Laporan kemajuan biasanya berlaku untuk penelitian di bidang apapun, baik yang berdurasi monotahun maupun multitahun. Sehingga menyusun laporan kemajuan menjadi tahapan yang harus dilalui semua dosen, mahasiswa, dan peneliti pada umumnya. Jadi, apa saja isi dan bagaimana cara menyusunnya? Berikut informasinya.
Daftar Isi
ToggleApa Itu Laporan Kemajuan Penelitian?
Laporan kemajuan penelitian adalah sebuah dokumen yang disusun peneliti di tengah kegiatan penelitian dan berisi informasi mengenai perkembangan penelitian yang tengah dijalankan atau dilakukan.
Laporan ini biasanya disusun dalam periode waktu tertentu. Umumnya di tengah kegiatan penelitian yang masih berjalan, sehingga penelitian belum selesai. Laporan ini menjadi bentuk pertanggungjawaban peneliti kepada pihak terkait mengenai kegiatan penelitian yang dilakukan.
Isi dari laporan juga menjadi dasar acuan untuk pihak terkait dalam menetapkan keputusan terkait penelitian. Misalnya, untuk menentukan apakah pendanaan pada penelitian tersebut bisa dilanjutkan, bisa dicairkan, atau sebaliknya?
Baca juga artikel ini: Jangan Sampai Terlewat! Daftar Program Hibah Penelitian Tahun 2026 Ini Wajib Diikuti Dosen!
Isi Laporan Kemajuan Penelitian Secara Umum
Isi dari laporan ini biasanya menyesuaikan dengan format dan template yang sudah disediakan pihak terkait. Misalnya, jika penelitian didanai hibah Kemdiktisaintek. Maka penentu isi adalah Kemdiktisaintek tersebut. Namun, secara umum isinya adalah poin-poin berikut:
1. Identitas Penelitian dan Peneliti
Isi yang pertama di dalam laporan kemajuan kegiatan penelitian adalah identitas penelitian dan identitas tim peneliti. Identitas penelitian mencakup judul penelitian, topik penelitian, dan detail lainnya. Sementara identitas peneliti mencakup nama tim penelitian, afiliasi atau asal institusi maupun lembaga penelitian, dan sebagainya.
2. Ringkasan Kegiatan Penelitian
Kedua, biasanya ada permintaan untuk menjelaskan ringkasan kegiatan penelitian. Sehingga tim peneliti perlu menjelaskan ulang mengenai latar belakang penelitian, tujuan, metode penelitian, dan target luaran yang ingin dicapai.
Baca juga artikel ini: State of The Art dalam Penelitian dan 3 Cara Menentukannya
3. Hasil Penelitian dan Pembahasan
Isi ketiga adalah hasil penelitian sesuai dengan yang didapatkan atau ditemukan saat menyusun laporan kemajuan. Jadi, hasil penelitian belum final akan tetapi perlu dijelaskan data yang didapatkan apa saja. Kemudian disusul dengan pembahasan ringkas mengenai data dan hasil penelitian yang belum final tersebut.
4. Capaian dan Status Luaran
Keempat adalah capaian dan status luaran yang diraih tim peneliti. Dalam laporan kemajuan, luaran tersebut tentu masih dalam tahap proses pencapaian. Jadi, tim peneliti perlu menjelaskan sudah ada di tahap mana. Jika dalam tahap publikasi, status di publisher apa?
5. Kendala dan Tantangan dalam Penelitian
Berikutnya adalah kendala dan tantangan yang dihadapi tim peneliti dalam kegiatan penelitian. Jika memang ada kendala dan hambatan, maka dijelaskan secara ringkas di laporan kemajuan.
Baca juga: 20 AI untuk Membantu Penelitian
6. Rencana Lanjutan Tim Peneliti
Selanjutnya adalah rencana lanjutan yang diputuskan tim peneliti. Misalnya luaran sudah ada di tahap apa. Kemudian apa rencana yang akan diterapkan tim peneliti untuk mencapai luaran tersebut sampai final. Contoh lain, jika penelitian masih di tahap A. Maka perlu menjelaskan rencana untuk masuk ke tahap B, C, dst.
