Niken Vioreza, M.Pd., dosen Pendidikan Matematika STKIP Kusumanegara, Jakarta lulus serdos 2018. (dok. google)
Jakarta – Niken Vioreza, M.Pd., dosen Pendidikan Matematika STKIP Kusumanegara, Jakarta yang mengikuti sertifikasi dosen (serdos) tahun 2018 lalu dan dinyatakan lolos serdos dan berjalan lancar. Niken pun berbagi pengalamannya bagi rekan-rekan dosen yang bersiap berjuang mendapatkan serdos tahun ini.
“Saya mengikuti serdos tahun 2018. Syukur Alhamdulillah lolos serdos dengan mulus. Harapan saya bagi teman-teman yang sedang berjuang untuk mendapatkan serdos kali ini, mendapatkan kemudahan dan kelancaran juga dalam prosesnya,” ujarnya.
Tahap pertama agar lolos serdos, Niken memaparkan “Perjalanan Data Serdos” yang terdiri dari:
Data D4: (a) Validasi biodata Induk Calon DYS (NKP dan NAP); (b) Pemenuhan komponen NBI dan NPA; (c) Penilaian persepsional (NPS); dan (d) Nilai gabungan.
Data D5: (a) Penyusunan deskripsi diri; (b) Penilaian oleh PTPS; (c) Yudisium kelulusan.
Kali ini Niken aakan fokus pada memberikan tips untuk isian Data D4 point b. Yaitu tes bahasa asing (TOEP) dan Tes Kemampuan Dasar Akademik (TKDA) bagaimana mensiasati agar lulus hanya dengan sekali tes, serta isian Data D5 yaitu membuat deskripsi diri.
TKDA dan TOEP menjadi salah satu syarat yang harus dipenuhi untuk lulus Data D4. Agar mendapat hasil yang memuaskan sebaiknya luangkan waktu untuk latihan membahas contoh soal.
Selanjutnya, agar TOEP dan TKDA berjalan lancar, harus diperhatikan juga tempat tes/kampus yang mengadakan. Niken berpesan, jangan mudah terjebak dengan informasi yang mengatakan: Kampus A lebih ketat sementara kampus B bebas, pengawasnya baik jadi memutuskan untuk memilih kampus B agar bisa menyontek.
“Sebaiknya jangan, karena menurut pengalaman saya ketika memutuskan mengambil kampus yang agak longgar pengawasannya, justru akan merugikan diri sendiri. Ruangan jadi tidak kondusif atau berisik, sementara kita perlu konsentrasi. Apalagi untuk tes TOEP bagian Listening,” terang dosen yang lolos serdos ini.
Niken melanjutkan, jika telah dinyatakan lulus D4, sesering mungkin untuk memantau atau mengecek https://plti.co.id/ untuk informasi jadwal pelaksanaan tes.
Pada tahapan akhir yaitu isian Data D5, peserta diminta untuk membuat deskripsi diri. Diharapkan deskripsi diri yang dibuat menceritakan sesuatu yang orisinil atau menceritakan apa yang telah dialami atau lakukan selama menjadi dosen (mulai dari keluarnya Jabatan Fungsi). Jangan sampai melakukan plagiat.
“Menceritakan semua kegiatan yang pernah dilakukan dengan jujur tentu akan menghindarkan kita dari kata plagiat. Selain itu, untuk amannya setap pemaparan yang dibuat di Deskripsi Diri diikuti dengan bukti berupa Link ke blog atau website pribadi. Jadi punya website atau blog penting untuk membuat deskripsi diri,” jelas dosen yang juga hobi memasak ini.
Berikut, Niken memberikan acuan pembuatan blog pribadi dengan link berikut:
Redaksi
Sebagian besar perguruan tinggi meminta dokumen motivation letter untuk Doktoral atau jenang studi PhD. Motivation…
Dosen di Indonesia memiliki kewajiban untuk bersertifikasi. Sehingga wajib segera memenuhi syarat sertifikasi dosen serdos).…
Pernahkah mendengar nama perguruan tinggi untuk pertama kalinya? Jika perguruan tinggi tersebut baru berdiri dan…
Setiap dosen di Indonesia memiliki kesempatan dan peluang memangku jabatan struktural dosen. Jabatan ini menjadi…
Diterbitkannya Permendiktisiantek No. 52 Tahun 2025, sekaligus mengatur kebijakan baru terkait syarat kenaikan jabatan fungsional…
Memasuki awal tahun 2026, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) resmi mengumumkan pembukaan program Beasiswa Fellowship…