membahas mengenai penerapan framework menyusun prompt pada platform Gen-AI. Melalui materi satu ini, para peserta akan dipandu bagaimana menyusun prompt yang tepat dan efektif. Sehingga meningkatkan potensi mendapat respon AI sesuai keinginan dan kebutuhan.
5. Penerapan Gen-AI untuk Pengajaran
Materi kelima fokus membahas mengenai bagaimana pemanfaatan AI untuk membantu dosen melaksanakan tugas pendidikan dan pengajaran. Mulai dari membantu menyiapkan slide presentasi, menyiapkan bahan ajar interaktif, dan sebagainya.
6. Memanfaatkan AI untuk Kajian Literatur, Analisis Data, dan Publikasi Ilmiah
Materi keenam, fokus membahas mengenai bagaimana cara dan strategi menggunakan AI untuk melaksanakan tugas penelitian. Mulai dari membantu menentukan topik penelitian, kajian literatur, mencari referensi, sampai membantu menyusun proposal dan artikel ilmiah untuk publikasi di jurnal atau prosiding.
Baca juga: 13 AI untuk Mencari Referensi Ilmiah
7. Penerapan Gen-AI untuk Pengabdian Masyarakat
Materi ketujuh akan fokus membahas mengenai bagaimana cara dan strategi menggunakan AI untuk melaksanakan tugas PkM. Melalui platform AI yang tepat dan digunakan dengan benar, dosen bisa lebih mudah mengidentifikasi kegiatan PkM yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Benefit yang Didapatkan Peserta E-Course AI untuk Dosen
Tak hanya memberikan materi yang komprehensif terkait pemanfaatan AI untuk menunjang pengembangan karir akademik dosen. Jika daftar E-Course AI untuk dosen tersebut, maka bisa mengakses sejumlah benefit tambahan. Seperti:
1. Akses Materi Seumur Hidup
Benefit yang pertama, materi dalam program E-Course AI untuk dosen bisa diakses seumur hidup (lifetime). Jadi, cukup sekali melakukan pendaftaran dan melunasi biayanya. Maka materi bisa diakses berulang kali seumur hidup.
2. Sertifikat Elektronik
Benefit kedua, seluruh peserta E-Course AI untuk dosen yang sudah menyelesaikan seluruh materi dan pelatihan. Nantinya akan menerima sertifikat elektronik sebagai bukti telah menyelesaikan E-Course.
3. Bonus Resume Materi
Ketiga, seluruh peserta yang sudah menyelesaikan pembahasan dan pelatihan materi. Juga akan mendapatkan bonus resume atau rangkuman dari seluruh materi E-Course tersebut. Sehingga bisa dijadikan alternatif lebih efisien saat mempelajari ulang materi E-Course.
4. Skill dan Knowledge Lengkap
Benefit berikutnya, seluruh peserta E-Course juga dijamin mendapatkan keterampilan atau kompetensi yang lebih optimal. Sekaligus pengetahuan dan wawasan yang tidak hanya dari materi komprehensif. Akan tetapi juga aplikatif, karena disusun sedemikian rupa agar mudah diterapkan para peserta.
5. Tetap Hemat dengan Materi Komprehensif
Melalui E-Course AI untuk dosen, para dosen yang menjadi peserta bisa mendapat materi lengkap atau komprehensif. Membahas hal mendasar terkait AI untuk mendorong produktivitas tri dharma. Sampai penerapannya secara bijak agar tidak ada pelanggaran etika.
Materi yang lengkap, mudah dipahami, aplikatif, dan bisa diakses seumur hidup ini. Tentunya menjadi solusi tetap hemat untuk bisa meningkatkan kompetensi menggunakan AI dalam menunjang tri dharma.
AI untuk Dosen, Akselerasi Tridharma Perguruan Tinggi
Bersama M.S. Hendriyawan Achmad, M.Eng., Ph.D., pelajari penerapan Generative AI (Gen-AI) untuk mempercepat kinerja tridharma perguruan tinggi melalui strategi prompting yang efektif dan inovatif.