7. Daftar Pustaka
Isi berikutnya adalah daftar pustaka. Berisi seluruh referensi ilmiah yang digunakan untuk menyusun laporan kemajuan. Gaya sitasi menyesuaikan dengan ketetapan pihak-pihak yang mendukung penelitian.Â
8. Lampiran
Bagian terakhir dari isi laporan kemajuan adalah lampiran. Pada bagian ini, tim peneliti bisa mencantumkan bukti perkembangan capaian luaran sudah ada di tahap apa. Bisa juga bukti dan dokumen atau lampiran lain yang sekiranya perlu dicantumkan.
Pentingnya Menyusun Laporan Kemajuan Penelitian
Menyusun laporan kemajuan penelitian tentunya bukan hanya bagian dari kegiatan administrasi. Melainkan memang penyusunan dan pelaporannya ke pihak terkait sangat penting. Diantaranya adalah:
1. Bentuk Akuntabilitas Peneliti
Laporan kemajuan menjadi sarana bagi tim peneliti menunjukan sikap tanggung jawab atas penelitian yang dilakukan. Misalnya mempertanggungjawabkan penggunaan dana penelitian dari penyelenggara hibah. Sehingga bisa diketahui pendanaan digunakan untuk apa, sesuai ketentuan atau tidak, dan detail lainnya.
2. Mendukung Evaluasi Penelitian
Arti penting yang kedua, laporan kemajuan menjadi bagian dari proses evaluasi dan monitoring atau monev. Dalam kegiatan penelitian, tentunya perlu dipahami ada risiko kendala yang meningkatkan potensi kegagalan.
Hal ini perlu diketahui, dilaporkan, dan dicari solusinya. Sehingga ada proses monev, dan laporan kemauan menjadi bagian dari proses tersebut. Tujuannya agar monev berjalan lancar, efektif, dan lebih efisien.
Baca juga: 6 Sumber Pendanaan Penelitian Dosen yang Wajib Diketahui
3. Membantu Mengidentifikasi Kendala dalam Penelitian
Arti penting berikutnya, laporan kemajuan bisa membantu tim peneliti dan pihak terkait mengidentifikasi kendala penelitian. Kendala ini tentunya perlu segera diatasi untuk meminimalkan risiko kegagalan dalam penelitian. Menyusun laporan kemajuan menjadi bagian dari antisipasi kegagalan tersebut.
4. Menjadi Alat Ukur Capaian Luaran Penelitian
Laporan kemajuan juga bisa difungsikan sebagai alat ukur capaian target penelitian atau luaran penelitian. Target luaran biasanya sudah ditetapkan tim peneliti sejak menyusun proposal penelitian. Sehingga tim peneliti harus menjaga komitmen dengan memenuhi janji capaian tersebut.
Laporan kemajuan menjadi bagian dari pemantauan capaian luaran. Sehingga bisa mengukur apakah bisa sesuai target atau sebaliknya. Jika sebaliknya, maka tim peneliti perlu menyusun solusi agar tetap sesuai target awal.
5. Menjadi Dasar Penentuan Keputusan Terkait Penelitian
Arti penting berikutnya adalah untuk pihak yang mendukung jalannya penelitian. Misalnya pemberi izin, pemberi dukungan pendanaan, dan pihak-pihak lainnya. Isi dari laporan kemajuan akan menentukan keputusan yang akan diambil. Misalnya, untuk menentukan pendanaan bisa dicairkan atau dilanjutkan.
Perbedaan Laporan Kemajuan dan Laporan Akhir Penelitian
Sesuai penjelasan di awal, dalam kegiatan penelitian setidaknya ada 2 jenis laporan yang disusun tim peneliti. Yaitu laporan kemajuan penelitian dan laporan akhir penelitian. Lalu, apa perbedaannya? Secara mendasar, berikut beberapa perbedaan keduanya:
1. Waktu Penyusunan
Sesuai penjelasan sebelumnya, laporan kemajuan disusun dalam periode tertentu di tengah proses penelitian. Jadi penelitian masih berjalan dan laporan kemajuan perlu disusun oleh tim peneliti.
Sebaliknya, pada laporan akhir penelitian disusun setelah penelitian berhasil diselesaikan. Penelitian harus sudah selesai dan didapatkan temuan (hasil) penelitian, baru laporan akhir bisa disusun tim peneliti.
2. Tujuan Penyusunan
Secara mendasar, laporan kemajuan disusun tim peneliti untuk mempertanggungjawabkan kegiatan penelitian dan sumberdaya yang digunakan dalam proses tersebut. Sehingga bisa mempertanggungjawabkan ke pihak terkait yang memberi dukungan penuh pada penelitian yang dilakukan.
Sementara itu, tujuan dari penyusunan laporan akhir penelitian adalah untuk mempertanggungjawabkan keseluruhan kegiatan penelitian. Tidak hanya mempertanggungjawabkan penggunaan pendanaan, akan tetapi juga mencapai target luaran yang dijanjikan pada proposal penelitian.
Baca juga: Pendahuluan Proposal Penelitian: Isi, Contoh, Cara Menyusunnya
3. Isi Laporan
Meskipun secara substansi atau isi, antara laporan kemajuan penelitian dengan laporan akhir penelitian ada kesamaan. Misalnya pada bagian pendahuluan atau ringkasan kegiatan penelitian.
Namun, terdapat beberapa substansi khas di masing-masing laporan. Misalnya di dalam laporan kemajuan ada informasi atau penjelasan mengenai luaran sudah dikerjakan sampai tahap apa. Sementara di laporan akhir, sudah mencantumkan luaran akhir yang dicapai.
Jadi, laporan kemajuan bisa membantu tim peneliti untuk menjawab pertanyaan “penelitian sudah sampai mana atau sampai tahap apa?”. Sementara untuk laporan akhir, bisa membantu menjawab “apa hasil akhir dari penelitian yang dilakukan?”. Sebab selain menjelaskan luaran, juga temuan penelitian tersebut.
Tata Cara Menyusun Laporan Kemajuan Penelitian
Dalam menyusun laporan kemajuan penelitian, tentunya perlu dilakukan secara runtut atau sistematis. Sehingga membantu menyusunnya dengan detail, dan tentunya juga minim kesalahan. Berikut detail mengenai tata cara penyusunannya:
1. Membaca Panduan Laporan Kemajuan Penelitian
Kebanyakan penyelenggara hibah menyatukan panduan ini dengan panduan hibah itu sendiri. Namun, ada juga yang dipisah. Kemdiktisaintek sendiri dalam hibah Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) Penelitian tahun 2026 menerbitkan surat edaran.
Jadi, tim peneliti perlu menyesuaikan mengenai panduan penulisan laporan ada dimana dan bagaimana mengaksesnya. Pastikan dibaca, dipahami, dan dijadikan acuan saat menyusun laporan kemajuan agar meminimalkan kesalahan.
2. Membaca Kembali Proposal Penelitian
Tahap kedua, tim peneliti perlu membaca ulang proposal penelitian. Kenapa? Sebab beberapa isi utama di dalam laporan kemajuan bersumber dari proposal penelitian tersebut. Misalnya terkait timeline penelitian, target luaran, kebutuhan pendanaan, biaya-biaya dalam penelitian, dan lain sebagainya.
Selain itu, salah satu tujuan menyusun laporan kemajuan adalah bentuk pertanggung jawaban. Sehingga perlu memastikan isinya sesuai atau mendekati isi proposal. Misalnya terkait jadwal kegiatan, jika ada yang meleset dari perkiraan maka bisa langsung diketahui.
3. Membaca dan Menggunakan Template Laporan
Umumnya pihak yang mendukung penelitian sudah menyiapkan template laporan kemajuan penelitian. Jadi, jika dalam penelitian Anda juga demikian pastikan mengakses template tersebut.
Sebab dengan adanya template maka memudahkan penyusunan. Sehingga meminimalkan kesalahan dan tentunya menghindari substansi yang tidak sesuai. Sekaligus meningkatkan efisiensi dalam penyusunan laporan kemajuan.
4. Menyusun Laporan Sesuai Template Laporan
Dalam tahap ini, dianjurkan untuk menyusun secara sistematis. Dimulai dari bagian paling awal, terus berlanjut ke bagian berikutnya sampai bab terakhir.
Hindari menyusun secara acak karena ada potensi bagian laporan terlupa untuk disusun. Jika terlewat begitu saja, maka tentu isi laporan tidak lagi sesuai ketentuan dan berdampak pada hasil evaluasi dan monitoring yang kurang menguntungkan tim peneliti.
Baca juga: Latar Belakang Proposal Penelitian, Cara Menyusun dan Contoh
5. Memeriksa dan Mengoreksi Laporan
Setelah penyusunan laporan kemajuan diselesaikan. Maka jangan buru-buru diajukan ke pihak terkait. Namun perlu diperiksa dulu untuk memastikan susunan dan aspek di bagian isi (substansi) sudah benar.
Silahkan dibaca ulang dan mengoreksi bagian-bagian yang diketahui masih keliru. Maupun melengkapi bagian-bagian yang dirasa perlu data atau penjelasan tambahan.
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari dalam Menyusun Laporan Kemajuan Penelitian
Dalam menyusun laporan kemajuan penelitian, tim peneliti mungkin melakukan beberapa kesalahan. Hal ini memang lumrah. Akan tetapi, perlu mengusahakan untuk meminimalkan kesalahan tersebut. Adapun kesalahan umum yang dimaksud antara lain:
1. Tidak Sesuai Format dan Template
Kesalahan umum yang pertama tim peneliti tidak menyesuaikan dengan ketentuan format penulisan dan template laporan. Dampaknya, laporan bisa dianggap keliru sehingga dikembalikan atau bahkan dinyatakan tidak menyusun laporan. Hal ini bisa membuat pencairan dana penelitian dan sanksi lain bisa ditanggung seluruh tim peneliti.
Baca juga: Contoh Kata Pengantar Proposal Penelitian dan Aturan Penulisan
2. Hanya Sekadar Menyalin Proposal Penelitian
Secara umum, beberapa bagian di dalam isi laporan kemajuan memang mirip dengan proposal penelitian. Misalnya di bagian pendahuluan yang sama-sama menjelaskan latar belakang hingga metode dan novelty penelitian. Namun, di dalam laporan kemajuan terdapat beberapa data baru dan khas.
Misalnya kendala dalam penelitian dan luaran yang masih dalam proses. Jadi, banyak tim peneliti yang asal copy paste proposal penelitian sehingga hasil evaluasi laporan kurang menguntungkan.
3. Tidak Melengkapi dengan Bukti Capaian dan Progres
Bukti yang dimaksud biasanya bukti terkait capaian luaran. Biasanya pada laporan kemajuan, luaran yang ditargetkan di proposal usulan belum final.
Misalnya masih dalam proses. Jika luaran adalah publikasi di jurnal internasional bereputasi. Maka bisa dibuktikan dengan gambar tangkapan layar perkembangan manuskrip artikel ilmiah. Hanya saja, banyak yang hanya menjelaskan progres luaran tanpa disertai bukti yang memadai dan sesuai ketentuan.
4. Isi Laporan Tidak Sesuai Ketentuan
Kesalahan umum lainnya berkaitan dengan isi laporan yang kurangs esuai ketentuan. Misalnya di template laporan ada kolom kendala. Namun tidak diisi dan terlewat begitu saja. Bisa juga diisi dengan data yang tidak relevan. Sehingga isi laporan menjadi kurang sesuai ketentuan dan lolos karena tidak ada proses koreksi.
Pengumuman Jadwal Pengunggahan Laporan Kemajuan Program Penelitian Tahun 2026
Mengacu pada surat edaran nomor 1024/DST/C3/DT.05.00/2026 tanggal 14 Agustus 2026. Penerima hibah penelitian tersebut diwajibkan mengunggah laporan kemajuan dan Surat Pernyataan Tanggungjawab Belanja (SPTB) penggunaan dana 80% di laman BIMA. Tenggat waktu unggah sampai 28 Agustus 2026.
Informasi lebih rinci mengenai ketentuan proses unggah, kelengkapan administrasi, dan prosedur pelaporan di laman BIMA. Maka bisa membaca surat edaran dari Kemdiktisaintek yang bisa diunduh melalui https://lldikti16.kemdiktisaintek.go.id/2026/08/pemberitahuan-batas-waktu-pengunggahan-laporan-kemajuan-program-penelitian-tahun-2026/
sumber:
- Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. (2026). Surat Edaran Nomor 1024/DST/C3/DT.05.00/2026 Tentang Pemberitahuan Batas Waktu Pengunggahan Laporan Kemajuan Program Penelitian Tahun 2026. https://lldikti16.kemdiktisaintek.go.id/2026/08/pemberitahuan-batas-waktu-pengunggahan-laporan-kemajuan-program-penelitian-tahun-2026/
- Mengenal Lebih Dalam Apa Itu Teks Laporan Penelitian, Apakah Setiap Penelitian Perlu Dibuatkan Laporan Kemajuan? (2021). Mijil. Diakses pada 9 September 2026 dari https://mijil.id/t/mengenal-lebih-dalam-apa-itu-teks-laporan-penelitian-apakah-setiap-penelitian-perlu-dibuatkan-laporan-kemajuan/3168














